PENTINGNYA ETIKA (KEPRIBADIAN) DALAM DUNIA PELAYANAN
Apakah kepribadian itu?
Banyak orang sering merumuskan kata kepribadian dengan yang lain dan mencoba menerjemahkan maknanya menurut pandangan serta pengalaman masing-masing. Ada yang mengatakan kepribadian adalah sifat, sikap mudah bergaul, keahlian seseoang yang menonjol, nama baik, dan sebagainya.
Etimologi kata kepribadian:
Kepribadian berasal dari kata “personality” (motivasi) yang berasal dari kata “personal” (latin) yang berarti “kedok” atau “topeng” atau tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung / sandiwara yang maksudnya untuk menggambarkan prilaku, watak, atau pribdi seseorang.
Menggunakan tutup muka tujuannya adalah untuk menutupi kelemahan-kelemahannya atau ciri-ciri yang khas yang ada pada dirinya, supaya tidak kelihatan pada orang lain, dengan demikian dirinya dikenal masyarakat sebagai orang yang baik. Pembentuk pribadi hamba Tuhan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelayanannya, sebab kepribadiannya turut mempengaruhi seluruh pelayanannya. Dan sebagai figur publik maupun sebagai public relation ….. perhatian harus serius pada setiap keberadaannya.
Adolf. Heuken. S. Y.
Kepribadian diartikan sebagai pola semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang baik yang jasmani, mental, rohani, emosional, maupun yang sosial. Semua ini telah ditatanya dalam cara yang khas, di bawah beraneka ….. dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagimana dikehendakinya ( 981 : 14-16 )
Dari perumusan umum, definisi tersebut diperoleh unsur-unsur dalam kepribadian yang meliputi :
- Perwujudan dari yang kelihatan ( appeareance )
- Perwujudan yang tidak kelihatan ( kehidupan batin / “inner life”)
Kepribadian meliputi :
- Karakter (watak), yaitu sifat-sifat seseorang yang dihubungkan dengan psikisnya sebagai perwujudan yang kelihatan (appeareance).
- Temperamen, yaitu sifat seseorang yang dihubungkan dengan keadaan tubuhnya.
- Interest (minat), yaitu adanyaperhatian yang menumbuhkan dorongan senang.
- Ability (kemampuan), yaitu sesuatu kekuatan untuk melaksanakan.
- Physical, yaitu keadaan tubuh atau kondisi jasmani.
- Characteristic, yaitu keadaan atau sifat yang khas.
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM MENGATASI PRIBADI
1)Tantangan orang Kristen dari dalam dirinya sendiri, melainkan juga dari lingkungan di mana kita berada
2)Pengaruh sekularisasi yang sangat mengambil luas dalam kehidupan
3)Pola hidup yang moderenisasi dan hedonisme dalam mengambil tempat yang sangat besar dalam seluruh aspek kehidupan
4)Perkembangan moral yang semakin rusak, perzinahan, kumpul kebo, kawin kontrak, begitu pula media-media sangat menunjang bagi perkembangan moral yang semakin rusak.
5)Tontonan-tontonan kebejatan moral menjelajahi seluruh kehidupan maniusia dari anak-anak sampai lanjut usia, dan dengan mudahnya mentransfer pola hidup yang demikian tanpa adanya filterisasi kehidupan yang berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.
Etika menghalalkan segala perkara, penyuapan, penipuan, pembukuan ganda, korupsi, penyediaan sarana hiburan. Semuanya digunakan untuk keuntungan pribadi. Pemahaman kepada kebenaran Firman Allah sudah memanipulasi iman demi kepentingan suatu bisnis atau kedok agama bahkan sebagai hamba Tuhan. Hari Minggu menjadi orang yang alim, tetapi hari lainnya menjadi orang-orang yang terlibat dalam persaingan bisnis, dalam dunia hiburan, saling menggeser, menyalahkan, bahkan saling membunuh demi suksesnya suatu persaingan. Semua dilakukan dalam sesuatu yang biasa dan tidak pernah bersalah.
