Langsung ke konten utama

BAHASA LIDAH MENURUT PSIKOLOGI ALKITAB

BAHASA LIDAH
=============
Fenomena Spiritual
- - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Apa itu bahasa lidah?

Bahasa lidah adalah salah satu karunia Roh Kudus yang memuji Allah di dalam doa dengan bahasa yang baru yang biasanya tidak dapat dipahami orang yang memakainya (1Korintus 12:1-31 dan 1Korintus 14:1-40). Saat ini, karunia bahasa lidah lebih awam disebut karunia 'bahasa roh'.

Sebenarnya, dibandingkan sebutan 'Bahasa Roh' adalah lebih tepat jika disebut 'Bahasa Lidah' sebab ini adalah terjemahan paling tepat dari bahasa Yunani-nya, 'glossolalia'. Ini bisa dilihat dalam Kisah Para Rasul 2:4 "Tatkala murid-murid yg telah berkumpul dipenuhi dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta, mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa (glossai) lain seperti yg diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakannya". 

Dilihat dari narasi Alkitab, dapat disimpulkan bahwa bahasa lidah adalah bahasa sorgawi.

Adapun output dari bahasa lidah ada dua:

1. Saat berbicara bahasa lidah maka bahasanya bisa dimengerti oleh semua orang, seperti yang dikaruniakan pada para rasul di Hari Pentakosta yang dimuat dalam Kisah Para Rasul 2:4 'Tatkala murid-murid yg telah berkumpul dipenuhi dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta, mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yg diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakannya';

2. Saat berbicara bahasa lidah maka bahasanya tidak bisa dimengerti secara luas dan harus diinterpretasi oleh si pembicara atau orang lain yang juga dikaruniai pengertian akan bahasa roh seperti yang dijelaskan oleh Paulus dalam 1 Korintus 14:5,9 'Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, KECUALI KALAU ORANG ITU JUGA MENAFSIRKANNYA, sehingga Jemaat dapat dibangun. Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! '

Sejak dari zaman Bapa-bapa Gereja ada orang yang menafsirkan Kisah Para Rasul 2:8 sebagai mujizat pendengaran, yang dikerjakan dalam diri pendengar-pendengar. Gregorius dari Nazianzus (Orat 41. 10, In Pentecosten) menolak pandangan ini dengan dasar bahwa pandangan ini mengalihkan mujizat dari murid-murid ke orang banyak yang tidak percaya, dan mengabaikan juga kenyataan bahwa berbicara dengan bahasa roh itu sudah mulai sebelum ada pendengar-pendengar (ayat 4, bandingkan dengan ayat 6). Berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru (glossais kainais) telah disebut dalam Markus 16:17 sebagai tanda yang akan menyertai iman kepada Tuhan Yesus Kristus. 

Glossolalia (bahasa lidah) yang disebutkan terjadi di Korintus memiliki beberapa segi yang berbeda dari yang diterangkan dalam Kisah Para Rasul di Yerusalem, seperti juga yang di Kaisarea dan di Efesus, dimana seluruh kumpulan menerima Roh Kudus. Sedangkan, di Korintus tidak semua orang menerima karunia yang diinginkan itu (1 Korintus 12:10, 30).

Nampaknya dalam Kisah Para Rasul, glossolalia merupakan pengalaman mula-mula yang bersifat sementara dan yang tak dapat ditolak, tapi di Korintus merupakan karunia yg terus-menerus diberikan pada si pembicara dalam bahasa roh itu (I Korintus 14:27-28). Waktu Pentakosta 'kata-kata Roh' itu segera dimengerti oleh para pendengar, tapi di Korintus diperlukan karunia tambahan untuk menafsirkan, artinya harus ada orang yang menerjemahkannya sehingga dapat dimengerti (ayat 5, 13, 27).

Bahasa-bahasa roh bermacam-macam sifatnya (1 Korintus 12:10). Di Korintus karunia bahasa lidah bukan hal asing, yang dinamai Paulus dengan kata Yunani yang lain 'phone' (pasal 14:10-11). Adapun orang yang harus ada untuk memahami dan menerjemahkannnya bukanlah yang memiliki kepandaian ilmu bahasa, tapi orang yang memiliki karunia khusus. Begitu juga bahasa roh itu bukan hanya suara-suara yg tak berarti yang bersifat kesurupan, walaupun nalar budi si pembicara tidak berperan (ayat 13-14) dan ucapan-ucapannya tetap tidak dapat dimengerti bahkan olehnya sendiri pun, jika tiada yang menafsirkan, sebab kata-kata (ayat 19) dan maknanya (ayat 14-17) tetap diakui, dan bahasa roh yang sudah ditafsirkan sama nilainya dengan nubuat (ayat 5). Suatu bentuk bahasa tertentu diisyaratkan oleh kata Yunani untuk 'menafsirkan', yang di mana pun dalam Perjanjian Baru terkecuali Lukas 24:27, selalu berarti 'menerjemahkan' (J. G Davies, 'Pentecost and Glossolalia', JTS NS 3, 1952, hlm 228 dst). Mengenai glosolalia para ahli linguistik modern menyatakan bahwa ucapan-ucapan itu tidak memenuhi kriteria bahasa manusia pada umumnya sebab ketika ahli-ahli linguistik merekam dengan tape recorder, mereka yang konon mengucapkan bahasa baru dalam keadaan entusiasme religius, ternyata tidak mampu mengidentifikasi bahasa itu, atau melihat suatu tata-bahasa atau struktur dalam bahasa itu.

Berdasarkan Alkitab, bahasa lidah tidak bisa diajari dan/atau dipelajari manusia. Manusia yang mendapatkan karunia ini tidak bisa mengendalikan kemampuan berbahasa lidah, artinya bahasa lidah tidak bisa dikembangkan apalagi dimodifikasi. Sehingga, semua ajakan manusia dan himbauan untuk mempelajari dan/atau mengajari bahasa lidah adalah sangat tidak Alkitabiah dan merupakan kesesatan. Mengapa? Sebab bahasa lidah merupakan hak prerogatif Roh Kudus. Ajakan untuk mempelajari dan mengajari bahasa ini adalah ajakan tentang atribut sorgawi dari makhluk yang kodratnya fana, yang berarti meremehkan dan mendikte kedaulatan Roh Kudus. Roh kudus akan mendatangi sendiri dan mengaruniakan bahasa lidah pada setiap orang yang Dia pilih.

Siapakah yang dipilih Roh Kudus?

Jawabannya: Siapa saja sesuai dengan tujuan-Nya.

Berdasarkan narasi Alkitab, bahasa lidah bisa dikaruniakan kepada siapa saja secara tetap atau sementara:

1. Para rasul yang diurapi seperti yang ditulis dalam Kisah Para Rasul 2:4;

2. Orang-orang yang baru saja dibaptis seperti yang ditulis dalam Kisah Para Rasul 19:5-6 'Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat';

3. Orang-orang yang baru mendengarkan berita keselamatan Injil yang bahkan belum dibaptis (Kisah Para Rasul 10:44,46 'Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah');

4. Raja yang jahat seperti Saul.
Ingat, Raja Saul pernah kepenuhan Roh Kudus (bukan saat dia dimasuki roh jahat yah) ketika dia memburu Daud. Alasan Roh Kudus memasuki Saul adalah agar Saul kehilangan momentum untuk mengejar Daud dan Daud-pun dapat lolos. Peristiwa itu dicatat dalam 1Samuel 19:19,23 'Ketika diberitahukan kepada Saul, demikian: "Ketahuilah, Daud ada di Nayot, dekat Rama,"....Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan PADA DIA PUN HINGGAPLAH ROH ALLAH, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.'

Berdasarkan penjelasan diatas, tentu timbul pertanyaan: 
Apakah dimasa kini bahasa lidah masih dikaruniakan kepada manusia?

Jawabannya: Masih dan tetap berlanjut.
Tidak ada dasar tulisan dalam Alkitab bahwa karunia ini tidak diberikan lagi. Menyatakan bahwa bahasa lidah telah habis masanya dan tidak dikaruniakan lagi dimasa sekarang adalah tidak Alkitabiah. 

