๐ฅ๐ บ๐ ด๐ ฑ๐ ด๐ ฝ๐ ฒ๐ ธ๐ ฐ๐ ฝ ๐ ณ๐ ฐ๐ ฝ ๐ ฟ๐ ด๐ ฝ๐ ถ๐ ฐ๐ ฝ๐ ธ๐ ฐ๐๐ ฐ๐ ฐ๐ ฝ ๐๐ ฐ๐ ฝ๐ ถ ๐ ท๐ ฐ๐๐๐ ๐ ณ๐ ธ๐ ท๐ ฐ๐ ณ๐ ฐ๐ ฟ๐ ธ ๐ พ๐๐ ฐ๐ ฝ๐ ถ ๐ ฟ๐ ด๐๐ ฒ๐ ฐ๐๐ ฐ ๐ บ๐๐ ธ๐๐๐๐๐ฅ
๐ฃ PESAN TUHAN BAGI
ORANG PERCAYA ✝️
"Hal itu terjadi supaya yang telah tertulis di dalam kitab Taurat mereka benar, ‘Mereka membenci AKU tanpa alasan.’
DI SINI KRISTUS BERBICARA TENTANG KEBENCIAN, YANG MERUPAKAN CIRI DAN SIFAT KHAS KERAJAAN IBLIS,seperti juga kasih merupakan ciri dan sifat khas kerajaan Kristus.
Perhatikanlah di sini:
I. SIAPA SAJA YANG MEMILIKI KEBENCIAN ITU DI DALAM DIRINYA -- DUNIA, anak-anak dunia ini, yang berbeda dari anak-anak Allah. Mereka ini adalah orang-orang yang mementingkan ilah dunia ini. Mereka mengenakan citra atau gambarannya serta tunduk kepada kuasanya. Mereka ini adalah semua orang, tidak peduli Yahudi ataupun bukan Yahudi, yang tidak mau datang ke dalam gereja Kristus yang dengan jelas telah memanggil dan memisahkan mereka dari dunia yang jahat ini. Sebutan dunia bagi mereka ini mengartikan mengenai:
. JUMLAH MEREKA. Ada sebuah dunia manusia yang menentang Kristus dan Kekristenan. Tuhan, betapa bertambahnya jumlah orang yang melawan Anak Daud! Saya khawatir, jika kita harus melakukan pemungutan suara bagi Kristus dan Iblis, Iblis akan mengalahkan kita dengan telak.
. PERSEKONGKOLAN DAN PERSATUAN mereka. Orang banyak ini bergabung menjadi satu hati (Mzm. 83:6). Orang Yahudi dan bukan Yahudi yang biasanya berselisih paham dalam segala hal, justru bersepakat untuk menganiaya hamba Kristus.
. SIFAT DAN TABIAT MEREKA. Mereka adalah orang-orang dunia ini (Mzm. 17:13-14), yang mengabdi sepenuhnya kepada dunia ini dan segala isinya, dan tidak pernah memikirkan dunia lain. Umat Allah harus mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang, karena, meskipun diajarkan untuk membenci dosa-dosa para pendosa, mereka tidak boleh membenci orang yang berbuat dosa itu. Roh yang dengki, jahat dan bejat bukanlah Roh Kristus, melainkan roh dunia ini.
II. SIAPA YANG MENJADI SASARAN KEBENCIAN MEREKA, YAITU MURID-MURID KRISTUS, KRISTUS SENDIRI, DAN BAPA.
. DUNIA MEMBENCI MURID-MURID KRISTUS:
Dunia membenci kamu (ay. 19). Kristus berbicara mengenai hal ini seolah-olah murid-murid itu harus mengharapkan hal itu terjadi dan bersiap sedia untuk menghadapinya (ay. 18, juga 1Yoh. 3:13).
(1) Perhatikanlah bagaimana sampai hal itu dikatakan di sini.
