Langsung ke konten utama

MEMENUHI PERJANJIAN NAZAR

Banyak orang Kristen bertanya, apakah nazar masih berlaku sampai sekarang ? Nazar masih berlaku sebab rasul Paulus pun pernah bernazar. Kita akan mempelajari nazar Yefta dan nazar Hana agar kita mengetahui seluk beluk tentang nazar.

BILANGAN 30 : 2 — “ Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya."

Sebelum kita sampai pada definisi nazar, kita akan belajar mengenai perbedaan janji, sumpah dan nazar. 
Janji melibatkan dua pihak, dan untuk menguatkan perjanjian, digunakan meterai. 

Sedangkan Sumpah lebih tinggi daripada janji, biasanya dilakukan saat seseorang diangkat sebagai pejabat dunia. 
Sebelum menunaikan Tugasnya sebagai Pejabat, seseorang biasanya diambil sumpahnya, sumpah kepada rakyat bahwa dia akan mengabdi kepada rakyat. Landasan sumpah adalah Nama TUHAN, biasanya sumpah dilakukan dengan memakai Alkitab atau Kitab Suci. Sumpah dilakukan kepada manusia, sedangkan nazar adalah sumpah kepada TUHAN yang diikat dalam Nama TUHAN. Janji kepada TUHAN ini melibatkan kita di satu pihak, dan TUHAN di pihak lain.

Nazar harus ditepati; jika kita sudah bernazar, apa yang kita nazarkan itu akan dituntut oleh TUHAN. Namun, jangan kita buru-buru menyimpulkan bahwa nazar itu sesuatu yang sangat menakutkan. Sebab di sisi lain, nazar itu mendorong permintaan atau doa kita dikabulkan TUHAN. 
Doa adalah permintaan kepada TUHAN, namun Doa tidak disertai Janji memberikan sesuatu kepada TUHAN seperti pada Nazar. 

Adanya "pasal" untuk memberikan sesuatu kepada TUHAN dalam nazar mendorong permintaan kita untuk dikabulkan oleh TUHAN.

Karena nazar merupakan sumpah atau janji antara kita dengan TUHAN, apa yang kita bayarkan dalam nazar tentunya untuk kemuliaan Nama TUHAN. Misalnya bernazar: bila diberkati TUHAN menjadi orang kaya, akan mentraktir semua orang. Itu nazar yang salah. Yang mengabulkan nazar tersebut adalah TUHAN, tentunya harus membayarnya kepada TUHAN, bukan kepada orang lain.

Dalam bernazar, kita juga perlu memperhatikan "bayaran" dari apa yang kita minta dari TUHAN. Misalnya, seorang wanita infertil bernazar kepada TUHAN, "Jika aku dikaruniai anak, aku akan menyanyi memuji TUHAN." Yang diberikan wanita ini tidak seimbang dengan berkat yang dimintanya dari TUHAN. Demikian pula kurang tepat bernazar bila hanya menghadapi masalah kecil. Misalnya saja seseorang yang menderita sakit ringan buru-buru bernazar, akan memberikan rumahnya sebagai persembahan kalau sembuh. Perjanjian ini tidak seimbang, bayaran yang diberikannya terlalu besar.

Kita akan mempelajari nazar Yefta dan nazar Hana dan membandingkan kedua nazar tersebut sebagai bekal bagi kita sebelum kita bernazar.

HAKIM-HAKIM 11 : 29 - 31 — “ Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon. Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika ENGKAU sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."

Di tengah perjalanan untuk berperang dengan bani Amon, Yefta bernazar kepada TUHAN. Dari pihak Yefta, dia berkewajiban memberikan apa yang keluar dari pintu rumahnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran (ayat 31). Sedangkan kewajiban di pihak TUHAN adalah memberikan kemenangan dalam peperangan melawan bani Amon. Nazar Yefta ini sebenarnya cacat, yaitu kurang jelas apa yang akan diberikan Yefta. Yefta mengatakan "apa" atau "whatever" yang keluar dari pintu rumahnya, itu yang akan dipersembahkannya. Ketika Yefta harus menggenapi nazarnya setelah dia menerima kemenangan dari TUHAN, Yefta benar-benar tak menduga harus memberikan anak tunggalnya kepada TUHAN sesuai nazarnya.