Tantangan-tantangan itulah perlunya Spiritual Formation (Penanaman nilai-nilai spiritual)point utama dalam Pembentukan Kepribadian hamba Tuhan) agar gereja tidak menutup mata dan telinga dalam menghadapi hal ini ❗
1️⃣CHRISTIAN MIND
Dalam kehidupan sehari-hari, PIKIRAN KRISTEN||CHRISTIAN MIND. Sudah tidak ada lagi dalam kehidupan kita. So... apa yang ada❓❓❓
1. Christian Ethic / Christian Practice (praktek tingkah laku Kristen).
Orang Kristen yang hidupnya sehari-hari mempraktekkan tingkah laku Kristen yang sebenarnya tidak berbeda dengan orang-orang non-Kristen. Misalnya, tidak bertanggung jawab terhadap tugas atau perkerjaannya, tidak disiplin, suka menipu, berbohong dan sebagainya. Namun perlu dilakukan karena alasan takut berdosa. Bila pengertiannya hanya sampai di sini, maka hal ini sebenarnya tidak ada bedanya dengan apa yang dimengerti oleh paham non-Kristen.
2. Christian Spirituality (Spiritualitas Kristen)
Orang Kristen yang hidup sebagai mahluk rohani atau bergairah rohani, yang mencoba untuk hidup dengan tradisi agama yang agak berbeda dengan agama. Misalnya, suka berdoa, kebaktian hari minggu, pemahaman Alkitab, dsb. Namun pikiran hampir-hampir tidak ada lagi dalam hidupnya, di mana orang-orang Kristen betul-betul menempatkan Tuhan menjadi pusat segala sesuatu dalam setiap aspek kehidupannya.
3. Split Personality-nya (hidup dalam dunia)
Orang Kristen di mana-mana mengembangkan split personality-nya karena tidak ada pikiran Kristen dalam hidupnya. Misalnya, hari Minggu hidup sebagai orang rohani (Christian Spirituality), tetapi pada hari-hari lain sebagai orang duniawi. Atau mempersiapkan khotbah yang membahas pola hidup sederhana, kelak ia menginginkan sebuah mobil mewah dengan mengambil kredit. Di sini ia memiliki split personality. Lalu apa bedanya Pikiran Kristen dengan pikiran Sekuler?
- Sekuler Berpikir = berpikir masa kini suatu pola pemikiran yang diikat oleh batasan kebutuhan masa kini saja❗Sementara .. Kristen Berpikir = Berpikir masa Nanti Hidup Kekekalan & Pola Pemikiran yang bersangkut paut dengan ALLAH
- Meskipun berpikir sekuler, dapat menghasilkan hal-hal yang positif dan dapat dinikmati oleh banyak orang, tetapi tidak bersangkut paut dengan keselamatan dalam TUHAN YESUS KRISTUS.
Jadi kehidupan Kristiani adalah kehidupan di mana orang Kristen betul-betul menempatkan Tuhan menjadi pusat segala sesuatu dalam setiap aspek kehidupannya.
Harry Blaminer dalam bukunya The Christian Mind memberikan beberapa tanda dalam pemikiran orang Kristen yang seharusnya mempengaruhi seluruh kehidupannya, antara lain :
Orientasi Supernatural
- Orientasi pemikiran Kristen melihat sejak sesuatu di seberang sana. Hidup dan sejarah manusia ada di tangan ALLAH. DIA Penyelamat DIA HAKIM YANG Sorga dan neraka mempengaruhi kita masa kini.
- Hakekat kehidupan sebagai sesuatu yang tidak pernah berdiri sendiri (independent).
Karena berpikir secara Kristen berarti mengaku campur tangan Allah secara langsung dalam hidup kita.
Konsep yang Jelas Tentang Kebenaran
Kebenaran bagi orang Kristen sumbernya semata-mata bukan filsafat manusia. Sebab standart kebenaan adalah kebenaran yang tidak dihasilkan oleh manusia, karena:
- Kebenaran selalu supranatural dan tidak dikembangkan oleh Hakim itu sendiri
- Kebenaran itu objektif dan bukan subyektif.
- Kebenaran itu adalah wahyu Allah dan bukan ide yang dikebangkan oleh manusia.
PENTINGNYA OTORITAS DALAM PELAYANAN
Orang dunia tidak mengenal otoritas sejati, karena bagi mereka otoritas itu adalah kuasa dan hak yang dimiliki oleh orang karena kelebihan-kelebihan talenta. Bagi orang Kristen, wajib mengakui otoritas karena itu adalah peraturan Tuhan. Antara lain :
- Dalam hubungannya dengan pemerintah,kita mengakui pemerintah (Roma 13:1-7; 1 Pet 2:13-17; Mat 22:21)
- Dalam hubungannya dengan orang tua (Kol 3:20; Mat 15:4-9; Ef 5:22-23)
- Dalam hubungannya dengan suami istri, misalnya ajaran sub mission (1Pet 3:1-7;Ef 5:22-23)
- Dalam hubungannya dengan pendeta dan pemimpin jemaat (Mat 23:2,3; 1Tim 5:17-18)
- Dalam hubungannya dengan gereja sebagai tubuh Kristus (Ef 4:1-16; Roma 12:1-8; 1 Kor 12:1-31).
- Tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi (Ibr. 7:7).
Penolakan terhadap perintah Allah ini disebabkan oleh pemikiran yang individualistis dan eksisten siolistis yang menyebabkan orang Kristen berusaha dengan kekuatannya sendiri menghancurkan otoritas-otoritas yang dianggap merugikan kepentingan pribadi, padahal pikiran Kristen mempunyai dimensi supranatural, yaitu :
- Adanya perintah Allah
- Adanya rencana Allah sesuai dengan kebijaksanaan-Nya
- Adanya kehendak Allah yang memegang otoritas
- Adanya kemahakuasaan Allah dan pemerintahan Allah yang mengontrol segala sesuatu (Lukas 21:18; 1 Kor 6:20)
Memperhatikan Manusia
Memikirkan manusia adalah dalam bentuk menghargai manusia, tidak memperlakukan manusia sebagai “mesin” atau “binatang”. Harus melihat manusia seluruhnya sebagai ciptaan Allah yang tertinggi sebagai gambar dan rupa Allah (Kej 1:26-27). Karena manusia yang diperlakukan sebagai objek pelampiasan kepuasannya yang tidak berbeda dengan “mesin” atau “binatang”.
Pemahaman mengenai pikiran Kristen ini merupakan proses mengembangkan pribadi yang mencakup aspek kehidupan pribadi yang sangat berguna untuk Spiritual Formation dalam the Power of Personality.
Pembentukan Kepribadian (Amsal 27:17)
Physic-Roma 12:1
Seluruh aktivitas, pelayanan / pekerjaan apapun selalu menggunakan fisik. Sebab itu penting menjaga fisik yang prima, karena setiap pelayanan membutuhkan fisik yang kuat dan sehat.
Karena apa yang pertama kali dilihat akan menjadi kesan pertama dari kita (First Impression).
Kesan pertama fisik seseorang menentukan apa ia diterima atau ditolak
- Memiliki penampilan fisik yang prima, bukan yang sakit-sakitan (1 Kor 6:20).
- Tidak memanjakan tubuh (jamu-jaga mulut) melainkan melatih tubuh melakukan kehendak Allah (1 Kor 9:27).
- Penampilan selalu ceria dan sehat (1 Tes 5:16).
- Berpakaian sopan, rapih dan serasi (1Tim 2:9).
- Mempunyai percaya diri yang kuat.
- Keluwesan dalam pergaulan.
Etika Sopan Santun
1. Memiliki sopan santun dan tata krama kehidupan yang baik (Roma 13:13; 1Tes 4:12).
- Memahami etika cara berpenampilan (1 Raja-raja 10:4-7,9).
- Memiliki etika berkomunikasi (berbicara, menelpon, dan sebagainya (Ester 5:7; Kol 4:6; Ams 15:1, 23).
- Memiliki etika umum bermasyarakat (kebiasaan umum sehari-hari, Kej 39:3-6)
2. Bersikap selalu ramah tamah (1 Kor 4:13; Ef 4:32; 2 Tim 2:24; Tit 3:2)
Mentality (Mentalitas)
Sebagai hamba Tuhan bukan saja meningkatkan kualitas rohani, melainkan juga memiliki mentalitas teruji dan terpuji. Karena banyak hamba Tuhan, rohaninya cukup baik, tetapi mentalitasnya sangat parah.
Jabatan pemimpin rohani (pendeta) bukanlah jaminan bahwa seseorang memiliki mentalitas yang teruji dan dipuji.
Ingat, nabi Allah: Elia dan Yunus minta mati (1Raja-raja 19:4; Yunus 4). Hendaknya memiliki mentalitas sebagaimana Yesus Kristus yang sangat teruji dan dipuji (Mat 26:38-42; Filipi 2:8).
- Kepribadian yang Mempengaruhi Pelayanannya
- Pribadi pembohong maka pelayanannya penuh kebohongan
- Pribadi yang munafik maka pelayanannya penuh dengan kemunafikan
- Pribadi malas maka pelayanannya penuh kemalasan
- Pribadi sombong maka pelayanannya penuh kesombongan
- Pribadi yang tidak disiplin maka pelayanannya juga tidak disiplin
- Pribadi yang beres dalam keuangan (1 Tim 6:10; Ibrani 13:5)
- Sebagai hamba Kristus bukan boss! (1 Kor 4:1-2)
- Pribadi yang rajin, tidak malas. (Ams 13:4; 20:4)
- Memiliki kestabilan yang dapat membedakan iman dan sungkanisme
- Taat dan setia kepada kebenaran (2 Tim 3:14)
- Tidak menurut emosi, melainkan sabar (Roma 12:12)
- Tidak berharap dan mengandalkan manusia (mental giat dan pemimpin) (Yer 17:7-8)
- Tidak menjadikan pelayanan sebagai tempat untuk mencari hidup
- Berkata-kata penuh tanggung jawab (Amsal 18:21)
- Memiliki disiplin tinggi, dimiliki dari diri sendiri (1 Tes 15:14; 2 Tes 3:11)
- Tidak tawar hati dalam kesukaran (Ams 18;4; 2 Kor 4:16-18)
- Sukses dan gagal pelayanan sebagian besar terletak pada peranan kepribadian.
- Penampilan pribadi hamba Tuhan di hadapan jemaat dan masyarakat bukan saya sebagai publik relation, tetapi juga sebagai public figure yang memberikan keteladanan.
Kekristenan adalah suatu proses, bertobat, menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat, kemudian dibaptis. Tetapi kehidupan kekristenannya belum selesai. Karena perlu memiliki watak / karakter seperti gambaran Anak-Nya yaitu Yesus Kristus. Manusia memiliki temperamen di mana ada segi positif dan negatif (kelemahannya). Dan temperamen adalah bagian dari watak manusia.
Karakter seseorang sangat berkaitan dengan watak dan temperamen yang dimilikinya, karena pembentukan dimulai dari cara ia berpikir, bertindak dan kebiasaan. Karakter merupakan Kristalisasi yang terbentuk dan sukar diubah. Temperamen adalah warisan dari orang tua dan bawaan sejak lahir, yang secara tidak sadar mempengaruhi tingkah laku seseorang, dan berhubungan erat dengan kepribadian. Jenis kelamin, umur, kondisi kesehatan, dan golongan darah serta situasi dan kondisi lingkungan hidup bersangkut paut dengan temperamen yang ia bawa.
Temperamen adalah unsur kehidupan jiwa yang menimbulkan perbedaan watak. Temperamen adalah hal di mana jiwa mempengaruhi tubuh karena jiwa itu bekerja melalui atau di dalam tubuh.
Temperamen itu mempunyai akar dalam bagian hidup kita yang disebut “di bawah sadar.” Ia bekerja secara otomatis dan tidak dipengaruhi oleh emosi, akal budi, dan kehendak. Temperamen hanya menyangkut fungsi dari kehidupan jiwa. Orang sehat tidak lahir tanpa temperamen.
Kata temperamen berasal dari kata latin “Temperamentum” yang berarti paduan yang cocok. Dalam hal ini dari cairan-cairan jasmani.
400 tahun S.M seorang dokter, filsafat dan ahli jiwa Yunani yang bernama Heppocrates perihal membagi manusia ke dalam empat jenis temperamen, yaitu: sanguine, melancholic, choleric, dan phlegmatic.
Ada hubungan antara kata temperamen dengan tangkapan medis bahwa tubuh manusia mengandung empat cairan, dan perbedaan-perbedaan temperamen itu di sebabkan oleh paduan cairan-cairan itu. Keempat cairan itu adalah: darah, empedu kuning, empedu hitam dan lendir. Keempat jenis temperamen itu bergantung cairan mana yang menguasai campuran itu.
Misalnya, sifat sanguin (dari kata Yunani sanguins = “darah”) mempunyai sifat kaya, hangat, hidup. Sifat “melancholic”(Yunani dari kata melainachole = “empeduhitam). Adalah gelap dan murung. Sifat choleric (dari kata Yunani chole = “empedukuning”). Lekas marah dan ganas. Sifat phlegmatic (dari kata yunani phlegma =“lendir”). Dingin dan lamban.
Jadi temperamen sebenarnya mempunyai pengaruhyang cukup besar dalam pertumbuhan rohani kita.
Hubungan temperamen dengan kepribadian dan pertumbuhan rohani dapat digambarkan dengan bagan
1)Temperamen Melancholic
Melancholic dari kata melanchole, artinya “empedu hitam”, istilah ini melukiskan kemurungan yang membebankan dan memberatkan. Orang tipe melancholic adalah orang yang secara natural biasanya suka murung, cemas, kaku, sederhana, sinis, suka menyendiri, kurang dapat bergaul, pendiam, setia bersahabat, bisa merasakan dan mengerti pergumulan orang lain, sensitif.
Namun jika orang dari tipe ini tidak disucikan oleh Roh Kudus, ia justru mengembangkan aspek negatif dari kepribadiannya, di mana ia dapat menjadi orang yang mudah dendam, menyimpan kesalahan orang lain, rendah diri, dan masa bodoh.
2)Temperamen Choleric
Choleric dari kata chole artinya “empedu kuning”, empedu kuning dianggap cairan yang panas dalam tubuh manusia. Kata tersebut dipakai untuk menggambarkan temperamen yang panas, aktif dan lekas bergerak. Orang tipe choleric adalah orang yang secara natural biasanya mudah tersinggung, tidak dapat tenang, agresif, mudah tergugah, mudah berubah-ubah pikirannya, menuruti dorongan hati, optimis, aktif, mampu menjadi seorang organisator, berkemauan keras, rajin, dan bertanggung jawab. Hanya saja orang tipe ini bila tidak dikuasai Roh Kudus ia justru mengembangkan aspek-aspek negatif di dalam diri kepribadiannya di mana ia menjadi orang yang tidak berperasaan, gampang marah, kejam, sombong, tidak bisa bergaul, tidak punya sahabat
Temperamen Phlegmatic
Phlegmatic dari kata phlegma, artinya “lendir”, cairan tubuh yang dingin serta lembab, kata ini dipakai untuk melukiskan temperamen yang dingin dan lamban, tenang. Orang tipe ini adalah orang yang secara natural biasanya bersikap pasif, hati-hati, bijaksana, bersifat damai dan meguasai diri dan dapat dipercaya, berwatak tenang. Namun jika tidak disucikan dengan Roh Kudus, ia justru mengembangkan aspek-aspek negatif dari kepribadiannya di mana ia bisa menjadi orang pemalas, selalu menolak tanggung jawab, keras kepala.
Temperamen Sanguin
Sanguine dari kata sanguins artinya “darah” oleh karena darah cairan yang panas dalam tubuh, maka sanguin dipakai menjadi istilah untuk melukiskan temperamen yang panas, hidup, berapi-api. Orang tipe ini adalah orang yang secara natural biasanya mudah bergaul, berwatak ramah, banyak bicara, bersifat responsif, bersmangat, tidak banyak pikiran, berjiwa pemimpin. Hanya saja, jika tidak disucikan oleh Roh Kudus ia justrru mengembangkan aspek-aspek negatif dari kepribadiannya, di mana ia akan dikenali oleh lingkungannya sebagai orang yang emosinya tidak stabil, cepat bosan dan masa bodoh dengan hal-hal yang justru serius.
Dan semua temperamen yang belum disucikan oleh Roh Kudus, hal ini akan nampak dalam pelayanannya. Aktif dalam pelayanan, tetapi kesaksian mereka terus-menerus menjadi batu sandungan di dalam gereja maupun di masyarakat. (Gal 5:16; Yoh 14:16)
Sifat-Sifat Kepribadian
Berkepribadian Beres dalam Keuangan
Uang menjadi simbol suatu keberhasilan dalam segala hal. Dunia materialistis bukan saja menguasai dunia bisinis, tetapi juga Karya, pergaulan, cinta, sosial dan religius. Akibatnya konsep diri berubah menjadi materialistis sehingga orang lain sering direndahkan harkat dan martabatnya.
Setiap orang percaya harus beres dalam keuangan baik terhadap sesama maupun terhadap Tuhan. Banyak dijumpai orang Kristen tidak beres soal keuangan. Ada keuangannya beres terhadap Tuhan, tetapi tidak beres terhadap Tuhan.
Firman Allah menyatakan bahwa nilai hakekat kemanusiaan seseorang bukan mencari yang dana dan mati, melainkan sesuatu yang hidup dan kekal.
Berkepribadian sebagai hamba Yesus
Hamba-doulos (budak belian Tuhan) Roma 6:17-22 orang kristen disebut seorang Diakonos (pelayan Kristus dan gerejaNya) Kolose 1:23,25).
Berkepribadian Rajin
Kerajinan harus dikembangkan agar mencapai kehidupan Kristus yang efektif dan berbuah lebat.
Berkepribadian Mengasihi Sesama
Bagaimana kita memperlakukan seseorang atau bagaimana kita menilai seseorang, itulah pertanyaan yang azasi dalam menjawab hal diatas.
Berkepribadian Bicara
Berkepribadian bicara secara bertanggung jawab lidah adalah pemberian Tuhan yang sangat istimewa. Dengannya kita dapat mengemukakan isi hati, pendapat, ide, kritik dan lain-lain. Dengan demikian perkataan kita dapat menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada orang lain maupun pada diri sendiri. Banyak orang Kristen yang rusak kesaksiannya dan menghilangkan kepercayaan orang lain kepadanya, hanya karena terlibat dalam gosip dari pembicaraan yang tidak bertanggungjawab, menyakitii dengan makian, dusta dan lain-lain.
Berkepribadian dalam Mendisiplin Tubuh
Firman Tuhan memberikan penilaian pada tubuh, bahkan lebih tinggi dari ajaran materialis atau filsafat manapun. Tubuh menurut Alkitab adalah untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh, I Kor. 6:13b. Dengan demikian tubuh harus dipulihkan dan diperlukan dengan cara yang terbaik.
Berkepribadian Sedia Menderita
Berabad-abad lamanya manusia dicengkram oleh bermacam-macam penderitaan, penderitaan ekonomi, kelaparan, resesi, kemiskinan, kekeringan dan lain-lain. Penderitaan sosial, penindasan, perbudakan, ras, diskriminasi, penjajahan dan lain-lain
Begitu banyak penderitaan, sediakah kitapun menderita karena Kristus dan kebenaranNya ?
Berkepribadian Setia dan Taat pada Kebenaran
Dalam keadaan ini orang Kristen dapat menjadi garam dan terang dunia. Bukan hanya sebagai peonton. Tugas ini tidak mudah karena didalamnya mengandung ancaman besar, karena iblis ingin merengut kita dari kebenaran. Kebenaran Tuhan adalah kebenaran yang hidup dan berkuasa.
Renungkan :
Mengapa ajaran Agama KEKRISTENAN itu Berbeda dari Ajaran agama lain nya❓
Sudahkah pola hidup anda sesuai dengan kebenaran❓
Ujilah konsep ajaran yang anda pelajari dan apakah tidak bertentangan dengan Firman TUHAN❗
Anda juga dapat membantu mendukung pelayanan ESRON MINISTRY Kami adalah organisasi kemitraan pelayanan yang sepenuhnya danai Sendiri,Kontribusi Anda akan membantu memperluas Kerajaan ALLAH Lewat produksi sumber daya yang lebih berpusat pada Injil dan alat utama melengkapi GerejaNya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Label
EM- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar