Langsung ke konten utama

IMPARTASI ROHANI

IMPARTASI ROHANI VS IMPARTASI DOSA

I. PROBLEMATIKA REALITAS MIMBAR KEKRISTENAN  SAAT INI !

๐Ÿ—ฏ️ PERTANYAAN 
Impartasi Apa Yang Dominan Termanifes Dari Diri Mu ?
Banyak dari kita mempunyai penga-laman ini: kita mendengar kotbah atau pengajaran – kata-katanya benar dan tepat, bahkan sangat inspiratif, tetapi kita tidak bisa menerima kata-kata yang diucapkan dalam kedalaman hati kita. 

Pesan yang disampaikan mungkin menggairahkan untuk didengar dan di-renungkan, bahkan dipelajari dan didis-kusikan, tetapi hati kita tidak tergerak. Pengalaman ini sama dengan membaca buku pelajaran, mengikuti kuliah, atau mengikuti instruksi ketika belajar mengemudi. Kita mungkin sudah mencapai suatu tujuan dalam arti suatu argumentasi logis, atau kisah penuh warna, tetapi dalam realita kita tetap duduk di kursi kita, tidak berubah, bisa merasa mendapat dorongan, tetapi juga bisa menjadi bengkak dengan pengetahuan religius tentang Tuhan namun tidak terjadi apa-apa baik dalam diri si pemberita maupun bagi si pendengar.

Mengapa hal itu terjadi? Kata-kata si pembicara tidak dibawa oleh nafas Tuhan, tetapi oleh jiwa dan keinginan baiknya sendiri – atau keangkuhan dan ambisinya sendiri. Sulit untuk mengatakan bahwa mereka diurapi oleh Tuhan karena fakta pelayanan menunjukkan bahwa apa yang mereka taburkan belum banyak berpengaruh pada dirinya sendiri sebagai penyampai apalagi terhadap para jemaat selaku pendengar.

Banyak dari kita mungkin mempunyai pengalaman berbeda ketika mendengar seseorang berkotbah atau mengajar. Mungkin kata-kata mereka biasa saja. Mungkin mereka lupa dengan catatannya. Mungkin mereka bicara dengan gagap bahkan kontradiksi dengan diri mereka! Mungkin mereka hanya membaca satu ayat atau memberi suatu ilustrasi atau mengucapkan sebuah doa sederhana. Mungkin mereka tidak berpendidikan tinggi, kaku, atau tidak berpengalaman – tetapi hati kita tergerak. Hati kita menyala seolah-olah Kristus Sendiri yang berbicara, berdiri di depan kita. Dan memang benar demikian! Tuhan memilih yang bodoh bagi dunia untuk mempermalukan yang berhikmat (1 Korintus1:27). Inilah perbedaan antara melayani dengan urapan Kristus dan berbicara dari kemampuan dan pelatihan alami seseorang.
Apakah Impartasi Rohani Itu?

Pendekatan Etimologis
Kata ‘impartasi’ dijumpai beberapa kali di dalam Perjanjian Baru yang memiliki pengertian yang sama[1]. Kata impartasi adalah kata serapan dari kata bahasa Inggris ‘impart[2]’ Yun. Metadidomi [3]) yang berarti memberikan dalam pemahaman membagikan sesuatu yang bermakna dan rohani.

Pengertian tersirat dari metadidomi , yang terdiri dari dua kata Yunani yaitu meta dan didomi. Meta berarti seperti berjalan bersama orang lain atau menemani. Didomi berarti lebih dari sekedar memberi. Kata ini menunjukkan kelimpahan – memberi sepenuhnya kepada orang lain dengan penuh rasa percaya. Didomi berarti memberi seluruh yang ada pada seseorang. Jadi mengimpartasi berarti memberi dengan melimpah dari kedalaman diri seseorang. Tindakan “melimpahkan” ini sama dengan kata yang dipakai untuk menjelaskan bagaimana lautan “melimpahkan” apa yang tersembunyi di dalamnya. Dari kedalaman Roh Tuhan, melalui roh kita, terjadilah impartasi.

Pendekatan Tekstual
Namun pengertian yang tepat hanya di dapat dalam pemahaman yang terbuka dalam beberapa teks Perjanjian Baru misalnya:

11 For I long to see you, that I may impart to you some spiritual gift to strengthen you, (Rom 1:11 RSV)[4]

Paulus membagikan karunia rohani yang bertujuan menguatkan jemaat. Yang diimpartasi disini adalah karunia rohani. Dalam John Gill’s Exposition of the Entire Bible yang dimaksud dengan ‘karunia rohani’ bukanlah karunia-karunia yang luar biasa dari Roh Kudus tetapi lebih pada sebuah pencerahan spiritual, pengetahuan, perdamaian, dan sukacita, yang diperoleh melalui pelaksanaan karunia pelayanan [5]. Tujuan impartasi disini adalah menguatkan jemaat.

Kerinduan hati rasul Paulus yang paling dalam bukanlah hanya bisa bertemu dengan orang-orang percaya, tetapi juga bisa memberi mereka sesuatu yang dapat menolong mereka dibangun. Sebagai seorang rasul, motivasi hatinya bukanlah hanya mengajar, menanam gereja, melakukan mujizat, atau membangun tatanan apostolik saja – melainkan juga memberi semua yang bisa dia berikan, mengimpartasikan apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya, mengalirkan dengan leluasa semua karunia-karunia rohani, sehingga mereka kuat.

Melakukan impartasi harus menjadi gairah semua orang percaya. Karena keinginan untuk mengimpartasi adalah keinginan hati Tuhan. Dia ingin mencurahkan Diri-Nya kepada seluruh keluarga-Nya, mem-perlengkapi orang percaya untuk melakukan persekutuan dengan Dia maupun untuk pelayanan (Efesus 4:11-12). Semua karunia dan kemampuan hanya datang dari Kristus dan untuk Kristus, jadi kita harus bersukacita menjadi suatu bejana yang bisa membantu orang lain maju dalam panggilan mereka, bukan diri kita sendiri. Tuhan memanggil kita untuk terlebih dahulu membantu orang lain – bukan pelayanan kita sendiri – sehingga bisa melangkah lebih tinggi bersama Tuhan. Kita sekali-kali tidak boleh melupakan prinsip ini: kita telah menerima dengan cuma-cuma, karena itu kita perlu memberi dengan cuma-cuma (Matius 10:8). Tujuan kita adalah menghadirkan Raja dalam kerajaanNya, membantu orang lain menemukan destini yang telah ditetapkan Tuhan bagi mereka, dan mempersiapkan mereka untuk bisa berfungsi lebih baik dalam panggilan mereka (Efesus 1:18).

6 Yet among the mature we do impart wisdom, although it is not a wisdom of this age or of the rulers of this age, who are doomed to pass away.
 7 But we impart a secret and hidden wisdom of God, which God decreed before the ages for our glorification. (1Co 2:6-7 RSV)[6]

13 And we impart this in words not taught by human wisdom but taught by the Spirit, interpreting spiritual truths to those who possess the Spirit. (1Co 2:13 RSV)[7]

Impartasi dalam konteks ini adalah membagikan hikmat yang dalam ayat 7 digambarkan sebagai membagikan ketersingkapan (atau menyingkap) rahasia hikmat Allah bagi dunia (baca: jemaat).

29 Let no evil talk come out of your mouths, but only such as is good for edifying, as fits the occasion, that it may impart grace to those who hear. (Eph 4:29 RSV)[8]

Hal yang perlu diimpartasi dalam ayat di atas adalah kata-kata yang menjadi berkat sehingga orang lain dikuatkan.

8 So, being affectionately desirous of you, we were ready to share with you not only the gospel of God but also our own selves, because you had become very dear to us. (1Th 2:8 RSV)

8 So being affectionately desirous of you, we were willing to have imparted unto you, not the gospel of God only, but also our own souls, because ye were dear unto us. (1Th 2:8 KJV)

Untuk RSV menggunakan kata ‘share with’ atau ‘membagi atau berbagi dengan’ sehingga dalam konteks terlihat Paulus sedang menggambarkan dirinya berbagi dengan jemaat Tesalonika baik dalam firman maupun hidup; sedangkan KJV menggunakan kata ‘imparted’ yang berarti memberi sehingga dalam konteks terlihat bahwa Paulus memberi firman dan memberi diri bagi jemaat.

Prakondisi Impartasi
Yang harus diperhatikan dari impartasi yang indah ini adalah: kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki. Kalau kita ingin mengimpartasi, pertama-tama kita harus mempunyai sesuatu untuk dilepaskan. Untuk bisa mengimpartasi, orang terlebih dahulu harus diurapi dengan apa yang akan diimpartasi. Dua realita spiritual dari impartasi dan pengurapan ini berbeda, tetapi saling berhubungan dan bekerjasama seperti yang dikehendaki Roh. Bagaimana hal ini terjadi? Inilah kebenaran luar biasa dari kerajaan Tuhan: ketika kita berkotbah, mengajar, atau melayani dengan kasih, di dalam Roh Tuhan, kita mengimpartasikan substansi Kristus, bukan sekedar informasi tentang Dia. Yesus meneguhkan janji profetik dari Yesaya 61:1-5:
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin .. (bnd. Lukas 4:18)

Menerima pengurapan berarti menerima kemampuan ilahi.  Kemampuan apakah yang dimaksud? Pengurapan itu tidak kurang dari Kristus Sendiri: kata Yunani yang diterjemahkan sebagai mengurapi itu sama dengan akar kata yang berarti Kristus, yaitu chrio. Apa artinya mempunyai chrio atau diurapi? Itu berarti membawa Kristus, Yang Diurapi. Pengurapan yang sama ini menguduskan Raja kita untuk melakukan pelayanan Mesianik dan memberi-Nya kuasa untuk memerintah dalam KerajaanNya. Inilah urapan yang kita terima – Tuhan Yesus Kristus di atas dan di dalam hidup kita, Pribadi Roh Kudus Sendiri. Diurapi adalah diolesi (pengertian literal alegoris) dan dipenuhi dengan Kristus. Dalam bahasa Ibrani, mengurapi atau mashach berarti mengolesi atau menuangkan cairan atau menguduskan. Dengan kata lain, sebagai orang yang percaya Yesus Kristus kita dikuduskan sebagai imam kudus untuk melayani di dalam Nama-Nya, diurapi oleh Dia dan dengan Dia. Dialah urapan itu!

Dari mana urapan dan kuasa yang benar datang? Dari Roh Tuhan! Kita tidak melayani dari kemampuan akademis atau kemampuan manusiawi – tetapi urapan Roh Kudus, yang kemudian kita impartasikan. Inilah pesan Tuhan yang penting dan urgent bagi gerejaNya: kita harus belajar untuk hidup dan bekerja di dalam dan melalui Dia, Yang Diurapi – bukan dengan kemauan dan kekuatan sendiri. Kita harus belajar mengimpartasikan Kristus – urapan, bukan agenda dan ide sendiri.

Setelah mengerti dan belajar menerima urapan-Nya, kita sekarang mengerti apa arti impartasi yang sebenarnya. Kemampuan untuk mengimpartasi bisa dilakukan apabila kita menerima urapan. Kalau kita mempunyai karunia untuk mengimpartasi seperti ini, apapun yang kita katakan atau lakukan di dalam pengurapan akan memberi dampak yang dalam pada mereka yang mendengarkan. Substansi Kristus akan diimpartasikan pada roh mereka yang responsif.

Tuhan ingin memberi kita harta spiritual. Harta yang Dia berikan ini tidak ternilai dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang kita miliki. Tidak ada gunanya kita membagikan sesuatu kepada mereka yang mendengar kita jika kita belum memiliki harta ini dan tinggal di dalamnya – yaitu Kristus Sendiri – yang kita terima sebagai roti segar setiap hari. Kita harus dipenuhi dengan kehadiran Kristus, sehingga dari dalam diri kita mengalir sungai kehidupan.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:4-5)

Aspek Paling Penting dari Pelayanan Apapun atau Perjumpaan Pribadi Bukanlah Kata-kata Melainkan Impartasi dari “Roh dan Kehidupan”

Kemampuan untuk mengimpartasi ini berhubungan dengan hubungan pribadi yang berkualitas dengan Yesus (“ … mereka yang mencari Aku pagi-pagi …”) – karena Dia telah memberi impartasi kepada kita terlebih dahulu. Perhatikan janji ini: kita akan dipenuhi apabila prioritas tertinggi kita adalah mencari Dia (Matius 6:33). Kita hanya bisa menemukan Dia pada tingkat ini apabila kita mencari dengan sepenuh hati (Yeremia 29:12-13). Dia layak menerima tidak kurang dari itu!

Seorang Kristen yang punya komitmen dan mempunyai karunia untuk mengimpartasi seperti ini akan menonjol di antara orang lain karena dia membawa kemuliaan Tuhan. Tujuan hati kita adalah membawa hadirat Tuhan yang tinggal sedemikian rupa sehingga orang lain bisa merasakan dan mendengar Dia ketika kita melayani. Tujuan kita adalah dipenuhi dengan kemuliaan hadirat Tuhan yang kuat dan pekat. Akan menjadi suatu kesaksian yang indah bila orang berkata bahwa urapan Kristus Sendiri ada di dalam hidup seseorang dan pelayanannya.

Ketika urapan ini aktif, orang ditarik dengan rasa lapar yang kuat. Seringkali apabila seseorang yang memiliki urapan Kristus yang sebenarnya selesai bicara, orang akan berkata, “Tolong teruskan pesannya” atau “Saya bisa mendengarkan anda berjam-jam.” Mengapa orang merespon seperti itu? Mereka merespon bukan karena kedalaman Firman yang disampaikan atau karena urapan luar biasa pada si pembicara, tetapi pada “impartasi” yang mengalir melalui roh. Melalui karunia impartasi, kita menjadi saluran di mana kehidupan Tuhan mengalir pada roh orang lain! Inilah hati dari setiap pelayanan – baik di atas mimbar, di tempat kerja, atau di meja dapur.

Ketika kita melayani, kita bisa melihat apakah orang-orang telah terhubung dengan Roh atau apakah mereka mencoba mengerti secara intelektual. Alangkah indahnya apabila mereka mendapat makanan secara spiritual, bukan secara natural – dan mereka tahu bahwa mereka menerima sesuatu yang luar biasa – substansi ilahi-Nya.

Sekali lagi saya ingin menggaris bawahi bahwa kita tidak bisa memberi apa yang tidak kita miliki: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yohanes 6:63).

Karunia rohani semacam ini memampukan kita untuk mengatakan suatu pesan. Kemudian, melalui pengurapan itu pesan tersebut bisa diimpartasikan kepada orang lain. Kita harus menyediakan waktu khusus untuk Tuhan agar bisa dipenuhi dengan substansi spiritual-Nya, sehingga bisa mengimpartasikan keberadaanNya (Yeremia 3:15). Kita harus datang di hadapan tahtaNya setiap hari untuk menerima roti segar dari surga untuk memberi makan umatNya (Kisah 20:28).

Bagaimana Mengembangkan Kemampuan untuk Mengimpartasi?

10 For Ezra had set his heart to study the law of the LORD, and to do it, and to teach his statutes and ordinances in Israel. (Ezr 7:10 RSV)

10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel. (TB-LAI)

Dalam analisis struktur tekstual ayat di atas maka dijumpai ada 4 kata kerja aktif dari diri Ezra dalam kaitan:

1.       Bertekad (mempersiapkan hati)/to set his heart
2.       Meneliti (mempelajari)/to study
3.       Melakukan/to do
4.       Mengajar/to teach

Posisi ‘impartasi’ dalam diri Ezra terletak urutan ke-4, ada langkah-langkah awal yang tidak dapat dibolak-balik urutan logisnya. Karena kita tidak mungkin membagikan sesuatu yang tidak kita miliki.

1.     Bertekad
Tekad semacam ini hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang orientasi keinginannya telah diubahkan Roh Kudus yakni mereka: “… yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam …” Maz 1:2) dan “ … orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya …” (Maz 112:1).

2.    Meneliti
Meneliti atau mempelajari Alkitab berarti membaca Alkitab dengan sebuah sikap yang serius dan kerinduan untuk menemukan kebenaran yang mendalam. Pembacaan Alkitab dalam konteks ini tidak mengakomodir pembacaan yang sambil lalu apalagi penafsiran literal ataupun konkordantif. Tetapi bila diberi kesempatan maka mengertinya dalam keseimbangan teks dan konteks.

3.    Melakukan
Berulangkali Yesus menggunakan perumpamaan tentang pelaksanaan Firman Tuhan yang jauh lebih bermakna ketimbang mendengar atau menafsirkannya saja. Yakobus malah dengan tegas mengatakan: “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya” (Yak 1:25).

Prinsipnya kita membagikan apa yang telah kita hidupi dari Firman Tuhan dalam kehidupan kita.

4.    Mengajar
Inilah impartasi, ketika kita membagikan Firman Tuhan, dan bukan hanya sampai disitu tetapi ketika orang lain dikuatkan atau memberi dampak positif dan nyata bagi orang yang mendengarnya.



๐Ÿ’’ GEREJA LOKAL ADALAH :
Komunitas Orang Percaya Yang Berkomitmen Satu Sama Lain Dalam Hubungan Rohani Sejati Yang Dihasilkan Dari Alkitab & Hidup Dengan Setia Satu Sama Lain Dalam Firman, Doa, Persekutuan, & Perjamuan Kudus.

ESฦฆแดษด MIษดISแด›ฦฆส Cแด€ฦฆแด‡
[ Mแด‡สŸแด€สแด€ษดษช Iษดแด›แด‡ส€แด…แด‡ษดแดแดษชษดแด€sษช Gแด‡ส€แด‡แดŠแด€ ]
๐Ÿ’Konsultasi Keluarga & JODOH 
๐Ÿ’Doa (Rahasia Jamin)
๐Ÿ’Doa Kesembuhan
๐Ÿ’Doa Pelepasan
๐Ÿ’Kunjungan orang sakit
๐Ÿ’Ibadah Open House / Office
๐Ÿ’Kedukaan  Kematian / Penghiburan
๐Ÿ’Pelayanan Peti Jenazah (24 Jam )
๐Ÿ’Konseling Pra Nikah 
๐Ÿ’Ibadah Pemberkatan Nikah

D̳U̳K̳U̳N̳G̳A̳N̳  P̳E̳L̳A̳Y̳A̳N̳A̳N̳ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ H̳O̳L̳Y̳ S̳P̳I̳R̳I̳T̳ E̳S̳R̳O̳N̳ M̳I̳N̳S̳T̳R̳Y̳

T͢R͢A͢N͢S͢F͢E͢R͢  L͢E͢W͢A͢T͢ :

1͢  B͢A͢N͢K͢  D͢K͢I͢   :  1̳3̳9̳2̳ 3̳1̳4̳9̳ 5̳7̳6̳

a͢/n͢ : H̳O̳L̳Y̳  S̳P̳I̳R̳I̳T̳

2͢  B͢A͢N͢K͢  B͢C͢A͢    5̳7̳9̳0̳ 4̳0̳8̳6̳ 4̳2̳

a͢/n͢ :  E̳S̳R̳O̳N̳  P̳  P̳A̳N̳G̳G̳A̳B̳E̳A̳N̳ S̳T̳h̳

๐Ÿ’’ ๐†๐„๐‘๐„๐‰๐€ ๐‡๐Ž๐‹๐˜ ๐’๐๐ˆ๐‘๐ˆ๐“ ๐„๐’๐‘๐Ž๐ ๐Œ๐ˆ๐๐ˆ๐’๐“๐‘๐˜
[Gแด‡ส€แด‡แดŠแด€ Jแดแด…แดสœ Mแด‡สŸแด€สแด€ษดษช Kแดษดsแด‡สŸษชษดษข Pส€ษชส™แด€แด…ษช ]
๐Ÿ’ž Pแด‡แดแดœสŸษชสœแด€ษด Cษชแด›ส€แด€ Dษชส€ษช Pแด‡ษดแด›ษชษดษข Uษดแด›แดœแด‹ Bแด‡ส€แด›แดœแดส™แดœสœ  Kแด‡ส€แดสœแด€ษดษชแด€ษด ๐Ÿ’ž

๐Ÿ“M͟A͟P͟S͟ G͟E͟R͟E͟J͟A͟ G͟P͟K͟ H͟O͟L͟Y͟ S͟P͟I͟R͟I͟T͟ E͟S͟R͟O͟N͟ M͟I͟N͟I͟S͟T͟R͟Y͟
https://maps.google.com/?cid=11528244941421831351&entry=gps
Jl. Pulo Mas Barat XII Tuparev 23, RT.4/RW.9, Kayu Putih, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, (13210)

H͟A͟L͟A͟M͟A͟N͟  F͟A͟C͟E͟B͟O͟O͟K͟ 
https://www.facebook.com/gerejaholyspiritesronministry/

H͟A͟L͟A͟M͟A͟N͟  INSTAGRAM
@gerejaholyspiritesronministry.
https://www.instagram.com/invites/contact/?i=6u7vpiid378m&utm_content=4sjfkfl

INFO DOA & KONSULTASI
 ( 24 JAM ๐Ÿ”›)
☎️ 0818 77 9370
๐Ÿ’ญ 0851 0060 9654
๐Ÿ—ฏ️ 0852 1736 1142
๐Ÿ™ ๐š‚๐š‘๐šŠ๐š›๐šŽ ๐šƒ๐š˜  ๐šˆ๐š˜๐šž๐š›  ๐™ต๐š›๐š’๐šŽ๐š—๐š, ๐™ต๐šŠ๐š–๐š’๐š•๐šข

๐Ÿ—จ️ ๐—•๐—จ๐—ง๐—จ๐—› ๐—•๐—”๐—ก๐—ง๐—จ๐—”๐—ก ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  ❓
๐——๐—ฃ๐—— ๐—–๐— ๐—– ๐——๐—ž๐—œ ๐—ž๐—”๐—•๐—œ๐—— ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐—  
( Pdt. Esron Panggabean c. SH ,  STh , MPd )
๐Ÿ“ESRON & PARTNER BIRO HUKUM
๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ ๐— ๐—˜๐— ๐—•๐—”๐—ก๐—ง๐—จ ๐Ÿ™(https://maps.app.goo.gl/LXp1ukc1m8BUd8Bm8)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...