Baca: Yohanes 11:21-35 | Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 81–83 ; Roma 11:19-36
Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. —Yohanes 11:32
Ketika kami keluar dari tempat parkir, suami saya memperlambat mobil untuk memberi jalan bagi seorang wanita muda yang mengayuh sepedanya. Waktu Tom mengangguk sebagai tanda wanita itu dapat melintas terlebih dahulu, wanita itu tersenyum, melambaikan tangan, dan melaju. Beberapa saat kemudian, pengemudi dari mobil lain yang sedang parkir membuka pintu mobilnya, menghantam pengendara sepeda itu hingga terjatuh. Lututnya berdarah, wanita itu menangis sambil memeriksa sepedanya yang bengkok.
Kemudian kami memikirkan kecelakaan tadi: Seandainya kami membuat pengendara sepeda itu menunggu sebentar . . . Seandainya pengemudi mobil itu melihat kiri-kanan sebelum membuka pintu mobilnya . . . Seandainya . . . Kesulitan-kesulitan membuat kita selalu berandai-andai dalam benak kita sendiri. Seandainya aku tahu anakku sedang bersama remaja lain yang mabuk-mabukan . . . Seandainya kami tahu kanker itu lebih awal . . .
Ketika masalah yang tidak diinginkan menerpa, terkadang kita meragukan kebaikan Tuhan. Bahkan kita mungkin merasa putus asa seperti yang dialami Marta dan Maria ketika saudaranya meninggal. Oh, seandainya Yesus segera datang saat tahu Lazarus sakit! (Yoh. 11:21,32).
Seperti Marta dan Maria, kita tidak selalu mengerti alasan kita mengalami hal-hal yang buruk. Namun, kita dapat tenang ketika tahu bahwa Allah sedang melakukan tujuan-Nya untuk sesuatu yang lebih baik. Di setiap kesempatan, kita dapat mempercayai hikmat Allah yang setia dan penuh kasih.
Bapa, Engkau telah menyertai kami melewati masa-masa yang sulit. Terima kasih telah mengajar kami untuk mempercayai hati-Mu yang penuh kasih bahkan saat kami tidak mengerti apa yang sedang Engkau lakukan dalam hidup kami.
Mempercayai Allah di masa menyenangkan, itu biasa. Namun, mempercayai-Nya di masa kegelapan, itulah iman.
Yang membuat Maria dan Marta sangat sedih adalah ketidakhadiran Yesus. Mereka menangis, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini” (Yoh. 11:21,32). Namun, Allah telah berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Kita mungkin tidak mengerti mengapa kesulitan datang, tetapi dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut” (ay.6).
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat dimengerti dan diterima oleh semua orang.
Visi kami adalah untuk melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Our Daily Bread Ministries
Materi
Situs
Duta Harapan Dunia
WarungSateKamu
Discovery Series
Our Daily Journey
My Utmost For His Highest
Day of Discovery
WarungSateKamu
Discovery Series
Our Daily Journey
My Utmost For His Highest
Day of Discovery
Pelayanan
Komentar
Posting Komentar