Fakta Tentang Iblis di Alkitab
Hal yang perlu juga kita ketahui adalah bahwa iblis tidak sama dengan setan atau roh-roh jahat. Sekalipun dalam bahasa aslinya iblis adalah Satan, namun iblis tidaklah sama artinya dengan setan dalam pengertian yang kita kenal. Alkitab membedakan antara iblis (satan) dengan setan.
Iblis hanya ada satu, sedangkan setan ada banyak. Setan-setan adalah antek-antek atau anak buah iblis, yang biasa juga disebut sebagai roh-roh jahat. Dan sama seperti iblis, setan-setan atau roh-roh jahat juga awalnya adalah para malaikat yang turut memberontak kepada Tuhan. Jadi dalam pemberontakannya kepada Tuhan, ternyata iblis tidak sendirian, ia disertai malaikat-malaikat lainnya, yang juga disebut malaikat-malaikatnya (Matius 25:41) atau setan-setan.
Dalam 2 Petrus 2:4 dan Yudas 1:6, disebutkan tentang malaikat-malaikat yang berdosa kepada Tuhan dan ditawan di suatu tempat (yang dalam bahasa Yunani disebut Tartaros) hingga tiba hari penghakiman bagi mereka. Jika demikian, berarti para malaikat yang memberontak itu ada banyak, sebagian ditawan di Tartaros hingga tiba saatnya mereka dilemparkan ke neraka, sedangkan sebagian lagi dilemparkan ke bumi (itulah iblis dan setan-setan).
Iblis dan setan-setan rupanya menjalankan pemerintahannya secara terorganisir, seperti organisasi tentara atau malaikat (mungkin karena mereka berasal dari malaikat). Dalam Matius 12:25-26 dan Efesus 6:12 terlihat hierarki pemerintahan iblis yang begitu rapi dan kokoh. Iblis paling tinggi dan setan-setan ada di bawahnya.
Iblis Telah Dikalahkan
Iblis dan kuasanya pada dasarnya telah dikalahkan oleh Yesus lewat kematian-Nya di kayu salib. Yesus adalah raja dan pemenang atas iblis dan roh-roh jahat atau setan-setan (Kolose 2:13-15). Dalam Ibrani 2:14 juga dikatakan bahwa tujuan kematian Yesus adalah untuk memusnahkan iblis.
Hal ini telah dinubuatkan jauh sebelumnya, segera setelah manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa. Tuhan waktu itu mengatakan bahwa akan ada permusuhan antara iblis dan keturunan Hawa (YESUS), di mana IBLIS akan memagut tumit YESUS, tetapi YESUS akan meremukkan kepalanya (Kejadian 3:15). Inilah yang biasa disebut sebagai Protoevangelium atau Benih Injil. Karena itu Iblis tidak perlu lagi ditakuti. Kuasanya sudah dilucuti, dia tidak berkuasa lagi atas mereka yang percaya kepada YESUS.
Secara Terbatas, Iblis Masih Berkuasa atas Dunia
Kendati iblis telah dikalahkan oleh YESUS lewat kematian-NYA di kayu salib, namun iblis masih punya kuasa di bumi sekarang ini.
Sama seperti ia pertama kali menggoda manusia (Hawa) untuk memberontak kepada ALLAH dan jatuh ke dalam dosa, demikian juga ia masih terus menggoda manusia hingga saat ini.
Bahkan iblis digambarkan seperti singa yang berkeliling untuk mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Karena itu ia perlu diwaspadai, sebab ia masih dapat menggunakan tipu dayanya untuk memperdaya mereka yang lengah, sekalipun kuasanya telah dilucuti. Dalam konteks itulah Alkitab berkata bahwa seluruh dunia berada di bawah kuasa iblis (1 Yohanes 5:19).
Sebelum dan setelah kematian YESUS di kayu salib, iblis aktif menggoda manusia. Hanya saja, sejak kematian YESUS, kekuatan iblis dilucuti, ia hanya bisa melakukan tipu daya. Tetapi orang percaya diberi kuasa untuk melawan tipu dayanya tersebut.
