๐๐ผ๐๐ธ๐๐๐๐ธโ โ๐ผโ๐๐๐๐
๐ฃ VOICE OF GOD "GEREJA ELOHIM ; AYO BANGKIT KEMBALI"☝️Suara Di Atas Kembali Penulis Dengarkan Pada Saat Penulis Sedang Berjalan Sore , Disekitaran Area Tempat Tinggal Penulis ;
Untuk lebih jelas tentang kesaksian penulis saudara dapat lihat di Blog ini ya !
Mengapa Berjalan Kaki Itu Penting ?
Jika Saudara Ingin Sehat Tubuh Jiwa & Roh , Maka Wajib Melakukan Hal Yang Mendukung 3 Bagian Diatas ☝️.
Masih Ingat Renungan Harian Yang Penulis Buat Tentang Gereja Elohim ; Ayo Bangkit Kembali" Dimana Ayat Pendukungnya Sebagai Berikut ;
EZRA 7 AYAT 27 (TB)
Terpujilah Tuhan, Elohim Nenek Moyang Kita, Yang Dengan Demikian Menggerakkan Hati Raja, Sehingga Elohim Menyemarakkan Rumah Tuhan Yang Ada Di Yerusalem,
AMSAL 21 AYAT 1 (BIMK)
Sama Seperti Tuhan Mengatur Air Sungai Supaya Mengalir Menurut Kehendak-nya, Begitu Juga Ia Membimbing Pikiran Raja !
Konteks Pikiran Raja = Pikiran Pemerintah
Yang Memimpin Sebuah Negara ; Dimana Negara Tersebut Banyak Pendoa Safaatnya.
WAHYU 17 AYAT 17 A.
Sebab Elohim Telah Menerangi Hati Mereka Untuk Melakukan Kehendak-nya Dengan Seia Sekata .
๐ฏ️ Pilihan Ada Ditangan Saudara & Silakan Tentukan Sekarang !
A. Apakah Saudara Mau Mengikuti Pola Budaya Dunia ? Atau
B. Menjadi Gereja Sejati, Satu Dengan Yang Lain Hidup Dalam Kasih ?
KEBANGKITAN SEJARAH GEREJA UNTUK :
(1) KEMAJUAN KERAJAAN SURGA DI ATAS BUMI &
(2) KEMULIAAN ALLAH DINYATAKAN
(3) KESELAMATAN BAGI DUNIA.
Budaya Popular Amerika Saat Ini Sedang Sakit & Sekarat.
Dan Penyakit Ini Telah Menyapu Masuk Ke Dalam Gereja. Nilai-nilai Seksual Holywood Yang Memalukan Dan Sikap Hidup Konsumerisme Gila Gilaan Berakar Di Dalam Paham Individualisme Dan Materialisme Yang Telah Merambat Masuk Dan Lama Mengakar Dalam Budaya Kita.
Tragisnya, Bahkan Komunitas Injili Pun Tidak Secara Efektif Menolak Pengaruh Budaya Popular Yang Bersifat Merusak. Apa Yang Telah Diterima Dan Dipeluk Oleh -generasi Awal Dari Kaum Injili, Baik Itu Dari Kelompok Metodis, Anabaptis, Atau Pentakosta Tentang Tanggung Bersama Di Dalam Kesatuan Tubuh Kristus, Sebagian Besar Hilang. Sekarang, Injil Kepuasan Individual Yang Bertahta.
Kita Semua Tahu Bahwa Banyak Dari Norma-norma Hollywood, Yang Terproyeksikan Secara Menyeluruh Dengan Kekuatan Yang Memikat Pada Dasarnya Sangat Menghancurkan Pernikahan Yang Singkat & Perceraian & Perselingkuhan Yang Berlangsung Terus Menerus Merupakan Ongkos Karcis Standar Bagi Para Bintang Tv Dan Bintang Film Kita. Tayangan-layangan Tv Dan Film Film Sukses Mereka Membuat Kesetiaan Seksual Dan Pernikahan Yang Langgeng Menjadi Sesuatu Yang Tampak Menjemukan, Kuno, Dan Bodoh.
Sungguh Menjijikkan, Meskipun Menampilkan Hal-hal Yang Merangsang, Tayangan-tayangan Reality Show Tv Bersih Tayangan Tayangan Be-rating Tertinggi.
