Langsung ke konten utama

ANUGERAH MURAHAN VERSUS KEUTUHAN INJIL PART 2

B. PEMBAHASAN  INJIL & KESELAMATAN
Saya Yakin Bahwa Inti Dari Masalah Kita Adalah Pemahaman Akan Injil Dan Keselamatan Yang Berat Sebelah, Tidak Alkitabiah, Dan Yang Sudah Tereduksi. Terlalu Banyak Kaum Injili, Yang Dalam Terlalu Banyak Cara, Memberikan Kesan Bahwa Bagian Terpenting Dari Injil Adalah Soal Pengampuran Dosa. Asai Dari Pandangan Ini Adalah Kita Cukup Mengulang Rumusan Yang Ada Dan Mengatakan Bahwa Kita Butuh Yesus Untuk Mengampuni Dosa-dosa Kita, Maka Kita Sudah Menjadi Orang-orang Kristen. Hal Ini Perlu Mendapat Perhatian Yang Serius Sebab Bagaimana Pun Juga Hal Seperti Ini Akan Sangat Mudah Membawa Kita Kepada Konsep Anugerah Murahan. Jika Menerima Injil Sepenuhnya Diartikan Menerima Pengampunan Dosa-dosa, Seseorang Dapat Saja Menerima Injil, Menjadi Seorang Kristen, Dan Kemudian Meneruskan Hidup Yang Sama Bejatnya, Sama Materialistisnya Dan Sama Rasisnya Dengan Hidupnya Sebelumnya. Keselamatan Tidak Menjadi Sebuah Pengalaman Hidup Yang Diubahkan Yang Mereorientasikan Setiap Segi Kehidupan, Namun Menjadi Sekadar Sebuah Tiket Satu Arah Ke Surga, Di Mana Seseorang Dapat Terus-menerus Hidup Seperti Neraka Sampai Ia Terangkat Ke Surga.

Saya Yakin Dengan Segenap Hati Saya, Tidak Ada Cara Bagi Para Pendosa Yang Dapat Memperoleh Penerimaan Allah.

Namun Puji Tuhan Bahwa Sang Pencipta Yang Kudus Its Ad Penebus Yang Penuh Dengan Belas Kasihan Yang Benan Ka Mengampuni Segala Dosa Kita Jika Kita Bertobat Dan Percaya Dalam Kematian Penebusan Kristus Bagi Kita. Kita Dibenarka Hanya Oleh Iman. Namun, Seperti Yang Akan Kita Lihat Sebenta Lagi, Perjanjian Baru Tidak Berhenti Sampai Di Sana. Kita Tida Dapat Menerima Kristus Sebagai Juruselamat Tanpa Sungguh Sungguh Memeluknya Sebagai Tuhan. Sebuah Relasi Y Yang Otentik Dengan Kristus Membawa Transformasi Membersihkan Kita Dari Dosa-dosa. Dalam Perjanjian Baru, Inj Dan Keselamatan Mencakup Hal-hal Yang Lebih Luas Dari Sekadar Pengampunan Dosa-dosa  

Sayangnya, Teolog Terbaik Kita Pun Kadang-kadang Terlalu Berlebihan Menekankan Pengajaran Indah Tentang Pengampunan Dosa. Seseorang Pasti Dapat Mengerti Bagaimana Marthin Luther, Dalam Pergumulannya Yang Sangat Penting Untuk Membebaskan Injil Dari Pembenaran Karena Perbuatan, Dapat Berkata Bahwa Pembenaran Karena Iman Adalah "Pasal Pokok Dari Pengajaran Kristen." Tragisnya, Pernyataan Seperti Ini Dicomot Secara Serampangan Dan Gampangan Yang Mengakibatkan Pengabaian Pada Pengudusan Dan Kekudusan Dan Kehidupan Yang Penuh Ketaatan. Saat Ini, Teolog-teolog Injili Kita Yang Paling Terkemuka Kadang-kadang Mengatakan Hal Seperti Berikut: "Pembenaran Oleh Iman Tampil Di Hadapan Kita, Seperti Kepada Semua Kaum Injili, Untuk Menjadi Hati Dan Poros, Paradigma Dan Inti Sari Dari Seluruh Fungsi Anugerah Keselamatan Allah. Seperti Dewa Atlas, Ia Memikul Dunia Di Bahunya, Seluruh Pemahaman Injili Tentang Kasih Allah Di Dalam Kristus Bagi Orang Berdosa." Kebetulan, Di Banyak Tempat Yang Lain, Penulis-penulis Yang Sama Menyatakan Dengan Sangat Jelas Bahwa Mereka Yakin Proses Pengudusan Adalah Hal Yang Penting.

Secara Sederhana Tidak Ada Penilaian Alkitab Yang Mengatakan Bahwa Kebenaran Mulia Dari Pembenaran Karena Iman Jauh Lebih Penting Dari Pada Realitas Yang Mencengangkan Bahwa Tuhan Yang Bangkit Kini Hidup Dalam Murid-murid-nya, Mengubah Mereka Hari Demi Hari Untuk Menjadi Serupa Dengan- Nya. Pembenaran Dan Pengudusan, Kedua-duanya, Adalah Bagian Sentral Dari Pengajaran Alkitab Atas Injil Dan Keselamatan. Menekankan Salah Satu Aspek Secara Berlebihan Akan Mengakibatkan Bahaya Pengabaian Terhadap Yang Lain. Dan Itulah Yang Telah Dilakukan Oleh Gerakan Injili Populer. Dengan Terlalu Menekankan Semboyan Sederhana Seperti "Sekali Di Dalam Anugerah Selalu Di Dalam Anugerah" Atau Terlalu Berfokus Pada Strategi Pencari Jiwa Yang "Ramah," Yang Akhirnya Mengabaikan Pemuridan Yang Penuh Pengurbanan, Kita Telah Menyebarkan Gagasan Sesat Bahwa Seseorang Dapat Mene Pengampunan Tanpa Pengudusan, Surga Tanpa Kekud Hidup. Ide Anugerah Murahan Adalah Inti Dari Ketidaktaatan Kaum Injili Saat Ini. 

Injil

Salah Satu Ironi Yang Paling Mengejutkan Dari Ger Injili Masa Kini Adalah Kebanyakan Kaum Injili Tidak Mengara Injil Seperti Yang Dilakukan Yesus! Seseorang Pasti Meng Bahwa Bagian Dari Komunitas Kristen Yang Palin Membanggakan Diri Atas Kesetiaannya Pada Kitab Suci Dan Pad Doktrin Ortodoks Dari Kristus Ini, Pasti Akan Menganggap Bah Menafsirkan Injil Seperti Cara Yesus Merupakan Hal Penting. Sayangnya Hal Itu Tidak Terjadi. Yang Sang

Yesus Tidak Mendefinisikan Injil Sebagai Pengampun Atas Dosa-dosa, Meskipun Berulang Kali Ia Memberika Pengampunan Yang Cuma-cuma, Bukan Karena Jasa-ja Seseorang. Sebagian Besar Dari Sarjana Perjanjian Baru Saat In Apakah Ia Dari Kalangan Injili Atau Liberal, Sepakat Bahwa Asp Utama Dari Pengajaran Yesus Adalah Injil Kerajaan Allah. Kn "Kerajaan Allah" Atau Istilah Lain Yang Sama Yang Dipakai Mati "Kerajaan Surga," Muncul 122 Kali Dalam Injil Matius, Mark Dan Lukas, Dan 92 Kali Istilah Ini Keluar Dari Bibir Yesus Sendiri, Baik Matius Maupun Markus Secara Tegas Dan Jelas Menyimpulkan Injil Yesus Sebagai "Kabar Baik Kerajaan Allah." Dua Kali, Matius Menggunakan Kata-kata Yang Hampir Sama Untuk Menyimpulkan Aktivitas Yesus: "Yesuspun Berkeliling Di Seluruh Galilea; La Mengajar Dalam Rumah-rumah Ibadat Dan Memberitakan Injil Kerajaan Allah Serta Melenyapkan Segala Penyakit Dan Kelemahan Di Antara Bangsa Itu" (Mat. 4:23; 9:35, Cetak Miring Oleh Saya). Pada Awal Dari Catatan Markus Tentang Pelayanan Yesus, Ia Menyimpulkan Pemahamannya Terhadap Isi Dari Injil Yesus: "Sesudah Yohanes Ditangkap Datanglah Yesus Ke Galilea Memberitakan Injil Allah, Kata-nya: 'waktunya Telah Genap; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bertobatlah Dan Percayalah Kepada Injil!" (Mrk. 1:14-15, Cetak Miring Oleh Saya). Dengan Jelas Markus Memahami Bahwa Inti Dari Injil Yesus Adalah Injil Kerajaan Allah.

Matius Dan Markus Secara Sederhana Mengikuti Pemahaman Yesus Sendiri. Yesus Mengartikan Misinya Secara Jelas Dalam Kaitan Dengan Pemberitaan Injil Kerajaan Allah: "Tetapi La Berkata Kepada Mereka: "Juga Di Kota-kota Lain Aku Harus Memberitakan Injil Kerajaan Allah Sebab Untuk Itulah Aku Diutus" (Luk. 4:43, Cetak Miring Oleh Saya). Dan Ketika Yesus Mengutus Kedua Belas Murid Dan Kemudian Ketujuh Puluh Murid Dalam Tugas Misi, Ia Mengatakan Kepada Mereka Bahwa Isi Dari Berita Mereka Haruslah Tentang Kerajaan Allah: La L Kepada Kedua Belas Murid, "Pergilah Dan Beritakanlah: Keraja Sorga Sudah Dekat. Sembuhkanlah Orang Sakit; Bangkitkanlah Orang Mati; Tahirkanlah Orang Kusta; Usirlah Setan-setan (Mat 10.7-8). Ia Memerintahkan Ketujuh Puluh Murid Saat Ia Mengutus Mereka, "Dan Jikalau Kamu Masuk Ke Dalam Sebuah Kota Sembuhkanlah Orang-orang Sakit Yang Ada Di Situ Dan Katakanlah Kepada Mereka: Kerajaan Allah Sudah Dekat Padamu" (Luk 10:8-9). Tidak Dapat Diragukan Lagi Injil Yesus Adalah Kabar Baik Tentang Kerajaan Allah A Berkata

Tetapi Apa Arti Kerajaan Allah? Apa Yang Yesus Maksudkan? Jauh Sebelumnya, Para Nabi Telah Bernubuat Bahwa Suatu Hari Kelak Allah Akan Mengirimkan Mesias Yang Akan Membawa Sebuah Relasi Baru Yang Benar Antara Allah Dan Sesama Allah Akan Mengampuni Dosa-dosa Umat-nya Dengan Cara Yang Baru Yang Akan Membawa Damai Dan Keadilan. Yesus Datang Memberitakan, Pertama-tama Secara Hati-hati Namun Berikutnya Dengan Semakin Jelas, Bahwa Lalah Mesias Yang Dijanjikan Dan Bahwa Kerajaan Allah Mesianik Yang Akan Dibawa Oleh Sang Mesias Telah Sepenuhnya Hadir Dalam Diri Dan Karya- Nya. Ketika Kaum Farisi Menghubungkan Kemampuan Yesus Mengusir Setan Dengan Pekerjaan Setan, Yesus Menjawab Dengan Tegas, "Tetapi Jika Aku Mengusir Setan Dengan Kuasa Roh Allah.

