Langsung ke konten utama

πŸ…ΌπŸ…°πŸ…ΊπŸ…½πŸ…° πŸ…ΊπŸ…°πŸ†ƒπŸ…° πŸ…°πŸ…ΌπŸ…΄πŸ…½ πŸ…ΌπŸ…΄πŸ…½πŸ†„πŸ†πŸ†„πŸ†ƒ πŸ…°πŸ…»πŸ…ΊπŸ…ΈπŸ†ƒπŸ…°πŸ…±

TAHUKAH ANDA MAKNA SEBENARNYA dari "AMIN"?



“Kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu sujud dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "AMIN" "HALELUYAH"
(Wahyu 19 : 4)

Kata 'Amin' diartikan : sebagai 'terimalah', 'kabulkanlah', 'demikianlah', 'hendaknya'&  dengan makna yang sama, yakni 'pasti', 'sungguh!', 'benar!', 'jadilah demikian!'. 

Kata H A L E L U Y A  H= PUJILAH TUHAN

Wahyu 19:1,3,4,6.

Di sorga kata haleluyah adalah kata pujian dan sembahan yang ditujukan kepada ALLAH yang MAHATINGGI.

Kata haleluyah adalah kata yang penuh dengan kuasa.

Dengan ILHAM ROH KUDUS pemazmur menekankan betapa pentingnya mengucapkan HALELUYAH (Mazmur 146:1; 147:1; 148:1;149:1; 150:1,6)

KENAPA KITA PERLU MENGIKUTI POLA SURGA❓

🏞️Surga adalah tujuan kita!
🏞️Surga adalah model kekristenan di dunia ini.
🏞️Surga adalah satu keadaan yang real, yang nanti kita alami. Tetapi
🏞️ Suasana sorga dapat juga kita alami di bumi. 

Dalam Yesaya 65:16; kata itu diartikan sebagai 'setia', dan itu merujuk ke sifat ALLAH yang setia. 

Demikianlah, elohey amen diartikan sebagai 'ALLAH yang setia'.

Dalam Perjanjian Baru, kata 'amin' lebih memiliki konotasi kebenaran dan kesetiaan, dan sering juga diterjemahkan sebagai 'dengan sungguh-sungguh' (lih. Yoh 16:23). 

Dalam Wahyu 3:14, TUHAN YESUS sendiri disebut sebagai 'Sang Amin' (ho amen), dan itu memperlihatkan cara orang Kristen memaknakan kata 'amin'. 

Kata 'amin' juga diterjemahkan sebagai 'sesungguhnya' dan itu menegaskan atau mengkonfirmasi sesuatu yang hendak dikatakan (lih. Yoh 8:58, Mat. 11:11, Yoh. 3:3, Luk 23:43).

Perjanjian lama
Dalam bahasa Ibrani istilah "Amin" diartikan sebagai: kebenaran (emeth) atau kejujuran (emun, emunah) dan iman atau kesetiaan. Dari makna etimologinya kata "amin" adalah dari suatu kuda-kuda, posisi, atau pendirian seseorang yang teguh atau stabil. Lawan katanya adalah yang tidak stabil atau bergeser (lih. Ul 28:64-67; 38:16; Maz 40:2; 73:18; Yer 23:12) atau jatuh (lih. Maz 73:2). 

Dari penggunaan literal ini terbentuk penggambaran makna yang luas dari kesetiaan, bisa dipercaya, loyalitas, dan dapat diandalkan (lih. Kej 15:16; Hab 2:4).

Dari pengertian percaya dibangun penggunaan liturgis kata "amin yang dipakai untuk meneguhkan suatu kebenaran atau pernyataan dari orang lain, khususnya dari imam-imam (lih. Ul 27:15-26; Neh 8:6; Maz 41:13; 72:19; 89:52; 106:48).

Perjanjian Lama juga menunjukkan bahwa "Amin" adalah tanggapan atas doa, sumpah, atau janji pelayanan (1 Raja-raja 1:30; Neh. 5:13; 8: 6; 1 Taw. 16:36; Yer. 11: 5).); Tuhan memberikan kesaksian tentang perjanjian kita. Tradisi Yahudi menyatakan bahwa orang-orang menanggapi doa pendeta bukan dengan Amin, "tetapi," Terpujilah nama kemuliaan kerajaannya untuk selama-lamanya. Di dalam sumpah orang-orang yang mengatakan "amin" mengikatkan diri mereka dengan sumpah (Bil. 05:22; Ul. 27: 15-26).

Dalam Perjanjian Baru
Arti kata "amin" dalam Perjanjian Baru sama dengan di Perjanjian Lama. Itu berisi kebenaran, kepastian, jaminan dan harapan.

  1. Dalam Perjanjian Baru, kata 'amin' digunakan sebagai penegasan pujian kepada Tuhan (1 Kor. 14:16; 2 Kor 1:20; Wahyu 1: 7; 5:14; 7:12). Pidato amin mengandung harapan yang kuat.
  2. Kata ini juga dipakai sebagai penutup dari doa (Rom 1:25; 9:5; 11:36; 16:27; Gal 1:5; 6:18; Ef 3:21; Flp 4:20; II Tes 3:18; I Tim 1:17; 6:16; II Tim 4:18).
  3. Pemakaian yang unik dari kata "amin" oleh Tuhan Yesus (dalam Alkitab TB sering diterjemahkan "sesungguhnya"). Arti dari "amin" disini adalah menekankan bahwa perkataanNya itu benar dan bersumber dari otoritasnya sebagai Allah dan dapat dipercayai (Luk 4:24; 12:37; 18:17, 29; 21:32; 23:43). Sehingga dalam Wahyu 3:14 salah satu gelar Kristus adalah "Amin."

KESIMPULAN

Kata "AMIN" adalah tanggapan kita terhadap firman Tuhan, doa, pernyataan berdasarkan iman, dan janji atau komitmen kepada Tuhan. Sikap pada saat mengucapkan "amin" adalah hati yang percaya dan berpihak pada kebenaran. Jadi bukan hanya soal makna "amin" saja yang perlu kita ketahui, tapi hati yang memberikan respon yang benar terhadap kebenaran dan keyakinan akan apa itu "amin"

Semua yang bernafas selalu harus memuji TUHAN dan selalu mengatakan : Haleluyah!

Oleh sebab itu jadikanlah pengucapan “Amin” dan “Haleluyah” sebagai gaya hidup kita.Saudara akan diberkati lewat mengucapkan kedua kata ini.


Komentar