Kita mengambil contoh perjanjian jual beli rumah. Pasal-pasal dalam perjanjian tersebut haruslah memuat setiap hal mengenai jual beli tersebut dengan lengkap dan jelas. Misalnya saja, luas tanah dan bangunan, letaknya, harga rumah tersebut, dan lain-lain agar pihak pembeli maupun pihak penjual sama-sama mengetahui hak dan kewajiban masing-masing dengan jelas. Demikian pula dalam nazar harus jelas apa yang akan kita bayar sebagai persembahan, dan apa yang kita minta kepada TUHAN.

1 SAMUEL 1 : 11 — “ Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh ENGKAU memperhatikan sengsara hamba-MU ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-MU ini, tetapi memberikan kepada hamba-MU ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."

Mari kita bandingkan nazar Yefta dengan nazar Hana. Bagaikan seorang lulusan Fakultas Hukum, Hana mengungkapkan nazarnya dengan sangat terperinci. Boleh dikata, nazar Hana merupakan nazar yang paling sempurna yang tertulis di dalam Alkitab. Permintaan Hana kepada TUHAN dalam nazarnya itu jelas: seorang anak laki-laki. Oleh karena itu, seandainya Hana dikaruniai seorang anak perempuan, tentunya dia tidak perlu membayar nazarnya. Kewajiban Hana jika dia mendapatkan seorang anak laki-laki, dia akan memberikan anaknya sebagai pelayan TUHAN seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya. Ketika Hana melahirkan, dan TUHAN memberikan apa yang diminta oleh Hana, reaksi Hana tidak kaget. Dia memang bernazar akan mempersembahkan anaknya itu menjadi pelayan TUHAN, dan Hana menepati nazarnya itu.

Jika ingin meminta sesuatu dari TUHAN, jangan buru-buru bernazar, sebab nazar itu tidak bisa dibatalkan. Bukan berarti kita tidak perlu bernazar. Kapan waktu terbaik untuk bernazar ? Saat kepepet, sudah tidak ada jalan lain lagi, atau menghadapi sesuatu yang mustahil menurut perhitungan manusia. Menurut perhitungan manusia, Hana mandul, tidak mungkin melahirkan anak. Jadi tepat bagi Hana untuk bernazar.


KESAKSIAN 
Pagi tadi saat Sate (saat teduh)saya minta untuk TUHAN menjawab atas Pilihan yang Harus saya tentukan ada 2 pilihan yakni :

1️⃣Apakah Memilih taat pada  Orangtua

2️⃣Memenuhi  Perjanjian pada TUHAN

Saya mulai masuk Dalam HadiratNYA:
Masuk Pujian Penyembahan,
Doa Pembukaan ,Lanjut
Bermazmur 99...100...dan Mata tertuju pada Mazmur 101 Langsung di dalam Hati saya ada suara "Inilah Jawaban Untuk pertanyaan  saya tadi" Mazmur 101 yang berbicara tentang "Seorang Raja BerNazar"
Dan  Saya pun langsung bersyukur atas jawaban  instan dari ROH KUDUS ,Dan hal ini merupakan  jawaban Kali kedua yang saya dapatkan lewat FIRMANNYA selalu berhubungan dengan Kata Perjanjian Terhadap TUHAN"...(OMG)

๐Ÿ—จ Jawaban Pertama kala itu saya dapatkan  kira kira ada 3 minggu yang lalu berikut Kronologisnya....
Dikarena kan kondisi ekonomi saat ini sungguh nemprihatinkan di Indonesia,Sempat terbersit di pikiran saya ingin lepaskan diri ini  dari Pelayanan & Beralih ke luar negeri untuk  bekerja karena kebetulan ada teman yang bersedia memfasilitasi semua,Namun Tahukah saudara,
Apa yang   saya alami❓Gak Pake waktu lama tapi  instan, 
Saya di perhadapkan dengan cobaan lewat: "Sakit Typus" dan mendapat Ayat Tentang Akibat Merusak Perjanjian dengan TUHAN (Menyadarkan saya & segera mohon ampun sama padaNYA)

Janji Nazar itu harga mati;                TUHAN terus mengejarnya dengan berbagai kesulitan tapi apabila kita menepatinya nazar  maka TUHAN menambah menambahkan :  ๐Ÿ’ Kasih      ๐Ÿ’ž Kemurร han๐Ÿ’š  Karunia, ๐Ÿ’™ Grace     ๐Ÿ’›Anugerah,  Bagi kita dalam menjalani Kehidupan ini walau di tengah masa sulit  tetapi   dimampukan melaluinya  

HAKIM-HAKIM 11 : 34 - 36 — “ Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan. Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur." Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kau ucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."

