MILIKI KEPEKAAN HATI||ROH
(Lihat Gbr Posisi Roh ALLAH Di Area Hati Kita)
PENGERTIAN KEPEKAAN:
• Kepekaan adalah ketika ROH ALLAH yang ada di dalam hati kita umat Percaya bergejolak saat melihat sesuatu terjadi. (Kis 17:16)
DALAM KISAH PARA RASUL 17:16 DIKATAKAN BAHWA PAULUS SEDIH HATINYA❗
Why.....❓❓❓
BAHASA ASLINYA YUNANI:
ฮ ฮฑฯ
ฮปฮฟฯ
ฯฮฑฯฯฮธฯ
ฮฝฮตฯฯ ฯฮฟ ฯฮฝฯตฯ
ฮผฮฑ ฮฑฯ
ฯฮฟฯ
ฮตฮฝ ฮฑฯ
ฯฮฟฯ
(THE SPIRIT OF PAUL BESIDES SHARPHENED),
Yang dalam Alkitab KJV diterjemahkan “HIS SPIRIT WAS STIRRED” Artinya Rohnya bergejolak, dalam NIV “He Was Greadly Distressed”, artinya Dia Merasakan Tekanan Yang Besar.
PAULUS SEDIH BUKAN SEDIH YANG BIASA TETAPI IA SEDIH DALAM ROH. Kesedihannya begitu mendalam, hatinya seakan-akan diiris-iris dengan pisau tajam, rohnya bergejolak seakan-akan mendidih.
1️⃣ DEFENISI KEPEKAAN ❗
¹)PAULUS SEDIH DALAM ROH KARENA IA DAPAT MERASAKAN APA YANG ADA DI HATI TUHAN
Sama Seperti YESUS bersikap biasa saja meski ditolak di Yerusalem; YESUS tidak menangis ketika dicambuk dan disalib; tetapi YESUS menangis ketika melihat orang-orang Yerusalem tidak mengerti Kebenaran (Luk 19:41). DIA merasakan KESEDIHAN YANG MENDALAM❗❗❗
²)KEPEKAAN ADALAH KETIKA KITA BISA MERASAKAN APA YANG DIRASAKAN ORANG LAIN. (AYUB 32 ; 33)
Saat Ayub ditimpa musibah besar, dia berkeluh-kesah dan menyalahkan Tuhan atas penderitaannya ini (Ayub 3; 40:3). Namun Elihu sangat paham dengan perasaan Ayub meskipun pandangan Ayub ini salah. Kepekaan Elihu terhadap situasi yang terjadi membuat ia mampu memberikan nasihat yang tepat sehingga bisa diterima Ayub.
³)KEPEKAAN ADALAH KETIKA KITA CEPAT TANGGAP||MENGERTI MANA YANG BAIK DAN MANA YANG BURUK(IBR 5:14)
Dalam Ibr 5:14 dikatakan bahwa orang yang dewasa rohani adalah mereka yang mempunyai kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Seorang bayi tidak mengerti ketika dia berbuat kesalahan. Semakin besar dia akan semakin mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Artinya dia semakin memiliki kepekaan untuk merespon segala yang terjadi disekitarnya dan mengambil sikap dengan benar.
2️⃣ JENIS JENIS KEPEKAAN
¹)KEPEKAAN MENDENGAR SUARA TUHAN. (YOH 10:3-5)
Orang yang mau melayani harus mulai dari dasarnya yaitu pertobatan. Itulah saat dia mengenal suara Tuhan lalu mengikuti-Nya. Menurut Yoh. 10:3-5 dikatakan bahwa domba mendengar suara gembala lalu dia akan mengikuti ke mana gembala itu pergi. Jika dia tidak peka maka dia tidak akan bisa membedakan mana suara gembala dan mana suara pencuri. Dia bisa saja salah orang. Sesudah bertobat kemudian dia harus mengenal Firman dan hidup di dalam-Nya. Artinya kepekaan untuk mendengar suara Tuhan harus terus-menerus dipertajam dan kepekaan inilah yang akan mendorongnya untuk melakukan segala sesuatu yang sesuai kehendak Tuhan. Contohnya: anak yang sangat kenal dengan suara langkah bapaknya. Belum dipanggil sudah dating hanya karena mendengar suara langkahnya.
²)KEPEKAAN PADA ROH KUDUS. (GAL 2:20; 4:6; 5:25; KIS 16:6-7)
Roh Kudus adalah Guru kita untuk mengajar, menjelaskan, meyakinkan kebenaran Firman Allah, menghibur, dan menolong kita. Dia akan menuntun hati dan pikiran kita untuk melakukan segala hal yang menjadi kehendak Allah. Di dalam Galatia 2:20 Paulus menyatakan bahwa dia hidup bukan lagi oleh dirinya sendiri tetapi oleh Kristus yang hidup dalam dirinya. Itulah Roh Kudus. Dengan demikian, setiap hari Dia akan memimpin kita kepada kehendak-Nya. Paulus sangat peka pada hadirnya Roh Kudus dalam dirinya sehingga dia dapat mengetahui pimpinan-Nya dan mematuhi-Nya (Kis 16:6-7). Kita dapat meneladani Paulus dengan mengembangkan kepekaan untuk mendengar suara Roh Kudus dan merasakan pimpinan-Nya.
³)KEPEKAAN TERHADAP PANGGILAN PELAYANAN
(1 SAM 3; YOH 1:43-51)
Kitab I Sam 3 mengisahkan pemanggilan Allah kepada Samuel yang masih belia. Saat Samuel tidur, Allah memanggil namanya: “Samuel, Samuel!”. Dengan sigap Samuel segera berlari ke arah imam Eli karena dia menyangka dipanggil oleh imam Eli. Tetapi imam Eli menjawab bahwa dia tidak memanggil Samuel. Sampai 3 kali Allah mengulang panggilan-Nya kepada Samuel, dan 3 kali pula Samuel selalu sigap memberi respon dengan datang dan bertanya kepada imam Eli walau telah dijawab bahwa imam Eli tidak memanggil dirinya. Barulah imam Eli mengetahui bahwa Allah yang memanggil Samuel, karena itu dia memberitahu Samuel, apabila Allah memanggil namanya kembali, dia harus memberi jawab: “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar" (I Sam. 3:9). Sikap Samuel ini menunjukkan bahwa Samuel adalah seorang yang memiliki kepekaan yang sangat tinggi. Walau dia dalam keadaan tertidur lelap, dia tetap peka dengan suara yang memanggil dirinya. Bandingkan dengan kita. Samuel bukan sekedar peka dan terbangun dari tidurnya, tetapi kepekaan diri tersebut senantiasa diikuti dengan sikap yang sigap bertindak agar tidak ada tugas yang terlalai.
Dalam Yoh 1:43-51 merupakan kisah pemanggilan Yesus pada murid-murid-Nya yang pertama, yaitu Andreas, Filipus, dan Natanael. Ketiganya sama-sama memiliki kepekaan akan panggilan-Nya namun berbeda dalam cara dan kecepatan merespon-Nya. Andreas mengikuti Yesus karena mendengar pernyataan Yohanes, artinya sebelum Yesus mengajaknya, dia sudah mengikuti Yesus. Filipus diajak dan langsung mengikuti Yesus tanpa bertanya apa-apa. Sedangkan Natanael merasa perlu meyakinkan diri terlebih dahulu sebelum mengikut Yesus. Tapi Yesus justru memuji Natanael dan menubuatkan hal yang besar bagi Natanael. Artinya Yesus menilai bukan dari kecepatan orang dalam merespon ajakan-Nya tetapi dari motivasi orang itu. Cepat bertindak belum tentu benar. Yang dibutuhkan adalah kepekaannya terhadap peristiwa yang dihadapinya.
