Langsung ke konten utama

PEKERJAAN PARA PANATUA & DISPLIN JEMAAT

Di sini ada petunjuk-petunjuk,

I. Tentang menyokong hamba-hamba Tuhan. Harus dipastikan bahwa hamba-hamba Tuhan ditopang kebutuhan hidupnya dengan rasa hormat (ay. 17): Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat (yaitu diurus dua kali lipat, dua kali lipat dari yang sudah mereka dapatkan, atau dari apa yang didapat orang lain), terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar, mereka yang bekerja lebih keras daripada orang lain. Cermatilah, yang memimpin adalah dewan penatua, dan orang yang sama yang memimpin ini adalah orang yang juga berkhotbah dan mengajar. Dalam jemaat waktu itu, tidak ada satu orang yang berkhotbah dan orang lain memimpin. Sebaliknya, pekerjaan itu dilakukan oleh satu orang yang sama. Ada sementara orang yang berpendapat bahwa yang dimaksud Rasul Paulus dengan penatua-penatua yang baik pimpinannya itu adalah para penatua awam, yang bekerja untuk memimpin tetapi tidak mengajar, yang mengurus pengaturan jemaat, tetapi tidak mencampuri urusan menyampaikan firman dan sakramen. Dan saya mengakui bahwa ini adalah teks Kitab Suci yang paling jelas yang bisa ditemui untuk mendukung pendapat seperti itu. Namun, tampak sedikit aneh bahwa penatua-penatua yang hanya memimpin harus dianggap layak dihormati dua kali lipat, padahal Rasul Paulus lebih mengutamakan berkhotbah daripada membaptis, dan jauh terlebih lagi ia akan mengutamakan berkhotbah daripada memimpin jemaat. Dan lebih aneh lagi bahwa Rasul Paulus tidak menyebutkan mereka ketika berbicara tentang pekerja-pekerja jemaat. Tetapi, seperti yang tersirat sebelumnya, dalam jemaat mula-mula, tidak ada satu orang yang berkhotbah dan orang lain memimpin. Sebaliknya, memimpin dan mengajar dilakukan oleh orang yang sama, hanya saja sebagian orang mungkin lebih banyak berkhotbah dan mengajar dibandingkan dengan yang lain. Di sini kita mendapati,

1. Pekerjaan hamba-hamba Tuhan. Pekerjaan itu pada hakikatnya terdiri atas dua hal: memimpin dengan baik dan berkhotbah serta mengajar. Inilah yang menjadi pekerjaan utama para penatua di zaman para rasul.

2. Penghormatan yang layak diberikan kepada mereka yang tidak bermalas-malasan, tetapi yang berjerih payah dalam pekerjaan ini. Mereka layak mendapat penghormatan, penghargaan, dan topangan pemeliharaan dua kali lipat. Rasul Paulus mengutip sebuah ayat untuk menegaskan perintah mengenai pemeliharaan hamba-hamba Tuhan yang mungkin kita anggap tidak ada di dalam Kitab Suci. Dan hal ini menunjukkan betapa pentingnya banyak ketetapan di dalam hukum Musa, dan khususnya dalam hal ini, janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik (Ul. 25:4). Binatang yang dipekerjakan untuk mengirik gandum itu (sebab dengan mengirik, mulut binatang itu mengambil biji gandum dan bukan membuangnya) diperbolehkan diberi makan sewaktu sedang bekerja, sehingga semakin banyak pekerjaannya, semakin banyak pula makanannya. Oleh karena itu, biarlah para penatua yang berjerih dalam berkhotbah dan mengajar mendapat persediaan yang baik, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya (Mat. 10:10). Dan ada segudang alasan mengapa ia harus mendapatkannya. Dari sini kita dapat belajar bahwa,

(1) Allah, baik di bawah hukum Taurat maupun sekarang di bawah Injil, memberi perhatian supaya hamba-hamba-Nya mendapat persediaan yang baik. Kalau Allah mengurusi lembu, masakan Ia tidak mau mengurusi hamba-hamba-Nya sendiri? Lembu hanya mengirik gandum, yang darinya hamba-hamba-Nya membuat roti yang akan binasa. Tetapi hamba-hamba Tuhan memecahkan roti kehidupan yang akan bertahan untuk selama-lamanya.

(2) Menyediakan kebutuhan hidup bagi hamba-hamba Tuhan adalah sesuai dengan ketetapan Allah, bahwa mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari Injil (1Kor. 9:14), dan demikian pula itu merupakan apa yang sepantasnya mereka dapatkan, sama seperti upah bagi pekerja. Dan orang yang membiarkan hamba-hamba Tuhan kelaparan, atau tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka, pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah suatu hari.