Di Mana Iklan Yang Menggiurkan Menghimbau Kita Untuk Membeli Lebih Banyak Kosmetik, minuman Pembangkit Birahi, Dan peralatan Lain Untuk Menjamin Kebahagiaan Cepat Dan Pemuasan Hasrat Pribadi. Di Saat Mengetahui Bahwa Inilah Yang Telah Disebarkan Oleh Media Amerika Ke Seluruh Dunia, Kita Tentu Langsung Dapat Memahami Mengapa Banyak Orang Di negara Lain Meremehkan Amerika.
Di Belakang Budaya Popular Yang Sedang Sakit Ini Terdapat Sebuah Sejarah Panjang Dari Berkembangnya Paham, Individualisme Dan Materialisme Yang Berakar Di Dalam Penolakan Filsafat Pencerahan Terhadap Paham Teisme Kristen Selama Hampir Seribu Lima Ratus Tahun, Kebudayaan Barat Telah Dibangun Di Atas Keyakinan Bersama Yang Bersejarah, Bahwa Allah, Yang Merupakan Pusat Realitas, Adalah Sumber Dari Norma Moral, Otoritas Bagi Pemerintahan, Kebenaran Dan Keindahan. Namun Dalam Abad Ke Delapan Belas, Para Pemikir terkemuka Mulai Mendebat Bahwa Kesuksesan Yang Terus Meningkat Dari Proyek Ilmu Pengetahuan Membuat "Hipotesis" Tentang Allah Tidak Diperlukan Lagi. Tidak Ada Suatu Pun Yang Eksis Kecuali Dunia Material Yang Dilukiskan Lewat Ketepatan Yang Menakjubkan Dari Ilmu Pengetahuan. Individu Menggantikan Allah Sebagai Pusat Dari Realitas.
Mulanya, Para Pemikir Seperti Filsuf Immanuel Kant Berpendapat Bahwa Akal Manusia Dapat Menjadi Sumber Dari Sebuah Etika Universal. Namun Kemudian Charles Darwin berdebat Bahwa Semua Yang Ada Hanyalah Hasil Dari Sebuah Proses Evolusi Buta. Ide-ide Etika Dan Agama Hanyalah Dugaan Yang Bersifat Subyektif Yang membuat Orang-orang Plin Plan Untuk Cari Selamat. Kemudian Karl Marx Membujuk Banyak Orang Dengan Mengatakan Bahwa Semua Pandangan Kita, Termasuk Etika Dan Ide-ide Agamawi Kita, Hanyalah Produk Dari Kekuatan Ekonomi, Pada Awal Abad Dua Puluh, Freud, Memaparkan Bahwa Agama Dan Etika Merupakan Hasil Dan Kebutuhan Dan Dari Cerminan Diri Yang Kekanak-kanakan Paham Relativisme Yang Meresap Sangat Dalam, Telah Tersebar Luas Dalam Dunia Intelektual. Tidak Ada Lagi Yang Tertinggal Kecuali Pribadi-pribadi Kesepian Yang Secara Membabi Buta Menciptakan Makna Subyektif Buat Dirinya Sendiri.
Untuk Beberapa Saat, Paham Relativisme Ini Umumnya Tetap Terbatas Pada Kalangan Intelektual Dan Kaum Elit Kampus. Namun Dalam Revolusi Filsafat Pada Tahun 60-an, Ide-ide Radikal Menyebar Dengan Sangat Cepat Merasuk Masuk Dalam Berbagai Kultur. Pemuasan Diri Bagi Pribadi Yang Berdaulat Konsep Nilai Yang Sangat Dijunjung Tinggi. Psikologi Popular Mengajarkan Bahwa Engkau Sendiri Harus Memilih Apakah Secara Pribadi Engkau Merasa Ingin Berkontribusi Pada Kebahagiaanmu. Jika Pasanganmu Tidak Memenuhi "Kebutuhan-kebutuhanmu," Itu Bergantung Pada Dirimu Sendiri Untuk Mencari Orang Lain Yang Sanggup Memenuhkannya. Jika Kau Tidak Melakukannya, Tampaknya Engkau Telah Melakukan Sesuatu Yang Sangat Buruk Terhadap Kondisi Kejiwaanmu. Masyarakat Menyingkirkan Norma-norma Etika Kristen Yang Telah Menyejarah. Media Massa Mengagungkan Gaya Hidup Gonta-ganti Pasangan. Hukum-hukum Yang Tidak Menentang Perceraian Banyak Dihasilkan Oleh Badan-badan Pembuat Undang-undang.