Panggilan Allah juga terjadi dalam setiap kehidupan kita tetapi belum tentu kita memiliki sikap yang peka seperti Samuel atau ketiga murid Yesus itu. Mungkin berulangkali Allah memanggil kita, namun kita sering lebih memilih tidak peduli dan mengeraskan hati. Kepekaan perlu diikuti dengan kesigapan merespon seperti halnya Samuel, Andreas, dan Filipus. Tapi kadang-kadang respon bisa saja lambat seperti halnya Natanael, tapi Tuhan tidak mempermasalahkan itu. Respon yang cepat belum tentu benar kalau kita salah memahami panggilan-Nya. Betapa vital dan berharganya makna kepekaan hati-nurani dan iman, karena tanpa kepekaan hati-nurani dan iman kita akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keselamatan dan membagikan berita anugrah itu kepada orang-orang di sekitar kita.
⁴)KEPEKAAN SOSIAL. (YAK 1:19-27; MAT 25:35-40; LUK 10:36-37)
Yakobus menekankan pentingnya kehidupan Kristen yang utuh, yaitu bukan saja mendengar dan meneliti Firman, tetapi juga melakukan kebenaran Firman itu. Jemaat Kristen Yahudi pada masa itu masih terperangkap ibadah-ibadah formal-seremonial, menggambarkan orang yang mendengar Firman namun tidak melakukannya sebagai “orang yang bercermin tetapi kemudian lupa akan rupanya sendiri” (1:23-24). Maka di ayat 26-27, Yakobus mengaitkan keutuhan hidup yang melakukan firman dengan konsep ibadah yang “murni dan tak bercacat di hadapan Allah.” Yakobus mengaitkan kemurnian dan kebenaran ibadah dengan aspek kepedulian terhadap sesama, khususnya kaum yang lemah. Kata “ibadah” adalah terjemahan dari kata ฮธฯฮทฯฮบฮตฮนฮฑ (dari akar kata sifat ฯดฯฮทฯฮบฮฟฯ atau “beribadah ritual”).
Kata ini menggambarkan seseorang yang melakukan aktivitas keagamaan seperti ibadah secara umum, berpuasa, atau memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Di sini Yakobus menekankan ciri ibadah yang murni, yaitu ibadah yang memiliki kuasa yang mengubahkan hidup. Maknanya jelas bahwa ibadah yang benar lebih dari sekedar aktivitas lahiriah. Ia harus lahir dari suatu kondisi kerohanian yang tulus, yang kemudian diekspresikan di dalam tindakan kasih akan sesama dan kekudusan hidup di hadapan Allah.
Ibadah memang dapat diwujudkan dalam suatu relasi penyembahan yang khusus dan pribadi antara orang percaya dengan Allah di dalam satu bentuk seremoni atau liturgi khusus. Namun ibadah seremonial ini harus dinyatakan dalam tindakan sehari-hari dengan cara menyatakan kasih bagi sesama dan kepedulian terhadap segala masalah bangsa ini. Apa yang digambarkan Yakobus sebagai tindakan “mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka” merupakan wujud kasih akan sesame, sebagaimana yang diajarkan Yesus Kristus.
Kata kerja “mengunjungi” (ฮตฯฮตฯฮบฮตฯฮฑฯฮธฮต) juga digunakan dalam Matius 25:36-40, yang memiliki makna “mengunjungi orang yang sakit” bukan semata-mata karena suatu kewajiban sosial, tetapi terlebih untuk memperhatikan kebutuhan mereka secara tulus. Dalam tulisan Matius tersebut dijelaskan bahwa apapun tindakan kasih yang kita nyatakan kepada setiap orang yang paling membutuhkannya adalah sebuah tindakan bagi Kristus sendiri. Sebagaimana halnya yang ditulis di Lukas 10:27-37, Yesus mengajarkan bahwa mengasihi Tuhan harus diwujudkan dengan mengasihi orang lain yang memerlukan bantuan sekalipun orang itu adalah orang yang memusuhi kita.
John Stott dalam bukunya, Isu-isu Global: Menantang Kepemimpinan Kristiani, halaman 11, menggambarkan minimnya kepedulian sosial gereja dengan mencatat sebuah sajak seorang wanita miskin yang meminta bantuan seorang pendeta (entah sajak ini nyata atau sebuah sindiran):
๐ญSAYA KELAPARAN,dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya.
๐ญSAYA TERPENJARA,dan Anda menyelinap ke kapel Anda untuk berdoa bagai kebebasan saya.
๐ญSAYA TELANJANG,dan Anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya.