II. Mengenai tuduhan terhadap hamba-hamba Tuhan (ay. 19): Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi. Inilah cara Kitab Suci menangani tuduhan terhadap seorang penatua, ketika dituduh melakukan suatu kejahatan. Amatilah,

1. Harus ada tuduhan. Yang harus diajukan bukan sekadar kabar burung yang tidak jelas, tetapi harus berupa tuduhan, yang berisi dakwaan tertentu. Lebih jauh lagi, penatua tidak boleh dituntut dengan cara ditanyai. Cara inilah yang dipakai dalam tindakan penyidikan masa kini, dengan menyebutkan kejahatan-kejahatan tertentu kepada seseorang, lalu melihat apakah dia bisa membersihkan diri dari kejahatan-kejahatan yang dituduhkan itu, atau dia sendiri yang menuduh diri sendiri dengan tuduhan-tuduhan itu. Sebaliknya, menurut nasihat Paulus, harus ada tuduhan yang diajukan terhadap seorang penatua.

2. Tuduhan ini tidak boleh diterima kecuali didukung oleh dua atau tiga orang saksi yang bisa dipercaya. Dan tuduhan itu harus diterima di hadapan mereka, yaitu tertuduh dan penuduh harus berhadapan muka dengan muka, karena nama baik seorang hamba Tuhan adalah hal yang peka. Dan karena itu, sebelum melakukan apa pun yang dapat mencemarkan nama baiknya, harus betul-betul diperhatikan bahwa hal yang dituduhkan kepadanya itu bisa dibuktikan dengan baik, supaya ia tidak dicela dengan sebuah dugaan yang tidak jelas. “Akan tetapi (ay. 20) mereka yang berbuat dosa hendaklah ditegur di depan semua orang. Maksudnya, engkau tidak perlu berlaku lembut kepada orang lain, tetapi tegurlah mereka di depan semua orang.” Atau “mereka yang berdosa di depan semua orang harus ditegur di depan semua orang, supaya perban bisa selebar lukanya, dan supaya orang lain yang ada dalam bahaya akan berbuat dosa bisa berhati-hati ketika melihat contoh kejatuhan mereka yang ditegur di depan umum itu, agar yang lain itu pun takut.” Perhatikanlah,

(1) Orang-orang yang melakukan dosa memalukan di depan umum harus ditegur di depan semua orang. Sama seperti dosa mereka sudah menjadi umum, dan dilakukan di depan banyak orang, atau setidak-tidaknya terdengar oleh semua orang, demikian pula teguran kepada mereka harus diberikan secara umum, dan di depan semua orang.

(2) Teguran di hadapan umum dimaksudkan demi kebaikan orang lain, supaya mereka takut, juga demi kebaikan pihak yang ditegur. Oleh karena itu, telah diperintahkan di dalam hukum Taurat bahwa para pelanggar di depan umum harus menerima hukuman di depan umum, supaya seluruh orang Israel mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat.

III. Mengenai penahbisan hamba-hamba Tuhan (ay. 22): Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang. Tampaknya yang dimaksudkan adalah menahbiskan orang sebagai hamba Tuhan, yang tidak boleh dilakukan dengan gegabah dan tanpa pertimbangan, dan sebelum diadakan pengujian yang semestinya mengenai segala karunia dan anugerah yang mereka miliki, dan kemampuan serta syarat-syarat yang mereka penuhi untuk itu. Sebagian orang memahaminya sebagai absolusi (pengampunan dosa): “Janganlah terlalu terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang. Jangan cabut kecaman jemaat pada siapa saja, sebelum memberi waktu untuk melihat bukti ketulusan pertobatan mereka. Dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain, yang menyiratkan bahwa mereka yang terlalu mudah mencabut kecaman-kecaman jemaat berarti mendorong orang lain untuk melakukan dosa-dosa yang mudah dimaafkan itu, dan dengan demikian membuat diri mereka sendiri bersalah atas hal itu.” Amatilah, kita sangat perlu berjaga-jaga setiap saat, supaya tidak membuat diri kita terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. “Jagalah kemurnian dirimu, bukan saja dengan tidak melakukan dosa seperti itu, tetapi juga dengan tidak membiarkannya, atau dengan cara apa saja menyalurkan bantuan bagi orang lain untuk melakukannya.” Di sini kita mendapati,

1. Sebuah peringatan supaya tidak terburu-buru menahbiskan orang sebagai hamba Tuhan, atau mengampuni orang yang sedang dikecam jemaat: Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang.

2. Siapa yang terburu-buru, entah dalam menahbiskan orang sebagai hamba Tuhan atau mengampuni orang yang sedang dikecam jemaat, akan membuat diri mereka terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain.