Aliran Pentakosa abad ke-20 bukan merupakan aliran yang pertama kali "berbahasa lidah" selama Sejarah Gereja. Pendahulu-pendahulu dalam berabad-abad era Kristen, di antaranya adalah:

1. JUSTIN MARTYR 
Pada 150 M beliau menyinggung mengenai bahasa lidah dalam sebuah dialog dengan Trypho, "Jika Anda mau membuktikan mengenai Roh Allah yang bersama dengan jemaat Anda dan membiarkan Anda untuk datang kepada kami, datanglah ke dalam jemaat-jemaat kami, dan Anda akan menemukan Dia mengusir setan-setan, menyembuhkan yang sakit, dan mendengar Dia berbicara dalam bahasa lidah dan bernubuat."

2. IRENAEUS
Sebelum 200M - Irenaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."

3. TERTULIANUS
Sekitar 200M - Tertulianus menyinggung tentang "interpretasi bahasa roh" sebagai "tanda".

4. AMBROSIUS
Sekitar 350M - Ambrosius dalam karyanya "Of the Holy Spirit" ("Dari Roh Kudus"), menyebutkan "karunia bahasa roh" sedang dicurahkan pada masanya oleh "Sang Bapa".

5. AGUSTINUS DARI HIPPO
Sekitar 390M - Agustinus dari Hippo dalam sebuah pengajaran mengenai Mazmur 32, mendiskusikan fenomena biasa di zamannya mengenai mereka yang "bernyanyi dalam sorak-sorai", menyanyikan pujian bagi Allah bukan dalam bahasa mereka sendiri, tetapi dalam gaya yang "tidak dapat dibatasi oleh keterbatasan bahasa".

6. HILDEGARD DARI BINGEN
Tahun 1100an - Hildegard dari Bingen berbicara dan bernyanyi dalam bahasa roh. Lagu rohani yang dinyanyikannya sering disebut-sebut pada masanya sebagai "konser dalam Roh".

7. KELOMPOK MORAVIAN
Tahun 1300an - Kelompok Moravian disebut-sebut berbahasa roh oleh para pengkritiknya.

8. PARA CAMISARD
Tahun 1500an - Nabi-nabi Perancis: Para Camisard juga kadang-kadang berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak dikenal: "Sekelompok orang dari jenis kelamin berbeda," James Du Bois dari Montpellier teringat, "Saya mendengar dalam kegembiraan mereka mengucapkan kata-kata tertentu, yang tampaknya adalah Bahasa Asing." Kalimat-kalimat ini kadang-kadang diikuti dengan interpretasi atas karunia tersebut, dan menurut pengalaman Du Bois, dilakukan oleh orang yang telah memiliki bahasa roh.

9. PERKUMPULAN QUAKER
Tahun 1600an - Perkumpulan Quaker, seperti Edward Burrough, menyatakan bahwa bahasa roh dipergunakan dalam kebaktian-kebaktian mereka: "Kami berbicara dalam lidah asing, sebagaimana diberikan Tuhan untuk kami katakan, dan Roh-Nya memimpin kami".

10. EDWARD IRVING
Tahun 1800an - Edward Irving dan Gereja Apostolik Katolik. Edward Irving, seorang gembala dari Gereja Skotlandia, menulis mengenai seorang wanita yang "berkata-kata sangat panjang, dan bukan dengan kekuatan manusia biasa, dalam bahasa yang tidak dikenal, mengherankan semua yang mendengarnya, dan bagi dia sendiri ada kemajuan dan kebahagiaan dalam Tuhan". Irfing melanjutkan bahwa "bahasa roh adalah sebuah instrumen hebat untuk pembaaruan diri, sekalipun hal itu mungkin tampak misterius bagi kita."

11. ORANG-ORANG HUGENOT
Adapun catatan yang paling terkenal diluar narasi Alkitab tentang bahasa lidah adalah tentang orang-orang Hugenot yang dianiaya di Perancis pada akhir abad ke-17 M. Ketika dipersekusi karena perbedaan denominasi dan dalam situasi 'hampir mati' maka mereka terdengar sedang berbahasa asing yang tidak dapat dimengerti oleh siapapun termasuk oleh orang-orang yang memahami berbagai bahasa Eropa. 