Maka Sesungguhnya Kerajaan Allah Sudah Datang Kepadamu" (Mat. 12:28, Cetak Miring Oleh Saya). Ia Menggunakan Bentuk Kalimat Lampau! Kerajaan Mesianik Telah Tiba Meskipun, Tentu Saja, Belum Sampai Pada Kepenuhannya Sampai Kedatangan Kristus Kedua Kalinya.

Dalam Perumpamaan Demi Perumpamaan Tentang Kasih Allah Yang Ajaib Bagi Orang Berdosa, Yesus Secara Jelas Mengajarkan Bahwa Satu-satunya Jalan Untuk Masuk Dalam Kerajaan Yang Telah Datang Ini Hanyalah Dengan Anugerah Belaka. Orang-orang Farisi Pada Masa Yesus Mengklaim Bahwa Kerajaan Mesianik Akan Tiba Jika Seluruh Umat Yahudi Menaati Hukum Taurat Dengan Sempurna. Kaum Pemberontak Revolusioner Yahudi Beranggapan Bahwa Mesias Akan Datang Jika Setiap Orang Mengangkat Senjata. Yesus Berkata Tidak, Satu-satunya Jalan Untuk Masuk Ke Dalam Kerajaan Allah Adalah Dengan Menerima Anugerah Allah Yang Diberikan Cuma-cuma. Pengampunan Dosa Merupakan Pusat Pemberitaan Yesus Tentang Injil Kerajaan Allah. Namun, Hal Tersebut Hanyalah Salah Satu Bagian Dari Padanya. Yesus Tidak Mengunjungi Daerah Demi Daerah Sambil Berbisik Kepada Para Pertapa Yang Mengisolasi Diri, "Dosa- Dosamu Diampuni." Yesus Berkumpul Bersama-sama Dengan Sekumpulan Murid-murid. Ia Membentuk Sebuah Komunitas Baru Dari Para Pendosa, Pemungut Cukai, Pelacur, Nelayan Yang Mulai Untuk Hidup Berdasarkan Nilai-nilai Kerajaan Allah Yesus Dan Menegur Kesalahan Dari Kaum Status Quo. Ia Menantang Si Orang Muda Yang Kaya Untuk Berbagi Dengan Kaum P Cara Yang Paling Menuntut Pengorbanan (Luk. 6:34-35; Mat 25:31-46) La Menolak Cara Masyarakat Menyingkirkan Dan Mengabaikan Orang-orang Kusta, Orang-orang Cacat Dan Kaum Perempuan. Ia Mengutuk Para Pemimpin Politik Yang Lebih Memilih Untuk Menerapkan Cara-cara Mendominasi Daripada Melayani (Mrk. 10:42-45). Dan Ia Menolak Para Kaum Revolusioner Yahudi Bengis, Yang Populer Saat Itu, Yang Menyerukan Pemberontakan Bersenjata Melawan Roma. La Memerintahkan Pengikut-nya, "Kasihilah Musuhmu" (Mat 5:44) 

Injil Kerajaan Allah Yesus Mengandung Unsur-unsur Vertikal Dan Horisontal. Tentu Saja Seseorang Masuk Dalam Kerajaan Ini Oleh Anugerah Belaka Karena Allah Dengan Senang Hati Mengampuni Anak-anak Terhilang Yang Bertobat. Itu Adalah Bagian Vertikalnya. Tapi Hal Lain Yang Sama Pentingnya Dalam Perkataan Dan Tindakan Yesus Adalah Aspek Horisontal Berupa Persekutuan Baru Dari Para Murid, Para Pendosa Yang Diampuni, Yang Mulai Meniru Kristus Dengan Hidup Berdasarkan Norma Norma Kerajaan Yang Sudah Datang Itu Sebuah Kerajaan Di Mana Kaum Papa Akan Menerima Keadilan, Dan Damai Sejahtera Akan Berlaku. 


Yesus Dan Para Pengikut-nya Menyembuhkan Orang Sakit, Memperhatikan Orang-orang Miskin Dan Menyambut Kalangan Yang Terpinggirkan Ke Dalam Persekutuan Mereka. Itulah Sebabnya Mengapa Paulus Berkata Di Dalam Efesus 2-3 Bahwa Seluruh Keberadaan Dari Sebuah Persekutuan Orang- Orang Percaya Yang Multi-etnik, Di Mana Kelompok Yahudi Dan Non-yahudi Yang Dulunya Bermusuhan Namun Kini Di Satukan Secara Harmonis, Adalah Bagian Dari Injil. Inilah Misteri Itu Injil Yang Paulus Beritakan: "Yaitu Bahwa Orang-orang Bukan Yahudi, Karena Berita Injil, Turut Menjadi Ahli-ahli Waris Dan Anggota- Anggota Tubuh Dan Peserta Dalam Janji Yang Diberikan Dalam Kristus Yesus" (Ef.3:6).

Bagaimana Cara Yesus Mewartakan Injil-nya? Lewat Perkataan Dan Tindakan! Kata-kata Mungkin Cukup Jikalau Injil- Nya Hanyalah Soal Pengampunan Dosa. Namun Karena Injil Mencakup Fakta-fakta Mentakjubkan Bahwa Kerajaan Mesianik Yang Telah Lama Dinantikan Sekarang Telah Nampak Dalam Sejarah, Yesus Harus Mendemonstrasikan Kehadiran Kerajaan Itu Dan Bukan Hanya Berkata-kata Tentang-nya. Itulah Sebabnya Mengapa Para Penulis Kitab-kitab Injil Terus-menerus Mengatakan Bahwa Yesus Berkhotbah Dan Menyembuhkan. Kerajaan Yesus Yang Telah Tiba Membawa Kesembuhan Bagi Tubuh Dan Jiwa. Engkau Dapat Melihat Dan Menyentuh Kerajaan Yang Telah Datang Ini.

Ketika Orang-orang Kristen Masa Kini Mengurang Menjadi Sekadar Soal Pengampunan Dosa, Mereka Menawark Pesan Timpang, Menyesatkan Yang Sama Sekali Tidak Setia Kep Yesus Yang Mereka Sembah Sebagai Tuhan Dan Allah. Kita Menemukan Kembali Injil Kerajaan Yesus Dan Membiark Kuasanya Mengubah Diri Berdosa Kita Sedemikian Jemaat-jemaat Kita (Yang Tentu Saja Selalu Tidak Sempur Menampakkan Tanda-tanda Kekudusan Dari Kerajaan Yang Sedang Datang Itu, Barulah Kita Setia Kepada Yesus. Hanya Itula Yang Dapat Membuat Upaya Pekabaran Injil Kita Menemuka Kembali Integritas Dan Kuasanya. Hanya Rupa, Di Mate

Kebetulan, Deklarasi Bersama Kaum Injili Terbaru Tentang Injil Memiliki Isi Yang Lebih Baik Daripada Pernyataan Pernyataan Iman Kaum Injili Yang Lain. Deklarasi Yang Baru In Menekankan, "Injil Menuntut Semua Orang Percaya... Takluk Kepada Segala Sesuatu Yang Telah Diyatakan [Allah] Di Dalam Firman Tertulis-nya." Deklarasi Ini Menyatakan Bahwa Iman Yang Menyelamatkan Mencakup Baik Pembenaran Hanya Oleh Iman Maupun Pengudusan Oleh Kuasa Roh Kudus. "Kami Menegaskan Bahwa Iman Yang Menyelamatkan Nampak D Dalam Pengudusan, Perubahan Hidup Menuju Keserupan Dengan Kristus.... 
Kami Menyangkal Bahwa Iman Yang

Menyelamatkan Hanya Meliputi Penerimaan Mental Terhadap Injil." Pernyataan Ini Selanjutnya Berkata, "Iman Yang Sejati Dikenali Dan Bergantung Atas Keyakinan Bahwa Yesus Adalah Tuhan Dan Menunjukkan Dirinya Di Dalam Ketaatan Yang Bertumbuh Pada Perintah Ilahi. Deklarasi-deklarasi Penting Ini Secara Wajar Mengikuti Pemahaman Injil Kerajaan Allah Yesus Yang Benar.

Keselamatan

Kesalahpahaman Akibat Pandangan Berat Sebelah Dan Sikap Reduksionis Yang Telah Menyimpangkan Konsep Kita Tentang Injil, Telah Mengarahkan Kita Menjauh Dari Pemahaman Alkitabiah Yang Utuh Tentang Keselamatan. Bagi Banyak Kaum Injili, Karya Keselamatan Yesus Direduksi Menjadi Salib Dan Salib Direduksi Menjadi Penebusan Pengganti. Makna Keselamatan Akhirnya Menjadi Tidak Lebih Dari Sekadar Mengatakan Kata-kata Yang Tepat Sehingga Dosa-dosa Saya Diampuni Dan Saya Dapat Terhindar Dari Neraka

Pemahaman Ini Adalah Bagian Yang Penting Dari Makna Keselamatan Yang Alkitabiah. Kita Semua Patut Untuk Menerima Hukuman Ilahi. Namun Puji Tuhan Sebab Hakim Kita Yang Kudus Dan Yang Benar Itu Dengan Senang Hati Mengampuni Dosa-dosa Kita Ketika Kita Percaya Di Dalam Kematian Kristus Bagi Kita. 

