✅(I)LIHAT KE DALAM
@Berjanjilah pada Diri Sendiri
Yesaya 40:31 (TB) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
💚Untuk memiliki pikiran yang kuat sehingga tidak ada yang-dapat mengacaukan ketenangan pikiran Anda.
💚Untuk membicarakan kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran
kepada setiap orang yang Anda temui.
💚Untuk membuat semua temanmu merasa ada sesuatu di dalamnya
💚Untuk melihat sisi cerah dari segalanya-dan membuat optimisme Anda menjadi kenyataan.
💚Berpikir hanya yang terbaik, bekerja hanya untuk yang-terbaik-dan mengharapkan hanya yang terbaik.
💚Untuk menjadi antusias tentang kesuksesan-orang lain-seperti Anda tentang kesuksesan Anda sendiri.
💚Untuk melupakan kesalahan masa lalu
dan melanjutkan pencapaian yang lebih besar-di masa depan.
💚Untuk menunjukkan wajah ceria setiap saat-dan memberikan-senyuman kepada setiap makhluk hidup .
💚Memberikan begitu banyak waktu untuk perbaikan-diri sendiri-sehingga tidak punya waktu mengkritikorang lain.
💚Menjadi terlalu besar untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah,terlalu kuat untuk takut,dan terlalu senang untuk membiarkan adanya-masalah.
Berpikir baik tentang diri Anda sendiri dan untuk mewartakan-fakta ini kepada dunia,bukan dengan kata-kata lantang tetapi perbuatan besar.
Untuk hidup dalam keyakinan bahwa seluruh dunia ada dipihak Anda
selama Anda jujur pada hal yang terbaik yang ada di dalam diri Anda. "
II.LIHAT KE LUAR
"Matius 26:46 (TB) Bangunlah, marilah kita pergi. DIA yang menyerahkan AKU sudah dekat."
Tetapi sama seperti tidak selalu bijaksana untuk terus maju di bawah arahan antusiasme buta, juga tidak bijaksana untuk tetap berada dalam periode refleksi batin tanpa batas.
Ada kalanya kita bisa tetap dalam kondisi reflektif itu terlalu lama. Ini bisa karena takut benar-benar bangun dan bergerak maju, takut akan hal yang tidak diketahui, takut mengambil risiko, rasa sakit karena meninggalkan sesuatu, Anda akan dapat memasukkan 'ketakutan' Anda sendiri ke dalam skenario ini.
Saya selalu menyukai catatan dalam Alkitab tentang waktu Yesus di Taman Getsemani. Sementara itu berbicara kepada saya secara mendalam selama masa sakit dalam hidup saya sendiri, itu juga berbicara kepada saya tentang proses pemulihan.
Apa yang selalu mengejutkan saya adalah bahwa sementara Yesus meluangkan waktu untuk berdoa kepada Bapa-Nya, untuk mencari hikmat dan bimbingan di salah satu bagian yang paling emosional, menyakitkan dan jujur secara intelektual dalam Alkitab, Dia tidak tetap dalam keadaan doa batin untuk sebuah jangka waktu yang tidak terbatas. Dia berdoa dengan sepenuh hati, Dia berdoa sampai Dia berdarah, Dia menurunkan kekhawatiran, ketakutan dan penderitaan jiwa-Nya yang luar biasa ke dalam hati Bapa-Nya.
… Dan kemudian Dia bangkit dan membiarkan keadaan menuntun-Nya melalui ujian pura-pura dan kemudian ke kayu salib di mana Dia akan dihukum mati. Dia tahu bahwa Bapa-Nya memegang kendali penuh bahkan atas keadaan yang menuntun-Nya kepada kematian-Nya. Dia tahu bahwa masa depan-Nya yang telah bangkit, dan harapan umat manusia, hanya dapat dicapai dengan mengambil jalan ini dan jalan itu menuntun ke salib.
Jalan kita mungkin tidak selalu melalui penderitaan, sejarah kesaksian Kristen menunjukkan bahwa bimbingan Tuhan menuntun dalam segudang jalan dan pengalaman, baik dan buruk.
Tetapi poin pentingnya adalah:
✅Bangkit, setelah melewati periode refleksi, dan berjalan di jalur itu.
Ada saatnya kita masih merenung dan berpikir tetapi ketika kita melihat ke atas, kita melihat YESUS di depan kita, menggerakkan kita ke depan, karena waktunya telah tiba untuk bergerak.
Maka alangkah bodohnya untuk melanjutkan refleksi batin yang dalam ketika YESUS menunjukkan bahwa kita sekarang harus pindah.
Melihat YESUS menuntun kita untuk maju tetapi kita tetap duduk diam di mana kita berada, itu berarti kita menapaki jalan yang berbeda yang telah ditetapkan TUHAN bagi kita....❗
Beberapa orang, dan saya berbicara dengan diri saya sendiri di sini, ingin berada dalam 'mode refleksi' lebih lama dari yang mereka butuhkan. Saya dapat menunjukkan saat-saat dalam hidup saya sendiri ketika saya masih mencari bimbingan ketika saya tahu, jauh di lubuk hati, bahwa apa yang dibutuhkan sekarang adalah bergerak ke fase berikutnya dan maju.
Ada waktu untuk refleksi dan ada waktu untuk bertindak. Memang, refleksi dapat dan harus berlanjut sementara kita bergerak di sepanjang jalur yang kita pilih, tetapi gerakan maju itulah yang Yesus peluk, yang juga perlu kita rangkul. Tetap merenung ketika waktunya telah tiba untuk bergerak maju dapat menyebabkan kehidupan batin kita mandek bahkan ketika kita mengatakan pada diri sendiri sebaliknya. Refleksi batin yang sejati tidak benar-benar disadari sampai kita bangkit & bergerak maju.
Dengan demikian, itu adalah bagian dari seluruh gerakan ROH ALLAH di sepanjang jalur DIA memiliki bagi kita dan mekanisme yang mendorong kita bersama jalur yang baik refleksi dan gerak maju.
Rasa takut, dalam berbagai bentuknya, dapat membuat kita terus berefleksi ketika waktunya telah tiba untuk bergerak maju. Memutuskan rantai itu adalah langkah penting untuk menerima kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Rangkullah hidup Anda!
Komentar
Posting Komentar