Pelajaran dari Pernikahan “Keliru” Yakub dengan Lea
Begini kejadiannya: Laban memiliki dua anak perempuan: Rahel dan Lea. Lea lebih tua, tapi Torah mengatakan bahwa dia memiliki “mata lemah.” Rahel, di sisi lain, cantik sekali. Apa artinya Lea memiliki mata lemah? Kata Ibrani yang diterjemahkan di sini sebagai “lemah” juga bisa berarti lembut, atau halus. Beberapa terjemahan Alkitab memahaminya dalam arti “mata yang indah.” Dalam kasus itu, Torah akan memiliki arti, “Lea memiliki mata yang indah, tapi Rahel memiliki sosok dan wajah yang indah.” Lea memiliki mata yang indah, tapi dia tidak menarik seperti adiknya.
Rabbi besar Yahudi abad ke-11, Shlomo Yitzhaki (Rashi), menjelaskan bahwa mata Lea lemah karena dia berpikir bahwa dia ditakdirkan untuk menikahi Esau, dan karena itu dia terus menangis:
Dia percaya bahwa dia ditakdirkan untuk menikahi Esau. Dia akan menangis karena semua orang berkata, “Ribka memiliki dua anak laki-laki, dan Laban memiliki dua anak perempuan. Yang lebih tua akan menikahi yang lebih tua, dan yang lebih muda menikahi yang lebih muda.” (Rashi, Kejadian 29:17)
Ini mungkin bukan alasan sebenarnya kenapa mata Lea lemah, tapi memang membangkitkan pemikiran yang menarik. Kita tahu bahwa Esau menikahi gadis-gadis Kanaan. Kita tahu bahwa ibu dan ayahnya lebih menyukai Esau menikah di dalam lingkungan keluarga Abraham yang lebih besar. Lea akan menjadi pilihan logis baginya. Kelihatannya wajar kalau anak sulung akan menikahi anak sulung, dan yang lahir kedua menikahi yang lahir kedua.
Yakub jatuh cinta kepada Rahel yang bungsu, namun secara hukum, dia telah mengambil posisi Esau sebagai anak sulung atas keluarga tersebut ketika dia membeli hak kesulungan Esau. Lea adalah perempuan yang telah dipilih Elohim untuk menjadi istri dari pewaris berkat Abraham. Ketika Yakub mengambil posisi itu dari Esau, dia tanpa disadari telah memperoleh Lea juga. Yakub bekerja tujuh tahun untuk membayar harga pengantin untuk Rahel. Pada malam pernikahan mereka, Laban diam-diam menukar anak-anaknya. Dia menyamarkan Lea sebagai Rahel, sama seperti Yakub telah menyamar sebagai Esau untuk menipu Ishak. Tipu muslihat itu berhasil. Yakub tidak sengaja menikahi Lea.
Laban menukar anak perempuannya pada malam pernikahan hanya supaya mendapatkan tujuh tahun kerja lagi dari Yakub. Melakukan penukaran bukanlah hal yang sulit. Dalam adat istiadat dunia kuno, pengantin wanita pasti sepenuhnya diselubungi kerudung dengan berpakaian mewah, tidak dikenali. Penyingkapan Lea hanya akan terjadi di dalam kamar pengantin dan di dalam kegelapan.
Banyak komunitas Yahudi saat ini masih memiliki tradisi menyelubungi sepenuhnya pengantin wanita pada hari pernikahannya. Namun, mempelai pria diizinkan untuk mengangkat kerudung sesaat sebelum upacara pernikahan tersebut, untuk memastikan dia menikahi gadis yang benar.
Pernikahan Yakub yang tidak disengaja dengan Lea adalah contoh bagus tentang bagaimana Elohim bekerja dalam kehidupan kita. Kita membuat rencana-rencana, memimpikan mimpi-mimpi, dan menetapkan untuk mencapai target-target tertentu. Kemudian rencana-rencana kita gagal, impian kita menjadi berantakan dan sia-sia, dan kita mendapati diri kita jauh dari tujuan awal kita. Tapi ini tidak berarti bahwa Elohim telah meninggalkan kita. Rencana Anda bagi hidup Anda mungkin belum tentu adalah rencana-Nya. Elohim mungkin mencoba untuk mengerjakan sesuatu yang besar melalui situasi Anda yang tidak pernah Anda duga.
Torah mencatat bahwa Yakub lebih mencintai Rahel daripada Lea. Bahkan disebutkan bahwa Lea adalah istri yang dibenci.
… dia (Yakub) juga mencintai Rahel lebih daripada Lea. … Dan YAHWEH melihat bahwa Lea dibenci. Dan Dia membuka kandungannya, … Kejadian 29:30-31 (AI)
Melalui Lea, Yakub memperanakkan Yehuda dan Lewi, yang pada gilirannya menjadi bapak dari kerajaan Daud dan imamat Harun. Mesias Yeshua, juruselamat dunia, dilahirkan dari garis keturunan Yehuda, anak Lea. Yakub tidak pernah bermaksud untuk menikahi Lea, tapi kebesaran spiritual kerajaan Israel, dan pada gilirannya kerajaan Elohim, datang melalui Lea.
… karena Keselamatan (Ibrani: Yeshua; keselamatan) itu berasal dari bangsa Yahudi (Yehudim, Yehuda). Yohanes 4:22
Komentar
Posting Komentar