Doa adalah komponen penting bagi kehidupan orang percaya || Kristen.
Yesus mengajar dan mendorong kita untuk berdoa kepada Bapa. Dia mencontohkan doa setiap hari. Dalam Perjanjian Lama, Mazmur adalah contoh yang sangat baik dari berbagai macam doa yang dapat kita gunakan dalam percakapan kita dengan Tuhan.
Tiga Doa adalah alat yang paling penting dan penting untuk memperkuat hubungan kita dengan Tuhan. Masa depan kita dipertaruhkan. Kesejahteraan kita terancam.
Alat dan kemampuan supernatural yang kita butuhkan ada dalam genggaman kita. Mengetahui apa yang harus didoakan dan bagaimana cara berdoa dapat membuat perbedaan besar di dunia.
KETIGA DOA INI AKAN MENGUBAH HIDUP ANDA SELAMANYA.
(1) DOA PERLINDUNGAN.
(2) DOA TRANSFORMASI.
(3) DOA PEMULIHAN.
Doa-doa ini akan membantu Anda menemukan cara hidup yang diberdayakan dengan hadirat Tuhan. Hidupmu tidak akan pernah sama lagi.
๐ฏ Alangkah istimewa hak seorang penginjil bila ia memperoleh banyak orang yang berdoa perantara untuk mendukung penginjilannya! Merekalah pekerja mesiu yang menyediakan dinamit untuk pemboman Injil terhadap neraka. Para tokoh doa perantara itu lebih daripada mitra doa, seperti yang akan kita lihat nanti. Mereka adalah manusia jenis Musa.
Dalam beberapa hal kita takkan pernah dapat menjadi seperti Musa. Ia seorang pangeran, pemberi hukum, pembina bangsa dan jenius. Tetapi ia bahkan lebih besar daripada itu dan dalam hal itu kita DAPAT menjadi se- perti dia. Ia seorang perantara! Sebagai seorang panger- an Mesir, Musa dilatih dalam peperangan dan barang- kali bahkan memerintah prajurit-prajurit. Tetapi ketika keberadaan Israel terancam, Musa sendiri berubah menjadi perantara. Ia membela umatnya dengan memohon untuk mereka kepada Allah. Ia tak menaruh keyakinan kepada kekuatannya sendiri tetapi pergi mencari wajahNya di hadapan Tuhan.
Empat puluh tahun sebelumnya, Musa telah meng- urus segala sesuatunya sendiri selagi mencoba mele- paskan Israel. Ia memberikan pukulan pertama untuk kemerdekaan mereka tetapi pukulan itu gagal. Musa harus melarikan diri. Pada akhir kariernya, ia memak- sakan diri lagi dengan suatu cara vang disebut Alkitab sebagai tidak beriman. Ketidakpuasan orang banyak mendorongnya untuk melakukan hal yang ekstrem. la berdiri dan dengan angkuh menuntut, "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" (Bilangan 20:10). Kemudian Allah menyingkirkannya. Ia telah me- lampaui wewenangnya dan meninggalkan rahasianya.
Dunia mempunyai teknik untuk mempengaruhi massa. Kerumunan besar manusia berkumpul dalam kebaktian-kebaktian kami. Tetapi saya percaya bahwa cara-cara yang tak layak dari psikologi massa dan tipu daya kaum perusuh sama sekali tak saya pedulikan. Kami mempunyai cara lain yaitu rahasia Musa-doa perantara. Siapakah yang dapat menyamai keberhasilan Musa di dunia zaman dahulu itu atau pada masa kini? Peristiwa demi peristiwa melukiskan kuasa Musa. Musa melihat Allah, dan sebagai manusia ia hidup dengan penglihatan itu. Pada masa kini beberapa orang mungkin meng- anggapnya primitif. Tiga ribu tahun telah berlalu, tetapi siapakah yang telah melampaui pengaruhnya atas umat manusia? Dampaknya atas sejarah lebih besar daripada siapapun kecuali Kristus. Hasil yang sedemikian limpahnya menggerakkan saya untuk meninjau kembali dan mengamati pangeran dengan Allah ini. Ambillah salah sebuah contoh misalnya, dari Keluaran 17:8-16. Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berpe- rang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku. "Lalu Yosua melakukan seperti yang dikata- kan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengang- kat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sam- pai matahari terbenam. Demikianlah Yosua menga- lahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. Kemudian berfirman lah Tuhan kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit." Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "Tuhanlah panji-panjiku!" Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji Tuhan! Tuhan berperang melawan Amalek turun-temurun."