Puji Tuhan Bahwa Di Sepanjang Hidup Kita, Orang-orang Kristen Saleh Yang Tahu Bahwa Mereka Terus-menerus Tidak Sempurna, Dapat Melekat Kepada Salib Sebagai Satu-satunya Dasar Penerimaan Allah Bagi Kita. Puji Tuhan Buat Buku-buku Seperti Karya Philip Yancey What's So Amazing About Grace? Yang Mengingatkan Kita Akan Keajaiban Dan Kuasa Pengampunan."

Puji Tuhan Juga Bahwa Masih Ada Banyak Pemahaman Alkitab Tentang Keselamatan. Kristus Tidak Hanya Mengampuni Kita, La Juga Mengubah Kita. Dan Ia Tidak Hanya Mengubah Pribadi Internal Kita Tapi Juga Sikap Tingkah Laku Eksternal Kita. Kristus Memanggil Kita Untuk Menerima-nya Sebagai Tuhan Seperti Sebagai Juruselamat. La Memanggil Kita Kepada Pertobatan Perubahan Arah Atau Perubahan Tujuan Hidup Yang Sangat Mendasar Dan Kepada Pemuridan Yang Penuh Pengorbanan. Dalam Kuasa Roh Kudus, Allah Menciptakan Sebuah Tatanan Sosial Baru, Sebuah Komunitas Orang-orang Percaya, Di Mana Segala Hubungan Yang Ada Di Dalamnya Dibentuk Kembali Kepada Kesucian. Semua Ini Adalah Bagian Dari Apa Yang Perjanjian Baru Maksudkan Dengan Keselamatan.

Pada Bab Dua Kita Telah Melihat Bagaimana Rasul Paulus Mengklaim Bahwa Orang-orang Kristen Sejati Mati Bagi Manusia Lama Mereka Dan Bangkit Kepada Kehidupan Baru Di Dalam Kristus Keseluruhan Pribadi Dari Setiap Orang Percaya Diubahkan, Hari Demi Hari, Makin Serupa Dengan Kristus

Orang-orang Percaya Yang Telah Diubahkan Ini Memiliki Tindakan Yang Berbeda Dalam Setiap Hubungan Sosial Mereka Kisah Para Rasul Pasal 2 Dan 4 Menggambarkan Kehidupan Berbagi Yang Sangat Mengejutkan Yang Terjadi Di Antara Orang Orang Kristen Mula-mula. Hubungan Sosial Dan Ekonomi Yang Terjadi Di Dalam Tubuh Kristus Sangat Jauh Berbeda Dengan Yang Ada Di Dunia Ini. Inilah Yang Membuat Paulus Berbangga Dengan Penuh Keyakinan Bahwa Gereja Adalah Tempat Baik Bagi Orang Yahudi Atau Pun Yunani, Laki-laki Atau Perempuan, Budak Atau Orang Merdeka. Ini Semua Adalah Bagian Dari Apa Yang Turut Dimaksudkan Dalam Perjanjian Baru Dengan Keselamatan.

Kisah Zakheus Mengandung Bukti Yang Sangat Kuat Bahwa Bagi Yesus Dan Perjanjian Baru, Keselamatan Mencakup Tingkah Laku Sosial Dan Ekonomi Yang Baru Di Antara Mereka Yang Percaya Kepada Yesus. Lukas 19 Menceritakan Kisah Yang Menarik Tentang Seorang Pemungut Cukai Fasik Bernama Zakheus. Tanpa Merasa Bersalah Ia Menumpuk Kekayaan Dari Sistem Perpajakan Yang Tidak Adil Di Mana Pemerintah Penjajah Roma Mengizinkan Penagih Lokal Untuk Memungut Melebihi Jumlah Yang Mereka Setorkan Ke Roma. Namun Ketika Zakheus Bertemu Dengan Yesus, Ia Diubahkan Secara Dramatis. La Membayar Kembali Empat Kali Lipat Kepada Setiap Orang Yang Telah Ditipunya. Kemudian Ia Juga Memberi Setengah Dan Hartanya Kepada Orang-orang Miskin. Kisah Ini Diakhiri Oleh Kalimat Yesus, "Hari Ini Telah Terjadi Keselamatan Kepada Rumah Ind" (199) Tidak Ada Satu Kata Pun Di Sepanjang Seluruh Perikop Ini Tentang Pengampunan Dosa-dosa. Sekarang Saya Yaki Bahwa Yesus Pun Mengampuni Para Bajingan Zakheus Bent Saja Membutuhkannya! Tapi Apa Yang Teks Kita Sampaikan Adalah Perubahan Secara Dramatis Dari Perilaku Ekonomi Seseorang Dan Dari Hubungan-hubungannya Dengan Orang Lain Yang Zakheus Tunjukkan Setelah Ia Berjumpa Muka-dengan Muka Dengan Yesus. Secara Terang-terangan Yesus Pun Berkata Bahwa Ini Adalah Bagian Dari Apa Yang Alkitab Maksudkan Dengan Keselamatan.

Beberapa Orang Injili Memberi Kesan Bahwa Satu-satunya Alasan Yang Membuat Sang Putra Tunggal Bapa Datang Ke Dalam Dunia Adalah Untuk Mati. Tentu Saja Hal Ini Adalah Salah Satu Alasan Yang Membuat-nya Datang Ke Dalam Dunia, Tapi Bukan Satu-satunya. Ia Juga Hidup Di Antara Kita Untuk Mengajar Dan Memberi Teladan Hidup Yang Saleh, Untuk Menunjukkan Tuntutan Hidup Yang Sang Pencipta Inginkan Dari Kita. Lebih Jauh Lagi, La Datang Untuk Keluar Dari Kubur Itu Dan Menghancurkan Kuasa Kematian

Ada Juga Kecenderungan Kaum Injili Untuk Mengganggap
Bahwa Satu-satunya Alasan Dari Kematian Yesus Adalah Untuk Mempersembahkan Diri Bagi Dosa-dosa Kita. Penjelasan Perjanjian Baru Tentang Makna Salib Memang Mencakup Kebenaran Indah Bahwa Kristus Menggantikan Kita Di Salib, Namun Sebenarnya Masih Ada Banyak Lagi Makna Salib Yang Lebih Dari Sekadar Itu! Surat Pertama Yohanes Pasal 3:16 Dengan Jelas Mengatakan Bahwa Kita Belajar Apa Makna Kasih Melalui Teladan Yesus Di Kayu Salib. Dan 1 Yohanes 3:8 Menyatakan Bahwa, "Untuk Inilah Anak Allah Menyatakan Diri-nya, Yaitu Supaya La Membinasakan Perbuatan-perbuatan Iblis Itu" (Lihat Juga Ibr. 2:14-15). Sebagaimana Argumentasi Saya Dalam Tulisan-tulisan Saya Yang Lain Dengan Lebih Rinci, Aspek Moral, Aspek Penggantian, Dan Aspek Christus Victor (Kristus Menghancurkan Kuasa Dosa Dan Kuasa Setan) Dari Penebusan, Merupakan Seluruh Bagian Dari Pemahaman Kompleks Yang Sangat Indah Dari Perjanjian Baru Tentang Salib." Semua Itu Adalah Aspek-aspek Dari Keselamatan.

Hal Yang Juga Menjadi Pusat Dari Apa Yang Perjanjian Baru Katakan Tentang Keselamatan Adalah Fakta Bahwa Kristus Merupakan Juruselamat Namun Juga Tuhan. Sebagai Bukti, Perjanjian Baru Hanya Menggunakan Kata "Juruselamat" Bagi Yesus Sebanyak 16 Kali, Sementara Kata "Tuhan" Dikenakan Bagi Yesus Sebanyak 420 Kali! Yesus Sendiri Menegaskan Bahwa Setiap Orang Yang Ingin Menjadi Murid-nya Harus Memikul Salib-nya Dan Mengikut-nya. Dan Paulus Serta Bagian-bagian Perjanjian Baru Yang Lain Memperjelas Bahwa Menerima Kristus Sebaga Tuhan Berarti Seseorang Menaklukkan Setiap Segi Kehidupan Kepada-nya.

Banyak Orang Kristen Masa Kini Bertindak Seolah-olah Adalah Mungkin Untuk Membagi-bagi Yesus, Di Satu Si Menerima-nya Sebagai Juruselamat Namun Di Sisi Yang Lain Mengabaikan-nya Sebagai Tuhan. Namun Yesus Kristus Adalah Pribadi Yang Utuh. Ia Tidak Dapat Dipisah-pisahkan Seperti Itu. Kita Harus Menerima-nya Secara Utuh, Sebagai Tuhan Dan Juruselamat, Atau Tidak Menerima-nya Sama Sekali.

Di Sepanjang Kitab Suci, Kita Melihat Umat Tuhan Berupaya Untuk Memutuskan Kesinambungan Antara Relasi Dengan Allah Dari Relasi Mereka Dengan Sesama. Namun Tuhan Selalu Mengatakan Tidak Untuk Upaya Ini! Umat Israel Berpikir Mereka Dapat Menyembah Allah Sambil Menindas Sesama Mereka. Apa Jawaban Tuhan Untuk Hal Ini? "Aku Membenci. Aku Menghinakan Perayaanmu Tetapi Biarlah Keadilan Bergulung-gulung Seperti Air Dan Kebenaran Seperti Sungai Yang Selalu Mengalir (Amos 5:21-24). Lagi Dan Lagi, Sebagaimana Kita Telah Lihat Dalam Bab Sebelumnya, Yesus Menegaskan. "Tetapi Jikalau Kamu Tidak Mengampuni Orang, Bapamu Juga Tidak Akan Mengampuni Kesalahanmu (Mat. 6:15) Jika Kita Berkata Than Than Namun Tidak Memberi Makan Kepada Yang Lapar Dan Memberi Pakaian Kepada Yang Telanjang, Yesus Menyatakan Di Dalam Matius 25 Kita Pasti Menuju Kebinasaan. Yesu Tidak Sedang Mengajarkan Pembenaran Oleh Perbuatan Tindakan Kash Kita Kepada Sesama Tidak Menghasilkan Penerimaan Allah Namun Yesus Sedang Mengatakan Bahwa Kita Harus Menerima Nya Sebagai Tuhan Seperti Penerimaan Kita Kepada-nya Sebagai Juruselamat.