Aneh bukan bila seseorang merasa sangat sedih ketika membeli rumah dengan harga, luas, kondisi, sesuai dengan perjanjian yang dibuatnya dengan pihak penjual rumah ? Seperti inilah yang dialami Yefta. Setelah dia menerima kemenangan dari TUHAN persis seperti yang dimintanya dalam nazarnya, sukacita kemenangan Yefta itu segera berganti dengan kesedihan yang sesedih-sedihnya !!!

Sebab saat Yefta pulang ke rumahnya dari peperangan, anak perempuannya menyambut kedatangannya dengan menari-nari penuh kegembiraan karena kemenangan yang diperoleh sang ayah tercinta. Saat melihat siapa yang pertama kali menyambutnya, Yefta baru sadar bahwa dia harus menyerahkan anaknya untuk dipersembahkan kepada TUHAN. Anak perempuannya ini adalah anak tunggal Yefta, harapan satu-satunya bagi Yefta untuk meneruskan keturunan.

Lenyapnya kebahagiaan Yefta itu bukan karena kesalahan TUHAN, ini adalah kesalahan Yefta sendiri. Yefta tidak memperinci apa atau siapa yang akan dipersembahkannya dalam nazarnya sehingga dia tidak menduga dan tidak siap mental tatkala harus mempersembahkan anak tunggalnya sebagai pembayar nazarnya. Dan kesalahan lainnya, Yefta terlalu gampang mengucapkan nazarnya tanpa perhitungan matang.

Berkat nazar yang diterima Yefta sebenarnya besar: kemenangan atas bani Amon. Yefta yang tadinya dibuang dan menjadi petualang yang tak ada harganya mendapat tawaran untuk memimpin penduduk Gilead melawan Amon. Ini tawaran menantang !!! Nama Yefta dipertaruhkan dalam peperangan ini sehingga dia mengucapkan nazar. Tapi saat TUHAN sudah memberi kemenangan, Yefta merasa seolah-olah dia rugi bernazar. Padahal, dia tidak rugi. Yang membuat dia "rugi" adalah dirinya sendiri yang merasa berat untuk membayar nazarnya.

Respon Hana dalam membayar nazarnya sangat berbeda dengan Yefta. Hana sama sekali tidak sedih. Setelah menyerahkan Samuel sebagai pelayan TUHAN, setiap tahun Hana mengunjungi Samuel di Bait ALLAH di Silo dengan membawa jubah kecil bagi Samuel.

Kalau kita baca dengan teliti Bilangan 30 : 2 yang telah kita bahas sebelumnya, ternyata ayat tersebut hanya mengatur nazar yang dibuat oleh laki-laki. Bagaimana dengan aturan nazar bagi perempuan ?

BILANGAN 30 : 10 - 12 — “ Jika seorang perempuan di rumah suaminya bernazar atau mengikat dirinya kepada suatu janji dengan bersumpah, dan suaminya mendengarnya, tetapi tidak berkata apa-apa kepadanya dan tidak melarang dia, maka segala nazar perempuan itu akan tetap berlaku, dan setiap janji yang mengikat diri perempuan itu akan tetap berlaku juga. Tetapi jika suaminya itu membatalkannya dengan tegas pada waktu mendengarnya, maka ucapan apapun yang keluar dari mulutnya, baik nazar maupun janji, tidak akan berlaku; suaminya telah membatalkannya, dan TUHAN akan mengampuni isterinya itu."

Ternyata ada perbedaan aturan nazar bagi perempuan dan laki-laki. Seorang perempuan yang sudah menikah dan dia bernazar, pada saat suaminya itu mendengar nazar istrinya dan tidak setuju, sang suami berhak membatalkan nazar istrinya itu. Ketentuan ini juga berlaku bagi wanita yang masih single. Jika ayahnya mendengar anak gadisnya bernazar dan sang ayah tidak setuju dengan nazar tersebut, sang ayah dapat membatalkan nazar itu.

Bilangan 30 : 3 - 5 — “ Tetapi apabila seorang perempuan bernazar kepada TUHAN dan mengikat dirinya kepada suatu janji di rumah ayahnya, yakni pada waktu ia masih gadis, dan ayahnya mendengar nazar dan janji yang mengikat diri anaknya itu, tetapi ayahnya tidak berkata apa-apa kepadanya, maka segala nazarnya itu akan tetap berlaku dan setiap janji mengikat dirinya akan tetap berlaku juga. Tetapi jika ayahnya melarang dia pada waktu mendengar itu, maka segala nazar dan janji yang mengikat diri anaknya itu tidak akan berlaku; dan TUHAN akan mengampuni perempuan itu, sebab ayahnya telah melarang dia."