Dengan cara bagaimana?
Melalui senjata-senjata rohani yang disebut rasul Paulus, yakni : 1) IMAN, 2)FIRMAN TUHAN, 3)DOA (Efesus 6:11-18).
Menjelang Akhir Zaman, Iblis Semakin Intensif Menggoda Manusia
Iblis dan setan-setan sadar bahwa kuasa mereka telah dilucuti, mereka juga sadar bahwa kelak mereka akan dihukum kekal di neraka (Matius 8:29). Karena itulah mereka akan terus menggoda manusia untuk memberontak kepada Allah dan berbuat dosa, dan semakin intensif melakukannya menjelang akhir zaman, masa penghukuman mereka.
Iblis akan bekerja dengan segala cara untuk menyesatkan sebanyak mungkin manusia dan membuat mereka jatuh ke dalam dosa serta memberontak kepada Allah, lalu memihak kepada iblis. Iblis tidak mau hanya dia dan setan-setan yang berada di neraka, ia ingin menjangkau sebanyak mungkin manusia bersama mereka masuk neraka, karena ia tahu waktunya sudah singkat (Wahyu 12:12).
Iblis Pasti Dihukum Kekal
Alkitab begitu luar biasa, dia menjelaskan kepada kita bukan hanya permulaan dunia ketika diciptakan, yang dicatat dalam kitab pertama dalam Alkitab (kitab Kejadian), tetapi Alkitab juga memberitahu kita akan akhir sejarah dunia, yang dicatat di kitab terakhir Alkitab (kitab Wahyu).
Dan akhir sejarah dunia tersebut adalah hukuman kekal bagi orang-orang jahat dan iblis, sumber segala kejahatan (Wahyu 20:10). Ibarat seorang penjahat, iblis telah divonis, dan vonisnya adalah hukuman terberat dari semua hukuman yang pernah ada di dunia, melebihi hukuman mati. Itulah hukuman kekal/selama-lamanya dalam siksaan dalam api neraka.
IBLIS BUKANLAH SETAN ATAU ROH JAHAT II
Hal yang perlu juga kita ketahui adalah bahwa iblis tidak sama dengan setan atau roh-roh jahat. Sekalipun dalam bahasa aslinya iblis adalah Satan, namun iblis tidaklah sama artinya dengan setan dalam pengertian yang kita kenal. Alkitab membedakan antara iblis (satan) dengan setan.
Iblis hanya ada satu, sedangkan setan ada banyak. Setan-setan adalah antek-antek atau anak buah iblis, yang biasa juga disebut sebagai roh-roh jahat. Dan sama seperti iblis, setan-setan atau roh-roh jahat juga awalnya adalah para malaikat yang turut memberontak kepada Tuhan. Jadi dalam pemberontakannya kepada Tuhan, ternyata iblis tidak sendirian, ia disertai malaikat-malaikat lainnya, yang juga disebut malaikat-malaikatnya (Matius 25:41) atau setan-setan.
Dalam 2 Petrus 2:4 dan Yudas 1:6, disebutkan tentang malaikat-malaikat yang berdosa kepada Tuhan dan ditawan di suatu tempat (yang dalam bahasa Yunani disebut Tartaros) hingga tiba hari penghakiman bagi mereka. Jika demikian, berarti para malaikat yang memberontak itu ada banyak, sebagian ditawan di Tartaros hingga tiba saatnya mereka dilemparkan ke neraka, sedangkan sebagian lagi dilemparkan ke bumi (itulah iblis dan setan-setan).
Iblis dan setan-setan rupanya menjalankan pemerintahannya secara terorganisir, seperti organisasi tentara atau malaikat (mungkin karena mereka berasal dari malaikat). Dalam Matius 12:25-26 dan Efesus 6:12 terlihat hierarki pemerintahan iblis yang begitu rapi dan kokoh. Iblis paling tinggi dan setan-setan ada di bawahnya.
