Langsung ke konten utama

RASUL PAULUS PENDERITA EPILEPSI


TAHUKAH ANDA, Bahwa Paulus lahir antara tahun 3 s.d 15 M di Tarsus/Kilikia, dan meninggal kira-kira tahun 64 M di Roma?

TAHU JUGAKAH ANDA, Bahwa jaman dulu, di negeri Irlandia epilepsi dikenal dengan sebutan "Saint Paul's disease" alias Penyakit Paulus?

Nama ini diadopsi dari asumsi selama berabad-abad lalu bahwa 'rasul' ini memang menderita epilepsi.

Untuk mendukung pandangan ini, biasanya orang merujuk pada pengalaman Paulus dalam perjalannya ke Damaskus sebagaimana diceritakan pada Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru (KPR 9, 3-9), di mana Paulus, atau yang dikenal juga sebagai Saulus sebelum ia mengaku menjadi Kristen, dilaporkan memiliki kecocokan yang identik dengan serangan epilepsi:

"... tiba-tiba cahaya dari langit melintas di sekitar dirinya. Dia terjatuh ke tanah dan mendengar suara yang berkata kepadanya: '' Saul, Saul! Mengapa engkau menganiaya Aku?'' Saul bangkit dari tanah dan membuka matanya, tetapi ia tidak bisa melihat apa-apa. Selama tiga hari ia tidak bisa melihat, dan selama itu pula ia tidak makan atau minum apa pun juga.

Jatuhnya Saul yang tiba-tiba, dan fakta bahwa pada awalnya ia terbaring tak bergerak di tanah tetapi kemudian dapat bangkit lagi tanpa bantuan, mendorong orang-orang pada jaman awal dulu menduga kuat bahwa kejadian dramatis ini kemungkinan besar disebabkan oleh serangan kejang-kejang "grand mal." (lihat penjelasannya di sini, atau di sini)

Pada jaman-jaman setelahnya, pendapat ini mendapat dukungan dari fakta bahwa hambatan pandangan -- termasuk kebutaan sementara yang berlangsung mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari -- telah diobservasi sebagai gejala atau akibat dari serangan epilepsi yang telah pula disebutkan dalam banyak laporan kasus (cermati gambar di atas; bola mata Paulus terbalik sehingga yang tampak hanya bagian putihnya saja) 

Dalam surat-suratnya, sesekali Paulus juga memberikan petunjuk tersirat tentang 'penyakit fisik' yang dideritanya, yang dalam hal ini mungkin dimaksudkannya sebagai penyakit kronis.

Dalam surat kedua kepada jemaat di Korintus, misalnya, ia menyatakan:

"Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri." (2 Korintus12:7).

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, lagi-lagi Paulus menggambarkan kelemahan fisiknya:

"Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri." (Galatia 4:13-14)

Untuk diketahui saja, pada jaman dahulu kala orang-orang biasa meludah pada penderita 'epilepsi', baik karena jijik atau untuk menangkal apa yang mereka pikir sebagai "sumber pembawa penyakit menular."

CATATAN:
Jaman dulu, di sono, epilepsi juga dikenal sebagai "morbus insputatus" yang dalam bahasa latin artinya adalah, "Penyakit Yang Diludahi Orang Banyak!"

Konon demikianlah seperti yang dilaporkan oleh ©German Epilepsymuseum Kork - Museum for epilepsy and the history of epilepsy, di sini.

ads header

PAULUS ADALAH PENDERITA EPILEPSI SERIUS


TAHUKAH ANDA, Bahwa Paulus lahir antara tahun 3 s.d 15 M di Tarsus/Kilikia, dan meninggal kira-kira tahun 64 M di Roma?

TAHU JUGAKAH ANDA, Bahwa jaman dulu, di negeri Irlandia epilepsi dikenal dengan sebutan "Saint Paul's disease" alias Penyakit Paulus?

Nama ini diadopsi dari asumsi selama berabad-abad lalu bahwa 'rasul' ini memang menderita epilepsi.

Untuk mendukung pandangan ini, biasanya orang merujuk pada pengalaman Paulus dalam perjalannya ke Damaskus sebagaimana diceritakan pada Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru (KPR 9, 3-9), di mana Paulus, atau yang dikenal juga sebagai Saulus sebelum ia mengaku menjadi Kristen, dilaporkan memiliki kecocokan yang identik dengan serangan epilepsi:

"... tiba-tiba cahaya dari langit melintas di sekitar dirinya. Dia terjatuh ke tanah dan mendengar suara yang berkata kepadanya: '' Saul, Saul! Mengapa engkau menganiaya Aku?'' Saul bangkit dari tanah dan membuka matanya, tetapi ia tidak bisa melihat apa-apa. Selama tiga hari ia tidak bisa melihat, dan selama itu pula ia tidak makan atau minum apa pun juga.

Jatuhnya Saul yang tiba-tiba, dan fakta bahwa pada awalnya ia terbaring tak bergerak di tanah tetapi kemudian dapat bangkit lagi tanpa bantuan, mendorong orang-orang pada jaman awal dulu menduga kuat bahwa kejadian dramatis ini kemungkinan besar disebabkan oleh serangan kejang-kejang "grand mal." (lihat penjelasannya di sini, atau di sini)

Pada jaman-jaman setelahnya, pendapat ini mendapat dukungan dari fakta bahwa hambatan pandangan -- termasuk kebutaan sementara yang berlangsung mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari -- telah diobservasi sebagai gejala atau akibat dari serangan epilepsi yang telah pula disebutkan dalam banyak laporan kasus (cermati gambar di atas; bola mata Paulus terbalik sehingga yang tampak hanya bagian putihnya saja) 

Dalam surat-suratnya, sesekali Paulus juga memberikan petunjuk tersirat tentang 'penyakit fisik' yang dideritanya, yang dalam hal ini mungkin dimaksudkannya sebagai penyakit kronis.

Dalam surat kedua kepada jemaat di Korintus, misalnya, ia menyatakan:

"Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri." (2 Korintus12:7).

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, lagi-lagi Paulus menggambarkan kelemahan fisiknya:

"Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri." (Galatia 4:13-14)

Untuk diketahui saja, pada jaman dahulu kala orang-orang biasa meludah pada penderita 'epilepsi', baik karena jijik atau untuk menangkal apa yang mereka pikir sebagai "sumber pembawa penyakit menular."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...