Beberapa orang tidak berdoa. Mereka menamakan- nya suatu misteri dan meniadakannya. Namun mereka menggunakan cara lain yang tak dapat dipahaminya. Mengapa Amalek menang bila tangan Musa menjadi letih mungkin merupakan hal yang aneh. Doa bukanlah suatu urusan logika, melainkan urusan penyingkapan. Di sepanjang sejarah, orang-orang telah mendapati bahwa Allah menjawab doa. Tak ada gunanya untuk berbantah dengan kenyataan yang ada. Nikmati sajalah! Contoh ini (tentang Musa mengangkat tangannya di hadapan Allah) diperintah oleh Tuhan untuk ditulis dalam se buah kitab, dan dari Buku ini yaitu Alkitab, kita dapat memperoleh petunjuk-petunjuk.
MENCAPAI HATI ALLAH
Pertama, doa perantara dikerjakan di hati Musa. Malah sebenarnya, tak ada kata-kata Musa yang dicatat dalam peristiwa ini. Doanya bukan merupakan suatu rangkaian permohonan yang resmi dan benar atau suatu rumus doa yang diucapkan kata demi kata. Musa tidak meng- ucapkan sepatah kata tetapi rohnya bergumul dengan Allah dan ia mengungkapkannya dengan mengangkat kedua belah tangannya. Harun dan Hur berbagi dalam kemenangan ini dengan menopang lengannya. Hati Allah dicapai oleh hati kita, bukan hanya sekadar oleh bunyi dari bibir kita. Tetapi bagaimanapun juga kita harus mengungkapkan diri kita, dan Musa sungguh- sungguh menempatkan dirinya dalam permohonannya secara jasmani. Rasul Paulus menulis, "Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci" (1 Timotius 2:8). Kesungguhan hati Musa barangkali melampaui ucapan kata-kata belaka, tetapi kita biasanya tak dapat memohon secara hening. Pada pasal itu juga Paulus menulis, "Pertama-tama aku nasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang" (1 Timotius 2:1).
SEBAGAI BALOK PENDOBRAK
Kedua, seorang manusia mengangkat tangannya tetapi dua orang lain menopangnya untuk berbuat demikian. Banyak yang disebutkan tentang "seorang yang berdiri di celah" tetapi tahun-tahun berlalu dan siapakah yang dapat menunjuk kepada orang semacam itu? Jika seseorang mengaku dirinya bahwa dialah orangnya, dia tentunya akan dianggap unik. Orang-orang lain tentunya harus turut dalam tindakan itu. Malah sebenarnya, kisah ini menunjukkan bahwa MEREKA SEHARUSNYA TURUT BERTINDAK! Kita tak dapat membiarkan doa dilakukan oleh seorang pria atau wanita atau kepada beberapa orang pejuang doa. Jangan berujar, "Itu hanya sekadar sebuah kebaktian doa." Biarlah jutaan orang berkumpul untuk menyerbu kubu dosa!
Dalam kebaktian penginjilan CfaN kami, kami menganut asas ini. Suzette Hattingh ialah seorang ang- gota penting yang merupakan kunci dari regu CfaN. Dialah yang patut untuk mendapat pujian bagi banyak wawasan yang terdapat pada pasal ini. Pelayanannya yang khusus bukanlah semata-mata mencatat para mi- tra doa, melainkan benar-benar menghimpun ribuan orang, memberi petunjuk dan menuntun mereka dalam doa syafaat sejati. Doa perantara bukanlah suatu kasus menyanyikan serangkaian kidung rohani dan berdoa untuk datangnya berkat, melainkan untuk meruntuh- kan benteng-benteng Setan. Para pelaku doa perantara merupakan balok pendobrak yang perkasa.