Catatan Alkitab menerangkan sejelas-jelasnya bahwa karunia ini tidak bisa dibatasi oleh manusia. Pernyataan 'orang ini dan orang itu tidak pantas berbahasa roh karena begini dan begitu' adalah tidak Alkitabiah. Pernyataan bahwa 'gereja ini gereja itu tidak pantas menggunakan bahasa roh karena begini dan begitu' adalah juga tidak Alkitabiah. Mengapa opini-opini yang membatasi penerima karunia bahasa lidah adalah tidak Alkitabiah? Karena berdasarkan Alkitab, bahasa lidah adalah hak prerogatif Roh Kudus. Menyatakan 'tidak boleh begini begitu' atau 'tidak boleh orang ini orang itu' atau 'tidak boleh gereja ini gereja itu' perihal bahasa lidah adalah tidak Alkitabiah dan opini sesat sebab opini-opini itu mengatur-atur pilihan Roh Kudus, dengan kata lain: Meremehkan Kedaulatan Roh Kudus.

Namun, bagi yang diberi karunia bahasa lidah juga harus mengingat bahwa dalam Alkitab orang yang diberi karunia berbahasa lidah tidak lebih tinggi derajat dan pelayanannya dari orang yang ditidak diberikan karunia ini. Orang-orang Korintus menambahkan nilai lebih dan menyalahgunakan 'glossolalia' ini sedemikian rupa, sehingga Paulus dengan tegas membatasi pemakaiannya di muka umum (1 Korintus 14: 27-28), dan menekankan keunggulan nilai nubuat bagi seluruh gereja (ayat 1,5). Bahasa lidah hanyalah satu dari rupa-rupa karunia sehingga Paulus menasihatkan untuk tidak menonjolkan karunia ini sebab kasih adalah karunia paling utama, dan bukan kemampuan mengucapkan ucapan-ucapan ekstatik.

Kesimpulannya: Bahasa Roh hanya salah satu dari rupa-rupa karunia, bukan tolak ukur keimanan seseorang apalagi standar gereja. Juga, bahasa roh bukanlah seperti "bahasa mantera" yang kata-katanya diulang-ulang. Penjelasan psikologinya: Banyak yang tidak sadar mengucapkan kata-kata berulang itu karena pikirannya terpengaruh ucapan orang lain, lebih banyak pula yang dengan sadar meniru-niru ucapan orang lain.

Tidak ada masalah bagi orang yang tidak bisa berbahasa roh, imannya tidak lebih rendah dari yang bisa bahasa roh. Yang rendahan adalah orang yang mengajak mempelajari bahasa roh, ini penjerumusan, karena bahasa roh tidak bisa dipelajari.

Dari penjelasan diatas bisa dilihat dengan terang bahwa sebagai orang Kristen bahasa lidah bukanlah ukuran lebih-kurangnya keimanan seseorang sehingga perdebatan antar denominasi dengan menjadikan karunia bahasa lidah sebagai indikator bahkan alasannya merupakan situasi yang tidak perlu dan sangat disayangkan. Persatuan gereja adalah energi Kekristenan dimana Kristus adalah kepala, nafas, dan denyut nadi semua gereja sebab berbagai denominasi gereja pada hakikatnya adalah anggota-anggota tubuh Kristus dengan peran dan kelebihannya masing-masing, bukannya ibarat produk-produk kecap manis yang selalu dipromosikan: 'Ini merk nomor 1'.

____________________________________
     Ditulis oleh DEVY RANSUN

Referensi:
1. Kisah Para Rasul pasal 2, 10, 19
2. 1 Korintus 14
3. 1 Samuel 19
4. Kamus Kecil: Bahasa Roh;
5. Kamus Browning: Glossolalia, Berbahasa Lidah;
6. Ensiklopedia Alkitab: Karunia Bahasa Roh;
7. id.wikipedia/glossolalia

Kutipan:
1. Kamus Browning, "Glossolalia", untuk keterangan:
- Kaum Hugenot;
- 'Ahli-ahli linguistik yang merekam dengan tape recorder dst...';
2. Orat 41.10, In Pentecosten;
3. J. G Davies, 'Pentecost and Glossolalia', JTS NS 3, 1952, hlm 228;
4. id.wikipedia/glossolalia, untuk keterangan: daftar kesaksian bapa-bapa gereja dari nomor 1-10.

Keterangan Gambar:
1. Icon depicting the Theotokos together with the apostles filled with the Holy Spirit, indicated by "cloven tongues like as of fire" above their heads.
2. Headline about the "Weird babel of tongues" and other behavior at Azusa Street, from a 1906 Los Angeles Times newspaper.

Sumber Gambar:
en.wikipedia/speaking in tongues

D♥I♥ I♥L♥H♥A♥M♥I♥
๐Ÿ•Š️ ๐ƒ๐ˆ ๐ˆ๐‹๐‡๐€๐Œ๐ˆ ๐Ž๐‹๐„๐‡ ๐๐€๐๐€ ๐‘๐Ž๐‡ ๐Š๐”๐ƒ๐”๐’
๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜•๐˜บ๐˜ข ; ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข ๐˜•๐˜ถ๐˜ณ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜Œ๐˜ท๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜š๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข, ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ.

๐Ÿ—จ️ ๐‘บ๐‘จ๐‘ผ๐‘ซ๐‘จ๐‘น๐‘จ  ๐‘ซ๐‘ฐ ๐‘ฉ๐‘ฌ๐‘น๐‘ฒ๐‘จ๐‘ป๐‘ฐ ?
๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜™๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜๐˜ฏ๐˜ช,  ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต, ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ด, ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜‹๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐‘ฎ๐‘ฌ๐‘น๐‘ฌ๐‘ฑ๐‘จ ๐‘ฏ๐‘ถ๐‘ณ๐’€ ๐‘บ๐‘ท๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ๐‘ป  ; ๐‘ฉ๐’‚๐’‘๐’‚๐’Œ, ๐‘ฐ๐’ƒ๐’–, ๐‘บ๐’‚๐’–๐’…๐’‚๐’“๐’‚, ๐‘บ๐’‚๐’–๐’…๐’‚๐’“๐’Š ;
---> ๐˜‹๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ง๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜“๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ต ; 
(1) ๐๐€๐๐Š ๐ƒ๐Š๐ˆ 1392 3149 576
๐‘จ/๐‘ต : ๐‘ฏ๐‘ถ๐‘ณ๐’€ ๐‘บ๐‘ท๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ๐‘ป

(2) ๐๐€๐๐Š ๐๐‚๐€ 5790-4086-42
๐‘จ/๐‘ต : ๐‘ฌ๐‘บ๐‘น๐‘ถ๐‘ต ๐‘ท ๐‘ท๐‘จ๐‘ต๐‘ฎ๐‘ฎ๐‘จ๐‘ฉ๐‘ฌ๐‘จ๐‘ต ๐‘บ๐‘ป๐‘ฏ 

✍️ ๐—ก๐—ข๐—ง๐—˜
๐‘ฑ๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐‘ฉ๐’‚๐’‘๐’‚๐’Œ, ๐‘ฐ๐’ƒ๐’–, ๐‘บ๐’‚๐’–๐’…๐’‚๐’“๐’‚, ๐‘บ๐’‚๐’–๐’…๐’‚๐’“๐’Š ;
๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ง๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ , ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ, ๐˜›๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ง๐˜ฆ๐˜ณ  & ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ ๐˜‹๐˜’๐˜ ๐˜š๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜›๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช.

๐†๐„๐‘๐„๐‰๐€ ๐‰๐Ž๐ƒ๐Ž๐‡ ๐‡๐Ž๐‹๐˜ ๐’๐๐ˆ๐‘๐ˆ๐“
๐‘ฌ๐‘บ๐‘น๐‘ถ๐‘ต ๐‘ด๐‘ฐ๐‘ต๐‘ฐ๐‘บ๐‘ป๐‘น๐’€ ๐‘ช๐‘จ๐‘น๐‘ฌ ๐‘ณ๐‘ถ๐‘บ๐‘ป ๐‘บ๐‘ถ๐‘ผ๐‘ณ๐‘บ
(๐™ผ๐™ด๐™ป๐™ฐ๐šˆ๐™ฐ๐™ฝ๐™ธ ๐™ธ๐š—๐š๐šŽ๐š›๐š๐šŽ๐š—๐š˜๐š–๐š’๐š—๐šŠ๐šœ๐š’ ๐™ถ๐šŽ๐š›๐šŽ๐š“๐šŠ
๐Ÿ’ ๐พ๐‘œ๐‘›๐‘ ๐‘ข๐‘™๐‘ก๐‘Ž๐‘ ๐‘– ๐พ๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘”๐‘Ž & ๐ฝ๐‘œ๐‘‘๐‘œโ„Ž 
๐Ÿ’ ๐ท๐‘œ๐‘Ž ๐‘…๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘ ๐‘–๐‘Ž ๐ฝ๐‘Ž๐‘š๐‘–๐‘› 
๐Ÿ’ ๐ท๐‘œ๐‘Ž ๐พ๐‘’๐‘ ๐‘’๐‘š๐‘๐‘ขโ„Ž๐‘Ž๐‘› 
๐Ÿ’ ๐ท๐‘œ๐‘Ž ๐‘ƒ๐‘’๐‘™๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘›
๐Ÿ’ ๐พ๐‘ข๐‘›๐‘—๐‘ข๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘‚๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘†๐‘Ž๐‘˜๐‘–๐‘ก
๐Ÿ’ ๐ผ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Žโ„Ž ๐‘‚๐‘๐‘’๐‘› ๐ป๐‘œ๐‘ข๐‘ ๐‘’/๐‘‚๐‘“๐‘“๐‘–๐‘๐‘’ 
๐Ÿ’ ๐พ๐‘’๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘Ž๐‘Ž๐‘›, ๐พ๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘ก๐‘–๐‘Ž๐‘›, ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘”โ„Ž๐‘–๐‘๐‘ข๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›   
๐Ÿ’ ๐‘ƒ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘› ๐‘ƒ๐‘’๐‘ก๐‘– ๐ฝ๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘ง๐‘Žโ„Ž (24 ๐‘—๐‘Ž๐‘š )
๐Ÿ’ ๐พ๐‘œ๐‘›๐‘ ๐‘’๐‘™๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘ƒ๐‘Ÿ๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘˜๐‘Žโ„Ž 
๐Ÿ’ ๐ผ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Žโ„Ž ๐‘ƒ๐‘’๐‘š๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘–๐‘˜๐‘Žโ„Ž

๐Ÿ’’ ๐†๐„๐‘๐„๐‰๐€ ๐‰๐Ž๐ƒ๐Ž๐‡ ๐‡๐Ž๐‹๐˜ ๐’๐๐ˆ๐‘๐ˆ๐“ 
โ„Ž๐‘ก๐‘ก๐‘๐‘ ://๐‘”๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘—๐‘Ž-๐‘—๐‘œ๐‘‘๐‘œโ„Ž-โ„Ž๐‘œ๐‘™๐‘ฆ-๐‘ ๐‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘–๐‘ก-๐‘’๐‘ ๐‘Ÿ๐‘œ๐‘›-๐‘š๐‘–๐‘›๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘ฆ.๐‘๐‘ข๐‘ ๐‘–๐‘›๐‘ ๐‘ .๐‘ ๐‘–๐‘ก๐‘’/

๐Ÿ’ž ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜‹๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜œ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ,

๐Ÿ’ž ๐˜‹๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ช๐˜ต๐˜ณ๐˜ข ๐˜‹๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜›๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ˆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜‹๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ, 

๐Ÿ’ž ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜™๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜š๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜œ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜‹๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ,

๐†๐„๐‘๐„๐‰๐€ ๐‰๐Ž๐ƒ๐Ž๐‡ ๐‡๐Ž๐‹๐˜ ๐’๐๐ˆ๐‘๐ˆ๐“ 
๐˜Œ๐˜š๐˜™๐˜–๐˜• ๐˜”๐˜๐˜•๐˜๐˜š๐˜›๐˜™๐˜  ๐˜‘๐˜“ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ท,  ๐˜—๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด ๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต 12, ๐˜•๐˜ฐ 23, ๐˜™๐˜› 04, ๐˜™๐˜ž 09, ๐˜’๐˜ข๐˜บ๐˜ถ ๐˜—๐˜ถ๐˜ต๐˜ช๐˜ฉ,  ๐˜—๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜‘๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜›๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ 

๐ˆ๐๐…๐Ž ๐ƒ๐Ž๐€ & ๐Š๐Ž๐๐’๐”๐‹๐“๐€๐’๐ˆ 
( 24 ๐‰๐€๐Œ ๐Ž๐๐‹๐ˆ๐๐„ )
๐˜๐˜— 0818 77 9370 & 0851 0060 9654
๐˜’๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜—๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜— 0852 1736 1142 

๐’๐ˆ๐‹๐€๐Š๐€๐ ๐๐€๐†๐ˆ๐Š๐€๐ :
๐‘…๐‘’๐‘›๐‘ข๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐ผ๐‘›๐‘– ๐พ๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž; ๐‘†๐‘Ž๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž, ๐‘‡๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›, ๐พ๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘ก  ; ๐‘†๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘”๐‘–๐‘›๐‘—๐‘–๐‘™๐‘– ๐‘‡๐‘ข๐‘”๐‘Ž๐‘  ๐‘†๐‘’๐‘ก๐‘–๐‘Ž๐‘ ๐พ๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘‚๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž, ๐‘ˆ๐‘š๐‘Ž๐‘ก ๐‘‡๐‘’๐‘๐‘ข๐‘ ๐‘Ž๐‘› ๐‘‡๐‘ขโ„Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘Œ๐‘’๐‘ ๐‘ข๐‘  ๐พ๐‘Ÿ๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘ข๐‘ 

 ๐Ÿ—จ️ ๐๐”๐“๐”๐‡ ๐๐€๐๐“๐”๐€๐ ๐‡๐”๐Š๐”๐Œ ❓
๐‘ซ๐‘ท๐‘ท ๐‘ช๐‘ด๐‘ช  ๐‘ซ๐‘ฒ๐‘ฐ ๐‘ฒ๐‘จ๐‘ฉ๐‘ฐ๐‘ซ ๐‘ฏ๐‘ผ๐‘ฒ๐‘ผ๐‘ด 
๐‘†๐‘–๐‘Ž๐‘ ๐‘€๐‘’๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘ก๐‘ข ๐‘†๐‘Ž๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž ; ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘’๐‘ก๐‘Ž ๐ธ๐‘ ๐‘Ÿ๐‘œ๐‘› ๐‘ƒ๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘Ž๐‘›, ๐‘†๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘—๐‘Ž๐‘›๐‘Ž ๐ป๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘š, ๐‘†๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘—๐‘Ž๐‘›๐‘Ž ๐‘‡โ„Ž๐‘’๐‘œ๐‘™๐‘œ๐‘”๐‘ฆ, ๐‘€๐‘Ž๐‘”๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘‘๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘›   

๐Ÿ“๐†๐Ž๐Ž๐†๐‹๐„  ๐Œ๐€๐๐’ 
๐ธ๐‘†๐‘…๐‘‚๐‘ & ๐‘ƒ๐ด๐‘…๐‘‡๐‘๐ธ๐‘… ๐ต๐ผ๐‘…๐‘‚ ๐ป๐‘ˆ๐พ๐‘ˆ๐‘€ 
https://maps.app.goo.gl/LXp1ukc1m8BUd8Bm8
๐‘˜๐‘™๐‘–๐‘˜ ๐‘™๐‘–๐‘›๐‘˜ ☝️




Komentar

Postingan populer dari blog ini

♥ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐Œ๐€๐๐”๐’๐ˆ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ๐Œ๐„๐๐”๐‘๐”๐“ ๐๐€๐๐ƒ๐€๐๐†๐€๐ ๐€๐‹๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ♥

ส€แด‡ษดแดœษดษขแด€ษด ส€แด€ส™แดœ, 21 า“แด‡ส™ส€แดœแด€ส€ษช 2024 | แด€สŸษชษด_แด‡sส€แดษด | 19 แดแด‡ษดษชแด› ส€แด‡แด€แด… ๐Ÿ—ฏ️ Bagaimanakah Caranya Untuk Memiliki Kehidupan Kristen_Yang Produktif ? ๐‘ท๐‘น๐‘ถ๐‘ณ๐‘ถ๐‘ฎ Renungan ini terinspirasi saat penulis sedang komunikasi tentang seorang pelayan Tuhan ( Gembala Umatv) yang seharusnya menjadi teladan bagi manusia tapi malah menjadi biang kerok bagi sesama ! ๐Ÿ—ฏ️ Kenapa Biang Kerok ? ๐Ÿ—จ️ Karena Menerut Penulis Pribadi Manusia yang tidak produktif perusak dimata Tuhan & keluarga serta sesama . Baiklah tidak usah panjang lebar kita akan bahas apa itu produktif & kenapa orang kristen harus produktif, silakan dengar sampai habis Produktivitas adalah topik yang marak dibicarakan hari ini. Begitu banyak artikel dan buku ditulis untuk menolong kita hidup produktif.[1] Produktivitas biasanya dikaitkan dengan kuantitas yang dihasilkan dalam satu kurun waktu tertentu. Makin banyak yang dihasilkan, makin produktif seseorang. Sebagian orang menyamakan hidup yang sibuk dengan bentuk hidup yang pro...

♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥

✦๐‘๐„๐๐”๐๐†๐€๐ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, 30 ๐€๐ ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ฌ 2024.✦ ♥ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐Š๐‘๐ˆ๐’๐“๐„๐ ๐˜๐€๐๐† ๐๐‘๐Ž๐ƒ๐”๐Š๐“๐ˆ๐… ♥ ๐ƒ๐€๐…๐“๐€๐‘ ๐ˆ๐’๐ˆ : 1. Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Produktif ? 2. Mengapa Kita Perlu Bekerja Untuk Mencari Penghidupan ? 3. Mengapa Kita Perlu Berjuang Untuk Bertahan Hidup ? 4. Apakah Perbuatan Kita Penting Bagi Tuhan ? ๐๐„๐Œ๐๐€๐‡๐€๐’๐€๐ : Dengan produktif, rasa malas dalam jiwa akan tersingkir. Produktif merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan diri. Menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk  dapat menjadi lebih baik. Sebab, waktu yang kamu miliki tidak terbuang sia-sia. Selain itu, orang yang produktif cenderung memiliki target dan prioritas yang jelas untuk masa depannya. ๐Ÿ—ฏ️ ๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐  1. BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN YANG PRODUKTIF ?  Firman Tuhan memerintahkan dalam 2 TESALONIKA 3:10-12 (TSI3.2) 10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak b...

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎

♥︎KESEMBUHAN ILAHI♥︎ http://alinesron.blogspot.com/2024/03/kesembuhan-ilahi.html ✦Tersedia Dalam Korban Penebusan YESUS Untuk Semua Orang Yang Percaya✦ FIRMANNYA DALAM ; KELUARAN 15:26 (ILT3)   Lalu berfirmanlah Dia, “Jika engkau mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara YAHWEH, Elohimmu, dan engkau melakukan apa yang benar di mata-Nya, engkau memerhatikan perintah-Nya dan menjaga ketetapan-Nya, Aku tidak akan menimpakan ke atasmu semua tulah yang telah Aku timpakan kepada orang Mesir, karena Akulah YAHWEH, yang menyembuhkan kamu.” DAFTAR ISI A. Pendahuluan B. Dari mana datangnya penyakit? C. Maksud dari kesembuhan ilahi D. Dasar alkitabiah untuk kesembuhan ilahi E. langkah-langkah menerima kesembuhan dari Kristus F. Mengapa ada orang yang tidak menerima kesembuhan ilahi G. Penutup A. Pendahuluan Tentang kesembuhan ilahi ini, ada orang yang beranggapan (dari gereja-gereja tertentu) bahwa kesembuhan ilahi hanya terjadi pada masa Tuhan Yesus masih berada di bumi yait...