Kesempatan membatalkan nazar dari istri atau anak perempuan hanya pada saat suami atau ayah mendengar nazar itu, saat itu juga. Nazar tidak boleh dibatalkan jika sudah berlangsung beberapa lama, misalnya sudah satu minggu dinazarkan. Jika sang suami membatalkan nazar istrinya di kemudian hari maka sang suami menanggung dosa. Karena ketentuan dari TUHAN ini, sebaiknya suami istri sepakat terlebih dahulu sebelum bernazar.

HAKIM-HAKIM 11 : 37 - 40 — “ Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku." Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan. Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel, bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu."

Anak perempuan Yefta ini menyadari bahwa nazar ayahnya harus dijalaninya. Namun sebelum menjalani sebagai pembayar nazar ayahnya, anak perempuan Yefta meminta waktu dua bulan untuk menangisi kegadisannya. Artinya, seumur hidup dia akan tetap perawan, tidak akan menikah. Dalam Alkitab New International Version dituliskan "I will never marry". Ayat 37 ini pula merupakan bukti bahwa anak perempuan Yefta tidak dipersembahkan sebagai korban bakaran, melainkan sebagai pelayan TUHAN. Jika anak Yefta akan dibakar sebagai korban bakaran, mungkin dia akan mengatakan, minta waktu dua bulan sebelum mati.

TUHAN tidak pernah meminta kita membayar nazar yang melanggar Firman TUHAN. Nazar itu diatur sesuai hukum Taurat, dan hukum Taurat tidak memperbolehkan mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran. Terbukti pada saat ALLAH meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran, ALLAH menyediakan domba sebagai pengganti Ishak sehingga Ishak tidak dibakar sebagai korban. Permintaan ALLAH kepada Abraham itu merupakan suatu ujian bagi Abraham, bukan ALLAH benar-benar menginginkan Ishak sebagai korban bakaran.

1 SAMUEL 2 : 20 - 21 — “ Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN."

Hana bernazar meminta anak laki-laki untuk dipersembahkannya sebagai pelayan TUHAN. Hanya satu anak yang diminta Hana, namun TUHAN memberikan lima orang anak lagi kepada Hana, tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. Jumlah anak Hana enam orang, termasuk Samuel. Ini merupakan contoh bahwa bernazar tidak pernah rugi. Berkat besar lainnya yang diterima Hana disamping mendapatkan enam orang anak: nama Hana tertulis di dalam Alkitab. Kapan Hana mulai hamil lagi ? Dari ayat 21 dapat kita simpulkan bahwa Hana telah hamil anak kedua saat Samuel masih kecil.

TUHAN membayar lebih atas nazar Hana. DIA bukanlah TUHAN yang hitung-hitungan. YESUS KRISTUS sendiri turun dari Sorga ke dalam dunia untuk memberikan Nyawa-NYA bagi kita. Itu adalah satu bukti pemberian TUHAN yang begitu besar bagi kita. Yang salah adalah pola pikir Yefta yang menganggap kasihan anaknya tidak menikah dan menjadi pelayan TUHAN. Pelayan TUHAN adalah profesi yang membanggakan !!! Dan walaupun tidak ditulis di Alkitab, saya yakin anak perempuan Yefta ini punya iman yang teguh, dia pasti akan menjadi pelayan TUHAN yang berhasil.

Berkat diterima bagi orang yang bernazar. Sedangkan di pihak yang dinazarkan atau dijadikan pembayar nazar seperti anak perempuan Yefta dan Samuel, jangan dianggap sebagai pihak yang dikorbankan. Anak perempuan Yefta, Samuel, dan orang-orang yang dijadikan pembayar nazar tidak pernah rugi, sebab TUHAN tidak pernah mau merugikan anak-anak-NYA.