๐ญSAYA SAKIT,dan Anda berlutut dan menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan Anda.
๐ญSAYA TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT BERTEDUH,dan Anda berkhotbah kepada saya tentang kasih Allah sebagai tempat berteduh spiritual.
๐ญSAYA KESEPIAN,dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa bagi saya.
๐ญANDA KELIHATAN BEGITU SUCI, begitu dekat kepada ALLAH.
Tapi saya tetap sangat lapar – dan kesepian – dan kedinginan.
⁵)KEPEKAAN UNTUK TIDAK MENYAKITI HATI TUHAN.
(MAT 21:12-13)
Menyenangkan hati Tuhan bukan hanya melakukan apa yang Tuhan suka tetapi juga tidak melakukan apa yang tidak disukai Tuhan. Kita kadang meremehkan hal kecil, misalnya menyontek di kelas, membicarakan keburukan orang, melanggar marka jalan,dan lain-lain.Tetapi untuk hal keci itupun sesungguhnya kita sudah menyakiti hati Tuhan.
⁶)KEPEKAAN DALAM KOMUNIKASI. (YAK 3:1-12)
Salah komunikasi dapat berakibat fatal maka kita tidak boleh sembarangan berbicara kepada orang lain, baik dalam komunikasi verbal maupun non verbal. Itulah sebabnya Yakobus memperingatkan jemaat duabelas suku di perantauan, khusus mengenai dosa yang disebabkan karena perkataan yang tidak baik. Yesus sendiri sangat berhati-hati dalam berkomunikasi agar perkataan-Nya dapat dimengerti oleh orang-orang. Cara Dia berbicara kepada murid-murid berbeda dengan cara berbicara kepada para Imam, berbeda kepada perempuan Samaria yang dijumpai-Nya di sumur (Yoh 4:1-42), berbeda pula kepada orang banyak. Perumpamaan yang yang sering digunakan Yesus merupakan bukti kepekaan-Nya terhadap pola pikir dan kemampuan orang-orang untuk mengerti ajaran-Nya.
3️⃣ CARA MEMPEROLEH KEPEKAAN
(Lihat Gbr Jika Anda Ingin Memiliki Kepekaan ROH KUDUS Jadilah Taat Dengan Apa yang DIA Suruh dalam Hati Anda,Aktif kan Hati bukan Pikiran)
BERIKUT YANG HARUS KITA LAKUKAN:
¹) MILIKI HUBUNGAN YANG DEKAT DENGAN TUHAN (SATE, DOA, BACA ALKITAB).
Mempunyai kepekaan bukanlah dengan mendatangi seminar-seminar, tetapi kita bisa menjadi peka jika hubungan kita dekat dengan Tuhan. Menurut Maz. 73:27-28, menjelaskan bahwa orang yang dekat dengan Tuhan akan menjadi peka sehingga dapat menceritakan pekerjaan Allah bagi orang lain.
²) MILIKI HATI YANG BERSERAH DIRI UNTUK DIUBAHKAN. (ROM 12:1-3)
Kalau kita menyerahkan diri secara total, kita akan tahu mana kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Kita harus mau membuka diri untuk diubahkan sehingga menjadi bejana yang indah. Itu butuh perjuangan dan sering harus melewati rasa sakit yang luar biasa. Tapi sesudah semua terlewati, hasilnyapun luar biasa. Untuk membedakan mana yang baik dan mana yang bukan adalah hal yang mudah, tetapi untuk mengetahui kehendak Allah di antara yang baik, itu membutuhkan kepekaan.
³) BERSEDIA MENYEDIAKAN DIRI UNTUK BERKORBAN BAGI ORANG LAIN. (MAT 20:28)
Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya bagi banyak orang. Kita perlu belajar untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri. Kita tidak sampai dituntut harus memberikan nyawa seperti Yesus walaupun itu mungkin saja terjadi. Dengan membiasakan diri untuk mau mengulurkan tangan menolong orang lain, kepekaan kita akan makin terasah.
⁴) BERSEDIA MENDENGARKAN ORANG LAIN. (YAK 1:19)
Cepat untuk mendengar adalah perilaku yang menunjukkan sebuah perhatian akan kebutuhan dan perasaan orang lain. Dengan demikian akan muncul empati yang menumbuhkan kepekaan hati kita terhadap orang lain. Dengan mendengar, orang-orang yang berbicara merasa dihargai dan diperhatikan. Lambat untuk berkata-kata adalah pengendalian diri agar kita tidak tergesa-gesa memberi jawaban dan menanggapi pembicaraan orang lain serta tidak tergesa-gesa menyebarkan berita (ayat 26: pengekangan lidah). Lambat untuk marah adalah pengendalian diri agar berpikir dengan seksama apa yang terjadi di hadapan kita, supaya jangan menjadi marah tanpa alasan dan tujuan yang benar.
⁵) MEMBERIKAN PERHATIAN PADA SEGALA SESUATU.
Kita berada di dalam sebuah komunitas kecil maupun besar yang beragam model dan warnanya. Seperti Yesus yang dikelilingi oleh banyak orang dengan berbagai keadaan. Semuanya tidak satupun yang luput dari perhatian-Nya. Orang kaya, miskin, berdosa, terhina, orang tua, muda dan anak-anak kecil, orang sakit dan cacat, semua diperhatikan Yesus dengan seksama. Yesus menjadi sangat tahu apa yang diperlukan setiap pribadi yang berbeda-beda itu, dan membuat Dia dapat bersikap dan berbicara dengan kalimat yang tepat pada waktu yang tepat pula.
⁶) TEKUN MELATIH DIRI. (IBR 5:14; 1 KOR 9:27)
Paulus mengajarkan kepada kita, untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan ketekunan melatih diri. Dengan berlatih mulai dari yang kecil, lama-kelamaan semakin banyak yang kita tahu dan kita kuasai, kita akan menjadi semakin peka menyikapi banyak hal. Butuh perjuangan keras untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Tapi jerih payah kita yang berat itu tidak akan sia-sia, karena Tuhan telah menjanjikan mahkota yang abadi bagi orang yang memenangkan pertandingan.
✍️ RENUNGKAN
Saya Kalau disuruh pilih antara uang dan Karunia ROH KUDUS,Tentu Saya pilih Karunia,Sama Hal nya Seperti Raja Salomo,Beliau tidak minta Kekayaan Tapi Minta Roh Hikmat Yang untuk dia pakai dalam Menyelesaikan masalah Rakyat nya
Nah bukan kah dengan memiliki Roh Hikmat,Maka Kekayaan akan Mengikuti Kita...❓❓❓
Ayok...Bertobat Sekarang❗
Minta ROH KUDUS Aktif & Re New My Soul, My Heart...๐
Dan Bacakan Covenant ini pada ROH KUDUS ~ROH ELOHIM๐
KITA PERLU KEPEKAAN HATI AGAR DAPAT MENJALANKAN TUGAS-TUGAS KITA DI DALAM LINGKUNGAN:PERSAHABATAN(SOSIALITA), KERJA,USAHA,RUMAH TANGGA, SEKOLAH,GEREJA DENGAN BAIK DAN LANCAR.
KEPEKAAN DAPAT MEMINIMALISIR KONFLIK.
KEPEKAAN DAPAT MEMBANTU KITA UNTUK MENGAMBIL SIKAP YANG BENAR DALAM SETIAP SITUASI DAN KONDISI
(TERUTAMA MENGENAL SESEORANG YANG HENDAK BERBISNIS DENGAN KITA)
KEPEKAAN JUGA MENOLONG KITA UNTUK DAPAT MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG TEPAT.
KARENA ITU, MARILAH KITA TERUS BELAJAR MENUMBUHKAN KEPEKAAN KITA DALAM KEHIDUPAN INI AGAR KITA DAPAT MENJADI PENGIKUT KRISTUS YANG BAIK.
๐ค MOHON MENDUKUNG KAMI DALAM DOA & DANA ❗
๐GEREJA LOKAL ADALAH ALAT UTAMA TUHAN UNTUK MENJALANKAN MISI TUHAN.
๐ Alkitab Menjelaskan Dengan Jelas Bahwa Kita Harus Memberikan Waktu, Bakat, Dan Sumber Daya Kita Untuk Rencana Penebusan ALLAH Melalui Gereja Lokal.
๐ฐ Ketika Anda Memberi Kepada Gereja Lokal, Anda Menabur Ke Dalam Satu-satunya Lembaga Yang Didirikan Oleh YESUS Untuk Melengkapi Anda Dan Seluruh Keluarga Anda Dalam Bidang Rohani & Pekerjaan Pelayanan
(Efesus 4: 11-16).
๐Inilah Alasan Agar Semua Orang Percaya Untuk Ikut Ambil Bagian Dalam Memberi Secara Teratur Dan Berkorban Dengan Senang Hati Untuk Mendukung Pelayanan
๐Jika Bapak Ibu Saudara/i Ada Gedung Ruko Ysng Kosong Dapat Di Pinjam kan Untuk Tempat Ibadah Dari Pada Kosong Tidak Terpakai,Jadi sarang Setan,Di Kota mana Ada Puji Pujian Di Naik Kan Bagi TUHAN Maka Kota Akan Subur(Mazmur 127:1;Yeremia 29:7)
๐Atau Saudara Dapat Mendukung Pembangunan Rumah TUHAN Dukungan Dana Dapat Berupa
Bahan Material Atau Berupa Dana Dapat Transfer Lewat Akun Gereja
Bank Bca : 5790 4086 42
A/n : Pdt. Esron. P. P. STh
Saudara Telah Ambil Bagian Dalam Proyek TUHAN & Menyicil Bangunan Rumah Anda Di Surga๐
Terimakasih Atas Partisipasi, Kebaikan Dan Doa Dari Bapak/Ibu, Kami Ucapkan Terimakasih.
Semoga TUHAN Yang Membalaskan Secara Berlipat Dalam Kehidupan Bapak/Ibu.GOD BLESS๐
๐ CMC HOLY SPIRIT ESRON MINISTRY Melayani
(Interdenominasi Gereja )
JL.TUPAREV 23 PULOMAS BARAT XII JAKARTA TIMUR(13210)
☎️ (021)470 5725 &
๐ฒ 0851 0060 9654 &
๐ฒ 0852 1736 1142
IแแดO Iแทแฉแชแฉแผ SETIแฉแญ
•แฐIแGGแ
||Iแทแฉแชแฉแผ แแฉYแฉ ||
JAM 10.00 แญแฉGI & 5.00 SOแE
•KแฉแฐIS
|| แผOแชY SPIRIT KIแชS ||
JAM 5.00 SOแE
|| P3 [แญแแฉISE แญแแฉY แญแOแดETIK]
JAM 6.00 SOแE
•SแฉแทTแ
||แผEแฉแชIแG แฏOแSแผIแญ แฐIแแฉแแชE FOแ แแฉแแEแ||
JAM 9.00 แญแฉGI
||JOY KIDS||HOLY SPIRIT||
[SABTU SUKACITA ANAK ANAK]
JAM 10.30 แญแฉGI
ESRON MINISTRY MELAYANI
๐Konseling Pra Nikah
๐Pemberkatan Nikah
๐Konsultasi Jodoh & Keluarga
๐Healing Ministry
(Kesembuhan & Pelepasan)
๐Kunjungan Orang Sakit
๐Ibadah Syukur Open House
๐Ibadah Penghiburan||Pemakaman
๐Pelayanan Peti Jenazah(24 Jam )
๐MELAYANI SEBUAH KEHORMATAN DARI KRISTUS
✅Silakan Bagikan Komentar saudara
✅Silakan Berbagi Apa Yang Kita Miliki Termasuk Informasi Kepada Sesama❓
✅Sharing Adalah Hal Yang Baik Apabila Dilakukan Dengan Hati Yang sukacita
✅Sekarang Ini Kita Tidak Hanya Berbagi Informasi Melalui Mulut Tapi Dengan Jari & Jempol ‼️
Jangan Lengah ❗❗❗
It's Time....❗
Persiapkan Diri Untuk...
Apa Yang Kelak Akan Kita Pertanggung jawabkan di HadapanNYA❗๐
Komentar
Posting Komentar