GEREJA ALKITABIAH tidak ada sakramen melainkan hanya mengenal DUA ORDINANCE (UPACARA YANG DIPERINTAHKAN) yaitu Baptisan dan Perjamuan TUHAN.
Dalam Iman Kekristenan, PERNIKAHAN merupakan perintah TUHAN yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, termasuk manusia.
Dalam hal ini, PERNIKAHAN sebagai REALISASI PERINTAH ALLAH KEPADA MANUSIA untuk beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi (Kejadian 1:28).
PERINTAH YANG SAMA DALAM KEJADIAN 1:28 diulang lagi, supaya Nuh dan anak-anaknya beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi (Kejadian 9:7)
Dua bagian FIRMAN TUHAN di atas memberitahukan kepada umat manusia bahwa PERNIKAHAN ADALAH :
DIKEHENDAKI OLEH TUHAN ALLAH.
Itu sebabnya dalam iman Kristen yang mempercayai Alkitab sebagai FIRMAN ALLAH, PERNIKAHAN harus dilaksanakan dengan sakral di bawah pimpinan TUHAN melalui para HAMBA TUHAN.
AKAN TETAPI DI ZAMAN GEREJA – terdapat masalah berkenaan proses PEMBERKATAN dan PENEGUHAN NIKAH serta tempatnya.
A. PEMBERKATAN NIKAH
Beberapa gereja tertentu mempunyai pendapat bahwa PEMBERKATAN NIKAH diperuntukan bagi mereka dianggap suci, dalam pengertian kedua pengantin dalam pengamatan pendeta dn jemaat belum melakan hubungan seksual
B. PENEGUHAN NIKAH
Sementara istilah PENEGUHAN NIKAH diperunutkan bagi mereka yang kedua pengantin telah berhubungan seks di luar nikah sehingga hamil.
Menurut Gereja tertentu pengantin yang telah ketahuan pasangan perempuannya hamil karena free seks, maka ketika keduanya meminta untuk dipersatukan sebagai sepasang suami- istri dengan cara Gereja, maka gereja tertentu itu tidak melakukan proses PEMBERKATAN NIKAH, tetapi PENEGUHAN NIKAH.
C. TEMPAT
MENGAPA diadakan di Gereja?
Jawabannya ialah:
Ketika ada dua orang bersepakat untuk hidup sebagai suami-istri dan mereka mau mengumumkan kepada publik, dan juga ingin seluruh anggota jemaat meneguhkan atau memberi approve di hadapan ALLAH dan dihadapan anggota jemaat, itu adalah hal yang sangat baik.
Saling Menyatakan Kasih dan Saling Berjanji setia di hadapan ALLAH dan sidang jemaat NYA, dan Memohon Restu serta doa dari seluruh anggota jemaat dimana mereka sebagai bagiannya, adalah hal yang sangat indah serta menyukakan hati TUHAN.
Sikap mereka yang menghormati PENIKAHAN, terlebih lagi sikap mereka yang menghormati janji setia mereka di hadapan ALLAH dan sidang jemaat NYA itulah yang akan mendatangkan berkat TUHAN dalam kehidupan rumah tangga mereka.
UPACARA YANG DILAKUKAN OLEH GEREJA ALKITABIAH DALAM HAL PERNIKAHAN IALAH:
1)MENGUKUHKAN atau MENEGUHKAN PERNIKAHAN dua anggota jemaatnya di hadapan ALLAH dan di hadapan sidang jemaat NYA serta berdoa memohonkan kasih KARUNIA ALLAH untuk kehidupan rumah tangga mereka.
2)BERKAT TUHAN bagi mereka selanjutnya tentu tergantung pada sikap hati mereka kepada TUHAN bukan pada PENUMPANGAN TANGAN dari IMAM atau PENDETA yang melakukan PRAKTEK KEIMAMATAN
Ada Sebagian Gereja/Orang Yang Memakai Statement: "Membedakan Antara Pemberkatan Dan Peneguhan Nikah & Tempat Pun Juga Di Bedakan.
Jika PEMBERKATAN DI LAKUKAN DI GEREJA, sedangkan PENEGUHAN Dilakukan Di Luar Gedung Gereja, Misalnya Rumah, Gedung Umum,Restoran Dan Lain Sebagainya.
D. ALASAN PEMBEDAAN
Alasan pembedaan pemberkatan dan peneguhan nikah serta penentuan tempat sebagi berikut:
•DINGGAP TIDAK SUCI
•UNTUK MENDISIPLINKAN KEDUA MEMPELAI (SEBAGAI EFEK JERA)
•ANTISIPASI KEPADA JEMAAT UNTUK TIDAK MUDAH MELAKUKAN DOSA
PERTANYAAN
1)ADAKAH GEREJA YANG TIDAK MEMPERSOALKAN KEDUA HAL INI ???
2)Bagaimana Kita Memahami Ibadah Peneguhan Dan Pemberkatan Nikah Gerejawi?
3)APA MAKNA PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH?
JAWABAN :
Secara Implisit Ibadah PENEGUHAN Dan PEMBERKATAN Nikah Mempunyai Makna Yang Dalam Bagi Mereka Yang Memasuki Hidup Pernikahan:
1)PERTAMA, PENGAKUAN BAHWA PERMULAAN HIDUP PERNIKAHAN ADALAH DI DALAM TUHAN.
2) KEDUA, MEMPELAI MENYATAKAN SECARA TERBUKA KEPADA UMAT BAHWA MEREKA MULAI SAAT ITU ADALAH SUAMI-ISTRI DI DALAM PERNIKAHAN YANG KUDUS.
3)KETIGA, MEMPELAI MENYATAKAN JANJI DI HADAPAN TUHAN DAN JEMAAT-NYA UNTUK HIDUP DI DALAM TANGGUNG-JAWAB KRISTIANI.
Oleh sebab itu, PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN PERNIKAHAN dilakukan di dalam kebaktian jemaat dan di situlah mempelai menyatakan janjinya.
4)KEEMPAT, LITURGI PADA BAGIAN PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH TIDAK SEKEDAR FORMALITAS, MELAINKAN SEBUAH JANJI IMAN KEDUA MEMPELAI KEPADA TUHAN YANG DISAKSIKAN OLEH JEMAAT-NYA”
PEMBERKATAN DAN PENEGUHAN NIKAH – DIANGGAP SAMA.
Tidak Ada Pembedaan Signifikan, Tetapi Keduanya Disejajarkan, dan Juga Tempatnya Tidak Tampak Dipermasalahkan.
KONSEP PERNIKAHAN YANG SALAH
Yang tidak direstui di Gereja tidak akan mendapat berkat TUHAN,Lalu Pertanyaannya:
Apakah Tata Cara Ini Salah?
Penulis Jawab:
"TIDAK"
Sebab ESENSI PERNIKAHAN tidak terletak pada Tata cara, tetapi pada RENCANA TUHAN.
A. ESENSI PERNIKAHAN
Di Dalam Kekristenan Adalah Penggenapan Rencana ALLAH,bukan pada PEMBERKATAN atau PENEGUHAN, maka
ESENSI PERNIKAHAN menurut Penulis: Kedua Hal Itu Hanya Istilah Saja Dan Tidak Perlu Dibedakan. Sebab ESENSI dalam PROSES PEMBERKATAN dan PENEGUHAN tidak terletak pada caranya, tetapi:
SIAPA NAMA...
SIAPA MEMPELAI...
YANG AKAN DIBERKATI ATAU DITEGUHKAN.
Kalaupun Gereja Tertentu Membedakan Antara PEMBERKATAN Bagi Yang “masih Suci” & PENEGUHAN Bagi Yang “hamil Diluar Nikah”KUASA TUHAN ketika DIBERKATI atau DITEGUHKAN itu sama KUALITASNYA.
Kuasa TUHAN itu tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.
Kalau Begitu Adanya, Mengapa Gereja Harus Membedakan?
ESENSI PEMBERKATAN ATAU PENEGUHAN. Dari yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis tidak setuju jika PENEGUHAN – bagi yang "TIDAK SUCI”– dilakukan di luar Gereja.
SEBAB HAL ITU TIDAK ADA DASAR ALKITABNYA.
Seyogyanya GEREJA tempat orang DIPULIHKAN, dan DIPERBAHARUI menjadi MANUSIA BARU di dalam YESUS KRISTUS.
TUHAN YESUS mengundang orang yang berdosa datang kepada-NYA, kenapa Gereja yang hanya SEBAGAI ALAT “MENGUSIR” ORANG BERDOSA, SEMENTARA ORANG ITU ADALAH MILIK KRISTUS ?
B. TUGAS GEREJA
Bagaimanapun Penulis percaya bahwa: Gereja punya otoriitas sebagai media TUHAN untuk MEMBERKATI & MENEGUHKAN PERNIKAHAN, Namun otoritas ini tidak untuk Menjatuhkan Sangsi, tetapi untuk MENYALURKAN BERKAT TUHAN dalam sebuah PERNIKAHAN dan mengayomi Jemaat yang berbuat dosa,
DALAM ARTIAN BAHWA:
"DIBINA Supaya Jemaat Tersebut Sadar Akan Dosanya Dan Mengambil Keputusan Untuk Bertobat, Lalu Kemudia Gereja Menuntunnya Untuk Datang Kepada TUHAN Memohon Pengampunan".
C. PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari uraian di atas, maka PEMBERKATAN dan PENEGUHAN NIKAH menurut hemat penulis tidak perlu dibedakan, karena memang tidak beda, hanya sekedar istilah.
Sebab Baik DIBERKATI maupun DITEGUHKAN sama-sama di dalam TUHAN.
Tidak ada yang beda, keculi jika diberkati di dalam TUHAN sedangkan diteguhkan di dalam yang lain.
Jika keduanya dilakukan di dalam nama TUHAN mengapa harus dibedakan?
Bukankah Kuasa TUHAN sama besar dan kualitasnya?
Adakahkah Kuasa TUHAN bisa dibagi-bagi; yang lebih besar dan yang lebih kecil?
Tentu tidak, Kuasa TUHAN sama.
Mengenai tempat, penulis berpendapat bahwa seyogyanya tidak perlu dibedakan, jikapun itu dianggap sebagai efek jera, ingat tindakan TUHAN YESUS ketika orang Yahudi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah.
TUHAN YESUS menjawab orang Yahudi, “SIAPA DIANTARA KAMU YANG TIDAK BERDOSA, HENDAKLAH IA YANG PERTAMA MELEMPARKAN BATU KEPADA PEREMPUAN ITU” (BACA YOHANES 8:1-11).
Jawaban: "TUHAN YESUS menunjukkan bahwa manusia tidak punya hak memberi sangsi kepada orang yang berbuat dosa – terkecuali ranah hukum yang berlaku di suatu negara/daerah.
Melihat status orang Kristen yang ditebus oleh YESUS sendiri, tentu semakin jelas bahwa Gereja sebenarnya sama di hadapan TUHAN.
Dalam hal wewenang Gereja berkenaan otoritasnya, maka Gereja memang punya andil bagaimana membina, mendisplinkan setiap jemaat yang telah TUHAN percayakan.
Namun semua ini dilakukan bukan supaya Gereja ditakuti/disegani oleh jemaat atau untuk mengantisipasi jemaat lain untuk tidak berbuat dosa, akan tetapi semata-mata karena takut akan TUHAN.
DASAR DISIPLIN/SANGSI ADALAH TAKUT AKAN TUHAN.
B. SARAN
Sebelum menerapkan terlebih dahulu para hamba TUHAN memberi Pengertian dan Pembinaan kepada jemaat bahwa:
⛪GEREJA BUKAN TEMPAT SANGSI, TAPI TEMPAT PEMULIHAN.
⛪GEREJA TEMPAT MEMPERLENGKAPI JEMAAT TUHAN SUPAYA TIDAK MENYALAHGUNAKANNYA TERUTAMA KAUM MUDA.
HAL INI YANG PERLU DIKAWATIRKAN, Karena di dalam Gereja yang memiliki KEDEWASAAN IMAN dan PENGETAHUAN akan kebenaran tidak sama.
JUSTRU JIKA DITERAPKAN HAL INI, BISA SAJA MENJADI SYOK BAGI MEREKA YANG BELUM DEWASA IMANNYA.
Bagi Hamba TUHAN yang organisasinya membedakan antara PEMBERKATAN dan PENEGUHAN serta tempatnya, sebagai anggota organisasi sebaiknya menerapkan apa yang menjadi keputusan organisasi.
Namun melakukan hal itu bukan karena aturan organisasi semata, tetapi karena takut akan TUHAN. Dalam hal ini, penulis usulkan untuk mengubah KONSEP, bukan lagi sebagai SANGSI GEREJA/ORGANISASI, TETAPI KARENA TAKUT AKAN TUHAN.
II.KONSELING PRANIKAH DALAM PASTORAL:
1)MEMAHAMI KEUNIKAN DAN KEHENDAK ALLAH DALAM PERNIKAHAN KRISTEN (KELAS)
– Menolong Pasangan mengenal dan menghargai keunikan pernikahan Kristen
– Menolong pasangan untuk menyadari perlunya mempertahankan keunikan tersebut dan menghidupinya dalam Pernikahan mereka kelak
2)PERBEDAAN PERAN PRIA DAN WANITA DALAM PERNIKAHAN (KELAS)
– Menolong masing-masing memahami pasangan dengan lebih baik melalui pemahaman tentang perbedaan natur pria dan wanita
– Menolong pasangan memahami perbedaan tersebut sebagai dasar tumbuhnya sikap saling memahami & menghargai masing-masing pasangan, sebagaimana tujuan ALLAH menciptakan pria dan wanita
3) PERENCANAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM KELUARGA (KELAS)
– Menolong pasangan memahami prinsip-prinsip Alkitab tenang uang dan bagaimana menerapkannya dalam keluarga mereka kelak
– Menolong Pasangan memahami bagaimana mengelola keuangan keluarga dengan bijak
4) KOMUNIKASI YANG EFEKTIF (KELAS)
– Menolong pasangan memahami natur komunikasi dan aspek-aspeknya
– Menyadari sistem komuniksi yang sudah terbentuk dalam kehidupan pasangan,
sehingga sistem komunikasi yang tidak sehat dapat diperbaiki
5)KONFLIK: BAGAIMANA MENGHADAPI DAN MENYELESAIKAN (KELAS)
– Menolong pasangan menyadari realitas kemungkinan terjadinya konflik dalam kehidupan mereka
– Menolong pasangan belajar menghadapi/mengatasi konflik dengan cara yang sehat & benar
6)SEKSUALITAS DALAM PERNIKAHAN (KELAS)
– Menolong pasangan memahami natur manusia sebagai makhluk seksual dengan
segala implikasinya
– Menolong Pasangan merencanakan hadirnya anak-anak dalam pernikahan mereka
– Menolong Pasangan untuk memahami pentingnya menjaga ke- kudusan seksual dalam ikatan suami istri, sesuai dengan Keunikan Pernikahan Kristen
7) MENGAPA SAYA MENIKAH?
– Menolong Pasangan memahami dengan jelas tujuan mereka menikah
– Menolong Pasangan menyadari bahwa menikah adalah adalah keputusan serius yang membutuhkan komitmen besar
8)HUBUNGAN DENGAN KELUARGA ASAL
– Menolong Pasangan memahami kebenaran Alkitab dalam hubungan antara anak dengan orangtua/mertua
– Menolong Pasangan menyadari sistem hubungan yang sudah terbentuk dan memikirkan langkah-langkah Perbaikan
9) MEMPERSIAPKAN PERNIKAHAN DAN ASPEK-ASPEKNYA.
– Menolong Pasangan memahami persiapan-persiapan yang mereka perlukan menjelang hari pernikahan
– Menolong Pasangan memahami dan mempersiapkan diri menghadapi realitas Pernikahan dan aspek-aspeknya
Komentar
Posting Komentar