Kesaksian HAMBA TUHAN diatas, merupakan sebuah contoh nyata. Selain bernazar akan menjadi pendeta jika TUHAN menyembuhkan anaknya dari kebutaan, saat itu dia juga bernazar bahwa anaknya akan diserahkan untuk menjadi pelayan TUHAN. Ketika anaknya mulai diterima kuliah di sebuah Perguruan Tinggi, dan sudah menjalani masa orientasi, dia memberitahu kepada anaknya bahwa dia harus membayar nazarnya, menyerahkan anaknya sebagai pelayan TUHAN. Dia mengatakan mulai saat itu anaknya tidak usah kuliah, dan konsentrasi mendalami musik untuk melayani TUHAN. Saat itu anaknya sempat menangis, membayangkan betapa enaknya teman-temannya menikmati menjadi mahasiswa. Namun anaknya merasa tidak rugi. Bahkan yang anaknya terima dari TUHAN jauh lebih besar daripada yang dia bayangkan dan harapkan. Di antara teman-teman kuliah, tidak ada yang seberhasil anaknya. Keberhasilan itu bukan dihitung dari materi yang berhasil anaknya peroleh, namun anaknya berhasil mengumpulkan jiwa-jiwa untuk dipersembahkan kepada TUHAN YESUS KRISTUS.

HAKIM-HAKIM 12 : 7 — “ Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead."

Setelah memenangkan peperangan melawan bani Amon dan menyerahkan anaknya sebagai pelayan TUHAN sesuai nazarnya, Yefta menjadi hakim atas orang Israel selama enam tahun. Karir yang cukup pendek. Nampaknya, Yefta juga tidak dikaruniai anak lagi oleh TUHAN. Setelah itu Yefta mati. Mengapa Yefta mati muda ? Saya yakin Yefta mati bukan karena dibunuh oleh musuh, sebab musuhnya sudah dikalahkannya. Yefta mati muda karena putus asa, merasa tidak ada gunanya lagi hidup karena merasa "tidak memiliki anak". Mungkin Yefta setiap hari sedih dan menangisi anaknya yang menjadi pelayan TUHAN.

PENGKHOTBAH 5 : 3 - 4 — “ Kalau engkau bernazar kepada ALLAH, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena IA tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya."

Jangan menunda menepati nazar, dan Salomo menyamakan orang-orang yang menunda menepati nazarnya dengan orang-orang bodoh. Memang nazar kelihatannya cukup berat, ada harga yang harus kita bayar sesuai dengan nazar kita, namun orang yang membayar nazarnya akan diberkati.

AMSAL 20 : 25 — “ Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus," dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar."
PROVERBS 20 : 25 (NKJV) — “ It is a snare for a man to devote rashly something as holy, And afterward to reconsider his vows."

Nazar adalah sesuatu yang kudus; dan nazar bagaikan jerat kalau diucapkan sembarangan, tanpa berpikir panjang. Saat Yefta bernazar, Yefta sedang dalam perjalanan berperang melawan bani Amon. Mungkin konsentrasinya terpecah antara bernazar sambil mengendalikan kuda yang ditungganginya, mungkin Yefta panik melihat musuhnya demikian besar. Berbeda dengan Hana yang memang saat itu sudah mempersiapkan diri datang ke Bait ALLAH untuk berdoa dan bernazar. Karena itu hati-hati saat akan mengucapkan nazar, pikirkanlah masak-masak agar kita tidak mengalami seperti Yefta yang menyesal telah mengucapkan nazarnya, AMIN.

✍RAHASIA DI BERKATI                       KLIK FOR DETAIL ⤵️

http://holyspiritesronministry.blogspot.com/2020/09/rahasia-diberkati.html


         HOLY SPIRIT  ESRON MINISTRY  
           MELAYANI ADALAH SEBUAH                    KEHORMATAN DARI KRISTUS
||HOLY SPIRIT KIDS||  & 
||Praise Prayer Profetik||

DONASI & DUKUNG PELAYANAN MISI ESRON MINISTRY CARE PEDULI JIWA- JIWA LEWAT  MEDIA SOSIAL 

Apakah Saudara Rindu Mengambil Bagian Dalam Pekerjaan Mulia dari TUHAN YESUS KRISTUS : "Mengabar kan berita kesukaan kepada semua orang"....❓

๐Ÿ’“Untuk  Pembayaran Dapat melalui Perbankan Online, 
  • BCA (BANK CENTRAL ASIA)

  • Nomor Rekening: 8840-10-9209

  • Kode Urut 014

  • Nama Akun: Esron Pandapotan.P

  • Ref: (Nama awal + Nama belakang-HSEM) Mis. T.Smith-HSEM

ะ‘Uะšะขล‚ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...