KAMPANYE PENGINJILAN MODERN VS PENGINJILAN SEJATI

Bagaimana mungkin orang yang percaya kepada TUHAN masih mau tinggal dikandang babi❓ Mengapa orang yang ikut TUHAN masih bisa kompromi, jatuh-bangun dalam dosa, bahkan MURTAD dan kembali ke dunia❓ Apanya yang tidak beres❓
Tantangan yang sering disampaikan dalam KKR dewasa ini adalah, “Mari, ikut YESUS❗
Percaya saja ❗ dan
Engkau akan selamat❗
Datanglah❗
Terimalah YESUS❗ ”
Ketika-YESUS mulai memberitakan Injil di Galilea, berita yang Disampaikan-NYA adalah,
“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
(Markus 1:15).Penulis melihat suatu perbedaan yang sangat esensial dengan kedua berita tadi❗
⛔Penginjilan modern mengabaikan satu unsur pokok yang harus dialami seseorang sebelum mengikuti TUHAN.
➡️ Orang cukup percaya Saja, kemudian semuanya akan beres begitu saja❗❗❗
➡️Penginjilan semacam ini hanya akan menghasilkan orang-orang KTP
✅(Kristen Tanpa Pertobatan dengan kata lain
✅JJJ(Jemaat Jalan Jalan )❗❗❗
Bukan seperti itu Injil YESUS KRISTUS. YESUS memerintahkan (camkan: memerintahkan, bukan menyarankan) kita untuk bertobat terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa percaya.
Tanpa Pertobatan Sejati, tidak mungkin kita percaya dan mengenal TUHAN.
Apakah sebenarnya pertobatan itu❓
➡️Pertobatan bukanlah perasaan, bukan suatu luapan emosi.
➡️Kita tidak bertobat karena terjepit masalah dan ingin ikut TUHAN.
➡️Kita tidak bertobat karena mengharapkan kehidupan yang berkelimpahan.
➡️ Ketakutan akan kematian, ketakutan akan neraka, tidak akan membangkitkan pertobatan yang sejati. Bahkan menjadikan YESUS sebagai TUHAN, bukan sekadar sebagai Juru-selamat, juga tidak identik dengan pertobatan.
๐Di dunia, kesadaran akan dosa merupakan hal yang langka. Yang terjadi orang justru semakin senang melakukan dosa.
⛔Bila dosa semakin banyak, orang akan semakin tumpul perasaan bersalahnya.
Bila ada orang yang melanggar hukum (TUHAN), hal itu justru akan memperlicin jalan orang berikutnya untuk mengikuti pelanggarannya. Mereka tidak sadar kalau itu dosa. Mereka menikmati dosa itu. Orang itu tidak malu-malu lagi melakukan pelanggaran.Karena itulah, tidak cukup bagi kita hanya Percaya pada YESUS Apalagi dengan model jemaat iming- iming kasih transport,Kasih sembako,dll..
๐ฅKita bisa percaya pada TUHAN, tapi masih menginginkan dosa.
๐ฅKita bisa membaca Alkitab, tetapi tidak merasa bersalah dengan dosa-dosa kita.
๐ฅ Kita bisa memuji dan menyembah TUHAN, dan merasa diri kita cukup baik dibandingkan orang-orang lain. Kalau kehidupan Kristen seperti itu, kita tertipu❗
Tanpa adanya pertobatan yang sejati, lahirlah jenis orang yang salah kaprah:”Orang Kristen suam-suam kuku”. Tanpa pertobatan yang sejati, orang akan kompromi, jatuh bangun dalam dosa, murtad dan kembali ke dunia. Pertobatan yang sejati tergambar dengan gamblang dalam perumpamaan anak yang hilang. Sewaktu masalah menimpanya, anak itu belum bertobat. Ia bekerja. Ini gambaran khas manusia.
➡️Ketika terjepit oleh keadaan, ia berusaha mencari jalan keluar sendiri.
➡️Menjadi penjaga babi – menderita sedikit tak apalah, yang penting ‘kan survive.
➡️Sampai di situ ia belum bertobat. ➡️Anak yang hilang itu mengalami pertobatan sewaktu ia “menyadari keadaannya” (Lukas 15:17).
➡️Dari kesadaran tersebut, ia memutuskan untuk meninggalkan kandang babi itu, ➡️Bangkit dan pergi kepada bapanya. Saat itu bapanya belum ada di depannya. Namun, ia telah mengambil suatu keputusan yang bulat, pikirannya sudah berubah, dan ia pun bertindak berdasarkan keputusan tersebut. Itulah pertobatan❗
Pertobatan dimulai sewaktu kita menyadari bahwa dosa adalah dosa, bahwa dosa itu jahat, melanggar hukum ALLAH. Kita melihat hukum ALLAH, dan menyadari hukuman atas pelanggaran kita.
๐ฅKesadaran akan dosa ini membangkitkan takut akan ALLAH.
➡️Dari sinilah munculnya pertobatan yang sejati.
➡️Dari sinilah kita akan mengerti apa yang dimaksudkan Roma 5:20-21: Setelah Hukum Taurat ditambahkan, “Kasih Karunia menjadi berlimpah-limpah” dan “Kasih Karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh YESUS KRISTUS, TUHAN kita”. Kembali pada anak yang hilang tadi, sewaktu ia datang kepada bapanya dalam Pertobatan Sejati, di situlah ia mendapatkan KASIH KARUNIA demi KASIH KARUNIA , KEMURAHAN DEMI KEMURAHAN, ANUGERAH demi ANUGERAH. Ya, KASIH KARUNIA berlimpah-limpah hanya akan terjadi bila ada Pertobatan Sejati.Pertobatan yang sejati merupakan dasar yang teguh dan meterai bagi kehidupan Kristen kita.
➡️Itulah yang membuat kita tidak akan berpaling kembali kepada dosa dan dunia.
๐ฅ “Tetapi dasar yang diletakkan ALLAH itu teguh dan meterainya ialah: ‘TUHAN mengenal siapa kepunyaan-NYA dan ‘Setiap orang yang menyebut nama TUHAN hendaklah meninggalkan Kejahatan'” (2 Timotius 2:19).
PENGINJILAN SEJATIDua kata kunci untuk memahami dan melakukan Penginjilan Sejati dikutip dari perspektif Finney yaitu: Firman TUHAN dan Pemberitaan Firman TUHAN.Jika Firman TUHAN disampaikan dengan BENAR dan BERKUASA,Maka setiap orang akan mengalami SENTUHAN ROHANI. Jika Firman TUHAN disampaikan tanpa sebuah Pemahaman yang mendalam, maka akan menghasilkan damai yang semu.In the Bible, the Word of God is compared to grain, and preaching is compared to sowing the seed, and the results to the springing up and growth of the crop. A revival is as naturally a result of the use of the appropriate means as a crop is of the use of its appropriate means” (Dalam Kitab Suci, Firman TUHAN disamakan dengan benih padi dan kotbah disamakan dengan penabur benih dan hasilnya adalah berseminya dan bertumbuhnya hasil panen.Penginjilan Sejati adalah hasil dari penggunaan alat yang tepat sebagaimana hasil panen adalah merupakan hasil dari cara yang tepat)Makna PENGINJILAN SEJATI sbb:
๐ฅSebuah PENGINJILAN SEJATI termasuk Pengakuan DOSA sebagai bagian dari Gereja)
๐ฅOrang Kristen yang kembali melakukan kehidupan yang lama harus mengalami pertobatan
๐ฅSebuah PENGINJILAN SEJATI tiada lain sebuah tahapan baru bagi ketaatan kepada TUHAN
๐ฅOrang-orang Kristen akan senantiasa memperbarui keimanan mereka
๐ฅSebuah kebangunan rohani akan menghancurkan kekuatan duniawi dan dosa terhadap orang-orang Kristen
๐ฅKetika gereja-gereja dibangunkan dan dibarui maka pembaruan dan keselamatan para pendosa akan terjadiJika kita telah mengalami perubahan sikap hidup dari perbuatan yang cenderung memenuhi hasrat nafsu keduniawian menuju hasrat untuk mencintai TUHAN dan mengenalNYA lebih dalam maka disitulah telah terjadi kebangunan rohani yang sejati.Jika kita mengalami perubahan orientasi hidup dari sikap hidup materialistik dan konsumeristik menuju kehidupan yang berbagi kekayaan dengan mereka yang tidak mampu dan membutuhkan pertolongan, inilah kebangunan rohani yang sejati.
Jika kita meninggalkan sikap hidup yang bergelimang dosa seperti berjudi, berzinah, sihir, perdukunan, intrik dll dan melaksanakan kehidupan yang wajar dan bersih, inilah kebangunan rohani yang sejati.
Jika suatu kelompok umat beriman dalam suatu organisasi gereja memiliki kepedulian satu sama lain, saling menopang dan mendoakan, saling menolong dan membantu, inilah kebangunan rohani yang sejati.
Sayangnya, akhir-akhir ini telah terjadi pemahaman yang keliru mengenai kebangunan rohani yang dipersempit pada bentuk-bentuk artifisial (luaran) seperti kebaktian dengan mengundang pembicara terkenal dengan disertai artis-artis ibukota dan iringan musik band modern yang jauh dari suasana sakral dan khusyuk.
PENGINJILAN SEJATI hanya dimaknai secara sempit sebagai bentuk penyembuhan dan pengusiran setan oleh nama YESUS KRISTUSKetahuilah, jika hal-hal di atas menjadi ukuran suatu kebangunan rohani, maka kita belum memasuki pada pemahaman terhadap PENGINJILAN SEJATI Hal-hal tersebut di atas barulah sebagian kecil aspek PENGINJILAN SEJATI dan bukan essensi
PENGINJILAN SEJATI PENGINJILAN SEJATI adalah pertobatan diri yaitu meninggalkan berbagai perbuatan daging yaitu sihir, perselisihan, perselingkuhan, perzinahan, pembunuhan, perdukunan dll.
Komentar
Posting Komentar