[1] Sebelumnya Kristus mengungkapkan kebaikan besar yang Ia sediakan bagi mereka sebagai sahabat-sahabat-Nya. Akan tetapi, supaya mereka tidak meninggikan diri karena itu, mereka pun diberi suatu duri dalam daging, seperti yang terjadi dengan Paulus, yaitu, sebagaimana dijelaskan di sini, berupa penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus (2Kor. 12:7, 10).
[2] Dia telah menetapkan tugas mereka, tetapi memberitahukan juga kesukaran apa yang harus dihadapi mereka, supaya hal itu tidak akan mengejutkan mereka dan supaya mereka bisa mempersiapkan diri menghadapinya.
[3] Dia telah menyuruh mereka untuk saling mengasihi dan memang perlu bagi mereka untuk saling mengasihi, sebab dunia akan membenci mereka. Mereka harus baik satu terhadap yang lain, sebab mereka akan diperlakukan dengan jahat dan semena-mena oleh orang luar. "Berdamailah kamu satu dengan yang lainnya, dan hal itu akan membentengi kamu dari permusuhan dunia ini." Orang-orang yang dikepung oleh musuh memang harus bersatu padu.
(2) Perhatikanlah apa yang dipaparkan di sini.
[1] Permusuhan dunia melawan para pengikut Kristus: dunia membenci mereka. Perhatikanlah, orang-orang yang diberkati Kristus justru dikutuk dunia. Kesayangan dan pewaris sorga tidak pernah dikasihi oleh dunia ini, semenjak terjadinya permusuhan turun termurun antara keturunan si wanita dengan si ular. Apa yang membuat Kain membenci Habel, selain karena pekerjaannya yang benar? Esau membenci Yakub karena masalah berkat. Saudara-saudara Yusuf membencinya karena ayahnya mengasihi dia. Saul membenci Daud karena Tuhan menyertainya. Ahab membenci Mikha karena nubuatan-nubuatannya. Begitulah penyebab-penyebab yang tidak masuk akal dari kebencian dunia ini.
[2] Akibat dari permusuhan itu. Dua di antaranya dapat kita jumpai di sini (ay. 20).
Pertama, mereka akan menganiaya kamu karena mereka membenci kamu, sebab kebencian adalah hasrat yang menggelora. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Tim. 3:12). Kristus sudah mengetahui perlakuan kejam yang akan diterima utusan-utusan-Nya di dunia ini, tetapi Ia tetap saja mengutus mereka seperti domba ke tengah kawanan serigala, demi segelintir orang yang telah dipanggil keluar dari dunia ini melalui pelayanan mereka.
Kedua, hasil lain dari permusuhan itu tersirat di sini, yaitu bahwa dunia akan menolak ajaran-ajaran mereka. Saat Kristus berkata, Jika mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perintahmu, yang Ia maksudkan adalah, mereka akan memperhatikan dan melakukan perintahmu sama halnya dengan bagaimana mereka telah memperhatikan dan melakukan firman-Ku. Perhatikan, bagi para pengabar Injil, penghinaan terhadap pesan yang mereka sampaikan benar-benar sungguh menyakitkan hati, seperti batu sandungan yang dialami Yeremia saat ada yang berkata, jangan memperhatikan setiap perkataannya (Yer. 18:18).
[3] PENYEBAB PERMUSUHAN TERSEBUT. DUNIA AKAN MEMBENCI MEREKA,
Pertama, karena mereka bukan milik dunia (ay. 19): "Sekiranya kamu dari dunia, dari rohnya dan dari kepentingannya, jika kamu bersifat daging dan duniawi, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Akan tetapi, karena kamu dipanggil keluar dari sana, dunia pun membenci kamu dan akan terus membenci kamu selamanya."
Perhatikanlah:
. Kita tidak usah heran jika orang-orang yang mengabdi kepada dunia akan disayang oleh dunia sebagai sahabat-sahabatnya. Kebanyakan orang memuji orang-orang kikir (Mzm. 10:3, TL; 49:19).