Pengajaran Alkitab Tentang Pertobatan Dan Pemuridan Membentuk Dua Cara Lain Dari Perjanjian Baru Untuk Menunjukkan Kepada Kita Bahwa Keselamatan Jauh Daripada Sekadar Soal Pengampunan Atas Dosa-dosa

Perjanjian Baru Menggunakan Tiga Kata Yunani Untuk Menjelaskan Tentang Penyesalan Dan Pertobatan Epistrepho Yang Secara Literal Berarti "Berbalik." Metanoia (Seringkali Diterjemahkan "Pertobatan") Berarti "Mengubah Pikiran Seseorang." The Theological Dictionary Of The New Testament Berkata, Metanoia Menuntut Sebuah "Pembalikan Diri Tanpa Syarat Dari Segala Sesuatu Yang Melawan Allah Dan Sebuah "Pembalikan Tanpa Syarat Kepada Allah." Kata Ketiga, Metamelomai, Berarti Mengubah Pikiran Seseorang" Ketiga Kata Ini Menunjuk Kepada Perubahan Konsep Pemikiran Dan Tindakan Yang Radikal

Yang Terjadi Ketika Seseorang Menyesal Akan Dosa-dosanya Menerima Kristus Sebagai Tuhan Dan Juruselama Mengalami Pertobatan.

Yesus Pernah Berkata Bahwa Tujuan Dari Kedatangan Adalah Memanggil Kita Kepada Pertobatan (Luk. Paulus Memberitahukan Jemaat Korintus Bahwa "Duka Menurut Kehendak Allah Menghasilkan Pertobatan Membawa Keselamatan" (2kor. 7:10). Penyesalan Dan Pertob Yang Dapat Diartikan Berbalik Sepenuhnya Ke Arah Y Adalah Pusat Dari Keselamatan. Yang B 5:32)

Dalam Bukunya Yang Sangat Baik, Dynamics Of Spir Renewal, Richard F. Lovelace Memberikan Penjelasan Yang Sang Apik Tentang Pentingnya Proses Pengudusan Yang Berlang Terus-menerus. La Menulis Bahwa Langkah Awal Di Kala Sese Datang Kepada Kristus Kebanyakan "Tidak Diikuti D Pengajaran Yang Serius Tentang Kedalaman Dari Masalah Dosa Yang Masih Menetap, Keterlibatan Secara Halus Dalam Hukum Dosa Dan Bahwa Anugerah Allah Tersedia Bagi Penakluk Kuasa Daging," Hasilnya Adalah Hadirnya Jemaat-jemaat Kriste Lahir Baru Yang Tidak Sungguh-sungguh Hidup Secara Roh Kita Perlu Mengembalikan Lagi Penekanan Seumur Hidup Da Kaum Puritan Untuk Mempermalukan Dosa Yang Melekat Deng Sangat Kuat Dan Kompleks Di Dalam Diri Kita.

Mandat Misi Yesus Yang Terakhir Kepada Kita Di Dalam Matius 28:19 Adalah Perintah Untuk "Menjadikan Murid." Menjadikan Murid Adalah Perintah Dasar, Dan Dua Partisip Yang Ada Di Dalam Bahasa Teks Bahasa Yunani Menjelaskan Apa Yang Dimaksudkan Oleh Perintah Itu: Membaptis Dan Mengajar. Kita Menjadikan Murid Bagi Yesus Dengan Membaptis Di Dalam Nama Allah Tritunggal Dan Dengan Mengajar "Mereka Melakukan Segala Sesuatu Yang Telah Kuperintahkan Kepadamu" (Ay. 20). Berulang Kali Yesus Memperjelas Bahwa Murid-nya Harus Siap Untuk Menyerahkan Segala Sesuatu Secara Mutlak Ayah, Ibu, Saudari, Saudara, Harta Milik, Bahkan Nyawa Sendiri. Ia Berkata, "Jikalau Seorang Datang Kepada-ku Dan Ia Tidak Membenci Bapanya, Ibunya, Isterinya, Anak-anaknya, Saudara-saudaranya Laki-laki Atau Perempuan, Bahkan Nyawanya Sendiri, Ia Tidak Dapat Menjadi Murid-ku" (Luk. 14:26). Pemuridan Adalah Bagian Paling Pusat Dari Keselamatan Yang Yesus Perintahkan Untuk Diwartakan Kepada Dunia. Dan Pemuridan Berarti Berbalik Dari Dosa Dan Secara Mutlak, Dan Tanpa Syarat, Mengikuti Yesus Sebagai Tuhan.

Catatan Apa Pun Yang Menekankan Bahwa Keselamatan Hanyalah Sekadar Soal Pengampunan Atau Bahwa Seorang Kristen Dapat Memperoleh Pembenaran Tanpa Pengudusan, Semua Itu Sangat Jauh Dari Apa Yang Diajarkan Perjanjian Baru, Sejauh Surga Dari Neraka.
Dari Cara Pandang, Alkitabiah Pengampunan Lewat Salib Dan Perubahan Dari Karakter Dalam Pertobatan Yang Menyeluruh, Ketaklukan Keberadaan Kepada Kristus Sebagai Tuhan Dalam Pemunde Yang Penuh Ketaatan Dan Relasi Sosial-ekonomi Yang Sud Dipulihkan Dalam Komunitas Orang-orang Percaya, Merupaka Seluruh Bagian Dari Keindahan Dan Keutuhan Realita Keselamatan. Jika Gereja Pada Masa Kini Menggenggam Dan Memegang Teguh Pengajaran Keselamatan Dari Alkitab Ini, Gere Pasti Akan Memohon Kepada Allah Buat Hadirnya Anugerah Dan Kuasa Yang Membebaskannya Dari Skandal Ketidaktaatan Yang Terjadi Saat Ini.


Manusia
Terlalu Sering, Kaum Injili Berpikir Bahwa Manusia Pada Hakikatnya Adalah Jiwa. Bagian Terpenting Dari Seseorang Adalah Jiwanya. Tidak Heran Pada Akhirnya Kita Mengartikan Kegiatan Penginjilan Sebagai "Menyelamatkan Jiwa-jiwa."
Pandangan Ini Sama Sekali Tidak Alkitabiah. Kita Telah Melihat Bahwa Injil Yesus Lebih Jauh Dari Sekadar Kabar Baik Bahwa Jiwa-jiwa Dapat Memperoleh Pengampunan Dan Berangkat Ke Surga. Injil Adalah Kabar Baik Tentang Kerajaan Allah, Dan Bahwa Kerajaan Itu Mencakup Aturan-aturan Sosial' Baru Di Mana Sekarang, Di Dalam Kuasa Roh Kudus, Hal Itu Nampak Di Dalam Persekutuan Murid-murid Kristus. Namun, Mengadopsi Definisi Yesus Tentang Injil Hanyalah Satu Bagian Dari Solusi.

Dalam Pemahaman Alkitab, Manusia Lebih Dari Sekadar Jiwa. Seperti Yang Dinyatakan Oleh John Stott, Setiap Pribadi Adalah Sebuah "Persekutuan Antara Tubuh Dan Jiwa." Platolah Seorang Filsuf Yang Tidak Percaya Dan Bukan Penulis Alkitab, Yang Memahami Bahwa Bagian Utama Manusia Adalah Jiwa. Plato Berpikir Bahwa Setiap Orang Memiliki Jiwa Baik Yang Sedang Terperangkap Di Dalam Tubuh Yang Jahat. Solusinya Adalah Jiwa Harus Meninggalkan Tubuh Jahat Itu Dan Terbebaskan. Pandangan Yang Tidak Alkitabiah Ini Membawa Pengajaran Kekristenan Abad Pertengahan Kepada Litani Yang Sangat Panjang Akan Gagasan Yang Meremehkan Arti Tubuh, Memandang Hubungan Seks Dalam Pernikahan Sebagai Hal Yang Patut Dicurigai, Kalau Tidak Mau Dikatakan Berdosa, Dan Menyanjung- Nyanjung Gaya Hidup Asketis (Pertapa). Pandangan Penginjilan Modern Tentang "Menyelamatkan Jiwa-jiwa" Berdiri Di Dalam Sejarah Panjang Yang Tidak Alkitabiah Ini.

Dalam Kerangka Alkitabiah, Manusia Terdiri Atas Jiwa Dan Tubuh: "Allah Membentuk Manusia Itu Dari Debu Tanah Dan Menghembuskan Nafas Hidup Ke Dalam Hidungnya; Demikianlah Manusia Itu Menjadi Makhluk Yang Hidup" (Kej. 27)  

Manusia Memiliki Bagian Material Dan Bagian Spiritual &  Bagian Material Itu Sangat Baik. Sesungguhnya, Tubuh Itu Sang Sehingga Sang Pencipta Dari 120 Miliar Galaksi Datang M Manusia Mengambil Sebuah Tubuh Material. Di Dalam Daging Bekerja Sebagai Seorang Tukang Kayu, Menggerga Papan De Memalu Paku, Dengan Demikian La Menguduskan Dunia K Sesungguhnya, Tubuh Itu Baik Sehingga Yesus Bangkit Se Hubuh Dari Kematian Dan Berjanji Untuk Membangkitkan Kita Dalam Keberadaan Tubuh Yang Dibarui Pada Kedatangan-ny Yang Kedua. Janji Alkitab Adalah Bahwa Ketika Kristus Kembal La Akan Memulihkan Bahkan Ciptaan Yang Mengeluh Karena Penderitaan Kepada Kesempurnaan (Rom. 8:19-21) Das Menyambut Kita Kepada Pesta Yang Mulia Di Mana Kita Akan Bersukacita Di Dalam Kemurahan Bumi Baru Pada Perjam Pernikahan Sang Anak Domba. Masa Depan Yang Dinantikan Orang-orang Kristen Bukanlah Surga Kaum Platonis Di Mana Je Jiwa Tak Berwujud Melayang-layang Di Mana-mana, Namin Sebuah Bumi Yang Diubahkan Di Mana Tubuh Kebangkitan Tinggal. Itulah Sebabnya Mengapa Tubuh Itu Baik Adanya.

