๐ ฟ๐ ด๐๐ ธ๐๐๐ ธ๐๐ ฐ ๐ ฟ๐ ด๐ ฝ๐๐ ธ๐ ฝ๐ ถ ๐ ณ๐ ธ ๐ ฐ๐ บ๐ ท๐ ธ๐ ๐๐ ฐ๐ ผ๐ ฐ๐ ฝ
10 PERISTIWA PENTING AKAN TERJADI PADA AKHIR ZAMAN MENURUT ALKITAB

Banyak hal yang akan terjadi pada masa-masa akhir tersebut. Alkitab menyebut paling tidak ada 10 peristiwa terpenting yang akan terjadi pada akhir zaman. Peristiwa apa saja? Berikut Penjelasannya.
1. MASA TRIBULASI. Peristiwa terpenting yang akan terjadi pada akhir zaman yang pertama adalah masa tribulasi, Tribulasi adalah kesengsaraan besar yang akan terjadi pada akhir zaman. Hal ini sebelumnya telah diberitahukan sendiri oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya dalam khotbahNya tentang akhir zaman (Matius 24:21,29), dan dicatat oleh Yohanes sendiri dalam kitab Wahyu 7:14.
Kesengsaraan besar ini berbeda dengan kesengsaraan atau penderitaan-penderitaan yang terjadi di sepanjang zaman. Hal ini secara tegas digarisbawahi oleh Tuhan Yesus bahwa kesengsaraan ini akan terbilang unik, belum pernah ada kesengsaraan seperti ini sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi.
Jadi hal itu benar-benar sebuah kesengsaraan yang sangat dahsyat yang akan menimpa bumi dan penduduknya pada akhir zaman. Bahkan Tuhan Yesus berkata bahwa seandainya waktunya tidak dipersingkat, maka tidak akan ada orang yang selamat dalam masa kesengsaraan tersebut (Matius 24:22).
Umumnya diyakini bahwa peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Wahyu 4-18 adalah kesengsaraan besar yang disebut-sebut oleh Tuhan Yesus, dan biasanya diyakini selama 7 tahun, sebagaimana nubuat nabi Daniel (Daniel 9:27).
2. KEDATANGAN ANTIKRIS
Pada Kurun Waktu Dari Masa Kesengsaraan Itu, Akan Terjadi Hal Yang Lebih Sulit Lagi Dengan Tampilnya Seorang Tokoh Jahat, Yakni Antikris.
Antikris itu akan menentang Kristus dan ajaranNya serta para pengikutNya. Dia akan mengajarkan kesesatan dan menyesatkan banyak orang untuk percaya kepadanya dan menjauhkan mereka dari imannya kepada Tuhan.
Walau istilah antikris hanya disebut dalam surat-surat Yohanes, tetapi antikris ini juga disebut di bagian-bagian Alkitab lainnya dengan nama atau gelar yang berbeda-beda. Misalnya, kekejian yang membinasakan (Daniel 11:31), pembinasa keji (Matius 24:15), manusia durhaka (2 Tesalonika 2:3), serta binatang (Wahyu 13:5).
Antikris ini telah dinubuatkan berulang kali di Alkitab. Dalam khotbah akhir zaman, Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya tentang kedatangan si pembinasa keji, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel.
Antikris, atau Manusia durhaka dalam 2 Tesalonika, menurut Paulus akan menyesatkan banyak orang dengan mengadakan banyak mujizat, terutama pada akhir zaman.
Namun Tuhan Yesus akan membunuhnya pada saat kedatangaNya kembali ke dunia (2 Tesalonika 2:8-10) dan akan dimasukkan ke neraka bersama iblis dan nabi palsunya (Wahyu 20:10).
Menurut nubuat Daniel, antikris akan berkuasa selama separoh terakhir dari masa tribulasi atau kesengsaraan besar, yakni selama tiga setengah tahun (Daniel 9:27). Hal ini didukung oleh penglihatan Yohanes (Wahyu 13:5).
3. KEDATANGAN KRISTUS KEDUA KALINYA
Kedatangan Kristus kedua kali merupakan fokus utama eskatologi (akhir zaman) Kristen. Dan hal ini sudah sering dinubuatkan, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.
Salah satu bagian Alkitab di Perjanjian Lama yang menubuatkan kedatangan Tuhan Yesus adalah kitab Daniel, di mana dikatakan bahwa ada yang datang dari sorga seperti anak manusia. Ia datang dengan awan kemuliaan dan diberi kuasa untuk memerintah di bumi (Daniel 7:13-14).
Hal inilah yang mendasari pemakaian gelar Anak Manusia sebagai salah satu gelar Kristus ketika Ia hidup di dunia, dan itulah gelar yang paling disukai olehNya, yang dipakaiNya untuk menyebut diriNya sendiri.