. Kita juga tidak usah heran jika orang-orang yang telah diselamatkan dari dunia kemudian dikecam oleh dunia sebagai musuh-musuh-Nya. Sewaktu bangsa Israel diselamatkan dari Mesir, orang-orang Mesir itu mengejar mereka. Perhatikanlah, alasan mengapa para murid Kristus bukan dari dunia ini adalah bukan karena mereka telah memisahkan diri dari dunia melalui kebaikan dan hikmat mereka sendiri, tetapi karena Kristus telah memilih mereka untuk keluar dari sana, memisahkan mereka untuk diri-Nya sendiri. Dan itulah alasan mengapa dunia membenci mereka, sebab:
(1) KEMULIAAN yang akan diperoleh mereka karena dipilih oleh Kristus itu menempatkan mereka di atas dunia ini. Sebab itulah dunia pun mendengki mereka. Orang-orang kudus akan menghakimi dunia ini, dan orang-orang benar akan berkuasa. Karena itulah mereka dibenci.
(2) KASIH KARUNIA yang mereka peroleh karena dipilih oleh Kristus itu menempatkan mereka di kubu yang berlawanan dengan dunia. Mereka berenang melawan arus dunia ini dan tidak bersesuaian dengannya. Mereka bersaksi melawannya dan tidak menurutinya. Inilah yang membuat mereka tetap bertahan di bawah semua bencana yang ditimpakan dunia terhadap mereka, yaitu bahwa mereka dibenci oleh karena mereka adalah umat pilihan dan dipilih oleh Tuhan Yesus, dan bukan dari dunia ini.
Nah:
[1] Alasan dunia membenci mereka itu tidaklah adil. Jika kita melakukan sesuatu yang membuat kita sendiri dibenci, maka pantaslah itu bagi kita. Akan tetapi, jika orang membenci kita oleh karena suatu hal yang seharusnya membuat mereka mencintai dan menghargai kita, maka kita punya alasan untuk merasa kasihan kepada mereka, tetapi kita tidak perlu merisaukan diri sendiri karena itu. Malahan,
[2] Hal itu layak membuat kita bersukacita. Orang yang dibenci karena dia kaya dan makmur tidak akan peduli dengan siapa yang merasa terganggu karena keadaannya itu, selama dia merasa senang-senang saja dengan keadaannya itu.
-- Populus me sibilat, at mihi plaudo Ipse domi --
-- Biar saja mereka mengutuk, serunya, aku toh merasa diberkati saja.
(Shakespeare)
Dan masih banyak lagi alasan untuk bertahan bagi orang yang dibenci dunia tetapi dikasihi Kristus.
Kedua, "alasan lain mengapa dunia membenci kamu ialah karena kamu adalah milik Kristus (ay. 21): Karena nama-Ku." Inilah inti dari perselisihan itu. Alasan apa pun yang dibuat-buat, inilah sumber dari perselisihan itu, dunia membenci murid-murid Kristus karena mereka membawa nama-Nya, dan menjunjung nama-Nya di dunia ini.
Perhatikanlah:
. Membela nama Kristus adalah ciri khas murid-murid Kristus. Nama yang dipakai untuk membaptis mereka itu ialah nama yang dengannya mereka hidup dan mati.
. Sudah menjadi bagian yang biasa diterima oleh orang-orang yang muncul demi nama Kristus untuk menderita karenanya, untuk menderita banyak hal dan kesukaran, semua hal-hal ini. Menderita demi nama Kristus merupakan penghiburan bagi orang-orang yang paling menderita. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus (1Ptr. 4:14), benar-benar membahagiakan, bukan saja karena kehormatan yang terdapat di dalam penderitaan-penderitaan itu (Kis. 5:41), tetapi juga penghiburan yang menyertainya, dan terutama mahkota kemuliaan yang akan diperoleh melalui penderitaan itu. Jika kita menderita bersama Kristus dan demi Kristus, kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia.
Ketiga, ketidaktahuan dunialah yang sebenarnya menjadi pemicu utama permusuhan mereka terhadap murid-murid Kristus (ay. 21): Sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.
