Meskipun upacara pernikahan tidak termasuk pada sakramen yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus, tetapi pernikahan adalah sebuah acara yang penting sekali. Pernikahan menggambarkan hubungan antara Kristus dengan jemaatNya; Kristus sebagai pengantin Laki-laki dan jemaat sebagai Pengantin Perempuan.
Selain itu, pernikahan adalah upacara dipersatukannya seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk memasuki rumah nikah sebagai suami istri. Dan memohonkan berkat dari Tuhan agar rumah nikah mereka hidup bahagia dan menjadi kemuliaan Tuhan.
Karena itu, pernikahan hendaknya dipersiapkan dan dilaksanakan sebaik mungkin sehingga akan membawa kesan yang baik bagi pengantin, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Begitu juga agar pernikahan kudus dapat mencerminkan gambaran serta makna dan tujuan pernikahan tersebut.
- UPACARA PERTUNANGAN. Pada jaman sekarang tidak banyak orang yang melakukan upacara pertunangan erlebih dahulu sebelum masuk ke pernikahan. Sebab, ada berbagai alasan diantaranya ialah efisiensi biaya, waktu dan tenaga. Namun demikian, apabila ada yang mau melaksanakannya, maka gereja harus siap melayaninya.
- Persiapan pertunangan
1.1. Hendaknya Calon Pengantin (Capeng) / keluarganya memberitahukan kepada Pendeta / Penatua-penatua / gereja jauh sebelumnya (selambatnya satu bulan sebelumnya).
- Memberi penyuluhan atau penjelasan kepada capeng dan keluarganya (orang tua) tentang makna pelaksanaan pertunangan Kristen, jauh hari sebelumnya.
- Mempersiapkan yang akan bertugas dalam acara tersebut (pembawa acara, pendeta yang akan memimpin, yang mengatur tempat, dsb.).
- Pada hari pelaksanaannya, sebelum acara dimulai, pastikan bahwa semua yang akan bertugas telah siap tempat untuk pelaksanaannya dan perlengkapannya juga sudah siap.
- Tatalaksana pertunangan
- Apabila dilaksanakan di rumah, usahakan mengatur tempatnya sedemikian rupa sehingga dapat melaksanakan upacara tersebut dengan leluasa tanpa gangguan.
- Pengesahan pertunangan (Kedua capeng diminta ke depan menghadap Pendeta). Lalu pendeta berkata :
“Sdr…….dan Sdri…………, apakah kalian sudah saling mengasihi, dan sepakat untuk memasuki pernikahan kudus pada waktu yang akan diperkenankan Tuhan?
(dijawab oleh capeng)
“Jika demikian, pada hari ini; tanggal…… di hadapan hadirat Tuhan, pertunangan antara sdr…….dengan istri ……..saya nyatakan sah dalam nama Tuhan Yesus.”
- Tukar cincin. (Kedua capeng diminta berhadapan, pembawa cincin diminta maju).
“Cincin ini melambangkan kasih Kristus yang sempurna, tak berkesudahan yang harus mengikat kalian berdua. Peliharalah kemurnian kasih ini dalam hati kalian sampai masuk dalam pemberkatan nikah kudus. Sekarang, cincin ini kenakanlah di jarimanis sebelah kiri tanganmu” (laki-laki dulu, baru kemudian perempuan yang menyematkannya.)
- Doa syukur dan berkat : “Terima kasih ya Tuhan, Engkau telah mempertemukan mereka berdua untuk saling mengasihi dan memikat janji dalam pertunangan ini. Kami mohonkan berkatMu akan menyertai pertunangan mereka hingga hari pernikahan kudus. Kiranya kasih karunia Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus menyertai pertunangan mereka berdua,. Dalam nama Tuhan Yesus, Amien.”
Komentar
Posting Komentar