๐น๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐ 29 ๐ญ๐๐๐๐๐๐๐ 2024
๐๐๐๐๐๐ง ๐๐ฅ๐ค๐ข๐ญ๐๐ : Efesus 4:1-16
๐๐ฒ๐๐ญ ๐๐ฎ๐ง๐๐ข Efesus 4:1, 4 (TB)
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
๐๐๐๐๐๐
๐ฒ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐
Sewaktu seseorang Bercerita kepada saya, perihal perkataan seorang pemimpin Agama Kristen dari Persekutuan Gereja Gereja yang ada di Jakarta ini, berkata demikian ;
" Kalau Gereja Bapak...( X ) Tidak Layak "
☝️Akibat Perkataan tersebut menjadi terngiang- ngiang terus sampai ke alam bawah sadar saya & tadi pagi tepat nya jam 5, saya di bangunkan untuk menulis perihal Gereja Tidak Layak & Gereja yang Layak. Hikmat BAPA ROH KUDUS terus bicara di hati saya menyingkapkan perihal ini, untuk lebih lanjut kita akan bahas dalam renungan ini, semoga jadi berkat bagi kita semua.
๐ฏ️ PERTANYAANNYA
(1) Seperti apakah Konsep Gereja Layak & Tidak layak itu ?
Ada sebuah nyanyian dalam Kidung Jemaat nomor 257 yang menggambarkan tentang Gereja. Lagu tersebut berbunyi demikian:
Aku gereja, kau pun gereja
Kita sama-sama gereja
Dan pengikut Yesus di seluruh dunia
Kita sama-sama gereja
Gereja bukanlah gedungnya,
Dan bukan pula menaranya;
Bukalah pintunya, lihat di dalamnya,
Gereja adalah orangnya.
Dari nyanyian tersebut dapatlah kita fahami bahwa gereja sebenarnya bukanlah sebuah benda mati, museum atau sebuah monument yang bisu. Dan memang, gereja itu sebenarnya adalah persekutuan yang senantiasa bergerak. Ia harus selalu berkembang dan bertumbuh, seperti setiap manusia pun harus bertumbuh, makin lama makin dewasa. Terlebih lagi bila mengingat akan makna tugas panggilannya di dunia dimana ia ditempatkan. Karena itu, berbicara tentang gereja, mau tidak mau kita harus berbicara tentang orang-orang yang bergereja.
Lalu bagaimanakan sebuah gereja itu layak disebut sebagai sebuah gereja? Apakah kita yang bergereja bukan menjadi sebuah gereja yang sedang sakit, mandul atau lumpuh? Atau sebaliknya, sebuah gereja yang bertumbuh, berbuah dan benar-benar menjadi berkat, melaksanakan tugas panggilannya di dunia ini sebagaimana layaknya seperti dikehendaki oleh Kristus sendiri sebagai kepala gereja? Berdasarkan nas ini, paling tidak ada tiga factor penting sebagai batu uji sebuah gereja yang dapat menjadi berkat:
I. MEMELIHARA PERSEKUTUAN (ay.1-6)
Persekutuan tentu saja tidak terjadi begitu saja, yang selalu begitu dan harus tetap tinggal begitu. Persekutuan dapat tercipta bila orang saling rendah hati, saling mau mendengar saling sabar, dan saling membantu. Tanpa hal tersebut mustahil persekutuan dapat terpelihara dengan baik. Tapi disinilah masalahnya. Sebab tidak jarang, saling merendahkan diri, saling mau mendengarkan, saling sabar, saling membantu hanyalah semacam slogan tanpa makna. Sebabnya ialah karena kecenderungan manusia yang lebih mementingkan diri sendiri. Ketimbang persekutuan, mungkin perpecahan yang sering dijumpai. Bahkan tidak jarang di dalam tubuh yang namanya gereja sekalipun. Persekutuan tidak lagi dinikmati laksana sebuah pohon beringin yang rindang, nyaman dan menyenangkan. Tapi malah sebaliknya bagai sebuah padang gurun yang panas dan gersang. Maka yang terjadi akibatnya: orang saling sikut-menyikut, saling kalah-mengalahkan, dsb.
Apabila semua orang yang bergereja memiliki kemauan atau tekat bersama untuk memajukan persekutuan, maka di dalamnya harus terdapat unsur sehati dan sejiwa, saling mau mendengar, saling mengerti, saling mau mengalah, saling mau berkorban & bukan memanfaatkan. Bukankah sikap seperti ini yang memampukan jemaat mula-mula untuk menjadikan milik pribadi menjadi kepunyaan bersama? Itulah konsekwensinya bila kita mau menjadikan persekutuan yang utuh.