. Mereka tidak mengenal Allah. Jika saja manusia mengenal prinsip-prinsip utama dari agama atau kepercayaan alamiah dan mengenal Allah, mereka tidak akan membenci dan menganiaya orang Kristen, meskipun mereka tidak memeluk keyakinan Kristen. Orang yang tidak memiliki pengetahuanlah yang memakan habis umat Allah (Mzm. 14:4).
. Mereka tidak mengenal Allah sebagai pihak yang mengutus Tuhan Yesus kita dan yang memberikan wewenang kepada-Nya untuk menjadi Sang Pengantara damai yang agung. Kita tidak mengenal Allah secara benar jika kita tidak mengenal-Nya dalam Kristus, dan orang-orang yang menganiaya utusan-Nya jelas-jelas menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa Kristus diutus oleh Allah (1Kor. 2:8).
. Dunia membenci Kristus sendiri. Hal ini dibicarakan di sini dengan dua maksud:
(1) Untuk memperlunak kesukaran yang ditanggung para pengikut-Nya, yang ditimbulkan oleh kebencian dunia ini, dan supaya hal itu tidak terlalu mengherankan dan menyedihkan mereka (ay. 18): Ingatlah bahwa dia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu, prลton hymลn. Kita memahaminya sebagai kejadian yang telah terjadi lebih dahulu. Dia mulai meminum cawan pahit penderitaan, dan kemudian membiarkan kita untuk turut mengecapnya juga. Akan tetapi, hal itu juga bisa diartikan sebagai pengungkapan kedudukan-Nya di atas mereka: "Ingatlah bahwa dia membenci Aku, kepala dan kaptenmu, pemimpin dan komandanmu."
[1] Jika Kristus saja dibenci, padahal Ia unggul dalam melakukan kebaikan, tidak bercela dan begitu murah hati terhadap semua orang, layakkah kita berharap untuk terhindar dari kedengkian karena kita sudah melakukan kebaikan?
[2] Jika Guru kita, pendiri agama kita itu, telah menemui banyak perlawanan sewaktu menanamkan agama-Nya itu, maka para hamba dan pengikut-Nya pasti akan menghadapi hal yang sama saat menyebarluaskan dan menjalankan agama mereka itu. Karena itulah Dia mengingatkan mereka (ay. 20) kepada perkataan-Nya sendiri sewaktu mereka mulai menjadi murid-Nya: Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu. Sangatlah membantu untuk memahami perkataan-perkataan Kristus bila kita membandingkan apa yang dikatakan-Nya kemudian dengan yang dikatakan-Nya sebelumnya. Selain itu, kita juga akan lebih mendapat manfaat dari firman-Nya bila kita terus mengingat perkataan-perkataan-Nya, karena dengan mengingat kita melihat pemeliharaan-Nya. Nah, dalam ayat yang kita bahas ini terdapat,
Pertama, kebenaran yang begitu jelas: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Hal ini telah dikatakan-Nya sebelumnya (Mat.10:24). Kristus adalah Tuhan kita, dan karena itulah kita harus tekun memperhatikan perilaku-Nya dan selalu sabar menuruti kehendak-Nya, sebab seorang hamba lebih rendah daripada tuannya. Kebenaran yang paling jelas terkadang merupakan alasan paling kuat mengapa kewajiban-kewajiban yang paling sulit harus dilaksanakan. Elihu menyanggah keluhan Ayub yang bertubi-tubi dengan kebenaran yang terbukti dengan sendirinya ini, yaitu bahwa Allah itu lebih dari pada manusia (Ayb. 33:12).
Lalu, hal yang kedua adalah kesimpulan yang dapat ditarik darinya: "Jikalau mereka telah menganiaya banyak orang, seperti yang telah kamu lihat dan yang akan kamu saksikan lebih banyak lagi nanti, mereka juga akan menganiaya kamu. Karena itu, kamu harus menantikan itu terjadi dan bersiap menghadapinya, sebab:
. "Kamu akan melakukan hal yang sama seperti yang Kulakukan, yaitu membangkitkan kemarahan mereka. Kamu akan menegur mereka karena dosa-dosa mereka dan menyuruh mereka bertobat, serta menetapkan peraturan-peraturan ketat untuk hidup kudus, dan mereka tidak akan tahan dengan semuanya ini."