Yang Dihasilkan Adalah Perceraian Yang Meluas, Angka Kelahiran Di Luar Nikah Yang Membubung Tinggi, Undang-undang. Perkembangan Pesat Dari Orang Tua Tunggal (Single Parenthood), Rumah Tangga Yang Hancur Dan Rasa Sakit Hati Serta Penderitaan Ang Makin Meluas Di Dalam Keluarga-keluarga Kita.
Dalam Beberapa Puluh Tahun Belakangan, Filsafat Postmodernime Turut Mendongkrak Pengaruh Filsafat Kaum Postmodernis Mereduksi Semua Norma- Relativisme. Norma Etika Dan Klaim-klaim Kebenaran Dan Bahwa Semua Itu Hanya Permainan Kekuasaan Egois Dari Kelompok-kelompok, Suku-suku Dan Golongan-golongan. Tidak Ada Yang Benar Atau Yang Sahih. Semua Pernyataan Kebenaran Hanyalah Produk Dari Beberapa Kelompok Atau Golongan Yang Berhasrat Untuk Mendominasi Kelompok Atau Golongan Lain Untuk Keuntungan Egois Mereka.
Keyakinan Yang Dianut Dunia Barat Kini Adalah Bahwa Benar Bagi Saya Adalah Benar Bagi Saya Dan Apa Pun Yang Yang Yang Benar Bagimu Adalah Benar Bagimu. Satu-satunya Dosa Tidak Dapat Diampuni Adalah Tindakan Mengklaim Bahwa Ada Kebenaran Dan Kesalahan Mutlak Dan Bahwa Pilihan Seseorang Secara Pribadi Adalah Sesuatu Yang Tidak Bermoral. Paham Relativisme Telah Menjadi Pemenang.
Di Saat Yang Sama, Satu Jenis Materialisme Baru Telah, Muncul.
Pada Dasarnya Kekristenan Yang Menekankan Pentingnya Perihal Materi. Dunia Yang Tercipta Ini Sungguh Baik. Allah Ingin Kita Menciptakan Kemakmuran Dan Kebahagiaan Di Tengah-tengah Karunia Dunia Material Ini.
Tapi sejarah Kekristenan Menempatkan Secara Tegas Batas-batas Terhadap Materialisme Ini. Tidak Ada Satu Bahkan Seluruh Dunia Material Ini, Yang Lebih Berharga Seberharga Relasi Seseorang Dengan Allah.
Hari Sabat Mengingatkan Umat Kristen Bahwa Sehari Dalam Seminggu Kita Harus Melupakan Pekerjaan Dan Memfokuskan Diri Secara Khusus Untuk Menyembah Allah. Kebahagiaan Pertama-tama Tidak Datang Dari Hal-hal Materi, Namun Dari Relasi Yang Benar Dengan (1) Allah Dan (2) Sesama, Dan Baru Selanjutnya (3) Kecukupan hal Material pun mengikuti.
Darwin Selanjutnya Menyakinkan Kalangan Intelektual Bahwa Seluruh Sejarah Kehidupan Di Planet Ini Hanyalah Hasil Dari Kekuatan Material Buta Yang Secara Kebetulan Menghasilkan Kesempatan Bagi Terjadinya Perubahan-perubahan (Mutasi) Di Mana Lewat Proses Seleksi Alam Terjadi Perubahan Yang Revolusioner. Tidak Ada Sesuatu Pun Yang Eksis Kecuali Dunia Materi, Yang Dapat Kita Hitung Dan Ukur. Seseorang Tidak Dapat Dengan Mudah Mengukur Kasih Dan Keadilan, Tapi Seseorang Dapat Mengukur Pendapatan Tahunan Dan Produk Domestik,Bruto.
Orang-orang Lebih Memusatkan Diri Untuk Mengumpulkan Benda-benda Materi Sebuah Keputusan Yang Bruto. Sangat Baik, Jika Memang Pada Akhirnya Tidak Ada Sesuatu Pun Yang Eksis. Batas-batas Yang Telah Diletakkan Oleh Kekristenan Dalam Hal Materialisme Ditinggalkan. Kelimpahan Materi Dan Pemuasan Pribadi Melalui Lebih Banyak Barang, Menjadi Hal Terpenting.