Gereja memerlukan keperdulian kita bersama. Ya, oleh semua orang yang menginginkan pertumbuhan dan kemajuan. Kemajuan dan pertumbuhan sebuah gereja, tidak pernah bekerja seperti lampu aladin, yang sekali gosok, dan semua seketika menjadi beres. Tidak! Ia harus diusahakan, dikerjakan. Oleh siapa? Oleh setiap orang di gereja itu, yang menginginkan kemajuan dan perkembangannya.
II. EFEKTIVITAS SEMUA POTENSI KARUNIA YANG ADA (ay. 7-12)
Berbicara soal pelayanan gereja, barangkali yang ada dalam benak kita adalah para petugas gereja, baik Pendeta, Penatua & Diakon, ataupun pengurus-pengurus kategorial atau pengurus lingkungan yang menjalankan tugas pelayanan. Sebenarnya ini adalah pemikiran yang keliru. Sebab apabila kita mempelajari dari cara hidup jemaat mula-mula, maka nyatalah bagi kita suatu pengertian tentang pelayanan secara utuh.
Di satu sisi memang dibicarakan pelayanan dan kesaksian para Rasul. Tapi di sisi lain juga dibicarakan pelayanan dalam cara yang lain. Di sini kita melihat adanya sikap saling melayani. Kita ambil contoh: Yusuf seorang anggota jemaat, toh pun bukan dalam golongan rasul-rasul, tetapi dalam segi lain ia melayani. Dikatakan: “Ia menjual lading, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki Rasul-Rasul.” (Kis. 4:36-37). Cara hidup bergereja memang jauh berb eda dari hal-hal yang biasa. Karena itu hal semacam ini yang tidak orang suka. Yang penting gedung dan menaranya, bahkan orangnya asal ada!
III. PERTUMBUHAN MENUJU KEDEWASAAN YANG BERKARAKTER (ay. 13-16)
Tanpa adanya pertumbuhan menuju kedewasaan yang berkarakter, maka gereja itu laksana katak di bawah tempurung. Bila kita ingin kesaksian gereje lebih bergema ke luar, maka mulai di dalamnya perlu dirapikan, didewasakan, dikuatkan! Kalau di dalam lemah, bagaimana ia bias kuat ke luar? Tetapi proporsi persoalannya sering tidak di situ. Yang sering menjadi kenyataan ialah, bahwa pelayanan ke dalam itu lalu kemudian menjadi tujuan pokok, dan pelayanan ke luar adalah pekerjaan sambilan.
Gereja yang hanya sibuk mengurus dirinya sendiri ke dalam adalah seperti mobil dalam garasi. Mesinnya hidup, tetapi tidak pernah jalan-jalan juga. Hanya menghabiskan bensin saja! Atau ada juga yang terjadi sebaliknya, bahwa tugas gereja hanya dipahami sebatas memberitakan Injil ke luar, atau hanya mencari jiwa-jiwa baru menjadi anggota gereja. Itu memang penting! Tetapi itu hanya salah satu bagian dari tugas gereja. Tetapi yang benar adalah, bahwa kedua-duanya memang semua penting! Harus seimbang!
Pembinaan di dalam memang merupakan semacam dasar suatu bangunan. Ia harus kuat. Suatu gereja dapat bergerak dan bersaksi ke luar apabila iman jemaatnya mengalami pertumbuhan dan semakin dewasa melalui pembinaan dan pendewasaan iman. Tapi masalahnya, bagaimana gereja memiliki dasar dan pemahaman iman yang matang bila katekisasi saja dilakukan hanya menjelang mau menikah? Karena itu, harus kita pahami, bahwa kesaksian gereja itu adalah suatu sikap yang menjadikan baik, sesuatu yang salah menjadi benar, segala sesuatu yang gelap menjadi terang, segala sesuatu yang bengkok menjadi lurus! Atau dalam istilah Yesus dalam Alkitab: “Menjadi terang dan garam dunia.” AMIN!
✍️ ๐๐๐๐
Jujur Saya Trauma Kalau Gereja Di Kasih Label Sebagai Tidak Layak & "Cacat" Di Hadapan TUHAN.
D♥I♥ I♥L♥H♥A♥M♥I♥
๐️ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐๐บ๐ข ; ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ต๐ข ๐๐ถ๐ณ๐บ๐ข๐ฏ๐ช ๐๐ท๐ข๐ญ๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ข, ๐๐ข๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ข ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ.
๐จ️ ๐บ๐จ๐ผ๐ซ๐จ๐น๐จ ๐ซ๐ฐ ๐ฉ๐ฌ๐น๐ฒ๐จ๐ป๐ฐ ?
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฏ๐ช, ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต, ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ต๐ข ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ถ๐ด, ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฌ๐น๐ฌ๐ฑ๐จ ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ ๐บ๐ท๐ฐ๐น๐ฐ๐ป ; ๐ฉ๐๐๐๐, ๐ฐ๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐ ;
---> ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฆ๐ณ ๐๐ฆ๐ธ๐ข๐ต ;
(1) ๐๐๐๐ ๐๐๐ 1392 3149 576
๐จ/๐ต : ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ ๐บ๐ท๐ฐ๐น๐ฐ๐ป
(2) ๐๐๐๐ ๐๐๐ 5790-4086-42
๐จ/๐ต : ๐ฌ๐บ๐น๐ถ๐ต ๐ท๐จ๐ต๐ซ๐จ๐ท๐ถ๐ป๐จ๐ต. ๐ท ๐บ๐ป๐ฏ
✍️ ๐ก๐ข๐ง๐
๐ฑ๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐๐, ๐ฐ๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐, ๐บ๐๐๐
๐๐๐ ;
๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฆ๐ณ ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐๐ข๐ฏ๐ฌ, ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฏ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ณ ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ , ๐ฌ๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฌ, ๐๐ถ๐ซ๐ถ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฆ๐ณ & ๐๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐๐ข๐ฏ๐ฌ ๐๐๐ ๐๐ข๐ต๐ถ ๐๐ช๐จ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช.
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐ฌ๐บ๐น๐ถ๐ต ๐ด๐ฐ๐ต๐ฐ๐บ๐ป๐น๐ ๐ช๐จ๐น๐ฌ ๐ณ๐ถ๐บ๐ป ๐บ๐ถ๐ผ๐ณ๐บ
(๐ผ๐ด๐ป๐ฐ๐๐ฐ๐ฝ๐ธ ๐ธ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐
๐ ๐พ๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐๐ ๐ ๐พ๐๐๐ข๐๐๐๐ & ๐ฝ๐๐๐โ
๐ ๐ท๐๐ ๐
๐โ๐๐ ๐๐ ๐ฝ๐๐๐๐
๐ ๐ท๐๐ ๐พ๐๐ ๐๐๐๐ขโ๐๐
๐ ๐ท๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐
๐ ๐พ๐ข๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ก
๐ ๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ ๐ป๐๐ข๐ ๐/๐๐๐๐๐๐
๐ ๐พ๐๐๐ข๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐ก๐๐๐, ๐๐๐๐โ๐๐๐ข๐๐๐
๐ ๐๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐ฝ๐๐๐๐ง๐โ (24 ๐๐๐ )
๐ ๐พ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐โ
๐ ๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐โ
๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
โ๐ก๐ก๐๐ ://๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐โ-โ๐๐๐ฆ-๐ ๐๐๐๐๐ก-๐๐ ๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐ฆ.๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐ .๐ ๐๐ก๐/
๐ ๐๐ญ๐ข๐ต ๐๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ซ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ฎ๐ข๐ต๐๐บ๐ข ๐๐จ๐ข๐ณ ๐๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ,
๐ ๐๐ช๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ต๐ณ๐ข ๐๐ช๐ณ๐ช ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฑ ๐๐ธ๐ข๐ญ ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช๐ข๐ฏ,
๐ ๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ-๐๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช ๐๐บ๐ข๐ณ๐ข๐ต ๐๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ,
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ถ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฆ๐ท, ๐๐ถ๐ญ๐ฐ๐ฎ๐ข๐ด ๐๐ข๐ณ๐ข๐ต 12, ๐๐ฐ 23, ๐๐ 04, ๐๐ 09, ๐๐ข๐บ๐ถ ๐๐ถ๐ต๐ช๐ฉ, ๐๐ถ๐ญ๐ฐ๐จ๐ข๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ, ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ณ๐ต๐ข ๐๐ช๐ฎ๐ถ๐ณ
๐๐๐
๐ ๐๐๐ & ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
( 24 ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ )
๐๐ 0818 77 9370 & 0851 0060 9654
๐๐ฉ๐ถ๐ด๐ถ๐ด ๐๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ 0852 1736 1142
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ :
๐
๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐ผ๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐; ๐๐๐ข๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐๐ก ; ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐ ๐พ๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐๐ก ๐๐๐๐ข๐ ๐๐ ๐๐ขโ๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐ ๐พ๐๐๐ ๐ก๐ข๐
๐จ️ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ❓
๐ซ๐ท๐ท ๐ช๐ด๐ช ๐ซ๐ฒ๐ฐ ๐ฒ๐จ๐ฉ๐ฐ๐ซ ๐ฏ๐ผ๐ฒ๐ผ๐ด
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ก๐ข ๐๐๐ข๐๐๐๐ ; ๐๐๐๐๐๐ก๐ ๐ธ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ป๐ข๐๐ข๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐โ๐๐๐๐๐๐ฆ, ๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
๐ธ๐๐
๐๐ & ๐๐ด๐
๐๐๐ธ๐
๐ต๐ผ๐
๐ ๐ป๐๐พ๐๐
https://maps.app.goo.gl/LXp1ukc1m8BUd8Bm8
๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ☝️
Komentar
Posting Komentar