. "Kamu tidak akan sanggup berbuat lebih daripada yang telah Aku lakukan untuk membuat mereka taat. Setelah melihat begitu banyak contoh, janganlah ada seorang pun yang heran bila mereka menderita oleh karena telah berbuat kebaikan." Dia menambahkan, "Jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Sebagaimana ada segelintir orang, hanya sedikit orang saja, yang hatinya diubahkan oleh pengajaran-Ku, begitu pula hanya ada segelintir, sedikit saja, yang hatinya akan diubahkan oleh pengajaranmu." Beberapa orang menafsirkannya dengan arti lain, dengan mengartikan etฤrฤsan sebagai parฤtฤrฤsan. "Jika mereka telah menanti-nantikan perkataan-Ku dengan maksud untuk menjebak Aku, mereka juga akan mencari-cari kesempatan untuk menjebakmu melalui perkataanmu sendiri."
(2) Untuk menekankan besarnya kejahatan dunia yang tidak mau percaya ini, dan untuk membongkar dosa-dosanya yang begitu berat. Membenci dan menganiaya para rasul sudah merupakan tindakan yang begitu jahat, apalagi membenci dan menganiaya Kristus melalui mereka. Pada umumnya dunia ini memiliki nama buruk di dalam Kitab Suci, dan tidak ada yang lebih buruk lagi selain menyebutnya sebagai pihak yang membenci Yesus Kristus. Ada sejumlah besar orang yang adalah pembenci Kristus. Ada dua hal yang Ia tekankan untuk memperlihatkan bahwa kejahatan orang-orang yang membenci-Nya itu sungguh teramat besar, yaitu:
[1] Bahwa ada alasan yang sangat masuk akal bagi mereka untuk mengasihi-Nya. Perkataan dan perbuatan baik seseorang biasanya mendatangkan nama baik bagi orang tersebut.
Nah, mengenai Kristus:
Pertama, firman-Nya adalah perkataan yang layak membuat mereka mengasihi Dia (ay. 22): "Sekiranya Aku tidak berkata-kata kepada mereka, untuk menarik kasih mereka, mereka tentu tidak berdosa, sebab penentangan mereka itu tidak akan dianggap sebagai kebencian terhadap-Ku, dan dosa mereka bisa dikatakan tidak ada. Tetapi karena kini Aku telah banyak berkata-kata kepada mereka untuk membuat mereka menyayangi Aku, maka mereka tidak bisa berpura-pura lagi, tidak bisa berdalih lagi untuk dosa mereka." Perhatikanlah di sini:
. Keuntungan yang dimiliki oleh orang-orang yang menikmati Injil. Di dalam Injil itulah Kristus datang dan berbicara kepada mereka. Secara pribadi Dia berbicara langsung kepada orang-orang dari angkatan tersebut, dan masih terus berbicara kepada kita melalui Alkitab dan para hamba-Nya, sebagai pribadi yang tidak perlu diragukan lagi memiliki wewenang atas kita dan mengasihi kita. Setiap perkataan-Nya murni dan mengandung keagungan yang memerintahkan orang untuk berbuat, namun juga lembut dan rendah hati, sehingga pastilah orang yang paling keras hati sekalipun akan terpesona dibuatnya.
. Dalih yang dipunyai orang-orang yang tidak menikmati Injil: "Sekiranya Aku tidak berkata-kata kepada mereka, jika mereka tidak pernah mendengar tentang Kristus dan keselamatan melalui diri-Nya, mereka tentu tidak berdosa."
(1) Bukan dosa yang semacam ini. Mereka tidak akan dituduh telah menghina Kristus jika saja Ia tidak datang dan menawarkan kasih karunia-Nya yang lembut kepada mereka. Sebagaimana dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat, begitu pula ketidakpercayaan tidak diperhitungkan kalau tidak ada Injil. Dan, sejauh satu-satunya yang diperhitungkan hanyalah dosa terkutuk, yaitu dosa yang melawan penawar dosa itu sendiri, dosa yang lain tidak akan mencelakakan jika kesalahannya tidak terkait dengan dosa yang terkutuk tadi.