Iblis Telah Dikalahkan
Iblis dan kuasanya pada dasarnya telah dikalahkan oleh Yesus lewat kematian-Nya di kayu salib. Yesus adalah raja dan pemenang atas iblis dan roh-roh jahat atau setan-setan (Kolose 2:13-15). Dalam Ibrani 2:14 juga dikatakan bahwa tujuan kematian Yesus adalah untuk memusnahkan iblis.
Hal ini telah dinubuatkan jauh sebelumnya, segera setelah manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa. Tuhan waktu itu mengatakan bahwa akan ada permusuhan antara iblis dan keturunan Hawa (Yesus), di mana iblis akan memagut tumit Yesus, tetapi Yesus akan meremukkan kepalanya (Kejadian 3:15). Inilah yang biasa disebut sebagai Protoevangelium atau Benih Injil. Karena itu iblis tidak perlu lagi ditakuti. Kuasanya sudah dilucuti, dia tidak berkuasa lagi atas mereka yang percaya kepada Yesus.
Secara Terbatas, Iblis Masih Berkuasa atas Dunia
Kendati iblis telah dikalahkan oleh Yesus lewat kematian-Nya di kayu salib, namun iblis masih punya kuasa di bumi sekarang ini. Sama seperti ia pertama kali menggoda manusia (Hawa) untuk memberontak kepada Allah dan jatuh ke dalam dosa, demikian juga ia masih terus menggoda manusia hingga saat ini.
Bahkan iblis digambarkan seperti singa yang berkeliling untuk mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Karena itu ia perlu diwaspadai, sebab ia masih dapat menggunakan tipu dayanya untuk memperdaya mereka yang lengah, sekalipun kuasanya telah dilucuti. Dalam konteks itulah Alkitab berkata bahwa seluruh dunia berada di bawah kuasa iblis (1 Yohanes 5:19).
Sebelum dan setelah kematian Yesus di kayu salib, iblis aktif menggoda manusia. Hanya saja, sejak kematian Yesus, kekuatan iblis dilucuti, ia hanya bisa melakukan tipu daya. Tetapi orang percaya diberi kuasa untuk melawan tipu dayanya tersebut. Dengan cara bagaimana? Melalui senjata-senjata rohani yang disebut rasul Paulus, yakni iman, firman Tuhan, dan doa (Efesus 6:11-18).
Menjelang Akhir Zaman, Iblis Semakin Intensif Menggoda Manusia
Iblis dan setan-setan sadar bahwa kuasa mereka telah dilucuti, mereka juga sadar bahwa kelak mereka akan dihukum kekal di neraka (Matius 8:29). Karena itulah mereka akan terus menggoda manusia untuk memberontak kepada Allah dan berbuat dosa, dan semakin intensif melakukannya menjelang akhir zaman, masa penghukuman mereka.
Iblis akan bekerja dengan segala cara untuk menyesatkan sebanyak mungkin manusia dan membuat mereka jatuh ke dalam dosa serta memberontak kepada Allah, lalu memihak kepada iblis. Iblis tidak mau hanya dia dan setan-setan yang berada di neraka, ia ingin menjangkau sebanyak mungkin manusia bersama mereka masuk neraka, karena ia tahu waktunya sudah singkat (Wahyu 12:12).
Iblis Pasti Dihukum Kekal
Alkitab begitu luar biasa, dia menjelaskan kepada kita bukan hanya permulaan dunia ketika diciptakan, yang dicatat dalam kitab pertama dalam Alkitab (kitab Kejadian), tetapi Alkitab juga memberitahu kita akan akhir sejarah dunia, yang dicatat di kitab terakhir Alkitab (kitab Wahyu).
Dan akhir sejarah dunia tersebut adalah hukuman kekal bagi orang-orang jahat dan iblis, sumber segala kejahatan (Wahyu 20:10). Ibarat seorang penjahat, iblis telah divonis, dan vonisnya adalah hukuman terberat dari semua hukuman yang pernah ada di dunia, melebihi hukuman mati. Itulah hukuman kekal/selama-lamanya dalam siksaan dalam api neraka.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Label
EM- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar