Langsung ke konten utama

TERUSLAH MEMUJI TUHAN

Mazmur 150:6 (TB)  Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN❗ Haleluya❗

Psalms 150:6 (KJV)  Let every thing that hath breath praise the LORD. Praise ye the LORD.

๐Ÿ’šHal Yang Paling Menyenangkan  untuk dilakukan  Menggapai  HADIRAT NYA & Cara tercepat yang Penulis lakukan  untuk menggapai Hadirat NYA adalah Dengan: Membaca, Merenungkan serta menghayati  Kitab Mazmur

๐Ÿ’šHanya mereka yang sudah "Mengalami TUHAN" Secara Pribadi Yang mampu Menyanyikan Kidung Terindah, Yang Melampaui Kemerduan Paduan Suara Malaikat di Surga

Mengalami TUHAN" =                                ✅๐Ÿ’šAnugerah Pengampunan                    ✅๐Ÿ’šPemulihan TUHAN 

Kitab Mazmur adalah:                                Kisah kehidupan Raja Daud dalam mengarungi perjalanan hidup dengan berbagai macam  pengalaman, baik-buruk, senang-susah, berhasil-gagal.Selalu dia tumpahkan lewat BERMAZMUR 

Tidak ada anak TUHAN yang luput dari gelombang kehidupan.                    Namun, perjalanan itu bukan tanpa ujung. Karena karya penebusan Kristus telah menyediakan : 

✅Jaminan Surga Mulia, 

✅Pembebasan Sejati dari Kefanaan & Keberdosaan hidup di dunia ini. 

๐Ÿค—Mari kita mulai melatih diri dalam setiap keadaan dan situasi untuk memuji TUHAN:"Haleluya"❗          {Karena inilah kelak tugas yang akan kita lakukan disurga}

Tak ada mazmur yang lebih tepat selain Mazmur 150 ini untuk mengakhiri kitab yang penuh dengan cita rasa dan haru biru perasaan dari para penulisnya. 

Semua perasaan yang tertumpah ruah dalam bentuk pujian maupun keluhan, syukur atau permohonan, dan keyakinan terkadang keraguan, diakhiri dengan satu puji-pujian yang mantap bahwa Tuhan memang layak dipuji karena:

✅DIA lah yang bertakhta di tempat tinggi oleh karena keperkasaan dan kebesaran-NYA (1-2). Itu berarti, semua ratap tangis, permohonan dan keputusasaan yang dipanjatkan pada mazmur-mazmur yang lampau tidaklah sia-sia. Dia mendengar dari langit yang tinggi untuk menjawab semuanya dengan kasih dan kuasa-Nya. 

✅Oleh sebab itu, pujian yang dikumandangkan bagi-Nya tak boleh tanggung-tanggung. Bak orkestra, semua peralatan musik harus dipadukan untuk menembangkan kemegahan-Nya yang tak terbandingkan (3-5). 

✅Irama dan gerakan tarian pun harus mengekspresikan rasa syukur yang melimpah (4). 

✅Jauh lebih penting daripada semua instrumen musik dan gerak tari itu adalah ucap puji dan syukur yang keluar dari mulut umat Tuhan (6). 




II)Zaman sekarang, banyak gereja sangat bergantung kepada peralatan musik dan sistem suara yang canggih agar puji-pujian dalam ibadah bisa berlangsung sebagai suatu perayaan akbar. Apa jadinya kalau teknologi canggih tersebut terkendala dengan aliran listrik yang terputus. Masihkah suasana ibadah raya tetap semarak mengumandangkan puji-sembah kepada Sang Raja di takhta-Nya yang kudus?


Mazmur 150, sebagai penutup kumpulan nyanyian dan doa bagi ibadah umat Israel, mengajak bukan hanya umat Allah PL, tetapi juga umat-Nya di segala tempat dan di sepanjang zaman untuk memuji Allah dengan menggunakan peralatan musik yang sederhana (3-5), namun mampu mengiringi sikap hati beribadah yang tulus. Ibadah yang setulusnya bukan bergantung kepada alat yang dipakai melainkan pada hati yang bersyukur, dan yang tak putus-putusnya terpesona dalam kekaguman akan kebesaran dan kebaikan Allah. 


Alat-alat musik hanyalah sarana untuk mengiring atau menolong umat mengekspresikan syukur dan kagum tersebut dari dalam hati keluar dalam ujud gerakan-gerakan ekspresif seperti tari-tarian (4) dan tentunya dengan lidah yang Tuhan ciptakan untuk melantunkan nada dan kata memuja-muji sang Khalik dan Penebus umat-Nya. Kata-kata yang diungkap menggunakan nada-nada merdu dan diiring alat-alat musik sudah tersedia, yaitu 150 mazmur untuk segala jenis ibadah umat. 


Walaupun warna suara manusia berbeda-beda, kualitas vokal dan teknik bernyanyi juga sangat variatif, namun pengalaman ditebus oleh darah Kristus membuat suara sedatar, sesumbang, dan sepecah apa pun, indah di telinga Tuhan yang melihat ketulusan hati. Tentu, akan lebih indah, juga di telinga sesama, sebagai kesaksian untuk kemuliaan Tuhan, kalau kita mau meningkatkan kualitas vokal kita serta memanfaatkan sarana musik yang tersedia.


๐Ÿค—Siapa yang harus memberikan persembahan ini (ay. 6): biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN. Si pemazmur memulai dengan sebuah panggilan kepada orang-orang yang mendapat tempat di tempat kudus-Nya dan yang bekerja melayani di bait suci. Tetapi, ia menutup dengan sebuah panggilan kepada semua anak manusia, dengan pandangan yang tertuju pada waktu orang-orang bukan Yahudi dibawa masuk ke dalam jemaat, dan ketika di setiap tempat, yang mendapat perkenanan-Nya seperti Yerusalem, korban ini akan dipersembahkan (Mal. 1:11). Sebagian orang berpikir bahwa ke dalam segala yang bernafas di sini harus kita masukkan juga makhluk-makhluk yang lebih rendah (seperti dalam Kejadian 7:22), semua yang dalam hidungnya ada nafas hidup. Mereka memuji Allah sesuai dengan kemampuan mereka. Nyanyian burung-burung adalah sejenis perbuatan memuji Allah. Maka binatang-binatang pun berkata kepada manusia, “Kami akan memuji Allah seandainya kami bisa. Jadi tolong perbuatlah itu bagi kami.” Yohanes dalam sebuah penglihatan mendengar nyanyian pujian dari semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi (Why. 5:13). Sebagian yang lain berpikir bahwa hanya anak-anak manusia yang dimaksudkan di sini. Sebab ke dalam hidung merekalah Allah dengan cara yang lebih khusus mengembuskan nafas hidup, dan kemudian mereka menjadi makhluk yang hidup (Kej. 2:7). Karena sekarang Injil diperintahkan untuk diberitakan kepada segala makhluk, kepada segala makhluk manusia, maka segala makhluk manusia diharuskan memuji Tuhan. Untuk apa kita mempunyai nafas, mempunyai roh, selain untuk menggunakannya dalam memuji Allah? Bagaimana lagi kita dapat menggunakannya dengan lebih baik? Doa disebut nafas kita (Rat. 3:56, kjv; tb: kesah kita – pen.). Biarlah semua orang yang mengembuskan nafas kepada Allah di dalam doa, dalam menemukan keuntungan darinya, mengembuskan puji-pujian bagi-Nya juga. Karena kita mempunyai nafas, biarlah puji-pujian kepada Allah mengharumkan nafas kita. Marilah kita bersuka ketika melakukan pekerjaan ini. Biarlah pekerjaan itu bagi kita seperti udara yang kita hirup, yang tanpanya kita tidak bisa hidup. Karena mempunyai nafas di dalam hidung kita, marilah kita mempertimbangkan bahwa nafas itu masih terus kita embuskan, namun ketika terembus keluar, tidak akan kembali. Oleh sebab itu, karena sebentar lagi kita harus mengembuskan nafas kita yang terakhir, maka selagi kita masih bisa bernafas, marilah kita memuji Tuhan. Dengan demikian, pada saatnya nanti kita akan mengembuskan nafas kita yang terakhir dengan perasaan tenang, dan, ketika maut sudah kehabisan nafas, kita akan berpindah ke dunia yang lebih baik untuk menghela nafas puji-pujian Allah di udara yang lebih bebas dan lebih segar.

Tiga kitab pertama dari lima kitab Mazmur (sesuai dengan pembagian dalam bahasa Ibrani) ditutup dengan amin dan amin, kitab keempat dengan amin, haleluya, tetapi yang terakhir, dan di dalamnya seluruh kitab Mazmur, hanya ditutup dengan haleluya, karena enam mazmur yang terakhir dicurahkan sepenuhnya untuk memuji Allah, dan tidak ada satu pun kata keluhan atau permohonan di dalamnya. Semakin dekat orang-orang Kristen pada akhir hayat mereka, semakin mereka harus dipenuhi dengan puji-pujian kepada Allah. Sebagian orang berpikir bahwa mazmur yang terakhir ini dirancang untuk memperlihatkan kepada kita pekerjaan orang-orang kudus yang dimuliakan di sorga, yang di sana senantiasa memuji Allah, dan bahwa alat-alat musik yang dikatakan di sini digunakan tidak harus dimengerti secara harfiah sama halnya seperti emas, mutiara, dan batu-batu permata yang dikatakan akan menghiasi Yerusalem Baru (Why. 21:18-19). Tetapi, sama seperti benda-benda itu menunjukkan bahwa kemuliaan-kemuliaan sorga adalah kemuliaan-kemuliaan yang paling luhur, demikian pula alat-alat musik ini menunjukkan bahwa puji-pujian orang-orang kudus yang dipersembahkan di sana adalah puji-pujian yang paling gemilang. Di sana doa-doa akan tertelan dalam puji-pujian yang kekal. Di sana tidak akan ada waktu jeda dalam memuji Allah. Namun begitu, tidak ada rasa lelah, sebaliknya seruan-seruan haleluya akan terus diulang-ulang sampai selama-lamanya, dan walaupun begitu nyanyian-nyanyian itu tetap baru. Marilah kita sering-sering menyukakan hati dengan memikir-mikirkan apa yang sedang dikerjakan oleh orang-orang kudus yang sudah dimuliakan di sorga, apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang yang kita kenal di bumi yang telah pergi ke sana mendahului kita. Biarlah hal itu tidak hanya membuat kita rindu untuk berada bersama-sama dengan mereka, tetapi juga menggugah kita untuk melakukan bagian dari kehendak Allah ini di bumi sini sebagaimana yang dilakukan oleh mereka yang ada di sorga. Marilah kita menghabiskan waktu kita sebanyak-banyaknya untuk melakukan pekerjaan yang baik ini, karena di dalam pekerjaan ini kita berharap akan menghabiskan kehidupan kekal yang penuh sukacita. Haleluya adalah kata yang diucapkan di sana (Why. 19:1-3). Marilah kita menggemakannya sekarang, seperti orang yang berharap ingin bergabung di sana sebentar lagi. Haleluya, pujilah TUHAN. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...