๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
(1). ๐๐๐๐๐๐โ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐โ (๐๐๐๐๐๐๐ & ๐๐๐๐๐ )
(2). ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐๐๐๐
(3). ๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ก๐
(4). ๐พ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐
(5). ๐ป๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐
(6). ๐๐ข๐๐๐๐๐๐ ๐๐
(7). ๐๐ขโ & ๐ต๐ข๐๐๐ก ๐ด๐๐๐๐๐ก
(8). ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐ ( ๐ธ๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐ ) ๐๐๐๐๐๐๐โ๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐ข๐๐๐๐
(9). ๐๐๐๐๐ก๐๐ / ๐
๐๐ก๐๐๐๐
(10). ๐ป๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐ขโ
(11). ๐ด๐๐๐ ๐๐ข๐๐ข๐๐
(12). ๐บ๐๐๐๐๐
(13). ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ต๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐ ๐ฟ๐โ๐๐ ๐๐ข๐๐ขโ ๐ป๐๐๐
(14). ๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐ ๐ป๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ – ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐
(15) ๐๐ขโ๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐ข๐ก ๐ป๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ –๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
(16). ๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐๐๐๐
(17). ๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐ก๐๐๐ ๐ป๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐ข - ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ - ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐ข
(18). ๐ฟ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐, ๐ด๐๐๐๐๐, ๐ต๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐ฟ๐๐๐ ๐๐๐ ๐ท๐๐๐โ
(19). ๐
๐๐ก๐ข๐๐
(20.) ๐พ๐๐ ๐โ – ๐๐๐ก๐๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.
Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.
Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.
Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan hidup.
Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kimpoi campur dengan
penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.
Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting, dll.
Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.
Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.
Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan- perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang
dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang
konon ada disana.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra), adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang, pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.
Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama, dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar
Alkitab.
Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel kuno adalah sebagai berikut:
(1). PEMELIHARAAN SILSILAH (TAROMBO DAN MARGA)
Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya dianggap na lilu – tidak tahu asal-usul – yang merupakan cacat kepribadian yang besar.
Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang
ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud dan pihak ibuNya (Maria).
TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga.
(2). PERKIMPOIAN YANG BER-PARIBAN
Ada perkimpoian antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak, tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau
anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.
Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan perkimpoian seperti itu.
(3). POLA ALAM SEMESTA
Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola yang sama.
(4). KREDIBILITAS
Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern, setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang
pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan
pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga demikian.
(5). HIERARKI DALAM PERTALIAN SEMARGA
Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki- laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang
Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do salohot, marnata do na sumolhot.
(6). VULGARISME
Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda- beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah: son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini. Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.
Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege, hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.
Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya
serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis sama dengan sumpah serapah orang Batak).
(7). NUH DAN BUKIT ARARAT
Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.
Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit Pusuk Buhit.
Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.
Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi
Pusuk Buhit.
(8). MANGOKAL HOLI ATAU EKSUMASI (PEMINDAHAN TULANG BELULANG)
Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat
mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.
Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh seorang nabi).
(9). PERATAP/RATAPAN
Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.
Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair kematian dan syair kesedihan hati.
Di desa-desa, terutama di daerah leluhur – Tapanuli – tidak mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung
hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar, sekedar menunjukkan rasa terima kasih.
Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.
Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati bukan pada acara kematian.
(10). HIERARKI PADA TUBUH
Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah. Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak
kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh
seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.
Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang
lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya
(11). ANAK SULUNG
Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh
anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar, memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang melekat pada anak sulung.
(12). GENDER
Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak perempuan dalam silsilah keluarga.
(13). PEMBERIAN NAMA BAYI YANG LAHIR TUJUH HARI
Di dalam tradisi Parmalim – Agama Leluhur Batak Kuno, setiap anak bayi yang lahir selama tujuh hari harus di bawa ke Pancur untuk Permandian dan sekaligus pemberian nama. Permandian bayi yang sudah tujuh hari itu diserahkan ke Imam Parmalim. Setelah itu diberi nama dengan diadakannya Pesta Martutu Aek.
(14). MONOTEISME HAMALIMON – PARMALIM – UGAMO MALIM
Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab- kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.
Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih. Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.
(15) TUHAN MENURUT HAMALIMON –PARMALIM – UGAMO (AGAMA) MALIM
Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.
Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).
Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja pertama di Desa Pancuran, Barus.
(16). IBADAH PARMALIM
Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual) Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.
(17). IBADAH SETIAP HARI SABTU – SAMISARA -MARARI SABTU
Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau melakukan kegiatan apapun. Penganut Parmalim melakukan ucapan syukur pada setiap hari Sabtu.
(18). LARANGAN MAKAN BABI, ANJING, BINATANG LIAR, DAN DARAH
Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.
(19). RITUAL
Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),
yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli. Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tanda syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kata
Marnangkok.
(20.) KISAH – MITOS
Dalam Kitab Parmalim, yakni Tumbaga Holing, terdapat kisah manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang, sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah- rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme
Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim – Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.
๐ท๐๐๐ข๐ก๐๐ ๐ท๐๐๐ ;
https://www.oborkeadilan.com/2019/06/20-fakta-bangso-batak-keturunan-bangsa.html
๐️D̟I̟ I̟L̟H̟A̟M̟I̟ O̟L̟E̟H̟ B̟A̟P̟A̟ R̟O̟H̟ K̟U̟D̟U̟S̟
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐๐บ๐ข ; ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ต๐ข ๐๐ถ๐ณ๐บ๐ข๐ฏ๐ช ๐๐ท๐ข๐ญ๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ข, ๐๐ข๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ข ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ.
๐จ️ ๐ฆ๐๐จ๐๐๐ฅ๐ ๐๐๐๐๐ฅ๐๐๐ง๐ ?
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฏ๐ช, ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต, ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ต๐ข ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ถ๐ด, ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฌ๐น๐ฌ๐ฑ๐จ ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ ๐บ๐ท๐ฐ๐น๐ฐ๐ป
๐ฉ๐๐๐๐, ๐ฐ๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐ ;
---> ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฆ๐ณ ๐๐ฆ๐ธ๐ข๐ต ;
(1) ๐๐๐๐ ๐๐๐ 1392 3149 576
๐จ/๐ต : ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ ๐บ๐ท๐ฐ๐น๐ฐ๐ป
(2) ๐๐๐๐ ๐๐๐ 5790-4086-42
๐จ/๐ต : ๐ฌ๐บ๐น๐ถ๐ต ๐ท ๐ท๐จ๐ต๐ฎ๐ฎ๐จ๐ฉ๐ฌ๐จ๐ต ๐บ๐ป๐ฏ
✍️ ๐ก๐ข๐ง๐
๐ฑ๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐๐, ๐ฐ๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐ ;
๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฆ๐ณ ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐๐ข๐ฏ๐ฌ, ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฏ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ณ ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ , ๐ฌ๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฌ, ๐๐ถ๐ซ๐ถ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฆ๐ณ
๐๐ช๐ฅ๐ฆ ๐๐ข๐ฏ๐ฌ ๐๐๐ (111)
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐ฌ๐บ๐น๐ถ๐ต ๐ด๐ฐ๐ต๐ฐ๐บ๐ป๐น๐ ๐ช๐จ๐น๐ฌ ๐ณ๐ถ๐บ๐ป ๐บ๐ถ๐ผ๐ณ๐บ
(๐ผ๐ด๐ป๐ฐ๐๐ฐ๐ฝ๐ธ ๐ธ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐
๐ ๐พ๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐๐ ๐ ๐พ๐๐๐ข๐๐๐๐ & ๐ฝ๐๐๐โ
๐ ๐ท๐๐ ๐
๐โ๐๐ ๐๐ ๐ฝ๐๐๐๐
๐ ๐ท๐๐ ๐พ๐๐ ๐๐๐๐ขโ๐๐
๐ ๐ท๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐
๐ ๐พ๐ข๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ก
๐ ๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ ๐ป๐๐ข๐ ๐/๐๐๐๐๐๐
๐ ๐พ๐๐๐ข๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐ก๐๐๐, ๐๐๐๐โ๐๐๐ข๐๐๐
๐ ๐๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐ฝ๐๐๐๐ง๐โ (24 ๐๐๐ )
๐ ๐พ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐โ
๐ ๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐โ
๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
โ๐ก๐ก๐๐ ://๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐โ-โ๐๐๐ฆ-๐ ๐๐๐๐๐ก-๐๐ ๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐ฆ.๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐ .๐ ๐๐ก๐/
๐ ๐๐ญ๐ข๐ต ๐๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ซ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ฎ๐ข๐ต๐๐บ๐ข ๐๐จ๐ข๐ณ ๐๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ,
๐ ๐๐ช๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ต๐ณ๐ข ๐๐ช๐ณ๐ช ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฑ ๐๐ธ๐ข๐ญ ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช๐ข๐ฏ,
๐ ๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ-๐๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช ๐๐บ๐ข๐ณ๐ข๐ต ๐๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ,
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ถ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฆ๐ท, ๐๐ถ๐ญ๐ฐ๐ฎ๐ข๐ด ๐๐ข๐ณ๐ข๐ต 12,
๐๐ฐ 23, ๐๐ต 04, ๐๐ธ 09, ๐๐ข๐บ๐ถ ๐๐ถ๐ต๐ช๐ฉ, ๐๐ถ๐ญ๐ฐ๐จ๐ข๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ, ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐๐ช๐ฎ๐ถ๐ณ (13210)
๐๐ก๐๐ข ๐๐ข๐ & ๐๐ข๐ก๐ฆ๐จ๐๐ง๐๐ฆ๐ 24 ๐๐๐ ๐ข๐ก
๐๐ 0818 77 9370 & 0851 0060 9654
๐๐ฉ๐ถ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ฑ 0852 1736 1142
๐ฆ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐๐๐๐๐ก
๐
๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐ผ๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐; ๐๐๐ข๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐๐ก
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐ ๐พ๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐๐ก ๐๐๐๐ข๐ ๐๐ ๐๐ขโ๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐ ๐พ๐๐๐ ๐ก๐ข๐
๐จ️ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ❓
๐ซ๐ท๐ท ๐ช๐ด๐ช ๐ซ๐ฒ๐ฐ ๐ฒ๐จ๐ฉ๐ฐ๐ซ ๐ฏ๐ผ๐ฒ๐ผ๐ด
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ก๐ข ๐๐๐ข๐๐๐๐ ; ๐๐๐๐๐๐ก๐ ๐ธ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ป๐ข๐๐ข๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐โ๐๐๐๐๐๐ฆ, ๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐๐. ๐๐๐๐
๐ธ๐๐
๐๐ & ๐๐ด๐
๐๐๐ธ๐
๐ต๐ผ๐
๐ ๐ป๐๐พ๐๐
https://maps.app.goo.gl/LXp1ukc1m8BUd8Bm8
๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ☝️
Komentar
Posting Komentar