Kita tak usah merepotkan diri dengan kata-kata yang indah melainkan dengan ungkapan hati. Orang-orang boleh berlutut, duduk, berdiri, berbaring di hadapan Tuhan atau berjalan berkeliling, walaupun semuanya dilakukan di bawah pimpinan umum. Tak perlu ada yang menunggu selagi gembala memohon, "Diharap seseorang memimpin dalam doa." Sebaliknya, setiap orang berdoa bersama-sama, tepat seperti di dalam Kisah Para Rasul. Ada kebebasan tetapi tidak liar; kemerdekaan tetapi tidak ada pemborosan. Setiap pertemuan harus mempunyai peraturan tata tertib dan harus ditaati. Tetapi kita tidak takut akan orang-orang yang memang- gil dan berseru kepada Tuhan, bahkan dengan air mata.
TITIK SENTUH KUASA SORGAWI DI BUMI
Ketiga, Amalek merasa suatu permusuhan yang diil- hami iblis terhadap Israel, dan permusuhan itu dihadapi dengan kuasa rohani dari doa. Amalek agaknya tak mempunyai alasan untuk penyerangan itu. Serangan itu diilhami iblis dan sama sekali tak masuk akal. Hanya suatu kuasa rohani dapat melawannya.
Kita mempunyai situasi yang tepat sama pada hari ini. Para seteru Injil berjalan "menaati penguasa keraja- an angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka" (Efesus 2:2). Inilah roh zaman ini. Kita harus mencoba mengatasi hal ini secara rohani agar kuasa itu dihancurkan. Khotbah atau pembahasan yang baik saja takkan pernah dapat menyelesaikan tugas itu. Kejahatan berbaring di tempat yang dalam. Usirlah dia keluar dari liangnya dengan senjata doa dan permohonan yang selalu menang! Masuklah ke dalam kemenangan Golgota! "Dengan RohKu", firman Tuhan. Doa syafaat bagaikan suatu penghantar kilat, titik-sentuh kuasa sorgawi di bumi.
HUBUNGAN ANTARA DOA DAN PERISTIWA
Keempat, peperangan dimenangkan oleh Musa, Harun dan Hur di puncak gunung, bersama dengan Yosua dan prajuritnya di bawah. Arus pasang pertempuran tiada surut dan pasang menurut strategi Yosua melainkan menurut doa syafaat orang-orang ini. Dari catatan tampaknya Musa terkadang menurunkan lengannya dengan akibat Amalek menang sampai ia mengangkatnya kembali.
Mereka yang berjuang di puncak bukit dan mereka yang berjuang di lembah itu satu adanya. Hubungan antara doa dan peristiwa jelas sekali diperagakan.
DI TELAPAK TANGANNYA
Kelima, Musa mengangkat tangannya. Saya menerang- kan bahwa Musa tidak mengantara seorang diri. Tetapi ada sesuatu hal lagi, sesuatu yang berkaitan dengan kelima jari Musa. Suzette Hattingh mengatakan bahwa pada suatu hari ia tiba-tiba menyadari bahwa lima ja- batan yang disebut di Efesus 4 adalah bagaikan kelima jari di tangan. Setiap jari mempunyai tugasnya sendiri tetapi bila dihubungkan dengan telapak tangan. Tela- pak tangan itu melambangkan Tubuh Kristus. Doa syafaat ialah suatu fungsi Tubuh, suatu tugas untuk semua orang percaya, bukan semata-mata tugas jari-jari tangan atau orang-orang khusus yang diberikan Yesus kepada Gereja. Semua anggota Tubuh Kristus harus mengantara - inilah asas yang kami gunakan dalam kebaktian penginjilan kami.
CARA PELAKSANAANNYA
Selama enam sampai delapan minggu sebelum ber langsungnya suatu kebaktian penginjilan, Suzette melibatkan sebanyak-banyaknya anggota Tubuh Kristus dalam doa syafaat yang sungguh-sungguh. Tak ad juara tunggal yang berdoa sendiri melainkan sebalik nya seluruh Gereja memikul beban di balik seranga gencar itu. Gerbang-gerbang neraka diserbu dan kan mengetuk pintu sorga dengan permohonan. Kan melakukan hal ini secara langsung untuk keselamata jiwa-jiwa dan gerakan Roh Allah.
Kuatnya doa syafaat semacam itu tidaklah mencapai klimaks dan berakhir ketika kebaktian penginjilan itu dimulai. Doa syafaat berlangsung terus sampai panggil an jiwa-jiwa untuk menerima keselamatan. Ratusan, bahkan terkadang ribuan orang berdoa dan terlibat da lam peperangan rohani selama kebaktian penginjilan berlangsung. Tepat pada saat penginjil sedang bekerja, berkhotbah dan melayani, mereka yang ada di belakang layar sedang berurusan dengan kekuatan rohani untuk turut merebut kemenangan penginjil itu. Hal itu tepat seperti Musa berdoa untuk Yosua selagi Yosua ada dalam pertempuran sengit. Jika doa perantara tak diperlukan pada saat itu, ketika serangan genjar iblis sedang hebat-hebatnya, maka bilakah itu diperlukan?
Dalam catatan Alkitab pada Keluaran 17, dua kelom- pok yaitu tentara Israel dan para sahabat Musa, ada di tempat yang terpisah, namun bersama-sama mereka memperjuangkan peperangan yang sama pada saat yang bersamaan pula. Dalam kebaktian penginjilan kami, para pendoa syafaat juga mungkin berada di tem- pat yang jauh dari kebaktian, berdoa di sebuah lapang- an yang jauh dari tempat utama atau di gedung yang lain. Tetapi para pejuang doa ini adalah bagian yang ak- tif dari kebaktian penginjilan itu sendiri, menopang sang penginjil dan bergabung dengan tentara sorga untuk memukul mundur kuasa kegelapan.
Keberhasilan siasat ini tentu saja telah terbukti. Dengan dukungan doa syafaat ini, musuh harus menarik diri, meninggalkan orang-orang yang belum bertobat dalam keadaan terbuka untuk kuasa Firman Allah. Ada suatu panen besar jiwa-jiwa, suatu pengukuhan Tubuh Kristus dan penggenapan Firman Allah. Kita semua dengan demikian menjadi mitra dengan Kristus dan pemegang saham bersama dalam penuaianNya. Para pendoa syafaat kami menahan tentara iblis sampai jiwa- jiwa aman di dalam Kerajaan Allah.
Siasat ini berasal dari Allah dan karena itu diberkati olehNya. Siasat ini mempengaruhi orang Kristen pribadi, gereja-gereja, kota, negara dan di atas semuanya, orang yang tak beriman. Doa syafaat membina suatu jalan raya menuju penginjilan yang memenangkan dunia.
MAKNA
Tepat seperti Musa dan Yosua bekerja sama dalam pertempuran, demikianlah Tuhan selalu telah bermak- sud agar syafaat dan penginjilan bertugas secara gabungan. Syafaat dan penginjilan itu satu dalam pertempuran. Keduanya itu seperti tangan dalam sarung tangan, atau air di sungai atau cabang dalam pokol anggur.
Doa perantara yang tak dikaitkan dengan penye lamatan jiwa bagaikan anak panah yang dilepaska tanpa sasaran, atau seorang atlet yang berlari dalar perlombaan yang tak mempunyai garis akhir, ata pertandingan sepakbola tanpa jala gawang. Jika kit berdoa untuk kebangunan rohani, kita harus berbu sesuatu tentang hal itu juga. Doa perantara adala pekerjaan persiapan, sebuah bajak yang menghancu kan tanah untuk ditabur dan dipanen. Itu tak bera bahwa kita tak usah mengantara sampai ada kebakti penginjilan atau pekerjaan serupa itu diselenggaraka tetapi itu berarti bahwa kita harus mempunyai sua penglihatan dan rencana untuk menjangkau jiwa-jiw Kemudian ada pengabaian yang lain penginjilan tanpa doa syafaat. Itu bagaikan mesin yang dijalan dengan tangan tanpa tenaga listrik atau menangkap ikan tanpa jala dan berusaha menangkap ikan seekor demi seekor pada ekornya.
WARISAN ANDA YANG SAH
Serangan oleh Amalek merupakan suatu usaha oleh orang kafir untuk mencegah Israel agar tidak menda- patkan warisan mereka. Itu menyoroti topik yang wajar tentang usaha perantara yang tertera bagi kita dalam Mazmur 2:8,
"Mintalah kepadaKu maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu."
PERHATIKAN kita mula-mula MEMINTA (memohon) dan kemudian MEMILIKI. Memohon (mengantara) diikuti dengan penginjilan - sesungguhnya memasuki negeri dan memilikinya. Asas itu juga ditunjukkan da- lam 1 Timotius 2:1 yang memberitahukan kepada kita agar berdoa mengantara untuk semua orang. Tetapi itu mempunyai suatu sasaran tertentu seperti yang di- nyatakan ayat 4. Tujuannya ialah "SUPAYA SEMUA ORANG DISELAMATKAN DAN MEMPEROLEH PE- NGETAHUAN AKAN KEBENARAN." Perhatikan frasa "SEMUA ORANG". Itulah caranya dunia dapat di- selamatkan melalui doa perantara dan penginjilan.
Kita juga harus memperhatikan bahwa Musa duduk. la tidak memaafkan diri dengan ucapan "Saya letih" karena manusia "harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Lukas 18:1) dan "jangan jemu-jemu ber- buat baik" (Galatia 6:9). Ia menetapkan dirinya untuk berdoa sampai kemenangan tiba, tanpa diperintah oleh lonceng. Ini adalah masalah menguasai suatu kawasan pertempuran khusus, bukannya berdoa dalam suatu ca- ra yang umum atau berpuasa untuk alasan khusus. Menyisihkan waktu untuk berdoa adalah suatu yang tidak kewajiban yang benar tetapi doa syafaat melibatkan suatu serangan yang diarahkan melawan musuh yang sudah dikenal. Lebih lanjut dan sangat penting, Musa bukan hanya mengucapkan sebuah doa. Tangannya tetap teracung sampai Yosua telah menghancur lumatkan Amalek. Itu- lah doa syafaat dan ketekunan yang menjamin ke- menangan. Suzette menamakannya "RINTIHAN." la memberikan definisi seperti di bawah ini tentang doa
syafaat: Berdoa agar kehendak Allah terjadi di dunia.
Campur tangan, menengahi dan bekerja dengan Allah. Menjadi bagian dari pekerjaan Allah, melayaniNya dalam doa.
Mendoakan beban Allah dan bukannya pendapat kita sendiri. Hal yang dikehendakiNya, bukan hal yang kita pikirkan yang harus kita doakan, dengan demikian "menerima pikiran Kristus" ; Melihat perlunya tindakan Allah dan kemudian dengan berani dan yakin, memohon agar la bertindak
DEFINISI
Suzette menjelaskan bahwa kata "perantara" sebenar- nya mula-mula muncul dalam Yesaya 53:12, ketika membicarakan tentang Kristus yang "berdoa untuk pemberontak-pemberontak". Kata Ibraninya ialah "baga dari akar kata yang berarti "bertubrukan dengan kekerasan". Kamus Vine menyatakan bahwa "baga berarti "memukul melawan, bertindak keras terhadap menyerbu, datang di antara, menyebabkan untul memohon, bertemu dengan, dan berdoa."
Jadi ada dua segi yang terpisah di sini -peperanga dan rintihan. Pertama, "baga" berarti sesungguhny menghadapi Setan dalam Nama Yesus atas nama orang banyak, dengan demikian "memukul melawan" dan bertubrukan dengannya. Kata itu juga mengesankan rintihan, yang lembut - "datang di antara" atau menghadap Bapa atas nama orang banyak. Doa syafaat dengan demikian mempunyai dua segi: menghadapi Setan dan menghadapi Allah.
Suzette juga menarik perhatian kepada kata-kata un- tuk perantara yang digunakan dalam Perjanjian Baru. Sebuah kata Yunani mempunyai dua bagian, pertama berarti "melampaui" dan bagian lain berarti "bertemu atas nama dari atau demi seseorang". Dengan kata lain, menjangkau dan berbuat sedapat-dapat kita untuk kepentingan orang lain. Kata lain untuk perantara mengesankan "berusaha untuk didengar oleh Raja demi kepentingan orang lain". Ini menunjukkan bahwa persekutuan yang erat diperlukan.
Suzette juga mengarahkan kita untuk penggunaan kamus biasa (dalam hal ini kamus Webster). Perantara dilukiskan sebagai "penyelesaian sengketa dengan menengahi, permohonan, doa atau permohonan untuk kepentingan orang lain" dan kata kerja "mengantara" didefinisikan sebagai "suatu tindakan antara pihak- pihak dengan pandangan untuk mendamaikan perbe daan atau pokok pertikaian mereka, menyelesaikan sengketa dengan menengahi atau mengemukakan demi kepentingan orang lain". Permohonan mendesak, permohonan resmi, memohon, turut campur, menge mukakan itulah doa yang dinaikkan pada suhunya yang tertinggi.
Pinehas campur tangan ketika Israel sangat berdosa dan suatu tulah berkecamuk di seluruh negeri. Teror yang menyebar itu dihentikan, dan hal itu diperhitung kan kepada Pinehas sebagai kebenaran untuk generasi selanjutnya. Doa perantara melibatkan tindakan menjadi
seorang pendamai, yang membawa kaum pria dan wanita ke dalam sejahtera Allah. Itu menimbulkan panen kebenaran yang menjangkau masa kekal. Itulah kuasa yang terdapat dalam doa perantara.
Suzette menekankan bahwa pentinglah mendapat pengarahan dari Allah untuk doa kita. Kita harus mempunyai sasaranNya. Allah membutuhkan saluran- saluran untuk hal yang dikehendakiNya. Suzette bersikeras bahwa kita harus mengetahui urusanNya, karena Dia mengetahui hal yang sedang terjadi ketika kita tak mengetahuinya, dan sangat menyadari tempat iblis mengerahkan serangannya.
Rahasia Seorang Pengantara
Tuhan juga mungkin memberikan kita beban untuk tugas yang harus kita lakukan sendiri, seperti berbi- cara kepada seseorang tentang suatu urusan pribadi. Tujuan utama dari doa syafaat bukanlah mendengarkan rahasia-rahasia tentang orang lain dari Allah. Kita tak boleh pergi berkeliling "membereskan" Tubuh itu, de- ngan memberitahukan orang-orang apa yang dipikir- kan oleh Allah dan menyampaikan rahasiaNya kepada semua orang. (Suzette menyebut ini "pergunjingan rohani" dan memperingatkan bahwa rahasia Allah itu suci bagi Tuhan). Allah memberitahukan kita beberapa informasi tertentu supaya kita dapat mengantara bagi orang-orang lain, dengan demikian mewujudkan maksudNya bagi mereka. Tuhan agaknya menyampaikan rahasia semacam itu hanya sekitar 2% dari waktu yang ada. 98% sisa waktu doa syafaat dicurahkan untuk memalingkan dunia kembali kepada Allah sesuai dengan tuntunan Roh kepada kita. Melakukan tugas seorang pengantara ialah suatu pengalaman yang mengubahkan kehidupan tetapi hanya Allah yang dapat membina seorang pengantara. Jika Tuhan membawa Anda melalui pengalaman yang mengubahkan hasrat Anda menuntut dengan gigih di Takhta Allah untuk dunia kita yang tersesat, Anda tak- kan menyesalinya, betapapun berat pekerjaan persiapan itu kemungkinannya.
Doa perantara mengubahkan sikap hidup Anda, membawa Anda kepada suatu kepuasan yang tak seorangpun dapat melukiskannya kepada Anda se- belumnya, karena hal itu sangat kaya pengalamannya. Siapkanlah hati Anda untuk Allah, jangan hanya waktu Anda saja, maka Anda akan menempatkan harta Anda di tempat yang tak dapat disentuh ngengat.
Penginjilan harus dilihat sebagai pekerjaan Roh Kudus dalam setiap pengertian tunggalnya. Semua segi dari suatu kebaktian penginjilan diserahkan kepadaNya -pemberitaannya, nyanyiannya, tata tertib kebaktian- nya, penggunaan setiap pelayanan dan karunia-karunia Roh. Itu sebuah usaha besar, yang didukung oleh para pemercaya lokal maupun Gereja secara luas. Penginjilan menyingkirkan setiap rintangan, setiap motif diri yang menghalang dan setiap muslihat yang mungkin akan menahan manusia untuk datang kepada Allah.
Penginjilan ialah Roh Kudus yang bekerja melalui doa syafaat & pelayanan ; Gabungan Semacam Itu Meng- Hasilkan Kebangunan Rohani Yang Menaklukkan Dunia.
๐️ ๐ป๐ ๐๐โ๐ธ๐๐ ๐๐๐ผโ ๐น๐ธโ๐ธ โ๐โ ๐๐๐ป๐๐ ๐๐ผ๐๐ธ๐๐๐ โ๐ธ๐๐น๐ธโ๐๐ธ :
P͢e͢n͢d͢e͢t͢a͢ N͢u͢r͢y͢a͢n͢i͢ E͢v͢a͢l͢i͢n͢ S͢i͢m͢a͢m͢o͢r͢a͢ S͢a͢r͢j͢a͢n͢a͢ P͢e͢n͢d͢i͢d͢i͢k͢a͢n͢ K͢r͢i͢s͢t͢e͢n͢
๐จ️ ANDA DIBERKATI MELALUI RENUNGAN HARIAN?
JADILAH BERKAT DENGAN MENDUKUNG PELAYANAN KAMI.
DUKUNGAN PELAYANAN GEREJA HOLY SPIRIT ESRON MINISTRY
DAPAT DITRANSFER LEWAT :
(1) BANK DKI : 1392 - 3149- 576
A/N : HOLY SPIRIT
(2) BANK BCA : 5790-4086-42
A/N : ESRON P PANGGABEAN STH
๐ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ L̳O̳K̳A̳L̳ A̳D̳A̳L̳A̳H̳ :
๐ Komunitas Orang Percaya Yang Berkomitmen Satu Sama Lain Dalam Hubungan Rohani Sejati Yang Dihasilkan Dari Alkitab &
๐ Hidup Dengan Setia Satu Sama Lain Dalam Firman, Doa, Persekutuan, & Perjamuan Kudus.
E͢S͢R͢O͢N͢ M͢I͢N͢I͢S͢T͢R͢Y͢ C͢A͢R͢E͢ L͢O͢S͢T͢ S͢O͢U͢L͢S͢
( M̳E̳L̳A̳Y̳A̳N̳I̳ I̳N̳T̳E̳R̳ D̳E̳N̳O̳M̳I̳N̳A̳S̳I̳ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ )
๐ Konsultasi Keluarga & Jodoh
๐ Doa (Rahasia Jamin)
๐ Doa Kesembuhan
๐ Doa Pelepasan
๐ Kunjungan Orang Sakit
๐ Ibadah Open House / Office
๐ Kedukaan Kematian / Penghiburan
๐ Pelayanan Peti Jenazah (24 Jam )
๐ Konseling Pra Nikah
๐ Ibadah Pemberkatan Nikah
๐ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ J̳O̳D̳O̳H̳ H̳O̳L̳Y̳ S̳P̳I̳R̳I̳T̳ E̳S̳R̳O̳N̳ M̳I̳N̳I̳S̳T̳R̳Y̳
๐ A͢l͢a͢t͢ P͢e͢r͢p͢a͢n͢j͢a͢n͢g͢a͢n͢ T͢u͢h͢a͢n͢ D͢a͢l͢a͢m͢ P͢e͢r͢j͢o͢d͢o͢h͢a͢n͢ U͢m͢a͢t͢N͢y͢a͢ A͢g͢a͢r͢ M͢e͢n͢i͢k͢a͢h͢ S͢e͢p͢a͢d͢a͢n͢
๐ D͢i͢b͢u͢t͢u͢h͢k͢a͢n͢ P͢e͢m͢u͢l͢i͢h͢a͢n͢ C͢i͢t͢r͢a͢ D͢i͢r͢i͢ S͢e͢b͢a͢g͢a͢j͢ T͢a͢h͢a͢p͢ A͢w͢a͢l͢ U͢n͢t͢u͢k͢ B͢e͢r͢t͢u͢m͢b͢u͢h͢ D͢a͢l͢a͢m͢ K͢e͢r͢o͢h͢a͢n͢i͢a͢n͢
๐ K͢e͢d͢e͢w͢a͢s͢a͢n͢ R͢o͢h͢a͢n͢i͢ M͢e͢n͢j͢a͢d͢i͢ S͢y͢a͢r͢a͢t͢ U͢t͢a͢m͢a͢ D͢a͢l͢a͢m͢ P͢e͢r͢n͢i͢k͢a͢h͢a͢n͢ K͢r͢i͢s͢t͢e͢n͢
G̳E̳R̳E̳J̳A̳ J̳O̳D̳O̳H̳ H̳O̳L̳Y̳ S̳P̳I̳R̳I̳T̳ E̳S̳R̳O̳N̳ M̳I̳N̳I̳S̳T̳R̳Y̳
Jl. Pulomas Barat Xii Tuparev 23, Rt.4/Rw.9, Kayu Putih,
Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, (13210)
I̳n̳f̳o̳ D̳o̳a̳ & K̳o̳n̳s̳u̳l̳t̳a̳s̳i̳ (2̳4̳ J̳a̳m̳ O̳n̳l͢i͢n͢e͢ )
H͢p͢ 0818 77 9370 A͢t͢a͢u͢ 0851 0060 9654
K͢h͢u͢s͢u͢s͢ P͢a͢n͢g͢g͢i͢l͢a͢n͢ D͢i͢ N͢o͢m͢o͢r͢ H͢p͢ 0852 1736 1142
๐ S͢i͢l͢a͢k͢a͢n͢ B͢a͢g͢i͢k͢a͢n͢ K͢e͢b͢e͢n͢a͢r͢a͢n͢ I͢n͢i͢ T͢o͢ Y͢o͢u͢r͢ F͢r͢i͢e͢n͢d͢ & F͢a͢m͢i͢l͢y͢
(I͢n͢g͢a͢t͢ M͢e͢n͢g͢i͢n͢j͢i͢l͢i͢ T͢u͢g͢a͢s͢ S͢e͢t͢i͢a͢p͢ O͢r͢a͢n͢g͢ P͢e͢r͢c͢a͢y͢a͢)
๐จ️ B͢U͢T͢U͢H͢ B͢A͢N͢T͢U͢A͢N͢ H͢U͢K͢U͢M͢ ?
D̳P̳D̳ C̳M̳C̳ D̳K̳I̳ K̳A̳B̳I̳D̳ H̳U̳K̳U̳M̳
S͢i͢a͢p͢ M͢e͢m͢b͢a͢n͢t͢u͢ S͢a͢u͢d͢a͢r͢a͢
( Pendeta Esron Panggabean Sarjana Hukum ; Sarjana Theology ; Magister Pendidikan Kristen )
๐G̳O̳O̳G̳L̳E̳ M̳A̳P̳ ESRON & PARTNER BIRO HUKUM
Klik Link Dibawah Ini ❗
https://maps.app.goo.gl/lxp1ukc1m8bud8bm8.
Komentar
Posting Komentar