Langsung ke konten utama

PARADOXApa yang DITERIMA,BukanApa yang DIRASAKAN, AtauApa yang DIPAHAMI

PARADOX
Apa yang DITERIMA,Bukan
Apa yang DIRASAKAN, Atau
Apa yang DIPAHAMI

What is RECEIVED Not
What is Perceived Or
What is Conceived


"Mengapa aku lahir❓
"Mengapa aku diberi hidup❓
"Untuk apa hidup ini❓
"Apa makna dan tujuan dari hidup ini❓
Mengapa saya Sakit  sekarang❓
Apa yang sedang TUHAN lakukan❓❗

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh kaum muda ketika mereka bergumul mencari pandangan hidup untuk memahami arti hidupnya. 

Penderitaan adalah alat yang ALLAH gunakan untuk mendapatkan perhatian kita dan untuk mencapai tujuan-NYA dalam kehidupan kita. 

Itu dirancang untuk membangun kepercayaan kita kepada Yang MAHA KUASA , tetapi penderitaan membutuhkan respons yang tepat jika ingin berhasil dalam mencapai tujuan ALLAH. 

Penderitaan memaksa kita untuk beralih dari percaya pada sumber daya kita sendiri untuk hidup dengan IMAN pada sumber daya TUHAN.

Pertanyaan-pertanyaan berikut dirancang untuk membantu kita " mempertimbangkan" saat masa sukar:

(1) Bagaimana saya menanggapinya❓

(2) Bagaimana saya harus menanggapinya❓

(3) Apakah saya ambil  pelajaran dari masalah ini❓

(4) Apakah tanggapan saya menunjukkan IMAN, KASIH kepada ALLAH dan untuk orang lain, KARAKTER, Nilai-MORAL, KOMITMEN, PRIORITAS seperti KRISTUS❓

(5) Bagaimana ALLAH menguji melalui  persoalan  hidup ini❓

Orang-orang yg sudah terlanjur dewasa habis waktu mengejar karir dan kesibukan berumah tangga biasanya jarang mau yg peduli atau bahkan sekedar untuk mempertanyakan hal-hal itu karena tidak ada waktu lagi dan/atau menganggapnya tidak berguna.

 "Kenyataanlah yang lebih penting! Buat apa menghayal filosofi❗

Yang penting cari duit❗❗❗
", kata mereka๐Ÿค ๐Ÿคฏ๐Ÿ˜ต๐Ÿคฉ

.....Sampai suatu tragedi besar terjadi....❗❗❗

 Entah itu dipecat kehilangan pekerjaan, bangkrut jatuh miskin, cacat atau kematian salah satu atau ditinggalkan seluruh keluarganya. 

Untuk kebanyakan orang, maka terbitnya masa tua adalah manakala ia mulai mempertanyakan makna dari semua kesibukan yang ia lakukan di masa mudanya tanpa berpikir.....๐Ÿคฏ๐Ÿคฏ๐Ÿคฏ

Penyebab Umum Penderitaan

(1) Kita menderita karena kita hidup di dunia yang jatuh di mana dosa memerintah dalam hati manusia.

(2) Kita menderita karena kebodohan kita sendiri. Kita menuai apa yang kita tabur ( Gal 6: 7-9 ).

(3) Kita terkadang menderita karena itu adalah disiplin Tuhan. "Bagi mereka yang dikasihi Tuhan, dia mendisiplinkan, dan dia menyesah setiap anak yang Dia terima" ( Ibrani 12: 6 ).

(4) Kita mungkin menderita penganiayaan karena iman kita — terutama ketika kita mengambil sikap terhadap masalah-masalah Alkitab, yaitu penderitaan demi kebenaran ( 2 Tim. 3:12 ).

2400 tahun yang lalu, hiduplah seorang yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. 

Ia adalah Socrates, seorang filsuf besar dari Athena Yunani. 

Manakala masih sebagai seorang muda, ia memperhatikan bahwa hampir semua orang disekelilingnya menghabiskan masa hidupnya dengan cara yang kurang lebih sama. 

Mereka mengejar ....
Ketenaran.  Kekayaan..., Kekuasaan.... Kesenangan...; tanpa pernah sekalipun mempertanyakan apa2 yang mereka kejar itu ke dirinya sendiri.... : 

Apakah hal-hal tersebut adalah hal-hal yang penting❓❗


Socrates menemukan bahwa sikap ini adalah suatu pemandangan yang mengerikan, karena hanya jika pertanyaan tersebut dimunculkan dan kemudian dipikirkan secara serius.....

MANUSIA tidak akan pernah tahu apakah ia melakukan sesuatu itu berguna atau tidak❗❗❗

Benar atau tidak benar.... ❗❗❗

Seluruh hidupnya mungkin saja disia-siakan mengejar hal-hal yang tidak ada artinya bahkan tidak kurang yang menuju Kebinasaan, baik dirinya maupun masyarakatnya....

Socrates merasa bahwa Tugasnya adalah:

๐Ÿ›Mencoba untuk berusaha mengarahkan manusia menjadi lebih mulia, menuju kehidupan yang lebih berarti. 

Misi hidupnya adalah untuk membawa rakyat Athena mempertanyakan...
Setiap hal dari apa yang:
๐Ÿ’œDipikirkan
๐ŸคŽ Dikatakan 
๐Ÿ’œDilakoni  

Ia melakukan tugas ILAHI nya dengan mempertanyakan segala sesuatunya kepada teman-temannya, kepada keluarganya, dan membawa mereka pada perdebatan, untuk mengajak mereka meninjau ulang hal-hal : 
✅Apa  yang telah dilakukannya, 
✅Apa makna dari hidupnya. 

Tidak mungkin orang yang tidak memahami makna hidupnya akan dapat benar-benar berguna bagi oranglain/ sesamanya manusia....๐Ÿคท‍♀️

Rupanya hal ini tidak disukai oleh beberapa kawan dan para penguasa yang ingin mempertahankan status quo kekuasaannya❗❗❗


Karena MANUSIA yang sadar dapat menyebabkan hajat busuk bagi dirinya sendiri❗❗❗ 

Mereka terhalang untuk semena-mena melakukan:

⛔MANIPULASI 
⛔KORUPSI 
⛔NEPOTISME

Yang mengenyangkan ambisinya....❗❗❗

Pada tahun 399 SM, ia dibawa ke pengadilan, menurut catatan yg disebut "The Apology" karya Plato, muridnya. Terjadi pengadilan yang tidak adil, dan Socrates dijatuhi hukuman mati...❗❗❗

Inilah kata-kata terakhirnya yang terkenal :

"Saya tidak dapat menahan diam, karena itu artinya adalah tidak mentaati TUHAN 

Hal besar yang terbaik bagi sesorang adalah setiap hari mendiskusikan Nilai-MORAL (Virtue) dan perihal Kehidupan. 

Hidup tanpa penyelidikan TAK BERARTI  Hidup yang tidak diselidiki tidaklah pantas untuk dihidupi (LEBIH BAIK  MATI)

Apa yang dikatakan oleh Socrates itu relevan  hingga kini terutama dengan keadaan masyarakat di Indonesia masa  kini.....❗❗❗❗

๐Ÿ˜ตSemua digelontor dengan keyakinan bahwa "pendidikan agama akan membuat orang jadi baik, tidak ada lagi kejahatan". 

1 Petrus 1:6 (TB)  Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. proses pemurnian emas (lih. 1 Pet 1: 6-7 ).

Sifat Penderitaan

(1) Penderitaan itu menyakitkan.
Tertekan" = lupeo , "menyebabkan rasa sakit, kesedihan, kesedihan").
(2) Penderitaan membingungkan.
dirancang untuk membangun kepercayaan kita pada Yang Mahakuasa.
(3) Penderitaan adalah Tujuan
Pembentukan karakter seperti Kristus ( Rm. 8: 28-29 ).
(4) Bukti Penderitaan (tes) Kami . "Percobaan" dalam Yakobus 1: 2 merujuk pada apa yang meneliti, menguji, dan membuktikan karakter atau integritas sesuatu. "
(5) Penderitaan adalah suatu Proses. 
Roma 5: 3-4 3 dibutuhkan hati yang tetap  bersuka cita  kesabaran & ketekunan; menghasilkan iman & karakter

(6) Penderitaan adalah Pemurni.
Disiplin TUHAN untuk kedagingan Filipi 3:12-14 (TB)Pembersihan bagi kita semua yang tidak  sempurna dalam hidup 

(7) Penderitaan Memberikan Peluang.kesempatan bagi kemuliaan Allah, transformasi, kesaksian, dan pelayanan.

