๐๐๐๐๐ ท๐ ๐๐ ท๐ ฐ๐ ๐ ฒ๐ ฐ๐ ฝ ๐ ฒ๐ ท๐ ฐ๐ ฝ๐ ถ๐ ด ๐๐ พ๐๐ ๐ ป๐ ธ๐ ต๐ ด ๐๐ พ๐ ณ๐ ฐ๐ ๐๐ ท๐ ฐ๐ ๐๐ ธ๐ ป๐ ป ๐ ธ ๐ ณ๐ พ ๐ ธ๐ ฝ ๐ ท๐ ด๐ ฐ๐ ๐ ด๐ ฝ
Alkitab tidak mengatakan apapun tentang imbalan partisipasi—penghargaan hanya karena menjadi seorang Kristen. Sebaliknya, imbalan surgawi akan didasarkan pada motivasi.
Apakah kita melayani Kristus di bumi untuk kemuliaan kita sendiri atau untuk kemuliaan-Nya?
Apakah kita termotivasi oleh pujian manusia atau untuk pujian Tuhan di surga?
Rasul Paulus menggunakan metafora sebuah bangunan untuk membandingkan dua motivasi. Sebuah rumah yang dibangun dari ”emas, perak, [dan] batu-batu berharga” akan diberi upah; sebuah rumah yang dibangun dari “kayu, jerami, [dan] jerami” akan dilalap api penghakiman Kristus (1 Korintus 3:11-15).
Tidak ada upah yang disebutkan hanya untuk berpartisipasi sebagai orang Kristen dalam kerajaan Allah.
Setiap hari adalah hari lain untuk membangun rumah rohani kita, hari yang tidak dapat dibatalkan. Mari kita lihat delapan prinsip surgawi yang dapat mengubah cara kita melayani Kristus bagi kemuliaan-Nya hari ini.
8 KEBENARAN SURGAWI YANG DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA HARI INI:
1.MEMIKIRKAN SURGA MEMBERI KITA HARAPAN & TUJUAN
2.MEMIKIRKAN SURGA MEMPENGARUHI IBADAH KITA
3.MEMIKIRKAN SURGA MEMBAWA KEPUASAN
4.MEMIKIRKAN SURGA MENGURANGI KETAKUTAN KITA AKAN KEMATIAN
5.MEMIKIRKAN SURGA MEMBERI KITA PERSPEKTIF UNTUK BERTEKUN
6.MEMIKIRKAN SURGA MENINGKATKAN KESADARAN KITA AKAN KELIMPAHAN TUHAN
7.BERPIKIR TENTANG SURGA MEMPERSIAPKAN KITA UNTUK MENERIMA PENGHARGAAN KHUSUS
8.MEMIKIRKAN SURGA MENGGAIRAHKAN IMAJINASI KITA DAN MEMBERI ENERGI PADA PENGINJILAN KITA
Ketika kita mempelajari topik surga di dalam Alkitab, kita sedang melihat gambar-gambar yang telah Allah lukiskan untuk kita tentang negeri yang kita tuju.
Semakin kita mempelajari tanah itu, semakin kita akan mulai berperilaku seperti warganya sekarang.
Mereka yang memusatkan pandangan mereka pada surga menjadi lebih bersemangat, lebih mengasihi, lebih rajin, dan lebih penginjilan.
Udara di tempat itu mulai masuk ke paru-paru rohani kita, dan kita menjadi optimis yang berpikiran keras.
Janganlah kita puas dengan yang terbaik dari Tuhan. Mari hidup seperti warga surga!
Komentar
Posting Komentar