Adakah Kasih Kristus Menguasai Dirimu ?
① ๐ท๐
๐บ๐
๐ผ ๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท
Di bibir Yesus, hukum menjadi cinta. Sepuluh Perintah tetapi perintah pertama dan satu-satunya bagiNya ialah "Kasihilah Tuhan Allahmu" dan yang kedua yang sama dengan itu ialah "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Suara Sinai merindukan. Israel salah memahami Allah sejak semula. Horeb bergemu- ruh di bawah tekanan Yang Mahakuasa, tetapi hanya dengan cinta.
② ๐ท๐ฐ๐บ ๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท
Siapakah sebenarnya Elohim ini, yang ucapanNya membakar sampai ke dalam batu-batu? Elohim memperkenalkan diriNya dan menetapkan hak-hakNya untuk memberikan perintah. Elohim mempunyai hak cinta.
"Akulah Tuhan Allahmu YANG MEMBAWA ENGKAU KELUAR DARI TANAH MESIR, DARI TEMPAT PERBUDAKAN" (Keluaran 20:2). Itulah Dia. Hukum- hukumNya ialah hukum-hukum cinta. Elohim yang ada lah "api yang menghanguskan" ialah api belas kasihan yang menghanguskan. Elohim telah turun untuk melepaskan rakyat budak yang tak tahu berterima kasih dari perhambaan. Elohim berniat hanya untuk memberikan kepada mereka hal menjadi bangsa dan negara baru. Tugas semacam itu akan sangat menuntut kesabaranNya yang tak kunjung habis.
③ ๐ฒ๐ธ๐
๐
๐ฐ ๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท
Ketika Allah menjadikan manusia, saya ingin tahu apakah Elohim telah menyampaikan pikiranNya kepada para malaikat?
Jika memang demikian, apakah roh-roh berhikmat itu telah menjadi ragu ? Para malaikat mungkin bertanya, "Makhluk-makhluk berdaging yang lemah semacam itu, dapatkah Bintang Timur (-Lucifer) dan kejahatan menyesatkan mereka dan menuntun mereka untuk saling membinasakan?"
Elohim sumber segala pengetahuan itu tahu bahwa hal itu akan terjadi. Manusia pertama yang pernah lahir akan membunuh saudaranya. Tetapi Ada Suatu Siasat Utama. Itu Akan Dimulai dengan Hawa, dan diteruskan dengan semua wanita. Naluri mereka akan dirancang dari awal. Di dalam sifat mereka akan ditanamkan hati seorang ibu, bentuk kasih sayang yang termurni, suatu kasih sayang yang tak pernah mencari pahala. Itu akan merembes kepada keluarga dan menetapkan standar perlindungan. Kemudian Rencana Rahasia Besar Dari Elohim dengan lambat akan mulai berkembang dan bekerja, melalui semua cara hidup dan sengsara Israel.
Akhirnya itu akan terungkap di dalam Putra KesayanganNya. "Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Elohim telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal..." (Yohanes 3:16).
CitraNya sendiri di dalam manusia ialah citra kasih, sebelum badai dosa menggoncangkan air dan bayangannya rusak. Tetapi Elohim tidak terkecoh. Elohim mempertaruhkan semua milikNya untuk setiap manusia. Injil memberkati telinga manusia; Injil adalah hatiNya, suatu penyingkapan dari kecemasan terhadap semua makhlukNya.
UNTUK KITA DAN KEPADA KITA
Penginjilan Dapat Diringkaskan Demikian :
"Penginjilan Ialah Allah Mencintai Kita Melalui Injilnya"
Setiap berita yang disampaikan haruslah disayapi dengan cinta. Seorang manusia mencintai orang lain dengan Cinta Elohim yang ditanamkan di dalam dirinya. Kaum pria dan wanita yang bersemangat sepanjang zaman telah hidup dan mati untuk memberitakan Kristus dan keselamatanNya kepada semua suku bangsa dan bangsa di dunia. Dari kekuatan Ilahi yang sama telah tercipta karya-karya manusia: gereja-gereja, usaha amal, rumah-rumah sakit, panti- panti asuhan dan peradaban itu sendiri. Cinta Elohim di dalam jiwa manusia itu seratus kali lebih indah dari pada setiap motif apapun yang sudah pernah mendorongnya.
Ketika Hadirat Elohim telah meninggalkan Horeb, apakah yang tertinggal? Hal pertama yang ditemukan lalah dalam Keluaran 21:5,6, suatu hukum cinta yang lain. Jika seorang budak bellan menikahi seorang istri, la tak dapat secara hukum membawanya pergi setelah la menyelesaikan kontraknya dengan sang majikan. la dapat mempertahankan istrinya hanya jika ia tinggal bersama dengan majikannya dalam perhambaan se umur hidup. Kemudian telinganya akan ditindik di tiang pintu dengan penusuk. Bekas luka itu akan selalu ter- lihat, di telinga dan di pintu, dan itu akan memberitahukan kepada semua orang, "Aku cinta istriku dan telah menyerahkan diriku UNTUKnya supaya aku dapat memberikan diriku KEPADAnya."
④ ๐ธ๐ฝ๐น๐ธ๐ป ๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ป๐ฐ๐ท ๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท
Injil Tak Lain Daripada Kasih, itulah kisah kasih Allah dengan umat manusia. Ia telah menyerahkan diriNya UNTUK KITA agar la dapat memberikan dirinya KEPADA KITA. Allah itu cinta. Itu- lah seluruh persoalannya. Itulah sebabnya kita dilahir- kan, untuk mencintai dan dicintai. Mengenal cinta di atas segala cinta ialah rahasia di atas segala rahasia. Kenallah akan hal itu maka Anda akan memiliki jawab- an terhadap arti kehidupan. Injil yang tak mengandung cinta adalah suatu kontradiksi- laut tanpa air, mata- hari tanpa cahaya, madu tanpa kemanisan, roti tanpa bahannya. Injil itu tak lain daripada cinta
Dari Kejadian sampai Wahyu, kisah kepahlawanan cinta melaju dari kekal sampai kekal. "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal Hosea mendengar seruan Allah. Israel akhirnya mengembara dalam kegelapan dari malam sejarah mereka yang panjang, dan Hosea diizinkan untuk menyerap gema kesedihan ilahi. "Masakan Aku membiarkan engkau? ... Hatiku berbalik dalam diriku, belas kasihanKu bangkit serentak" (Hosea 11:8).
Penjelasan satu-satunya yang diberikan kepada kita ketika Yesus menyembuhkan orang sakit, atau mela- kukan apapun saja, selalu sama yaitu la menaruh belas kasihan. Cinta itulah semuanya yang ada di balik belas kasihan itu. Malah sebenarnya, cinta itulah yang ada di balik segala sesuatu yang ada di jagat raya ciptaan Allah.
⑤ ๐ฝ๐ธ๐ฐ๐ถ๐ฐ๐
๐ฐ ๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท
Saya rasa tak ada malaikat yang pernah menanyakan kepada Tuhan mengapa la berniat menciptakan makh- luk semacam kita, dengan kemerdekaan untuk memilih kejahatan dan kuasa untuk meremukkan hatiNya. Para malaikat tahu sebabnya. Apapun kepedihannya, la harus mencurahkan diriNya dalam air terjun Niagara cinta. Betapa lebih baiknya bila cinta itu dicurahkan kepada mereka yang tak pernah berlayak untuk mene- rima hal itu! Apakah yang dapat lebih memenuhi maksudNya daripada musuh, orang fasik, penindas dan orang tertindas yang menuntut balas? Inilah mereka yang akan diterima di dalam Dia yang dikasihiNya."
Neraka ialah sebuah tempat yang mengerikan dan penuh rahasia. Neraka bukanlah sebuah pokok pem- bicaraan yang menyenangkan untuk dibahas. Bukan- lah hak kita untuk mengayun-ayunkan manusia di atas neraka dan menyaksikan mereka menggellat-gellat, hanya karena mereka adalah musuh kebenaran. Kita diberitahu tentang nasib yang mungkin dialami orang berdosa demi membangkitkan rasa iba kita yang mendalam dan mendorong kita untuk mempedulikan dan memperingatkan mereka yang lalal.
⑥ ๐
๐ฝ๐ถ๐บ๐ฐ๐ฟ๐ฐ๐ฝ ๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท ๐ณ๐ธ ๐
๐ฐ๐น๐ฐ๐ท๐ฝ๐
๐ฐ
Yesus berbicara lebih banyak tentang neraka daripada siapapun, dan malah sebenarnya hampir segala sesuatu yang dibicarakan tentang neraka di Alkitab diucapkan oleh Yesus. Satu perkara yang sangat kuat saya inginkan ialah bahwa saya dapat mendengar bagaimana cara la membicarakan tentang neraka. Bagaimanakah cara la mengucapkan, "Celakalah kamu..." bahkan kepada orang-orang Farisi? Tekanan kata-kataNya, pandangan mataNya, kesan sedihNya terhadap makhlukNya-tak ada seorang aktorpun yang dapat menirukannya, karena itu terpancar keluar dari hati ilahi yang terlalu dalam untuk diselami. Hanya cintaNya yang dicurah- kan ke dalam hati kita mungkin dapat memberikan rasa Iba ke dalam suara kita dalam melancarkan peringatan- peringatanNya.
⑦ ๐ผ๐พ๐
๐ธ๐ต ๐ฒ๐ธ๐ฝ๐
๐ฐ
Jika cinta bukan merupakan motif dari Putra Allah yang datang di antara kita, apakah motifNya? Perhatikan kata- kata yang terkenal dari Alkitab: "... yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia" (Ibrani 12:2).
la tidak bermaksud "mencari sukacita" melainkan "mengorbankan sukacita." Setelah peristiwa penyaliban, la hanya mendapatkan kembali hal yang memang sudah milikNya dahulu. Dia, Allah yang terpuji tiga kali, telah menukar mahkotaNya untuk sebuah salib.
Kita membaca lagi di dalam Yohanes 13:1 bahwa tibalah saatnya untuk Yesus "beralih dari dunia ini". TETAPI IA TIDAK PERGI. Gantinya, la mengambil se- helai kain lenan dan membasuh kaki para muridNya, dan mengizinkan Yudas untuk keluar dan mengkhianatiNya. la pergi ke Golgota, dan menjadi tebusan bagi semua tawanan iblis. Jadi Yohanes menjelaskan mengapa setelah "mengasihi murid-muridNya demikianlah sekarang la mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
#YESUS TIDAK KEMBALI KEPADA BAPA PADA SAAT YANG TERAKHIR#
⑧ ๐ผ๐ด๐ป๐
๐บ๐ธ๐
๐บ๐ฐ๐ฝ ๐ฑ๐ด๐ป๐ฐ๐
๐บ๐ฐ๐
๐ธ๐ท๐ฐ๐ฝ
Perkenankan saya memberitahukan kepada Anda tentang sebuah kata: "belas kasihan" di dalam Alkitab. Ini merupakan kata yang terkenal dan unik yang diguna- kan untuk Allah dan Yesus. Kata ini berarti "perasaan terhadap orang yang menderita". Di bawah ini terdapat salah satu peristiwa penggunaan kata itu.
Ada seorang ayah yang menanti dan menanti, sambil memperhatikan jalan di muka rumahnya. Salah seorang dari dua putranya telah pergi, dan mening- galkannya dan rumahnya untuk bersenang-senang di negeri yang jauh-seorang anak yang bodoh. Ayah itu ialah ALLAH BAPA. Dari hari ke hari matanya menera- wang ke bukit di kejauhan yang dari situ putranya mungkin akan muncul kembali pada suatu hari kelak. Ketika saat yang indah itu tiba, sang ayah berlari. BER- LARE! Saya bertanya kepada diri saya kalau-kalau hari- hari untuk berlari bagi ayah ini telah berakhir sampai saat itu. Tetapi cinta mendorong ayah ini untuk men- capai putranya sebelum anak itu mempunyai kesem- patan untuk mengubahkan pikirannya lalu berpaling meninggalkan rumah. Untuk selangkah yang diambil putranya, sang ayah mengambil 10 langkah.
Alangkah indahnya kisah itu! Kisah terbesar yang pernah ditulis, kecuali kisah tentang Yesus Sendiri. Banyak yang dapat digali dari kisah ini. Misalnya saja, putra itu telah bekerja di antara babi-babi, dan telah kembali pulang dengan pakaian yang melekat di badannya, pakaian compang-camping yang masih mengangkut bau kandang babi. TETAPI sang ayah "merangkul dan menciumnya" - memeluk sampah yang berbau itu! Kasih sayang mengatasi rasa jijik.
⑨ ๐ฒ๐ธ๐ฝ๐
๐ฐ ๐ผ๐ด๐ผ๐
๐ป๐ธ๐ท๐บ๐ฐ๐ฝ ๐ท๐
๐ฑ๐
๐ฝ๐ถ๐ฐ๐ฝ
Apakah mengherankan bahwa yang sulung dari kedua putra tak mau mengakui kehadiran gelandangan yang kotor ini? la berkata dengan nada mengejek kepada ayahnya, "anak bapa ini". Jawab sang ayah ialah, "Adikmu". Cinta memulihkan semua hubungan itulah Injil.
Sang kakak menuduh adiknya memboroskan uangnya untuk para pelacur. Inilah dugaannya sendiri. Hal ini tak pernah disebutkan terdahulu. Tetapi ayah- nya tidak menuntut untuk mengetahui apakah ang- gapan itu benar atau palsu. Ia tidak menanyakan ten- tang dosa-dosanya. Ia hanya melihat keadaan putranya yang malang. Di sini ada seorang manusia yang hilang, mati yang kini perlu dicintai untuk dapat dihidupkan kembali. Ini memerlukan waktu. Ia telah DATANG. Itulah semuanya yang dapat dilakukan oleh si pemboros, dan sekarang sang ayah dapat mengampuni. Ini memberi- kan kesempatan kepada pemulihan & Itulah Injil Yang Melukiskan Kata "Belas Kasihan".
Saya lebih memahami kisah ini bila saya menyadari bahwa kata "belas kasihan" mengesankan reaksi jas- mani. Itu ada hubungannya dengan anggota tubuh yang ada di dalam, bila suatu perasaan melalui diri seseorang dan meninggalkan kesan keterkejutan di dalam. Kita berkata, "perutku mual" atau "jantungku berhenti berdetak". Itulah kata yang biasa digunakan untuk melukiskan perasaan yang mengganggu Yesus ketika la memandang orang banyak. la DIGERAKKAN oleh rasa belas kasihan. Itu bukan semata-mata tindakan amal yang merendahkan diri. Itu merupakan naluri yang tak dapat ditahan di dalam diri seorang ibu atau ayah untuk merenggut seorang anak dari bahaya. Sedikit-banyak- nya, la tak dapat atau tak mau menolong diriNya sendiri. la menolong orang lain tetapi dirinya sendiri la tak dapat menyelamatkan dapat menyelamatkan.
"Hanya itu sajalah yang menerangkan fakta bahwa la menyusahkan dirinya dengan penyakit sedunia dan lautan penderitaan umat manusia yang sekian lama diterima sebagai kenyataan hidup yang tak terubah- kan, penderitaan yang bahkan sering dilihat sebagai hukuman Allah. Sungguh benar bahwa banyak hal dihasilkan oleh penyembuhanNya yang ajaib atas orang sakit: kemuliaan Allah, pengukuhan dari kedudukanNya sebagai Putra Allah, dan sebagainya. Tetapi bukan itulah alasanNya untuk menyembuhkan.
TujuanNya dalam menyembuhkan adalah untuk menyembuhkan hanya itu saja. Saya tak bermain piano untuk membuktikan bahwa saya mempunyai jari tangan, walaupun itu benar juga, tetapi karena saya mencintal musik. Tujuan musik ialah musik itu sendiri. Tujuan kebaikan lalah kebaikan itu sendiri. Akibat- akibatnya hanyalah berupa hasil sampingan yang sama sekali tiada berkaitan dengan alasanNya.
Yesus tidak mengambil keuntungan atas penderitaan manusia demi kemuliaanNya sendiri.
Sebetulnya, apakah yang dapat diperolehNya dari karya rahmatNya?
la tak perlu datang ke bumi untuk keuntunganNya sendiri.
Mengapa la pergi ke Betesda di antara sampah kemanusiaan, yang terbuang seperti pecahan-pecahan kapal yang terdampar di pantai yang terlupakan?
Mengapa la harus pergi ke Nain untuk menemui seorang mati, atau pergi ke manapun saja atau bahkan datang ke bumi ini?
Tiada kemungkinan untuk beroleh manfaat atau keuntungan bagi diriNya sendiri, Kebenarannya Ialah Dengan Risiko Maut Ia Terpikat Kepada Umat Manusia Yang Sengsara. Itu Telah Mengantarnya Kepada Maut Yang Kejam Tetapi Itu Tidak Dipermasalahkannya. Ia Akan Membawa sentuhan kesembuhanNya kepada semua kehidupan manusia yang hancur tak peduli apapun yang terjadi. Kita membaca bahwa dalam pandangan Yesus, orang banyak itu bagaikan kawanan domba tanpa seorang gembala dan "tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan la menyembuhkan mereka yang sakit."
Kemudian la memanggil para muridNya dan meng- utus mereka melakukan pekerjaan yang sama. PekerjaanNya menjadi pekerjaan mereka untuk menunjukkan belas kasihan. Itulah BELAS KASIHAN TUHAN YANG DISAMPAIKAN OLEH PARA MURID. Te- tapi apakah mereka merasakannya? APAKAH KITA MERASAKANNYA? Para murid kembali dengan gembira dan terharu karena mereka mendapati bahwa mereka mempunyai kuasa, dan bahwa iblis tunduk kepada mereka. Mereka tidak menyebutkan orang-orang yang telah disembuhkan dan tidak pernah mengarah kepada suatu kepuasan dalam membebaskan kaum pria dan wanita.
Jika kita merasa kecewa bila para penderita tetap menderita, maka itulah pula perasaan Yesus, Malah sebenarnya, kita takkan merasa demikian sama sekali jika bukan Dia sendiri merasakannya, karena Dialah yang membuat kita menjadi demikian. Ia menyembuhkan un- tuk meringankan akibat dosa, juga mengampuni dosa, untuk alasan yang sama Dia menyelamatkan. la tak dapat dipuaskan dengan cara lain. Kepuasan yang mendalam bagi Tuhan ialah mencintai, merawat, menyelamatkan, menyembuhkan. la tak memperoleh hal lain dari pelayanan ini.
①⓪ ๐
๐
๐ฝ๐ถ๐บ๐
๐ฟ๐ด๐
๐ฐ๐ฟ๐ธ๐ฐ๐ฝ ๐ฒ๐ธ๐ฝ๐
๐ฐ
Allah itu api yang menghanguskan. Dia seluruhnya adalah cinta, suatu tungku yang selalu membara untuk para makhlukNya. Ke manapun kita membawa Injil, hal itu itu harus kita lakukan sebab kita peduli. Kita tidak menyembuhkan demi melihat suatu keajaiban. Allah tidak menyelenggarakan usaha pertunjukan atau tontonan. Ia tidak datang ke bumi untuk menegakkan suatu nama bagi dirinya sendiri. Kalaupun la berniat demikian, para hadirinNya hanya membuat sebilah paku untukNya
la membuat pohon, dan manusia menebangnya dari keindahannya dan mengubahkannya menjadi sebuah salib buruk untuk mempertontonkanNya demi cemooh mereka. la menciptakan manusia dan demikian hadir juga Yudas Iskariot. Kayu tempat la tergantung, besi yang memakuNya, Yudas yang mengkhianatiNya-Dia- lah yang membuatnya sendiri semuanya pada mulanya, dengan menyadari sepenuhnya akan kegunaannya se- kali kelak. Tetapi la tetap menjadikan pepohonan dan la tetap membuat besi untuk kepentingan manusia, apa- pun akibat terakhir yang menimpa dirinya.
①① ๐ฒ๐ธ๐ฝ๐
๐ฐ ๐
๐ฐ๐ฝ๐ถ ๐
๐ฐ๐บ๐ด ๐ฑ๐ด๐
๐ป๐ฐ๐ฝ๐ณ๐ฐ๐
๐ฐ๐ฝ
Motif kita tentulah juga merupakan motifNya. Cinta Allah yang dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus itulah yang memungkinkannya. Ia mencintai kita agar kita mencintai orang lain, Mungkin ada motif yang tidak sempurna di balik pelayanan kita. Pada akhirnya, pekerjaan kita akan diuji seperti dengan api, dan hal yang merupakan prestasi untuk diri sendiri akan menjadi kayu, rumput kering dan jerami, bukannya emas, perak, batu permata cinta. Adakah suatu kerinduan akan kuasa mukjizat, untuk dipertontonkan? Memang ada sewaktu- waktu kesempatan untuk pameran "perburuan roh jahat". Adakah beberapa orang yang ingin dikenal sebagai tokoh doa atau sebagai tokoh beriman besar atau tokoh berkerohanian yang mahir? YESUS bersabda, "sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya" sekarang, bukan di masa kekekalan kelak.
๐ฒ๐ธ๐ฝ๐
๐ฐ ๐
๐ฐ๐บ๐ด ๐ฑ๐ฐ๐ฝ๐
๐ฐ๐ฝ ๐ฐ๐ป๐ฐ๐
๐ฐ๐ฝ
Cinta tak dapat mempunyai alasan. Cinta itu terakhir dan menentukan. Ketika Allah berbicara kepada Israel dalam Ulangan 7:7,9, la berkata bahwa la mencintai mereka tanpa sebab. Bukan karena mereka adalah bangsa yang besar, karena mereka lebih kecil bahkan dari bangsa-bangsa yang diusir keluar dari Kanaan. Tuhan memberitahukan mereka la mencintai mereka karena cintaNya kepada mereka suatu hal yang bukan merupakan alasan sama sekali! Alasan dari cinta ialah cinta, yaitu Allah Sendiri. Cinta bukanlah Allah tetapi Allah itu cinta.
Yesus mengagumkan saya. Ia menyembuhkan orang di kolam Betesda lalu pergi tanpa menyebutkan slapa diriNya. Keuntungan apakah yang dapat didatangkan oleh kesembuhan itu kepadaNya? Tak ada kemuliaan, tak ada kemasyhuran; malah sebenarnya hal itu mendatangkan kesulitan dan anlaya kepadaNya (Yoha- nes 5). la mengambil seorang tuli dan menuntunnya keluar kampung sehingga tak dilihat siapapun lalu memulihkan pendengarannya. Ia berbuat hal yang sama terhadap seorang buta. Ia memulihkan orang-orang lain dan memberitahukan mereka agar jangan mengucap- kan sepatah katapun tentang diriNya.
#HANYA ADA SEBUAH PENJELASAN UNTUK SELURUH PEKER- JAANNYA YAITU BAHWA IA MENCINTAI ORANG BANYAK#
ⒷⒺⓁⒶⓈ ⓀⒶⓈⒾⒽ ⓎⒶⓃⒼ ⒹⒶⓁⒶⓂ
Kita dapat memperoleh pelayananNya tetapi hanya setaraf dengan belas kasihanNya. Suatu pertimbangan
Komentar
Posting Komentar