(8) Penderitaan Membutuhkan Kerja Sama respons yang tepat jika ingin berhasil dalam mencapai tujuan ALLAH. “

(9) Penderitaan ditentukan sebelumnya atau Diangkat.(1Pet 4:12)
Untuk ujianmu

(10) Penderitaan tidak bisa dihindari. 
1 Tesalonika 3: 3 harus  dilalui 
1 Petrus 4:19 mempercayakan jiwa mereka kepada Pencipta yang setia dalam melakukan apa yang benar

(11) Penderitaan adalah Perjuangan. 
Pencobaan hanya memberi kita kemampuan Yakobus 1:4 (TB)  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Berkat-berkat penderitaan Mzm. 119 :

✅Sebelum kesusahanMenyimpang dan mengabaikan (ayat 67a)

✅Selama dan dalam kesengsaraan Belajar dan berbalik (vs. 71, lih. Vs. 59)


✅Ketika dalam kesusahan kita perlu:

(1) Menentukan Penyebab jika kita bisa (Apakah karena sesuatu yang telah saya lakukan?)

(2) Menentukan Tujuan (Apa yang Tuhan ingin lakukan dalam hidup saya atau orang lain?)

(3) Menentukan Solusi (Bagaimana Tuhan ingin saya menangani ini?)

✅Setelah penderitaan

(1) Mengetahui dan mengubah (ayat 67b, 97-102)

(2) Beristirahat dan menilai (ayat 65, 72)


Tujuan dan Alasan Penderitaan:

(1) Kita menderita sebagai kesaksian, 

[2 Tim 2: 8-10 ; 2 Kor. 4: 12-13 ; 1 Pet. 3: 13-17]
Sebuah.
a) Untuk memuliakan Allah di hadapan dunia malaikat [Ayub 1-2 ; 1 Ptr. 4:16 ]

b)Untuk memanifestasikan kuasa Allah kepada orang lain [2 Kor. 12: 9, 10 ; Yohanes 9: 3]

c)Mewujudkan karakter Kristus di tengah-tengah penderitaan sebagai kesaksian untuk memenangkan orang lain kepada Kristus [ 2 Kor. 4: 8-12 ; 1 Pet. 3: 14-17 ]


(2) Kita menderita untuk mengembangkan kapasitas dan simpati kita dalam menghibur orang lain [2 Kor. 1: 3-5 ]

(3) Kita menderita untuk menjaga kesombongan [2 Kor. 12: 7 ] 

(4) Kami menderita karena itu adalah alat pelatihan
[ Ibrani 12: 5 f; 1 Pet. 1: 6 ; Yak. 1: 2-4]

a)disiplin atas dosa [ Mzm. 32: 3-5; 119: 67]

b)Sebagai alat pemangkasan kelemahan dosa ketidaktahuan, sikap dan nilai yang tidak dewasa dalam kehidupan[Yohanes 15: 1-7; Mzm. 16: 7; 119: 67, 71]

c)Sebagai alat untuk pertumbuhan yang dirancang untuk membuat kita mengandalkan TUHAN dan Firman-NYA [ Mzm. 119: 71, 92 ; 1 Ptr. 1: 6 ; Yak. 1: 2-4 ; Mz. 4: 1; Mazmur 62: 1-8]
d)Sebagai sarana untuk TAAT [Ibr. 5: 8] 
membutuhkan pengorbanan, keberanian, disiplin, dan iman dalam keyakinan 