Sementara Itu Keberhasilan Yang Luar Biasa Dari Ekonomi Pasar Dalam Menghasilkan Produk Yang Terus Makin Melimpah, Meningkatkan Materialisme Praktis Yang Akhirnya Memaksimalkan Ragam Pilihan Bagi Individu. Hasrat Untuk Terus Meningkatkan Penjualan Dengan Harapan Terjadi Peningkatan Keuntungan, Pada Gilirannya Membuat Dunia Bisnis Menemukan Kekuatan Dari Periklanan. Semakin Cerdik Iklan- Iklan Tersebut Membujuk Para Konsumen, Semakin Meningkat Pula Kaum Materialis Egois Yang Beranggapan Bahwa Cara Untuk Mencapai Kebahagiaan Dan Pemuasan Adalah Lewat Kelimpahan Materi Yang Makin Bertambah. Sebuah Iklan Yang Sangat Efektif Dihasilkan Oleh Sebuah Bank Terkemuka Di Philadelphia Yang Dengan Menggunakan Kebohongan Besar Mengatakan Bahwa Kasih Datang Dari Hal-hal Material Seperti Sebuah Rekening Bank. Iklan Tersebut Berkata, "Berikanlah Sedikit Kasih. Setiap Orang Membutuhkan Satu Sen Saat Hari Hujan." Tiga Puluh Tahun, Kemudian, Saya Masih Dapat Mengingat Slogan Itu. Bekerja Lebih Giat Untuk Menghasilkan Lebih Banyak Uang
Agar Dapat Membeli Rumah Yang Lebih Besar, Lebih Banyak Peralatan Canggih Dan Mobil, Menjadi Hasrat Setiap Orang Di Seluruh Negeri Ini. Terlepas Dari Fakta Bahwa 86 % Rakyat Amerika Terus-menerus Berkata Kepada Para Pengumpul Data (Pollster) Bahwa Mereka Percaya Kepada Allah, Sebenarnya Mereka Telah Menjadi Kaum Materialis Praktis. Menghabiskan Waktu Untuk Memperoleh Lebih Banyak Kekayaan Dan Barang- Barang Telah Menjadi Sesuatu Yang Lebih Penting Dari Pada Menghabiskan Waktu Dengan Anak-anak, Pasangan Hidup Atau Persekutuan Di Gereja.
Terobosan Teknologi Yang Luar Biasa Dan Kelimpahan Material Yang Terus Meningkat, Mendorong Tingginya Gaya Hidup Individualisme. Kemajuan Di Bidang Medis Memberikan "Keamanan" Secara Medis Bagi Setiap Individu Untuk Melakukan Aborsi Yang Sangat Mudah Ketika Kehadiran Seorang Anak Kelihatannya Menimbulkan Ketidaknyamanan Atau Rasa Malu. Alat-alat Kontrasepsi Baru Memberikan "Seks Aman," Yang Mendorong Percabulan. Perusahaan-perusahaan Menghasilkan Produk Yang Makin Variatif Dan Membiayai Para Pengiklan Untuk Berseru Memohon Kepada Pilihan Bebas Dari Pribadi- Pribadi Berdaulat. Setiap Orang Dihimbau Untuk Memilih Barang, Baru Ini Atau Barang Baru Itu, Jika Mereka Ingin Memiliki Pilihan Kepuasan Yang Terus Meningkat Dengan Peralatan-peralatannya Kebahagiaan. Teramat Merajalela.
Peter Gillquist Menyimpulkan Dampak Dari Keasyikan Pilihan Perseorangan Dan Pemuasan Diri Sebagai Berikut: "Kita Telah Menjadi Sebuah Bangsa Pecinta Diri Sendiri !
Tak Ada Yang Terlalu kudus Untuk Ditinggalkan Jika Kita Merasa Demikian :
Kita Meninggalkan Sekolah Jika Mulai Bosan Atau Merasa Sulit;
Kita Meninggalkan Keluarga & orangtua jika Merasa Tidak Senang.
Kita Meninggalkan Pekerjaan Kita, Pernikahan Kita & Gereja Kita."
Tragisnya Gereja Kristen, Termasuk Komunitas Injili, Tidak Sanggup Untuk Menolak Gelombang Relativisme, Materialisme Dan Individualisme. Relativisme Telah Menyerang Pemikiran Kalangan Injili. Barna Melaporkan, Survei Nasionalnya Menunjukkan Bahwa Hanya 14 % Orang Lahir Baru Dewasa Yang "Mengandalkan Alkitab Sebagai Pengarah Moral Mereka Dan Percaya Bahwa Kebenaran Moral Adalah Hal Yang Mutlak."
Kita Meninggalkan hari Sabat Dengan Peringatan Mingguannya Bahwa Allah Lebih Penting Daripada Penghasilan.
Para Pemimpin Gereja Dan Teolog Membuat Injil-injil Murahan Tentang Kekayaan Atau Membuat Pembenaran-pembenaran Canggih Tentang;
"Materialisme Yang Saleh" Untuk Menyucikan Keasyikan Kaum Injili Yang Makin Meningkat Terhadap Kelimpahan Mater Semakin Kita Kaya, Semakin Kikir Pula Kita Memberi Bagi Gereja Dan Orang-orang Miskin Para Orang Tua Memusatkan Diri Mereka Pada Peningkatan Gaji Dan Mengabaikan Anak-anak Mereka. Kaum Profesional Yang Sukses Menghabiskan Sangat Banyak Waktu Untuk Bekerja Meski Hal Tersebut Akan Menghancurkan Pernikahan Mereka.
Gembala Dari Sebuah Jemaat Perjanjian Injili (Evangelical Covenant), Beberapa Tahun Lalu, Membagikan Kepada Saya Sebuah Ilustrasi Yang Sangat Cocok Dengan Kondisi Relativisme Masyarakat Yang Sedang Menyerang Pola Pikir Anak-anak Muda Injili. Selama Enam Tahun Terakhir, Pada Akhir Dari Kelas Katekisasi Yang Telah Dilangsungkan Selama Berminggu-minggu Untuk Mempersiapkan Remaja Gerejanya Menjadi Anggota Dewasa Gereja, Rekan Saya Ini Melakukan Percobaan Yang Istimewa.
Pertama, dia Menempatkan Sebuah Botol Yang Berisi Kelereng Di Depan Kelas. dia Kemudian Bertanya, "Ada Berapa Banyak Kelereng Di Dalam Botol?" Remaja-remaja Ini Menanggapinya Dengan Tebakan-tebakan Yang Berbeda:
A.150, B.143, C.177, Dan Seterusnya.
dia Kemudian Menanggapi Jawaban Mereka, "Baiklah, Saya Sudah Menghitungnya Dan Ada 157 Kelereng Didalam Botol Itu. Sekarang, Dari Semua Jawaban Tadi Mana Yang Mendekati Kebenaran?" Dan Mereka Semua Sepakat A Jawaban Yang Paling Mendekati 157-lah Jawabannyq, Kemudian dia Menyimpulkan, "Tentu Saja. Jumlah nya Berkenaan Dengan Soal Fakta Nyata Dan Bukan Pendapat.
Kemudian dia Melanjutkan Dengan Menanyakan "Apa Lagu yang Mereka sukai ? kemudian dia Menuliskan Jawaban Mereka Yang Berbeda- Ada Di Papan Tulis. dia Kemudian Bertanya, "Yang Mana Dari Lagu-lagu Ini Adalah Lagu Yang Benar?" Seperti Yang Duga, Setiap Orang Berkomentar Bahwa Pertanyaan Tersebut Adalah Pertanyaan Yang Tidak Adil Karena Apa Yang Menjadi Kesukaan Setiap Orang Adalah Benar Baginya. "Tepat," dia Menyetujui Komentar Mereka, "Lagu Yang Benar Berkenaan Dengan Selera Musik Seseorang. Ini Adalah Soal Pendapat Pribadi Dan Bukan Fakta katanya !
dia Kemudian Menyimpulkan Percobaan Ini Dengan Membicarakan Keilahian Yesus Kristus & Kebangkitan-Nya Pada Hari Ketiga, Sambil Mengingatkan Mereka Bahwa Ada Sebagian Kalangan Yang Meragukan Keduanya. Ia Kemudian Berkata Kepada Mereka, "Sekarang, Apakah Keilahian Yesus Kristus & Kebangkitan-Nya Berkenaan Dengan Fakta Nyata Ataukah Semua Itu Hanyalah Soal Pemahaman Pribadi?
๐ฏ️ Apakah Hal Ini Seperti Pertanyaan Tentang Jumlah Kelereng Atau Seperti Pertanyaan Tentang Musik Yang Engkau Sukai?"
Sedihnya, ia Mengatakan Padaku, Selama Enam Tahun Setiap Remaja Mengatakan Bahwa Pertanyaan Tentang Keilahian & Kebangkitan Kristus Adalah Seperti Pertanyaan Tentang Musik, Hanya Soal Pendapat Pribadi.
Di Mana-mana, Individualisme Telah Mengalahkan Tanggung Jawab Dari Tradisi Injili Di Dalam Gereja Denominasi-denominasi Yang Telah Mempraktekkan Tanggung Jawab Bersama Di Dalam Gereja Melalui Disiplin Gerejawi Selama Berpuluh-puluh Bahkan Beratus-ratus Tahun Dengan Cepat Telah Meninggalkannya. Ketika Baru Bergabung Dengan Sebuah Gereja Lokal Dalam Denominasi Saya Yang Injili Sebagai Seorang Remaja, Ritual Yang Harus Dilakukan Bagi Anggota Gereja Adalah Termasuk Janji Bahwa Saya Akan Mempraktekkan Dan Patuh Kepada Disiplin Gereja Sebagaimana Yang Diajarkan Yesus Dalam Matius 18:15-17. Ritual Tersebut Kini Telah Hilang. Sesungguhnya, Dalam Sebuah Jemaat Lokal Yang Merupakan Bagian Dalam Denominasi Saya Yang Injili, Ada Seorang Pria Dan Seorang Wanita Yang Berasal Dari Pernikahan Yang Berbeda Melakukan Perselingkuhan, Menceraikan Pasangan Mereka, Menikah Dan Menganggap Bahwa Mereka Dapat Terus Terlihat Baik Di Dalam Gereja Terlepas Dari Ketidaktaatan Mereka Kepada Ajaran Yesus & Penghancuran Dua Keluarga.
Dalam Kasus Yang Terang-terangan Seperti Ini Pun, Jemaat Injili tidak Sanggup Untuk Mengumpulkan Keberanian Melakukan Disiplin Gerejawi,
Cillquist Berkata Bahwa Sekarang Kita Memiliki Sebuh Filsafat Lahir-baru Yang Tidak Gerejawi" (Churchless Born-againism) Jenis Bidat Baru Yang Menurutnya Tidak Pernah Muncul Dalam Sejarah, La Menulis, "Gerakan Ini Mengakui Sebuah Relasi Yang Personal Pribadi Dengan Kristus Dan Menyangkali Bahwa Kristus Juga Hadir Lewat Gereja.
Bagi Mereka, suara Memerintah Dalam Hati Seseorang, & Mereka akan Meremehkan perintah Yang Ditetapkan pada Pandangan Ini Membanjiri Gerakan gereja Modern saat ini.
Paham Individualisme Merembes Masuk Dalam Dunia Injili saat ini, Sekarang Kita Mengambil Dan Memilih Dan mengubah Gereja Hampir Secepat Kita Memilih Atau Menggantinya dengan Barang Yang Ingin Kita Beli Di Pasar Swalayan Atau Gabah Saluran Siaran Pada Televisi. Jemaat Lokal Yang ini Tidak Memiliki Tanggung Jawab Kepada Siapa Pun kecuali Diri Mereka Sendiri. Organisasi gereja Yang Mandiri Hampir Tidak Memiliki Tanggung Jawab Pada Gereja Dalam Cakupan Yang Lebih Luas.
Gembala-gembala Senior; "Sukses" Yang Dominan, Hampir Dapat Melakukan Apa Saja Yang Mereka Inginkan. Tiga Kejadian Berikut Menggambarkan Individual Yang Terjadi ;
1. Ketika Tammy Faye Menjadi Tamu Rekanan (Cohost) Dari Sebuah Program Tv Injili Yang Sangat Populer Bersama Suaminya, Jim Baker, Ia Menulis Sebuah Buku Berjudul Gotta Be Me. Apakah Gerangan Yang Membuat Kita Harus Mengorbankan Diri Bagi Kristus?
2. Seorang Pemimpin Baptis Yang Terkenal Mempertahankan Kebebasan Total Seorang Individu Kristen Dari Setiap Tanggung Jawab Gerejawi Yang Lebih Besar dari Kata-kata, "Tidak Seorang Pun Yang Berhak Mengatakan Sesuatu Yang Harus Saya Lakukan Kecuali Yesus"
3. Robert Schuller Mengumandangkan Sebuah Injil Harga-diri.
ia Menuliskan, "Injil Yesus Kristus Dapat Diberitakan Sebagai Sebuah Teologi Harga-diri.""
Individualisme Juga Merangkak Ke Dalam Lagu-lagu Kristen Kontemporer Kita Yang Terbaik. Secara Pribadi Saya Sangat Menyukai Dan Sering Merasakan Sebuah Gelombang Emosi Religius Yang Sungguh-sungguh Saat Saya Menyanyikan "Seperti Rusa Rindu Sungai-mu." Lagu Itu Adalah Lagu Sederhana Yang
๐ Sangat Indah Tentang Kenyataan Bahwa Allah Harus Menjadi Pusat Mutlak Dari Hidup Kita. Namun Salah Satu Baris Dari Lagu Ini Berkata, "Engkau Kekuatan Dan Perisaiku, Kepada-mu Rohku Berserah."
Ya..Abba Bapa ..!
๐ฏ️ Apakah Saya Tidak Harus Mendengarkan Dengan Seksama Dan Tentu Saja Berserah Kepada Saudara Atau Saudari Seiman Dewasa Lain Yang Ada Di Dalam Tubuh Kristus?
๐ฏ️ Apakah Saya Beranggapan Bahwa Saya Hanya Akan Mendengar
Apa Yang Kristus Katakan Dan Tidak Menundukkan Diri Kepada Orang Kristen Yang Lain?
๐จ️ Saat Ini Semakin Sedikit Orang Kristen Yang Mau Menundukkan Diri Kepada Kristen Yang Lain. Jika Gereja Lokal Kita Tidak Memenuhi Kebutuhan Kita Dan Tidak Menawarkan Apa Yang Menyenangkan Kita, Dengan Mudah Kita Berpindah Ke Gereja Lain.
๐ญ Bukankah Demikian ?
So....Now....
๐ฏ️ Pilihan Ada Ditangan Saudara & Silakan Tentukan Sekarang !
A. Apakah Saudara Mau Mengikuti Pola Budaya Dunia ? Atau
B. Menjadi Gereja Sejati, Satu Dengan Yang Lain Hidup Dalam Kasih ?
๐️ ๐ป๐ ๐๐โ๐ธ๐๐ ๐๐๐ผโ ๐น๐ธโ๐ธ โ๐โ ๐๐๐ป๐๐ ๐๐ผ๐๐ธ๐๐๐ โ๐ธ๐๐น๐ธโ๐๐ธ :
P͢e͢n͢d͢e͢t͢a͢ N͢u͢r͢y͢a͢n͢i͢ E͢v͢a͢l͢i͢n͢ S͢i͢m͢a͢m͢o͢r͢a͢ S͢a͢r͢j͢a͢n͢a͢ P͢e͢n͢d͢i͢d͢i͢k͢a͢n͢ K͢r͢i͢s͢t͢e͢n͢
๐จ️ ANDA DIBERKATI MELALUI RENUNGAN HARIAN?
JADILAH BERKAT DENGAN MENDUKUNG PELAYANAN KAMI.
DUKUNGAN PELAYANAN GEREJA HOLY SPIRIT ESRON MINISTRY
DAPAT DITRANSFER LEWAT :
(1) BANK DKI : 1392 - 3149- 576
A/N : HOLY SPIRIT
(2) BANK BCA : 5790-4086-42
A/N : ESRON P PANGGABEAN STH
๐ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ L̳O̳K̳A̳L̳ A̳D̳A̳L̳A̳H̳ :
๐ Komunitas Orang Percaya Yang Berkomitmen Satu Sama Lain Dalam Hubungan Rohani Sejati Yang Dihasilkan Dari Alkitab &
๐ Hidup Dengan Setia Satu Sama Lain Dalam Firman, Doa, Persekutuan, & Perjamuan Kudus.
E͢S͢R͢O͢N͢ M͢I͢N͢I͢S͢T͢R͢Y͢ C͢A͢R͢E͢ L͢O͢S͢T͢ S͢O͢U͢L͢S͢
( M̳E̳L̳A̳Y̳A̳N̳I̳ I̳N̳T̳E̳R̳ D̳E̳N̳O̳M̳I̳N̳A̳S̳I̳ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ )
๐ Konsultasi Keluarga & Jodoh
๐ Doa (Rahasia Jamin)
๐ Doa Kesembuhan
๐ Doa Pelepasan
๐ Kunjungan Orang Sakit
๐ Ibadah Open House / Office
๐ Kedukaan Kematian / Penghiburan
๐ Pelayanan Peti Jenazah (24 Jam )
๐ Konseling Pra Nikah
๐ Ibadah Pemberkatan Nikah
๐ G̳E̳R̳E̳J̳A̳ J̳O̳D̳O̳H̳ H̳O̳L̳Y̳ S̳P̳I̳R̳I̳T̳ E̳S̳R̳O̳N̳ M̳I̳N̳I̳S̳T̳R̳Y̳
๐ A͢l͢a͢t͢ P͢e͢r͢p͢a͢n͢j͢a͢n͢g͢a͢n͢ T͢u͢h͢a͢n͢ D͢a͢l͢a͢m͢ P͢e͢r͢j͢o͢d͢o͢h͢a͢n͢ U͢m͢a͢t͢N͢y͢a͢ A͢g͢a͢r͢ M͢e͢n͢i͢k͢a͢h͢ S͢e͢p͢a͢d͢a͢n͢
๐ D͢i͢b͢u͢t͢u͢h͢k͢a͢n͢ P͢e͢m͢u͢l͢i͢h͢a͢n͢ C͢i͢t͢r͢a͢ D͢i͢r͢i͢ S͢e͢b͢a͢g͢a͢j͢ T͢a͢h͢a͢p͢ A͢w͢a͢l͢ U͢n͢t͢u͢k͢ B͢e͢r͢t͢u͢m͢b͢u͢h͢ D͢a͢l͢a͢m͢ K͢e͢r͢o͢h͢a͢n͢i͢a͢n͢
๐ K͢e͢d͢e͢w͢a͢s͢a͢n͢ R͢o͢h͢a͢n͢i͢ M͢e͢n͢j͢a͢d͢i͢ S͢y͢a͢r͢a͢t͢ U͢t͢a͢m͢a͢ D͢a͢l͢a͢m͢ P͢e͢r͢n͢i͢k͢a͢h͢a͢n͢ K͢r͢i͢s͢t͢e͢n͢
G̳E̳R̳E̳J̳A̳ J̳O̳D̳O̳H̳ H̳O̳L̳Y̳ S̳P̳I̳R̳I̳T̳ E̳S̳R̳O̳N̳ M̳I̳N̳I̳S̳T̳R̳Y̳
Jl. Pulomas Barat Xii Tuparev 23, Rt.4/Rw.9, Kayu Putih,
Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, (13210)
I̳n̳f̳o̳ D̳o̳a̳ & K̳o̳n̳s̳u̳l̳t̳a̳s̳i̳ (2̳4̳ J̳a̳m̳ O̳n̳l͢i͢n͢e͢ )
H͢p͢ 0818 77 9370 A͢t͢a͢u͢ 0851 0060 9654
K͢h͢u͢s͢u͢s͢ P͢a͢n͢g͢g͢i͢l͢a͢n͢ D͢i͢ N͢o͢m͢o͢r͢ H͢p͢ 0852 1736 1142
๐ S͢i͢l͢a͢k͢a͢n͢ B͢a͢g͢i͢k͢a͢n͢ K͢e͢b͢e͢n͢a͢r͢a͢n͢ I͢n͢i͢ T͢o͢ Y͢o͢u͢r͢ F͢r͢i͢e͢n͢d͢ & F͢a͢m͢i͢l͢y͢
(I͢n͢g͢a͢t͢ M͢e͢n͢g͢i͢n͢j͢i͢l͢i͢ T͢u͢g͢a͢s͢ S͢e͢t͢i͢a͢p͢ O͢r͢a͢n͢g͢ P͢e͢r͢c͢a͢y͢a͢)
๐จ️ B͢U͢T͢U͢H͢ B͢A͢N͢T͢U͢A͢N͢ H͢U͢K͢U͢M͢ ?
D̳P̳D̳ C̳M̳C̳ D̳K̳I̳ K̳A̳B̳I̳D̳ H̳U̳K̳U̳M̳
S͢i͢a͢p͢ M͢e͢m͢b͢a͢n͢t͢u͢ S͢a͢u͢d͢a͢r͢a͢
( Pendeta Esron Panggabean Sarjana Hukum ; Sarjana Theology ; Magister Pendidikan Kristen )
๐G̳O̳O̳G̳L̳E̳ M̳A̳P̳ ESRON & PARTNER BIRO HUKUM
Klik Link Dibawah Ini ❗
https://maps.app.goo.gl/lxp1ukc1m8bud8bm8.

Komentar
Posting Komentar