(2) Bukan dosa dalam tingkatan seperti ini. Sekiranya mereka tidak memiliki Injil di antara mereka, dosa-dosa mereka yang lain tidaklah terlalu parah, sebab Allah tidak memandang lagi zaman kebodohan (Luk. 12:47-48).
. Jadi, kesalahan besar itu harus ditanggung oleh orang-orang yang kepada mereka Kristus telah datang dan berbicara dengan sia-sia. Orang-orang ini telah Ia panggil dan undang dengan sia-sia saja. Ia mengemukakan berbagai alasan dan berseru kepada mereka, tetapi sia-sia. Mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka. Mereka sama sekali tidak dapat dimaafkan, dan pada waktu penghakiman nanti mereka hanya bisa diam seribu bahasa, tanpa ada sepatah kata pun untuk membela diri. Perhatikanlah, semakin jelas dan penuh pewahyuan mengenai anugerah dan kebenaran Kristus diungkapkan kepada kita, semakin banyak hal yang meyakinkan dan mengagumkan dikatakan kepada kita, semakin besar pula dosa kita jika kita tidak mengasihi dan percaya kepada-Nya. Firman Kristus melucuti dosa dari jubahnya, supaya tampak jelas bahwa itu dosa.
Kedua, sama seperti perkataan-Nya, pekerjaan-Nya juga layak membuat Dia dikasihi (ay. 24): "Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka, di negeri mereka, dan di depan mata kepala mereka sendiri, pekerjaan seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Jika saja begitu, mereka masih memiliki dalih bagi ketidakpercayaan dan permusuhan mereka, dan mereka mungkin bisa menutup-nutupinya dengan mengatakan bahwa perkataan-Ku tidak layak dipercaya, jika saja semua perkataan-Ku itu tidak dapat dibuktikan;" tetapi Dia menunjukkan bukti-bukti yang kuat mengenai tugas ilahi-Nya, yaitu melalui pekerjaan-pekerjaan yang tidak pernah dilakukan orang lain.
Perhatikan:
. Sebagaimana Sang Pencipta mempertunjukkan kuasa dan ke-Allah-an-Nya melalui karya-Nya (Rm. 1:20), begitu pun Sang Penebus. Mujizat-mujizat-Nya, perbuatan belas kasih-Nya, pekerjaan ajaib-Nya dan pekerjaan anugerah-Nya membuktikan bahwa Dia diutus oleh Allah, dan diutus untuk melakukan pekerjaan baik.
. Pekerjaan-pekerjaan Kristus tidak seperti yang pernah dilakukan orang lain. Orang biasa yang tidak memiliki amanat dari sorga dan tidak disertai Allah, tidak akan dapat membuat mujizat-mujizat (3:2). Selain itu, tidak ada seorang nabi pun yang pernah mengadakan mujizat-mujizat yang seperti itu, begitu banyak dan begitu hebat. Musa dan Elia mengadakan mujizat-mujizat sebagai hamba, melalui kuasa yang diturunkan kepada mereka. Akan tetapi, Kristus melakukannya sebagai seorang Anak, melalui kuasa-Nya sendiri. Inilah yang membuat orang takjub, bahwa dengan penuh kuasa Ia memerintah segala penyakit dan roh-roh jahat (Mrk. 1:27). Mereka mengakui bahwa mereka tidak pernah melihat yang seperti itu (Mrk. 2:12). Semua pekerjaan Kristus adalah pekerjaan baik, pekerjaan yang penuh belas kasihan. Inilah yang terutama dimaksudkan di sini, sebab karena hal inilah Ia mencela mereka, yaitu bahwa mereka membenci Dia. Seorang yang begitu berguna bagi siapa saja, lebih daripada manusia lain yang pernah ada, sehingga orang pasti berpikir bahwa semua orang akan mengasihi-Nya. Namun kenyataannya, Dia malah dibenci.
. Pekerjaan-pekerjaan Kristus menambah kesalahan ketidakpercayaan dan permusuhan para pendosa terhadap Dia sampai ke tingkat kejahatan tertinggi yang tidak terbayangkan lagi. Andai saja mereka hanya mendengar perkataan-Nya tetapi tidak melihat pekerjaan-Nya, -- jika saja kita hanya memiliki catatan khotbah-Nya, ketidakpercayaan kita masih dapat dianggap sebagai akibat dari kurangnya bukti. Akan tetapi, sekarang tidak ada alasan yang demikian. Bahkan, penolakan Kristus, baik oleh mereka ataupun oleh kita, bukan hanya mengandung dosa ketidakpercayaan yang degil, tetapi juga sikap yang tidak tahu berterima kasih sama sekali. Mereka melihat Kristus sangat baik dan senang berbuat kebajikan bagi mereka, tetapi mereka malah membenci-Nya dan berusaha untuk mencelakai-Nya. Di dalam firman-Nya kita juga dapat melihat kasih besar yang ditujukan-Nya bagi kita, tetapi masih juga kita tidak tergugah oleh kasih-Nya itu.
[2] Bahwa tidak ada alasan sama sekali mengapa mereka harus membenci-Nya. Orang lain pada satu saat mengatakan dan melakukan hal-hal terpuji, tetapi di saat lain mengatakan dan melakukan hal-hal lain yang menjengkelkan dan tidak disenangi, tetapi Tuhan Yesus kita hanya melakukan hal-hal yang patut membuat manusia menghargai dan memuji-Nya, dan tidak pernah melakukan hal-hal yang patut membuat mereka berang. Dan hal ini dinyatakan-Nya secara tegas dengan mengutip sebuah ayat Kitab Suci (ay. 25): "Tetapi firman yang ada tertulis dalam Kitab Taurat mereka (yaitu yang ada dalam Perjanjian Lama, yang adalah sebuah hukum, dan yang diterima mereka sebagai suatu hukum) harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan, kebencian yang tidak berdasar terhadap Aku dan terhadap murid-murid-Ku karena Aku. Daud juga mengatakan hal yang serupa mengenai dirinya sebagai perlambang Kristus (Mzm. 35:19; 69:5).
Perhatikanlah:
Pertama, orang-orang yang membenci Kristus membenci-Nya tanpa alasan yang jelas. Permusuhan terhadap Kristus merupakan permusuhan yang tidak berdasar. Kita tentu berpikir bahwa orang-orang yang tinggi hati dan rewel saja yang selayaknya dibenci, tetapi Kristus itu rendah hati dan lemah lembut, penuh belas kasihan dan baik hati. Bagi kita, yang sepatutnya dibenci itu pastilah orang-orang yang suka menjilat, yang jahat, pendengki, dan suka membalas dendam, tetapi Kristus itu malah membaktikan diri-Nya untuk melayani mereka yang justru memanfaatkan-Nya, bahkan yang melecehkan Dia. Dia bersusah payah demi meringankan beban orang lain, dan rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya. Bagi kita, yang layak dibenci adalah orang-orang yang mendatangkan kerugian bagi penguasa dan negeri, dan yang mengganggu keamanan masyarakat. Namun, Kristus itu sebaliknya, Dia adalah berkat terbesar yang tidak terbayangkan bagi negeri-Nya, tetapi Ia tetap saja dibenci. Memang benar bahwa Dia pernah membuktikan bahwa perbuatan-perbuatan mereka jahat, tapi itu dengan maksud untuk membuat mereka menjadi baik. Akan tetapi, membenci-Nya karena tindakan-Nya ini sama saja dengan membenci-Nya tanpa alasan.
Kedua, dengan demikian digenapilah Kitab Suci, dan apa yang diperlambangkan itu menjawab sudah apa yang melambangkannya sebelumnya. Saul dan antek-anteknya membenci Daud tanpa alasan, padahal Daud justru telah melayani dia dengan harpa dan pedangnya. Absalom dan kawanannya membencinya, padahal Daud adalah seorang ayah yang pengasih dan telah banyak berbuat baik bagi mereka. Begitu jugalah Anak Daud dibenci dan dikejar-kejar secara tidak adil. Orang-orang yang membenci Kristus tentu saja tidak berencana untuk menggenapi Kitab Suci, tetapi Allah-lah yang menjaga agar semua itu terjadi dengan membiarkan mereka berlaku seperti itu. Dan penggenapan Kitab Suci tersebut sungguh meneguhkan iman kita terhadap Kristus sebagai Sang Mesias, bahkan hal mengenai peristiwa tersebut yang berkenaaan dengan Dia sudah diberitahukan terlebih dahulu, dan nubuat tersebut pun digenapi di dalam Dia. Jadi kita pun tidak usah heran atau tidak habis pikir jika nubuat itu memiliki penggenapan lebih lanjut di dalam diri kita. Kita cenderung mengeluhkan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap diri kita itu tidak beralasan, padahal semakin tidak beralasan kejahatan itu, semakin serupalah penderitaan kita itu dengan yang dialami Kristus, dan karenanya, semakin mudah pula bagi kita untuk menanggungnya.
. Melalui Kristus, dunia membenci Allah sendiri. Hal ini dikatakan dua kali di sini (ay. 23): Barangsiapa membenci Aku, sekalipun dia menyangka bahwa kebenciannya hanya sampai di situ saja, sesungguhnya dia juga membenci Bapa-Ku. Dan lagi (ay. 24), mereka telah melihat dan membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
✍️Perhatikanlah:
(1) Ada orang-orang yang membenci Allah sekalipun mereka melihat keindahan sifat-Nya dan kelimpahan pemeliharaan-Nya. Mereka marah terhadap keadilan-Nya, seperti roh-roh jahat yang percaya dan gemetar, mereka jengkel dengan kekuasaan-Nya dan dengan senang hati mau memutuskan belenggu-belenggu-Nya. Orang-orang yang tidak bisa menyangkal bahwa Allah itu ada, dan masih berharap bahwa tidak ada Allah, mereka ini melihat-Nya dan membenci-Nya.
(2) Kebencian terhadap Kristus akan diperhitungkan dan dipandang sebagai kebencian terhadap Allah, sebab Kristus mewakili gambaran Bapa-Nya di dalam diri-Nya, dan melalui tugas-Nya, Ia menjadi wakil dan utusan Bapa. Allah berkehendak supaya semua manusia menghormati Anak-Nya seperti mereka menghormati Bapa. Oleh karena itu, sambutan apa pun yang diterima oleh Anak, itulah yang diterima Bapa juga. Dengan demikian, mudah saja untuk menyimpulkan bahwa orang-orang yang memusuhi agama Kristen, tidak peduli betapa kencangnya mereka menggaungkan agama alamiah, sesungguhnya adalah musuh terhadap seluruh agama. Para penganut aliran deisme sama saja dengan atheis, dan orang-orang yang mengolok-olok terang Injil akan memadamkan terang apa pun juga, sekiranya mereka bisa, dan mengenyahkan segala kewajiban hati nurani dan rasa takut akan Allah. Biarlah dunia yang jahat dan degil ini tahu bahwa permusuhan mereka terhadap Injil Kristus akan diperhitungkan sebagai permusuhan terhadap Allah yang agung itu pada hari penghakiman, dan biarlah semua orang yang menderita karena kebenaran sesuai dengan kehendak Allah, mendapatkan penghiburan dari kebenaran ini: Jika Allah sendiri dibenci di dalam diri mereka, dan mereka diserang oleh karena Dia, mereka tidak perlu malu karena penyebab serangan itu dan tidak perlu merasa gentar karenanya.
๐
ธ๐
ฝ๐
ต๐
พ ๐
ถ๐
ด๐๐
ด๐
น๐
ฐ ๐
ฒ๐
ผ๐
ฒ ๐
ท๐
พ๐
ป๐ ๐๐
ฟ๐
ธ๐๐
ธ๐
http://holyspiritesronministry.blogspot.com/2021/04/blog-post_21.html
Komentar
Posting Komentar