3. Kita harus menjaga kemurunian diri kita, jika kita ingin murni. Anugerah Allahlah yang membuat dan menjaga kemurnian diri kita, tetapi kita juga harus berusaha menjaganya sendiri.

IV. Mengenai pengampunan dosa, yang tampak dirujuk dalam ayat24-25: Dosa beberapa orang mencolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian, dst. Perhatikanlah, hamba-hamba Tuhan memerlukan hikmat yang amat dalam, untuk mengetahui cara menyesuaikan diri dengan berbagai pelanggaran dan pelanggar yang harus mereka tangani. Dosa beberapa orang begitu jelas dan kentara, dan tidak perlu lagi diselidiki secara diam-diam, sehingga tidak bisa dibantah lagi bahwa mereka memang harus dikecam jemaat. Mereka mendahului pengadilan, atau sudah diketahui sebelum diadili, dan setelah itu baru mendapat kecaman dari jemaat. Dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian, yaitu kefasikan mereka tidak tampak sekarang, sebelum dilakukan penyelidikan yang semestinya untuk itu. Atau, seperti yang dipahami sebagian orang, beberapa orang terus berdosa setelah dikecam. Mereka tidak diperbaharui oleh kecaman itu, dan dengan demikian tidak boleh mendapat pengampunan. Demikian pula halnya dengan bukti-bukti pertobatan: Perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, yaitu kalau perbuatan baik tidak tampak, maka kefasikan tidak dapat terus tinggal tersembunyi. Dengan begitu, akan mudah membedakan siapa yang harus diampuni dan siapa yang tidak. Amatilah,

1. Ada dosa rahasia atau tersembunyi, dan ada dosa yang terbuka. Dosa beberapa orang sempat ketahuan, dan diadili, sementara dosa beberapa orang lain baru menjadi nyata kemudian.

2. Orang-orang berdosa harus ditangani secara berbeda-beda oleh jemaat.

3. Dampak dari kecaman jemaat itu sangat berbeda-beda. Sebagian orang menjadi rendah hati dan bertobat karenanya, sehingga perbuatan baik mereka segera tampak, sementara yang lain justru sebaliknya.

4. Yang tidak dapat diperbaharui tidak bisa disembunyikan, sebab Allah akan membawa ke dalam terang hal-hal yang tersembunyi di dalam gelap, dan membukakan rahasia semua hati.

V. Mengenai Timotius sendiri.

1. Berikut adalah pesan kepada Timotius untuk menjaga pekerjaannya dengan hati-hati, dan pesan itu diberikan dengan sungguh-sungguh: Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak (ay. 21). Perhatikanlah, tidak sepatutnya hamba-hamba Tuhan memihak, memandang bulu, dan mengutamakan yang satu daripada yang lain karena alasan duniawi. Rasul Paulus berpesan kepadanya, demi segala yang mulia, di hadapan Allah dan Tuhan Yesus Kristus, dan malaikat-malaikat pilihan-Nya, untuk berjaga-jaga agar ia tidak memihak. Hamba-hamba Tuhan harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah dan Tuhan Yesus Kristus, apakah dan bagaimana mereka menjalankan segala hal yang dipercayakan kepada mereka. Dan celakalah mereka jika mereka memihak dalam menjalankan pelayanan mereka demi kepentingan duniawi.

2. Rasul Paulus berpesan kepada Timotius supaya ia menjaga kesehatannya: Janganlah lagi minum air saja, dst. Tampaknya Timotius adalah orang yang sudah mati terhadap kesenangan indrawi. Ia hanya minum air, dan ia bukanlah orang yang berperawakan kuat. Oleh karena itu, Rasul Paulus menasihati dia memakai anggur untuk membantu pencernaannya dan memperkuat tubuhnya. Perhatikanlah, anggur yang boleh diminum itu hanya sedikit, sebab hamba-hamba Tuhan tidak boleh minum anggur banyak-banyak. Mereka boleh minum anggur sebanyak yang diperlukan untuk kesehatan tubuh, dan bukan untuk merusaknya, karena Allah membuat anggur untuk menyukakan hati manusia. Perhatikanlah,

(1) Sudah menjadi kehendak Allah supaya orang merawat tubuhnya sebagaimana mestinya. Sama seperti kita tidak boleh menjadikan tubuh sebagai tuan atas diri kita, demikian pula kita tidak boleh menjadikannya budak kita. Sebaliknya, kita harus menggunakannya dengan begitu rupa supaya kita sehat dan berguna dalam melayani Allah.

(2) Anggur paling cocok diberikan kepada orang sakit atau lemah, yang pencernaannya sering terganggu dan yang bekerja dengan tubuh yang lemah. Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati (Ams. 31:6).

(3) Anggur harus digunakan sebagai penolong, dan bukan penghambat, bagi pekerjaan dan kebergunaan kita bagi sesama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...