Adalah Suatu Kenyataan Bahwa Banyak Pemikir Sekule Modern Berpandangan Ekstrim Yang Lain Dari Pandangan Platonis Kristen. Marx, Darwin Dan Banyak Pemikir Sekuler  Kontemporer Melihat Manusia Semata-mata Sebagai Mesin Material I Yang Kompleks. Yang Ada Hanyalah Dunia Material. Pandangan Seperti Ini Juga Pada Dasarnya Tidak Alkitabiah. Tidak Ada Satu Pun Dalam Dunia Materi Ini, Bahkan Seluruh Dunia Materi, Yang Memiliki Makna, Selain Relasi Kita Dengan Kristus (Mat. 16:24-26). Yesus Meminta Dengan Tegas Agar Semua Orang Yang Ingin Mengikuti-nya Menyangkal Diri Dan Rela Mengorbankan Apa Pun Juga Termasuk Nyawa Mereka: "Karena Barangsiapa Mau Menyelamatkan Nyawanya, Ia Akan Kehilangan Nyawanya; Tetapi Barangsiapa Kehilangan Nyawanya Karena Aku, Ia Akan Memperolehnya. Apa Gunanya Seorang Memperoleh Seluruh Dunia Tetapi Kehilangan Nyawanya? Dan Apakah Yang Dapat Diberikannya Sebagai Ganti Nyawanya?" (Ay. 25-26).

Pemahaman Bahwa Kita Diciptakan Sedemikian Rupa Sehingga Hidup Yang Sesungguhnya Hanya Akan Tersedia Jika Kita Bersedia Untuk Menyerahkan Hal-hal Material, Bahkan Nyawa Kita Sendiri, Membebaskan Kita Dari Sikap Hidup Materialistis. Sang Pencipta Menjadikan Dunia Material Baik Adanya, Secara Mentakjubkan, Namun La Juga Menjadikan Manusia Sehingga Tidak Ada Hal Lain Yang Lebih Penting Bagi Kebahagiaan Mereka Selain Hubungan Yang Benar Dengan Allah. Memegang Pengajaran Alkitab Yang Tidak Terpisahkan Ini Di Mana Dunia Material Adalah Baik Namun Punya Batasan, Akan Melindungi Kita
Baik Dari Pandangan Asketisme Platonis Maupun Dari Gaya Hidup Materialistis Masa Kini. 

Dalam Pandangan Alkitabiah, Manusia Terdiri Materi Dan Aspek Rohani. Itulah Sebabnya Mengapa Injil Yesus Aspek Tidak Hanya Menyembuhkan Jiwa Tapi Juga Tubuh. Sebabnya Mengapa Kitab Suci Tak Henti-hentinya Mengajarkan Bahwa Allah Membenci Masyarakat Yang Menindas Orang-orang Miskin Dan Tidak Menyediakan Kesempatan Bagi Semua Secara Merata Untuk Menikmati Kecukupan Dalam Hal Material Itulah Sebabnya Mengapa Pola Hidup Berbagi Yang Luar Biasa Dari Gereja Mula-mula Berjalan Seiring Sejalan Dengan Pewartaan Injil Dan Itulah Sebabnya Mengapa Misionaris Besar Bagi Bangsa N Non- Yahudi, Paulus, Menghabiskan Waktu Berbulan-bulan Untuk Mengumpulkan Persembahan Dari Berbagai Benua Bagi Jemaat Kristen Yang Miskin Di Yerusalem (2kor. 8-9). Orang Itulah Atas

Manusia Juga Adalah Makhluk Komunal. Kita Tidak Diciptakan Untuk Menjadi Pengelana-pengelana Kesepian (Lone Rangers) Atau Pertapa Yang Terisolasi. Kita Diciptakan Untuk Bersekutu. Diciptakan Di Dalam Rupa Dan Gambar Allah Tritunggal, Sebuah Komunitas Kasih Antara Bapa, Putra Dan Roh Kudus, Kita Pun Diciptakan Dengan Tujuan Untuk Hidup Berelasi Dengan Orang Lain. Hal Tersebut Tampak Jelas Dari Kenyataan Bahwa Allah Menjadikan Kita Sebagai Laki-laki Dan Perempuan Yang Saling Membutuhkan Satu Dengan Yang Lain Untuk Memenuhi Tujuan Allah Bagi Hidup Kita. Pasangan Pertama Membentuk Sebuah Keluarga Dengan Anak-anak Dan Kemudian Mereka Mulai Bekerja Sama Untuk Membentuk Peradaban. Terlahir Dengan Tak Berdaya, Kita Sebenarnya Mati Tanpa Perhatian Orang Lain. Tanpa Orang Lain Yang Menurunkan Warisan Hikmat Dari Peradaban Umat Manusia, Setiap Orang Harus Berupaya Keras Menemukan Segala Sesuatu Dari Awal. Tanpa Sesama Yang Pengetahuan Khusus Dan Ketrampilan- Ketrampilannya Menambahkan Secara Tak Terukur Kesempurnaan Hidup Kita, Kita Hanya Akan Hidup Dalam Kehampaan Yang Tidak Dapat Dibayangkan. Sederhananya, Kita Tidak Dapat Menjadi Manusia Sesuai Tujuan Sang Pencipta Jika Kita Hidup Sebagai Individu Yang Terisolasi. Kita Diciptakan Untuk Bersekutu.

Paham Individualisme Barat Secara Mencolok Menyangkal Adanya Aspek Komunal Dari Diri Manusia. Pemuasan Diri Sendiri Menjadi Tolak Ukur Tertinggi. Hasilnya Adalah Kehancuran Dari Kehidupan Rumah Tangga Dan Pengabaian Tanggung Jawab Terhadap Sesama Kita Dan Pada Kebaikan Bersama. Salah Satu Alasan Utama Mengapa Angka Perceraian Kaum Injili Sangat Tinggi Adalah Karena Orang-orang Injili Saat Ini Tanpa Berpikir Mengadopsi Paham Individualisme Yang Ada Di Dalam Masyarakat. Paham Individualisme Yang Sama Juga Memelihara Sikap Materialisme Konsumtif Dan Mengabaikan Kaum Miskin. Dengan Sangat Sedih Kita Perlu Untuk Mengembalikan Pemahaman Yang Alkitabiah Dari Manusia Sebagai Kesatuan Yang Tak Terpisahkan Antara Tubuh Dan Jiwa Yang Diciptakan Untuk Bersekutu

Dosa
Adalah Hal Yang Cukup Beralasan Untuk Mengatakan Bahwa Beberapa Puluh Tahun Yang Lalu Kaum Injili Cenderung Menitikberatkan Dosa Dalam Pengertian Dosa Perorangan Sementara Kaum Protestan Arus Utama Mendefinisikan Dosa Dalam Pengertian Dosa Sosial (Yang Saya Maksudkan Dengan Dosa Perorangan Adalah Tindakan Seperti Berbohong, Mencuri Dan Berzinah, Dan Yang Saya Maksudkan Dengan Dosa Sosial Adalah Keterlibatan Dalam Sistem Yang Tidak Adil Seperti Perbudakan, Sistem Politik Apartheid Dan Sistem Ekonomi Yang Korup). Namun Sayangnya, Para Pendeta Dari Berbagai Kalangan Makin Sedikit Berbicara Dan Membahas Perihal Dosa. Faktor-faktor Seperti Paham Relativisme Yang Sedang Berkembang, Perasaan Takut Untuk Dikatakan "Suka Menghakimi," Hasrat Untuk Disebut Sebagai "Seorang Yang Bersahabat," Dan Tindakan Psikologisasi Terhadap Dosa Telah Bekerja Secara Bersama-sama Untuk Melawan Penekanan Alkitab Yang Sangat Jelas Tentang Dosa. Seperti Yang Dikatakan Cornelius Plantinga Jr., "Di Mana Dosa Disoroti, Masyarakat Dengan Serta- Merta Mengomel."18

Tidak Ada Seorang Pun Yang Menunjukkan Hal Ini Seterus Terang Seorang Sosiolog Sekuler, Alan Wolfe. Wolfe Bukanlah Seorang Kristen. Ia Adalah Seorang Agnostik, Yang Buku Terbarunya, The Transformation Of American Religion Memuat Sebuah Analisis Cerdas Tentang Keagamaan Amerika Masa Kini, Khususnya Gerakan Injili. Wolfe Mengatakan Bahwa Penolakan Yang Makin Meluas Terhadap Doktrin Dosa Justru Terjadi Dengan Sangat Menyolok Di Antara Kaum Injili! La Menulis, "Tidak Ada Area Lain Dalam Praktik-praktik Keagamaan, Secara Khusus Dalam Kalangan Injili, Di Mana Terdapat Jurang Lebar Antara Bagaimana Seharusnya Agama Itu Dengan Keadaan Nyata Dari Agama Tersebut, Sebesar Dalam Area Dosa" (Cetak Miring Oleh Saya)." Lebih Mengejutkan Lagi, Ratapan Terhadap "Kemunduran Dalam Dosa" Ini Dinyatakan Oleh Seseorang Yang Bukan Kristen.

Ketika Berbicara Tentang Dosa, Hal Pertama Yang Harus Kita Lakukan Tanpa Ragu-ragu Adalah Mengembalikan Kebenaran Alkitabiah Yang Kokoh Bahwa Allah Kita Yang Maha Kudus Membenci Dosa. Para Pengkhotbah Injili Harus Menemukan Kembali Cara Untuk Mengkhotbahkan Dosa Sejelas Yang Alkitab Lakukan

Kita Juga Perlu Untuk Mengetahui Bahwa Di Dalam Alkitab, Dosa Mencakup Baik Aspek Perorangan Maupun Aspek Sosial Berulang Kali, Para Nabi Memaparkan Dengan Sangat Jelas Bahwa Entah Itu Dengan Berdusta, Mencuri, Melakukan Perzinahan, Maupun Dengan Turut Terlibat Dalam Sistem Hukum Dan Ekonomi Yang Tidak Adil Tanpa Melakukan Hal Yang Tuhan Inginkan Untuk Mengubahnya, Kita Telah Berdosa. Dosa Melingkupi Aspek Perorangan Maupun Sosial Dan Karena Itu Untuk Menghancurkan Kejahatan Kita Butuh Baik Transformasi Perorangan Maupun Transformasi Sosial.