Tuhan Yesus sendiri berulang kali mengatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia akan datang kembali ke dunia sebagai hakim dan raja, yang menghakimi semua manusia dan memerintah dalam kerajaanNya (Matius 16:27).
Kepada murid-muridNya, Ia juga berkata bahwa Ia pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Jika tempat tersebut telah siap maka Ia akan menjemput murid-muridNya, supaya Ia bersama-sama dengan mereka selama-lamanya (Yohanes 14:2-3).
Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sering disebut sebagai parousia, sebuah istilah dalam bahasa Yunani yang secara harfiah berarti kedatangan (1 Korintus 15:23).
Pada masa Tuhan Yesus, kata ini dipakai untuk menggambarkan kedatangan seorang raja atau kaisar ke sebuah kota dengan dielu-elukan oleh penduduk setempat.
Tuhan Yesus berkata bahwa ketika Ia datang ke bumi Ia akan disertai oleh malaikat malaikatNya. Ia akan datang dengan penuh kemuliaan, sebagai Raja dan Hakim atas seluruh bumi (Matius 25:31).
Tuhan Yesus juga berkata bahwa ketika Ia datang kembali maka semua orang akan dapat melihatNya. Hal ini juga disaksikan oleh Yohanes dalam kitab Wahyu (Wahyu 1:7).
Bagaimanakah caranya Dia datang di suatu tempat lalu semua orang bisa melihatnya?
Dengan kecanggihan teknologi sekarang maka kita dapat mengerti, melalui televisi atau internet kelak semua orang akan bisa melihat kedatangan Yesus, bahkan sangat mungkin bahwa kemajuan teknologi akan semakin meningkat menjelang kedatanganNya sehingga kedatanganNya tersebut bisa benar-benar terlihat oleh semua orang dengan jelas.Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa kedatanganNya itu akan terjadi secara mendadak, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. KedatanganNya akan secara tiba-tiba, seperti seorang pencuri memasuki rumah orang yang akan dicurinya (1 Tesalonika 5:2; 2 Petrus 3:10). Karena itulah Ia mengatakan agar murid-muridNya tetap waspada dan berjaga-jaga.
Menurut tradisi Kristen, diyakini Tuhan Yesus akan datang kembali ke bumi di wilayah Israel, yakni di bukit Zaitun, dari mana Ia terangkat ke sorga. Hal ini didasari oleh nubuat nabi Zakharia bahwa kaki Mesias akan berjejak di bukit Zaitun (Zakharia 14:4).
4. KEBANGKITAN ORANG PERCAYA
Peristiwa terpenting yang akan terjadi pada akhir zaman salah satunya adalah kebangkitan orang percaya dari kematian.
Kebangkitan orang mati banyak disebutkan di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama terutama disebutkan di dalam kitab Daniel, Mazmur dan Yesaya. Sementara di Perjanjian Baru kebangkitan orang mati disebutkan di banyak kitab, seperti dalam keempat Kitab Injil, Kisah Para Rasul, 1 Korintus, 1 Tesalonika, dan dalam kitab Wahyu.
Semua orang, baik orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, maupun mereka yang tidak percaya kepadaNya, akan dibangkitkan kembali pada akhir zaman.
Namun dari kitab Wahyu (Wahyu 20) kita ketahui bahwa kebangkitan orang mati yang percaya Tuhan Yesus dengan mereka yang tidak percaya kepadaNya tidaklah terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.
Ketika Kristus datang kembali, dan sementara Ia masih berada di udara, maka orang-orang percaya yang sudah mati akan dibangkitkan terlebih dahulu. Kemudian, orang percaya yang dibangkitkan dan orang percaya yang masih hidup ketika Kristus datang, akan diangkat bersama-sama untuk menyongsong Kristus di udara (1 Tesalonika 4:16-17).Akan tetapi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, belum dibangkitkan pada waktu itu.
5. PENGADILAN ORANG PERCAYA
Setelah Kristus turun ke bumi, maka dimulailah pengadilan terhadap orang-orang percaya. Di dalam Alkitab berulang kali disebut akan ada pengadilan terhadap semua manusia pada akhir zaman, baik bagi orang percaya maupun bagi orang yang tidak percaya.
Tetapi dari Wahyu 20 kita tahu bahwa pengadilan itu tidak terjadi secara berbarengan, pengadilan orang percaya dengan orang yang tidak percaya tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan.
Ternyata orang percaya yang terlebih dahulu diadili, sebagaimana mereka yang lebih dahulu dibangkitkan.
Secara khusus dalam 2 Korintus 5:10 disebut tentang pengadilan Kristus bagi orang percaya.
TUJUAN PENGADILAN Terhadap orang percaya bukan untuk menentukan apakah mereka selamat atau tidak, karena mereka pasti sudah selamat, tetapi maksudnya adalah untuk mendapatkan mahkota dan mengalami keuntungan ataupun kerugian (1 Korintus 3:12-15).
Komentar
Posting Komentar