(5) Kita menderita untuk terus bergantung pada kasih karunia dan kuasa ALLAH 
[ 2 Kor. 11: 24-32; 12: 7-10 ; Ef. 6:10 f; Kel. 17: 8 ]

(6) Kita menderita untuk memanifestasikan kehidupan dan karakter Kristus (Buah Roh)[ 2 Kor. 4: 8-11 ; Flp. 1:19 ]

Dalam menuju karakter Kristus memiliki aspek negatif dan positif:

⛔Negatif: Penderitaan membantu menghilangkan kotoran dari kehidupan kita seperti ketidakpedulian, kepercayaan diri, motif salah, egoisme, nilai-nilai dan prioritas yang salah, dan mekanisme pertahanan dan pelarian manusia yang dengannya kita berupaya menangani masalah kita (solusi buatan manusia) 


Aspek negatif ini dicapai dengan dua cara: (1) Ketika keluar dari persekutuan dengan TUHAN: Penderitaan menjadi disiplin dari Bapa surgawi kita ( Ibr. 5: 5-11 ; 1 Kor. 11: 28-32; 5: 1-5 ).

Ini melibatkan dosa yang diketahui, ✅(1)Pemberontakan dan ketidakpedulian kepada Tuhan. 
✅(2) Ketika dalam persekutuan: 
Penderitaan menjadi pekerjaan praktis yang penuh kasih dan keterampilan dari Vine Dresser untuk membuat kita lebih produktif. Ini melibatkan dosa yang tidak diketahui, bidang-bidang yang mungkin tidak kita sadari, tetapi itu tetap menghambat pertumbuhan dan kesuburan kita. Dalam hal ini, penderitaan sering kali merupakan cermin celaan ( Yohanes 15: 1-7 ).

b. Positif: ketika orang percaya hidup di bawah penderitaan dengan sukacita (yaitu, mereka bertahan dan terus menerapkan janji-janji dan prinsip-prinsip iman), kehidupan atau karakter Kristus akan semakin terwujud ketika mereka tumbuh melalui penderitaan ( 2 Kor. 4: 9- 10; 3:18 ).

 Ini berarti kepercayaan, kedamaian, kegembiraan, stabilitas, nilai-nilai alkitabiah, kesetiaan, dan kepatuhan yang berbeda dengan sikap mental yang berdosa, menyalahkan, berlari, mengeluh, dan reaksi terhadap Allah dan manusia.

(7) Kita menderita untuk memanifestasikan sifat jahat orang-orang jahat dan kebenaran keadilan Allah ketika itu jatuh dalam penghakiman ( 1 Tes. 2: 14-16 ). 

8) Kita menderita untuk memperluas pelayanan kita ( lih. Filipi 1: 12-14 dengan 4: 5-9). 

Dalam proses menghasilkan karakter Kristen dan meningkatkan kesaksian kita kepada orang lain, penderitaan sering membuka pintu bagi pelayanan yang tidak pernah kita bayangkan. 


Pemenjaraan Paulus (dirantai setiap hari untuk tentara Romawi di rumahnya sendiri) menghasilkan penyebaran Injil di dalam penjagaan praetoria kerajaan yang elit.

 Sang Rasul tidak diragukan lagi terus bersukacita dalam Tuhan, tetapi jika dia mengeluh, merajuk, dan pahit, kesaksiannya akan nol.


"Tapi yang penting adalah patuh pada perintah TUHAN❗❗❗

Maka semua akan jadi baik❗❗❗", begitulah bantah para Ignorants yang meninggikan dirinya lebih suci daripada masyarakatnya yang lain....

Disini saya ingin mempertanyakan beberapa hal: 
✅Khususnya kepada kalian yg berprofesi sebagai Kaum Rohaniawan & Religiusme/Agamawan, dan 

✅Kepada masyarakat luas pada umumnya :

1. Apakah TUHAN melarang manusia menggunakan akal pikiran, cukup dengan IMAN saja ....❓❗Ataukah 

TUHAN menganjurkan agar manusia menggunakan akal pikiran❓❗

Dua-duanya memiliki dalilnya dalam kitab kan❓

2. Menurut kitab apakah TUHAN menganjurkan manusia untuk mengembangkan Hikmat (Wisdom)❓❓❓

 Tetapi disaat yang lain juga kitab mengatakan bahwa TUHAN tidak dapat dipahami manusia. 

Bahkan Raja  Salomo dalam Kitab Pengkotbah mengeluhkan bahwa "Pengejaran hikmat adalah Kesia-sian". 
So....Mana yang benar❓❓❓

 Ataukah Tuhan itu Kontradiktif❓❓❓

3. Disatu sisi dalam kitab TUHAN mengajarkan bahwa manusia itu tidak mempunyai apa-apa...

Kodratnya hanya NRIMO.. saja... 

Tapi pada bagian lain, dikatakan bahwa ✅Manusia harus memiliki ๐Ÿ’œKASIH / ✅Manusia harus Memberi ๐ŸคŽkepada sesamanya... 

Mana yang benar❓❓❗❗

4. Disatu sisi dalam kitab TUHAN memerintahkan agar manusia menyerahkan segala-galanya untuk TUHAN.....

Tapi pada bagian lain...., dikatakan bahwa TUHAN tidak membutuhkan apa pun karena dia MAHA SEMPURNA / Segalanya...

Apalah arti pemberian, penyembahan, dsb dari manusia❓❓❓
TUHAN SUDAH Kaya .. .
Langit  dan bumi Miliknya....

Apakah kontradiksi lagi❓❗

5. Disatu sisi Agama mengajarkan: "TUHAN Maha KASIH dan 
Maha TAHU...

Tapi dalam Kenyataannya....๐Ÿคท‍♀️❓❗

DUNIA ini begitu penuh Penderitaan... Bahkan pada mereka yang setia kepadaNya secara total. 

Dimanakah letak KasihNya❓

Bila DIA tahu bahwa penciptaan manusia menghasilkan:
❌ Penderitaan, 
❌Hal-hal cacat, bahkan manakala ajaranNYA yg disampaikan para nabi  pun menghasilkan perang-perang besar tak berkesudahan sepanjang zaman....

Dimanakah letak Kemaha Tahuan NYA❓❗

Kalau TUHAN  MAHA TAHU maka tidak MAHA  KASIH๐Ÿคท‍♀️

Kalau TUHAN MAHA  KASIH berarti tidak MAHA TAHU ๐Ÿคท‍♀️Betul❓❗

WAIT....❗❗❗❗

Tulisan saya kali ini bukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu (yang bisa memakan minimal 5 judul baru). 

Tujuan saya menampilkan hal-hal di atas adalah sebagai Contoh Saja. 

Masih banyak sekali hal-hal Kontradiktif atau mengandung Paradox yang bisa dipertanyakan. 

Tetapi saya berusaha mengajak anda untuk melihat bahwa betapa absurdnya jargon naif yang Mengeraskan Diri untuk Cukup sekedar "Patuh TUHAN"

Patuh yang bagaimana๐Ÿคท‍♀️❓❗❗

Oleh karena itu, janganlah heran
Bila semakin banyak orang beragama, maka semakin banyak pula muncul problem dan konflik. 

Karena satu pikiran berbunga seribu. Alias ada 1 ajaran didengar oleh 1000 orang, tidak lama kemudian menjadi 1111 pendapat. 

Dan dikarenakan orang-orang tersebut tidak pernah mau BERPIKIR dan MENYELIDIKI segala sesuatunya, melainkan telan mentah-mentah segala-galanya dengan kekerasan-kepala dan kepicikannya,....maka anda bisa lihat hasilnya sekarang.

Akibat keramaian pasar agama yang rumit, beserta segala sepak terjangnya yang perverse (terbolak-balik) 

Menyebarkan aroma busuk kemana-mana walau semua memberi cap mereknya kecap nomer satu...........maka muncullah berbagai macam tipe orang :

1. Tetap percaya buta, mengeraskan diri,  lalu menjadi ekstrimis.

2. Menolak percaya, lalu menjadi atheis bahkan ada yg menjadi  materialis.

3. Tetap percaya tapi apatis. "Tidak perlu terlalu dipikirkan. Mari kita pesta saja! Kita nikmati dunia ini sembari tetap beribadah! Raihlah sukses, kecemerlangan, kegemilangan dunia dengan menghalalkan segala cara! urusan nanti tidak perlu dipikirkan lagi , sudah pasti diampuni, sudah pasti masuk surga!"

4. Setengah percaya setengah tidak, lalu memulai penyelidikan, pergumulan, eksperimen dengan skeptisisme yang sehat.

Saudara-saudariku semua............, inilah lukisan yang hendak saya gambarkan agar anda semua melihat bahwa kenyataan di dunia ini tidaklah sesederhana dari apa yang anda percayai --taking for granted-- bahwa semuanya 'baik-baik' saja. Ada sesuatu yang hendak dikatakan Tuhan melalui ungkapan-ungkapan dalam Kitab-kitab Suci yang mengandung paradox-paradox itu. Ini bukan lagi Socrates yang mengajak anda berpikir. Tapi Tuhan sendirilah yang menghunjani hati anda dengan pertanyaan ini. 

Karena bukan lagi ini adalah urusan filosofis, tetapi masalah hidup dan mati, punah atau existnya species manusia. Perkembangan dunia saat ini yang sudah jelas menuju Perang Dunia III dan menuju resesi besar karena problem kronis dari sistem ekonomi, politik, dan sosial yang ada, adalah sebuah paksaan dari Tuhan dari kita semua untuk melek mata. Bangun! dan segera beranjak bertransformasi dari batas lingkup perhatian anda semata pada hal-hal dangkal dan materi tanpa berpikir sebagaimana halnya binatang, menjadi Manusia Seutuhnya seperti yang disiratkan dalam paradox-paradox yg harus anda jawab tersebut secara pribadi!

Analisis seperti ini mungkin terasa sebagai mengejutkan, menyedihkan, mengerikan, tidak memotivasi, menjadikan putus-asa. 

Tidak! Sekalipun pada dasarnya secara definitif manusia memang tidak mungkin mengetahui secara penuh terhadap yang kita istilahkan sebagai Tuhan, tetapi Tuhan tidak pernah mengajar kita untuk putus harapan dalam mencari dan mengenalNya. 

Kalau anda menutup diri -- entah itu dengan 100% percaya atau 100% menolak atau dengan sikap 'Pragmatisme' -- maka sikap itu bukan saja NEGATIVE dimata Tuhan, tetapi juga SALAH ! 

Karena yang sedemikian itu berarti tidak sejalan dengan tujuan rencanaNya menciptakan manusia, dunia dan alam semesta ini sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci. Dan yang berlawanan arah dengan arah tujuan penciptaanNya --by definition -- adalah DOSA ! 

Dosa karena tidak searah dengan pengajar-gemblengan Tuhan untuk menyempurnakan jiwamu, juga dosa karena tidak bertanggung-jawab kepada sesamamu manusia maupun lingkungan alam di sekitarmu.

Seperti telah saya tulis dalam artikel saya yang sebelumnya, bahwa segala sesuatu berpasangan dan berlawanan tapi saling melengkapi. Itulah kehidupan nyata. 

Tetapi Sang Hidup itu sendiri adalah tanpa pusat, tidak di kanan dan tidak di kiri tapi UTUH meliputi segalanya, tanpa tepi tanpa pusat.

 Maka dari itu, itulah tujuan Sang Hidup untuk hadir sepenuh sifatNya manifest dalam wadah badan manusia kita agar menjadi Hidup yang seutuhnya dan CAHAYA bagi alam semesta, 

Itulah alasan Tuhan memberikan paradox-paradox dalam Kitab Suci. Agar kita menyelidiki dengan hikmat!

Sekalipun kita sebagai mahluk ciptaan tidak mungkin paham esensi sejatiNya  tetapi sungguh sangat banyak hal-hal tentang KuasaNya yang perlu kita selidiki dengan Hikmat!

Karena melalui pergumulan, perenungan, penyelidikan dan meditasi, maka proses itu akan mendewasakan imanmu menjadi pribadi yang seutuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...