Sayangnya Kaum Injili Masih Belum Mengerti Akan Hal Ini Dalam Penelitiannya Yang Luas Terhadap Kaum Injili Amerika, Sosiolog Injili Chris Smith Menemukan Bahwa Orang-orang Injili Saat Ini Memang Sudah Memiliki Keterlibatan Politik Yang Sama Seperti Kalangan Protestan Arus Utama Dan Kalangan Katolik Namun Ketika Diminta Pendapat Bagaimana Masyarakat Dapat Diubah, Hampir Setiap Orang Injili Menjawab Bahwa Masyarakat Secara Otomatis Dapat Diubah Dengan Mengubah Pribadi Seseorang. Dalam Buku Berikutnya Tentang Kaum Injili Dan Rasisme, Smith Dan Penulis Rekanannya Michael O. Emerson Menemukan Bahwa Secara Mengerikan Kaum Injili Sangat Lemah Dalam Pemahaman Mereka Terhadap Penyebab Struktural Yang
Menyebabkan Terjadinya Pembedaan Antara Kulit Putih Dengan Ketika Diminta Pendapat Untuk Menjelaskan Kulit Hitam. Penyebab Dari Jurang Sosial-ekonomi Yang Terjadi Antara Kaum Kulit Hitam Dengan Kulit Putih Amerika, Orang-orang Injili Kulit Putih Pada Umumnya Menunjuk Kepada Penyebab Perorangan Daripada Penyebab Struktural. 62 % Menyalahkan Ketiadaan Motivasi Dari Kulit Hitam, Dan Hanya 27% Menyalahkan Diskriminasi Sosial." Dan Solusi Bagi Rasisme? Sekali Lagi, Sebagian Besar Kaum Injili Memilih Pendekatan Perorangan. 89% Memilih Pergi Berkenalan Dengan Orang-orang Yang Berbeda Ras Sebagai Jalan Untuk Mengatasi Rasisme. Hanya 38 % Memilih Perlunya Sebuah Lingkungan Yang Menyatukan Ras-ras Yang Ada. Antara Tahun 1994-1998, Ada Dua Puluh Kisah Dalam Majalah Christianity Today Menganjurkan Cara Mengatasi Rasisme Melalui Pergi Untuk Berkenalan Dengan Seseorang Yang Memiliki Ras Berbeda; Dan Hanya Dua Yang Berbicara Tentang Sebuah Lingkungan Yang Menyatukan Ras-ras Yang Ada."

Dalam Seruannya Yang Penuh Semangat Kepada Masyarakat Untuk Mengakhiri Rasisme, Promise Keepers Mengambil Pendekatan Ekslusif Individualistik Yang Sama. Mereka Menghimbau Setiap Laki-laki Kulit Putih Untuk Bersahabat Dengan Seorang Laki-laki Kulit Hitam. Ketua Dari Promise Keeper Menekankan, "Tuhan Bekerja Dalam Hati Seseorang Dengan Seketika. Satu-satunya Cara Untuk Mengis Orang [Adalah] Mengubah Hati Mereka." Pembicara Pleno Menyatakan Bahwa Rasisme Tidak Dapat D Lewat "Perundang-undangan Kecuali Dengan Relasi "* Salah

Pendekatan Perorangan Ini Hanya Mengandung Seteng Kebenaran! Masalah Dosa Memang Lebih Dalam Dari Sekadar Tatanan Kemasyarakatan. Dosa Berakar Di Dalam Hati Man Pertobatan Yang Sejati, Ketaklukan Mutlak Kepada Krist Sebagai Tuhan Dan Keterbukaan Yang Antusias Terhadap Kuss Yang Mengubahkan Dari Roh Kudus Secara Dramatis, Tidak Hany Mengubah Hati Tapi Juga Sikap Luaran Seseorang. Penekanan Terhadap Pentingnya Pertobatan Pribadi, Secara Sepihak Terjadi Karena Kaum Injili Yang Terlibat Dalam Kegiatan Penginjilan Melihat Langsung Perubahan Dramatis Yang Dihasilkan Oleh Pertobatan Pribadi Dalam Hidup Yang Hancur. Kita Termotivasi Untuk Tidak Pernah Jatuh Ke Dalam Kesalahan Teologis Yang Dilakukan Kaum Liberal Yang Berpikir Bahwa Satu-satunya Jalan Untuk Mengubah Masyarakat Adalah Melalui Perubahan Tatanan Masyarakat.

Namun Pendekatan Dari Kalangan Injili Hanya Menawarkan Sebagian Dari Keseluruhan Solusi Yang Diperlukan. Sebuah Penekanan Individualistik Sempit Pada Pendekatan Pribadi Tanpa Sebuah Perhatian Yang Sama Terhadap Penyebab Dan Solusi-solusi Pada Hal Struktural Memiliki Beberapa Kesalahan, Sebagai Berikut: Hal Tersebut Bertentangan Dengan Aktivitas Politik Kita Saat Ini; Hal Tersebut Mengingkari Keberhasilan Kita Di Masa Lampau Dalam Mengubah Tatanan Masyarakat Yang Ada, Hal Tersebut Tidak Konsisten Dengan Pemahaman Alkitabiah Tentang Manusia, Dan Hal Tersebut Secara Keseluruhan Mengingkari Pengajaran Alkitab Tentang Dosa Sosial.

Belakangan Ini Kaum Injili Secara Dalam Telah Terlibat Dalam Aktivitas Politik Untuk Melindungi Keluarga Dan Kekudusan Hidup Umat Manusia. Saya Mendukung Upaya-upaya Ini. Namun Apakah Kita Juga Berkata Bahwa Karena Satu-satunya Cara Untuk Mengubah Masyarakat Hanya Dengan Mengubah Pribadi Seseorang, Maka Kita Tidak Perlu Untuk Memperjuangkan Undang-undang Perlindungan Pernikahan Dan Kekudusan Hidup Manusia? Apakah Kita Juga Akan Berkata Bahwa Kita Harus Menghabiskan Semua Tenaga Kita Untuk Bersahabat Dengan Para Remaja Yang Hamil Di Luar Nikah Dan Mempertobatkan Seorang Pezinah? Tentu Saja Tidak. Kita Tentu Harus Mengupayakan Agar Permintaan Aborsi Menjadi Sesuatu Yang Dilarang Secara Hukum. Kita Perlu Mengupayakan Sebuah Amandemen Bagi Konstitusi Negara Amerika Serikat Agar Memberi Penjelasan Bahwa Pernikahan Adalah Sebuah Persatuan Ekslusif Antara Seorang Pria Dengan Seorang Perempuan. Hal-hal Ini Merupakan Solusi Struktural Yang Dibutuhkan Bagi Masalah-masalah Sosial Tapi Hal-hal Ini Tidak Cocok Dengan Gagasan Bahwa Mengubah Masyarakat "Secara Otomatis Dengan Mengubah Pribadi Seseorang."

Wilbeforce Dan Kaum Abolisionis Injili Yang Lain Mengambil Pendekatan Sistemik Yang Sama Untuk Perbudakan. Mengakhiri Mereka Tidak Memperdebatkan Bahwa Satu- Satunya Cara Untuk Mengakhiri Perbudakan Adalah Dengan Mempertobatkan Semua Pemilik-pemilik Budak. Mereka Bekerja Bagi Hukum Baru Yang Akan Mengubah Tatanan Masyarakat Y Ada Dengan Menjadikan Kepemilikan Budak Sebagai Sesuatu Yang Berlawanan Dengan Hukum. Yang

Pemahaman Alkitab Tentang Manusia Memberikan Dasar Bagi Pendekatan Untuk Mengakhiri Kejahatan Dengan Mengombinasikan Baik Perubahan Perorangan Maupun Perubahan Tatanan Masyarakat. Manusia Adalah Pribadi Bertanggung Jawab Yang Telah Membuat Pilihan Yang Salah. Karena Itu, Mempertobatkan Orang-orang Berdosa Sehingga Mereka Mulai Membuat Pilihan-pilihan Yang Baik Adalah Bagian Yang Sangat Penting Untuk Memperbaiki Kehancuran Sosial Yang Ada. Tetapi Bagaimanapun Juga, Seperti Yang Telah Kita Saksikan Sebelumnya, Manusia Juga Adalah Makhluk Sosial. Kita Hidup Dalam Ikatan Keluarga Dan Komunitas Masyarakat Yang Sangat Mempengaruhi Perilaku Hidup Kita. Alkitab Berkata, "Tikah Ang Muda Menurut Jalan Yang Patut Baginya, Maka Pada Ma Apun Ia Tidak Akan Menyimpang Dari Pada Jalan Ita (Ama Pengaruh Dari Komunitas Masyarakat Memiliki Dampak Ang Sangat Besar Untuk Mengarahkan Masyarakat Ke Sath Ke Arah Yang Lain. Itulah Sebabnya Mengapa Orang-orang Bil Bersikap Sangat Tepat Ketika Menolak Untuk Mengirimk Anak-anak Mereka Ke Sekolah-sekolah Yang Mengajarkan Ativisme, Mendukung Nilai-nilai Seksual Yang Salah, Dan Yang Mendorong Anak-anak Untuk Berhubungan Dengan Pengguna Narkoba. Tatanan Masyarakat Yang Buruk Membant Perkembangan Perilaku Hidup Yang Tidak Bermoral Tatanan Masyarakat Yang Baik Mendorong Tindakan-tindakan Bermoral Sang Pencipta Membentuk Kita Sebagai Makhlak Sosial Yang Dapat Dipengaruhi Oleh Orang-orang Lain Dan Tatanan Masyarakat Yang Ada Di Sekitar Kita. Jika Kita Memahami Hal Ini, Kita Akan Bekerja Untuk Mengakhiri Rasisme Dan Ketidakadilan Ekonomi Inwat Strategi Baik Yang Bersifat Perorangan Maupun Struktu

Mungkin Cara Paling Jelas Yang Ditunjukkan Alkitab Pendekatan Integratif Ini Adalah Dalam Pengar Da Mencakup Baik Aspek Perorangan Maupun Sosial P Cara Teratur Mencela Dosa-dosa Sosial Sek 4 Dosa Perorangan. Amos 2: 6-7 Adalah Contoh  Klasik Untuk Hal Ini ; Oleh Karena Mereka Menjual Orang Benar Karena Uang Dan Orang Miskin Karena Sepasang Kasut; Mereka Menginjak-injak Kepala Orang Lemah Ke Dalam Debu Dan Membelokkan Jalan Orang Sengsara; Anak Dan Ayah Pergi Menjamah Seorang Perempuan Muda, Sehingga Melanggar Kekudusan Nama-ku.

Hampir Semua Kalimat Dari Teks Di Atas Berbicara Tentang Penindasan Ekonomi. Para Sarjana Menunjukkan Bahwa "Benar" Yang Dijual Untuk Uang Dan Kasut Adalah Seorang Miskin Yang Berada Pada Posisi Hukum Yang Benar, Namun Orang-orang Kaya Dan Berkuasa Menyuap Para Hakim Dan Menang. Sistem- Sistem Hukum Korup Muncul Di Dalam Ketidakadilan Ekonomi Yang Kotor. Tapi Kemudian Dua Baris Terakhir Dari Ayat Kita Di Atas Mengutuk Pelanggaran Seksual (Kemungkinan Pelacuran Bakti Dalam Tradisi Agama-agama Kafir). Allah Sangat Membend Baik Dosa Seksual Maupun Dosa Akibat Penindasan Ekonomi. Orang.

Amos 5:10-12 Melanjutkan Serangan Terhadap Tatanan Masyarakat Yang Tidak Adildalam Kasus Ini Sebuah Sistem Hukum Yang Kejam Berada Di Belakang Sistem Ekonomi Yang Menindas.
Kamu Membenci Orang Yang Menentang Ketidakadilan Dan Yang Berbicara Benar Dalam Pengadilan. Kamu Menindas Orang Miskin
Dan Gandumnya Kamu Rampas.... Kamu Menindas Orang Baik; Kamu Menerima Sogok  Dan Membiarkan Orang Miskin Diperlakukan Tidak Adil Di Pengadilan.


Nabi Yesaya Mengecam Dengan Keras Para Pembuat Um Dan Birokrat Yang Menulis Dan Menjalankan Hukum- Ukum Yang Menindas (Yes. 10:1-4). Dan Pemazmur Gaskan Bahwa Allah Akan Membinasakan Mereka Yang Wancangkan Kejahatan Berdasarkan Hukum (Mzm. 94: 20)

Amos 4:1-2 Memperlihatkan Bahwa Kita Berdosa Melawan Allah Dan Sesama Ketika Kita Memilih Untuk Berpartisipasi Dalam Sistem-sistem Yang Tidak Adil. Amos Mencela Perempuan-perempuan Kaya Pada Zamannya Karena Mereka Mendukung Dan Terlibat Dalam Tatanan Ekonomi Dan Hukum Yang Menindas, Yang Membuat Mereka Kaya.

"Dengarlah, Hai Wanita-wanita Samaria Yang Bertambah Gemuk
Seperti Sapi-sapi Tambun Di Basan! Kamu Menindas Orang Lemah, Memeras Orang Miskin, Dan Menuntut Supaya Suamimu Selalu
Menyediakan Minuman Keras Bagimul Tuhan Allah Telah Bersumpah Demi Kekudusan-nya: Sesungguhnya, Akan Datang Masanya Bagimu,
Bahwa Kamu Diangkat Dengan Kait Dan Yang Tertinggal Di Antara Kamu Dengan Kail Ikan."

Amos Meramalkan Bahwa Sebuah Bangsa Asing Akan Menaklukkan Israel, Meluluh Lantakkan Kota-kota Mereka &

Menarik Para Wanita Kaya Ini Dengan Dicocok Pada Hidung Mereka. Karena Mereka Memilih Untuk Turut Terlibat Di Dalam Sistem Yang Menindas Dan Mengambil Untung Darinya, Allah Membawa Hukuman Yang Mengerikan Bagi Perempuan Perempuan Berduit Ini. 

Dalam Perjanjian Baru, Kata Cosmos (Yang Berarti "D Seringkali Mengekspresikan Ide Tentang Kejahatan Yang Tertata Dalam Pemikiran Yunani, Kata Cosmos Mengacu Kepada Tataras Dari Kehidupan Berbudaya, Secara Khusus Menunjuk Kepada Pola-pola Dari Konsep Negara-kota Yunani Yang Dipandang Banyak Orang Sangat Baik. Namun, Para Penulis Kitab Suci Ta Bahwa Dosa Telah Menyerbu Dan Mengacaukan Tatanan-tata Dan Millai-nilai Masyarakat Di Dalamnya.

Sebab Itu, Seringkali Perjanjian Baru Menggunakan Kan Cosmos Untuk Mengacu Kepada Sesuatu, Yang Dalam Bahasa Ch Dodd Disebut Sebagai "Komunitas Umat Manusia Yang Diatur Atas Prinsip-prinsip Yang Salah." Dodd Menuliskan, "Ketia Paulus Berbicara Tentang "Dunia" Dalam Pengertian Moral, Sedang Memikirkan Totalitas Dari Masyarakat, Sistem-sister Sosial, Norma-norma Dan Tradisi-tradisi, Yang Berseberange Dengan Allah Dan Tujuan Penebusan-nya." Sebelum Pertobatan, Orang-orang Kristen Mengikuti Norma-norma D Pola-pola Dari Sebuah Tata Tertib Masyarakat Yang Telah Rusak

Paulus Menulis Bagi Jemaat Efesus, "Kamu Dahulu Sudah Mat Karena Pelanggaran-pelanggaran Dan Dosa-dosamu. Kamu Hidup Di Dalamnya, Karena Kamu Mengikuti Jalan Dunia Ini" (21- 2). Rasul Paulus Dan Rasul Yohanes Mendesak Orang-orang Kristen Agar Tidak Mengikuti Pola Dari Sistem-sistem Dan Pandangan-pandangan Dunia Yang Kejam, Seperti Yang Disaksikan Oleh Dua Ayat Berikut Ini:

Janganlah Kamu Menjadi Serupa Dengan Dunia Ini, Tetap Berubahlah Oleh Pembaharuan Budimu, Sehingga Kamu Dapat Membedakan Manakah Kehendak Allah: Apa Yang Baik, Yang Berkenan Kepada Allah Dan Yang Sempurna.

Roma 122
Janganlah Kamu Mengasihi Dunia Dan Apa Yang Ada Di Dalamnya. Jikalau Orang Mengasihi Dunia, Maka Kasih Akan Bapa Tidak Ada Di Dalam Orang Itu. Sebab Semua Yang Ada Di Dalam Dunia, Yaitu Keinginan Daging Dan Keinginan Mata Serta Keangkuhan Hidup, Bukanlah Berasal Dari Bapa, Melainkan Dari Dunia. Dan Dunia Ini Sedang Lenyap Dengan Keinginannya. Tetapi Orang Yang Melakukan Kehendak Allah Tetap Hidup Selama-lamanya.

1 Yohanes 215-17
Menurut Rasul Paulus, Di Balik Tatanan Masyarakat Dalam Dunia Kita Yang Telah Terdistorsi, Terdapat Kuasa-kuasa Supranatural Jahat Yang Ada Di Bawah Kendali Setan Sendiri Ketika Rasul Paulus Berkata Bahwa Sebelum Pertobatan Mereka Jemaat Efesus Telah "Mengikuti Jalan Dunia Ini Ia Menambahkan, "Karena Kamu Mentaati Penguasa Kerajaan Angkasa, Yaitu Roh Yang Sekarang Sedang Bekerja Di Antara E Orang Durhaka" (Ef. 2:2). Paulus Mengingatkan Bahwa "Y Berjuang Bukannya Melawan Manusia, Melainkan Mela Kekuatan Segala Setan-setan Yang Menguasai Zaman Yang J Ini. Kita Melawan Kekuatan Roh-roh Jahat Yang Menguasai N Angkasa" (Ef. 6:12).

Baik Orang-orang Yahudi Maupun Yunani Pada Zam Paulus Percaya Bahwa Makhluk-makhluk Supranatural Entรฉ Yang Baik Maupun Yang Jahat Ada Di Balik Dan Tatanan Sosial Dan Politis Yang Ada Dan Dengan Kuat Mempengaruhinya Masyarakat Sekuler Modern Mungkin Akan Sangat Sulit Untuk Mempercayai Hal Tersebut. Namun Ketika Saya Melihat Pada Kejahatan Demonik Dari Sistem-sistem Sosial Seperti Paham Nazisme, Apartheid, Dan Komunisme Atau Bahkan Percampuran Yang Rumit Dari Rasisme, Pengangguran, Pelacuran, Peredaran Narkotika Dan Kekejaman Aparat Kepolisian Di Pelosok-pelosok Amerika, Saya Tidak Ragu-ragu Untuk Mempercayai Bahwa Setan Dan Komplotannya Berupaya Keras Untuk Mengembangkan Struktur-struktur Penindas Dan Dengan Demikian Melakukan Yang Terbaik Untuk Menghancurkan Ciptaan Allah Yang Baik

Kuasa-kuasa Supranatural Yang Jahat Ini Bekerja Untuk Memutarbalikkan Dan Mengacaukan Tatanan-tatanan Masyarakat Yang Kita Butuhkan Sebagai Makhluk Sosial Agar, Menjadi Manusia Yang Utuh. Dengan Merayu Kita Ke Dalam Banyak Pilihan Salah Yang Menciptakan Sistem-sistem Yang Jahat Dan Dengan Bekerja Melawan Semua Upaya Untuk Mengakhiri Struktur-struktur Opresif Dan Terkadang Dengan Berupaya Memikat Para Politisi Dan Pemimpin-pemimpin Berkuasa Lain Untuk Menggunakan Kekuatan-kekuatan Gaib, Kuasa-kuasa Iblis Ini Telah Membentuk Dunia Kita. Kejahatan Jauh Lebih Kompleks Daripada Pilihan-pilihan Salah Yang Dibuat Seseorang, La Juga Ada Di Luar Diri Kita Baik Lewat Sistem-sistem Sosial Yang Menindas Maupun Di Dalam Kekuatan-kekuatan Iblis Yang Suka Untuk Menantang Allah Dengan Merusak Tatanan-tatanan Masyarakat Yang Dibutuhkan Oleh Manusia Sebagai Pembawa Gambar Dan Rupa Allah.


Paus Yohanes Paulus Ii Dengan Tepat Menekankan Bahwa Tatanan Masyarakat Yang Jahat "Berakar Dalam Dosa Perorangan Kejahatan Sosial Berasal Dari Pemberontakan Kita Melawan Allah Dan Sebagai Hasil Dari Sikap Egoisme Kita Terhadap Sesama Kita Namun Ia Lebih Lanjut Mengatakan Bahwa "Akumulasi Dan Pemusatan Dari Banyak Dosa-dosa Perorangan Menciptakan Tatanan Masyarakat Yang Jahat Yang Bersifat "Menindas Dan Sulit Untuk Diubah." Ketika Kita Memilih Untuk Terlibat Di Dalam Tatanan Masyarakat Yang Jahat Dan Mengambil Untung Dari Dalamnya, Seperti Yang Dilakukan Oleh Perempuan-perempuan Kaya Pada Zaman Amos, Kita Berdosa Terhadap Allah Dan Sesama

Salah Satu Contoh Yang Paling Mengejutkan Dan Kegagalan Kaum Injili Untuk Memahami Kejahatari Sosial Muncul Dalam Sebuah Seminar Khusus Yang Diadakan Oleh Majalah Christianity Today Untuk Menanggapi Buku Emerson Dan Smith, Divided By Faith, Yang Memperlihatkan Bahwa Gerakan Iri Sebenarnya Turut Berkontribusi Untuk Menciptakan Pemisahan Rasial. Walaupun Emerson Dan Smith Menempatkan Sebuah Bagian Penting Dari Tuduhannya Pada Kegagalan Kaum Injili Dalam Memahami Ketidakadilan Struktural, Tidak Satu Pun Dari Para Pemimpin Injili Yang Hadir Dalam Forum Christianity Today Itu Menanggapi Dengan Memperlihatkan Bahwa Kaum Injili Memiliki Pemahaman Alkitabiah Yang Jelas Tentang Dosa Sosial

Kecuali Kita Memeluk Kebenaran Alkitab Bahwa Dosa Mencakup Baik Aspek Personal Maupun Sosial, Niscaya Kita Tidak Akan Pernah Memahami Dengan Utuh Baik Penyebab Atau Pun Solusi Bagi Rasisme Dan Ketidakadilan Ekonomi Atau, Kehancuran Keluarga Dan Hilangnya Penghargaan Atas Kekudusan Hidup Manusia. Karena Cara Allah Menciptakan Kita, Maka Kita Perlu Untuk Mengubah Baik Pribadi Seseorang Maupun Sistem-sistem Yang Tidak Benar. Perspektif Alkitab Menuntut Baik Pertobatan Perorangan Maupun Perubahan Struktural.

Beberapa Puluh Tahun Yang Lalu, Seorang Uskup India
Memberitahu Saya Kisah Berikut Untuk Menggarisbawahi Pentingnya Perubahan Struktural. Di Satu Tempat Ada Sebuah Rumah Sakit India Bagi Penderita Sakit Mental Yang Memiliki Cara Yang Sangat Unik Untuk Menentukan Apakah Seseorang Cukup Memenuhi Syarat Untuk Kembali Pulang Ke Rumah. Petugas Rumah Sakit Akan Mulai Mengisi Sebuah Baskom Besar Dengan Air Dan Memberi Sebuah Karet Busa Kepada Sang Pasien Yang Kondisi Kewarasannya Dipertanyakan. Kemudian, Sambil Terus Menuangkan Air Ke Dalam Baskom, Sang Petugas Meminta Sang Pasien Untuk Mengosongkan Baskom Itu Dengan Busa Yang Diberikan Padanya. Jika Sang Pasien Mulai Mengeluarkan Air Dari Dalam Baskom Dengan Karet Busa Yang Masih Penuh Dengan Air Secara Sekaligus, Tanpa Terlebih Dahulu Meremas Karet Busanya, Mereka Tahu Bahwa Sang Pasien Ini Masih Gila.

Sebelum Kaum Injili Memegang Teguh Pengajaran Alkitabiah Bahwa Dosa Mencakup Baik Aspek Sosial Maupun Aspek Perorangan, Kita Akan Terus Ada Bersama Dengan Kebodohan Solusi-berat Sebelah Kita Bagi Masalah Sosial Yang Sangat Kompleks Seperti Saat Ini.

Pada Bab Ini, Kita Telah Melihat Betapa Teologi Kaum Injili Sebenarnya Tidak Alkitabiah Pada Beberapa Titik Penting Pemahaman Alkitab Yang Utuh Terhadap Injil, Keselamatan, Manusia Dan Dosa Akan Menolong Kita Untuk Hidup Lebih Sungguh-sungguh Tentu Saja Ini Tidak Berarti Bahwa Perubahan Teologis Dengan Sendirinya Akan Menyelesaikan Masalah Kita Namun Kesetiaan Yang Lebih Besar Terhadap Alkitab Akan Menolong Kita Mengakhiri Skandal Yang Ada Saat Ini.


๐Ÿ’’ GEREJA LOKAL ADALAH :
Komunitas Orang Percaya Yang Berkomitmen Satu Sama Lain Dalam Hubungan Rohani Sejati Yang Dihasilkan Dari Alkitab & Hidup Dengan Setia Satu Sama Lain Dalam Firman, Doa, Persekutuan, & Perjamuan Kudus.

ESฦฆแดษด MIษดISแด›ฦฆส Cแด€ฦฆแด‡
[ Mแด‡สŸแด€สแด€ษดษช Iษดแด›แด‡ส€แด…แด‡ษดแดแดษชษดแด€sษช Gแด‡ส€แด‡แดŠแด€ ]
๐Ÿ’Konsultasi Keluarga & JODOH 
๐Ÿ’Doa (Rahasia Jamin)
๐Ÿ’Doa Kesembuhan
๐Ÿ’Doa Pelepasan
๐Ÿ’Kunjungan orang sakit
๐Ÿ’Ibadah Open House / Office
๐Ÿ’Kedukaan  Kematian / Penghiburan
๐Ÿ’Pelayanan Peti Jenazah (24 Jam )
๐Ÿ’Konseling Pra Nikah 
๐Ÿ’Ibadah Pemberkatan Nikah

D̳U̳K̳U̳N̳G̳A̳N̳  P̳E̳L̳A̳Y̳A̳N̳A̳N̳ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ H̳O̳L̳Y̳ S̳P̳I̳R̳I̳T̳ E̳S̳R̳O̳N̳ M̳I̳N̳S̳T̳R̳Y̳

T͢R͢A͢N͢S͢F͢E͢R͢  L͢E͢W͢A͢T͢ :

1͢  B͢A͢N͢K͢  D͢K͢I͢   :  1̳3̳9̳2̳ 3̳1̳4̳9̳ 5̳7̳6̳

a͢/n͢ : H̳O̳L̳Y̳  S̳P̳I̳R̳I̳T̳

2͢  B͢A͢N͢K͢  B͢C͢A͢    5̳7̳9̳0̳ 4̳0̳8̳6̳ 4̳2̳

a͢/n͢ :  E̳S̳R̳O̳N̳  P̳  P̳A̳N̳G̳G̳A̳B̳E̳A̳N̳ S̳T̳h̳

๐Ÿ’’ ๐†๐„๐‘๐„๐‰๐€ ๐‡๐Ž๐‹๐˜ ๐’๐๐ˆ๐‘๐ˆ๐“ ๐„๐’๐‘๐Ž๐ ๐Œ๐ˆ๐๐ˆ๐’๐“๐‘๐˜
[Gแด‡ส€แด‡แดŠแด€ Jแดแด…แดสœ Mแด‡สŸแด€สแด€ษดษช Kแดษดsแด‡สŸษชษดษข Pส€ษชส™แด€แด…ษช ]
๐Ÿ’ž Pแด‡แดแดœสŸษชสœแด€ษด Cษชแด›ส€แด€ Dษชส€ษช Pแด‡ษดแด›ษชษดษข Uษดแด›แดœแด‹ Bแด‡ส€แด›แดœแดส™แดœสœ  Kแด‡ส€แดสœแด€ษดษชแด€ษด ๐Ÿ’ž

๐Ÿ“M͟A͟P͟S͟ G͟E͟R͟E͟J͟A͟ G͟P͟K͟ H͟O͟L͟Y͟ S͟P͟I͟R͟I͟T͟ E͟S͟R͟O͟N͟ M͟I͟N͟I͟S͟T͟R͟Y͟
https://maps.google.com/?cid=11528244941421831351&entry=gps
Jl. Pulo Mas Barat XII Tuparev 23, RT.4/RW.9, Kayu Putih, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, (13210)

H͟A͟L͟A͟M͟A͟N͟  F͟A͟C͟E͟B͟O͟O͟K͟ 
https://www.facebook.com/gerejaholyspiritesronministry/

H͟A͟L͟A͟M͟A͟N͟  INSTAGRAM
@gerejaholyspiritesronministry.
https://www.instagram.com/invites/contact/?i=6u7vpiid378m&utm_content=4sjfkfl

INFO DOA & KONSULTASI
 ( 24 JAM ๐Ÿ”›)
☎️ 0818 77 9370
๐Ÿ’ญ 0851 0060 9654
๐Ÿ—ฏ️ 0852 1736 1142
๐Ÿ™ ๐š‚๐š‘๐šŠ๐š›๐šŽ ๐šƒ๐š˜  ๐šˆ๐š˜๐šž๐š›  ๐™ต๐š›๐š’๐šŽ๐š—๐š, ๐™ต๐šŠ๐š–๐š’๐š•๐šข

๐Ÿ—จ️ ๐—•๐—จ๐—ง๐—จ๐—› ๐—•๐—”๐—ก๐—ง๐—จ๐—”๐—ก ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ❓
๐——๐—ฃ๐—— ๐—–๐— ๐—– ๐——๐—ž๐—œ ๐—ž๐—”๐—•๐—œ๐—— ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  
( Pdt. Esron Panggabean c. SH ,  STh , MPd )
๐Ÿ“ESRON & PARTNER BIRO HUKUM
๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ ๐— ๐—˜๐— ๐—•๐—”๐—ก๐—ง๐—จ ๐Ÿ™(https://maps.app.goo.gl/LXp1ukc1m8BUd8Bm8)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...